
Sudah pukul sepuluh malam Zee masih berkutat dengan laptopnya. Masih ada beberapa lembar laporan yang harus ia salin dan ada juga yang harus Zee perbaiki. Laporan yang ia kerjakan rencana nya akan di berikan kepada dosen pembimbingnya esok hari , maka dari itu Zee berusaha untuk menyelesaikannya.
Beberapa kali Zee menguap karena mengantuk, semenjak hamil Zee mudah sekali lelah dan mudah sekali tertidur. Dimana ada bantal, di situlah Zee akan tidur, maka dari itu sehabis makan malam Zee tidak berbaring, ia langsung mengambil laptopnya dan mengerjakan laporan. Sedangkan Zhio sedang sejak tadi belum kembali ke kamar karena sedang mengobrol dengan Ayah Xander.
" Hoooaaaam...." Zee kembali menguap, kedua mata Zee mulai berairan menahan kantuk.
" Sedikit lagi, semangat Zee " ucap Zee mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Lima belas menit kemudian Zee kembali mengantuk dan justru tertidur. Ia benar - benar tidak bisa menahan kantuknya lagi hingga tertidur dalam posisi duduk.
Ceklek...
Zhio mengira jika Zee sudah tidur, jadi Zhio membuka pintu kamar dengan sangat pelan, Zhio takut Zee terbangun.
Zhio menggelengkan kepalanya melihat Zee yang sedang tertidur pulas di meja , Zhio pun menghampiri Zee. Zhio mengelus lembut pucuk kepala Zee, lalu Zhio berjongkong menatap wajah cantik Zee lebih dalam.
" Walaupun sedang tidur , kamu tetap terlihat cantik " batin Zhio.
Zhio mengelus lembut pipi Zee , lalu setelah itu perlahan membuka kacamata Zee dan dengan sangat perlahan mencoba menggendong sang istri dan membawanya ke tempat tidur. Memperbaiki posisi tidur Zee lalu menyelimutinya.
Setelah itu Zhio mmberniat membereskan pekerjaan Zee. Zhio duduk dan mencoba melihat apa yang sedang Zee lakukan.
Zhio tersenyum karena seperti inilah yang dulu sering ia lakukan saat masih menjadi dokter magang, begadang larut malam untuk mengerjakan laporan magangnya.
Zhio pun mengutak atik laptop Zee, dan Zhio tersenyum saat membuka file yang berisi foto - foto Zee, " sejak dulu kamu memang cantik Zee " ucap Zhio , menatap sejenak Zee yang sedang tertidur dan kemudian kembali fokus ke laptop yang berada di depannya.
****
Suara adzan yang berkumandang membuat Zee terbangun dari tidurnya. Awalnya Zee tampak biasa, namun setelah sadar Zee langsung duduk dan menatap meja kerja di mana laptopnya berada.
" Astagfirullah, laporan ku belum selesai " ucap Zee.
Zee melihat ke samping dan Zhio tak ada, " Abang mana ya ?? " ucap Zee.
Zee bangun, mengikat rambutnya ke atas lalu berjalan ke arah kamar mandi. Namun tiba-tiba saja pintu kamar tidur terbuka dan mengagetkan Zee.
__ADS_1
" Abang....!! " ucap Zee terkejut.
" Kenapa kaget gitu sayang " ucap Zhio.
" Abang bikin kaget, Abang udahZhio berwudhu ya. Tunggu aku ya bang " Zee segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan berwudhu.
Setelah itu mereka berdua turun ke lantai bawah untuk sholat subuh berjamaah bersama-sama. Seperti yang biasa keluarga Xander lakukan setiap harinya.
" Bun, maaf ya Zee gak bisa bantu buat sarapan pagi ini. Zee buru-buru mau ngerjain laporan Zee Bun, hari ini udah harus di kumpul " ucap Zee , meminta maaf kepada Bunda Hesty karena pagi ini Zee tidak bisa membantu memasak sarapan seperti yang biasa ia lakukan.
" Ya sayang, kamu kerjain aja laporan kamu. Tapi ingat jangan capek-capek ya Zee, kamu harus jaga kesehatan kamu dan kandungan kamu " ucap Bunda Hesty sembari mengelus lembut pucuk kepala Zee.
Zee tersenyum lalu memeluk Bunda Hesty, Zee begitu bersyukur memiliki ibu mertua yang sangat baik dan perhatian seperti Bunda Hesty.
Zee pun segera kembali ke kamar untuk menyelesaikan laporannya.
" Bismillahirrahmanirrahim, semangat, fokus " ucap Zee berusaha menyemangati dirinya sendiri.
" Loh...kenapa .. kenapa semuanya udah selesai " ucap Zee saat melihat laporan hariannya yang sudah tersusun rapi di dalam file "
Zee pun mencoba mengingat - ingat, seingatnya semalam masih banyak yang belum ia selesaikan. Tapi kenapa sekarang semuanya sudah selesai dan tersusun dengan rapi.
Tok..tok..tok..
Zee segera membuka pintu, dan ternyata Bulan yang datang dengan wajah yang terlihat pucat. Begitu melihat Zee, Bulan langsung memeluk erat Zee.
" Bunda " ucap Bulan.
" Kamu kenapa nak ? ehh..ini badan kamu, kok panas Bulan " ucap Zee , melepas pelukan Bulan lalu menangkup wajah Bulan.
" Bulan kayaknya Demam deh Bun, Bulan gak sekolah ya hari ini " ucap Bulan dan kembali memeluk Zee.
" Ya udah sekarang kembali ke kamar Bulan ya , Bunda temenin " Zee membawa Bulan ke kamar.
Zee mengambil alat pengukur panas dan mengecek suhu tubuh Bulan, setelah itu Zee memberi Bulan obat dan dengan segera Bulan meminumnya. Tidak sulit memberi Bulan obat , tidak seperti Zee yang sangat sulit jika di beri obat.
__ADS_1
" Gimana aku ke kampus kalau Bulan sakit ?? kasian sekali anakku " batin Zee sembari melihat Bulan yang mulai tertidur.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka, Zee melihat ke arah pintu dan Zhio datang dan menghampirinya.
" Ternyata kamu di sini, tadi Abang ke kamar kamu gak ada " ucap Zhio.
" Bulan sakit bang " ucap Zee.
" Sakit ?? Bulan Demam ?? " tanya Zhio dengan raut wajah khawatir, Zhio menghampiri Bulan dan meletakkan tangannya di kening Bulan.
" Panas sekali , Bulan sudah minum obat ?? " tanya Zhio.
" Sudah bang , baru aja "
" Syukurlah, biarkan dia istirahat, semoga nanti panasnya segera turun " ucap Zhio.
" Oh ya bang, laporan harian aku , Abang yang ngerjain ya semalam ?? " tanya Zee.
" Hmm..Bukan " ucap Zhio.
" Abang bohong, kalau bukan Abang siapa lagi " ucap Zee sembari cemberut.
" Kok cemberut " ucap Zhio.
" Abang tu bohong " ucap Zee, entah mengapa Zee tiba kesal dengan Zhio.
" Hahahaha...Abang bercanda sayang, iya Abang yang ngerjain. Soalnya semalam kami tidurnya enak banget, sampe ketiduran di meja "
" Nah kan tinggal ngomong aja iya , kenapa bilang gak tau tadi " ucap Zee.
" Loh..kamu kok malah marah, jangan marah dong sayang " Zee duduk di samping Zee dan mengelus lembut pipi Zee.
" Jangan marah dong, kamu gak suka ya kalau Abang bantuin ngerjain laporan kamu " tanya Zhio, Zhio jadi bingung melihat sikap Zee yang tiba-tiba berubah jadi marah begini.
__ADS_1
" Bukannya gitu bang, kesel aja Abang tadi gak jujur. kan bisa bilang iya " ucap Zee.
Zhio pun tersenyum, mungkin pengaruh hormon kehamilan sehingga membuat Zee berubah mood seperti ini, Zhio mengerti akan hal itu, justru melihat Zee seperti ini membuat Zee tampak menggemaskan di mata Zhio. Pasalnya Zee tidak pernah marah kepadanya. Bermanja-manja saja Zee tidak pernah memperlihatkan itu kepada Zhio, tapi semenjak hamil hal itu juatru berbanding terbalik.