Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang
Hari kelulusan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Zhea dan Tasya sudah bersiap untuk ke sekolah. Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan mereka.


" Abang Zhio.... "


Seperti biasanya Tasya masuk kedalam kamar Zhio tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Apalagi kamar Zhio dan Zee saat ini tidak di kunci, jadi memudahkan Tasya untuk masuk sesukanya.


" Eh..Abang mau ngapain ? "


Tasya melihat Zhio sedang berusaha turun dari tempat tidur dan ingin duduk di kursi roda. Melihat hal itu Tasya dengan segera menghampiri dan membantu abangnya.


" Sini Tasya bantu, pelan-pelan ya bang "


" Terima kasih dek udah bantuin Abang "


" Kenapa gak panggil bunda atau Tasya bang, nanti kalau Abang jatuh gimana ? "


Zhio tersenyum kepada Tasya, " Abang gak mau ngerepotin bunda terus, dan kamu juga. Lagian cuma mau naik ke kursi roda "


Tasya menatap dalam wajah abangnya, kedua mata Tasya tampak berkaca-kaca. Tasya bisa merasakan betapa sulit abangnya menjalani hari-harinya dengan sedikit keterbatasan seperti ini.


" Kak Zee udah berangkat ya bang ? "


Tasya duduk di atas tempat tidur sedangkan Zhio berada di kursi roda tepat di sebelah sisi Tasya.


" Iya sudah dek, kamu ngapain ke sini ? pasti ada maunya kan ? " Zhio menyentuh dan mengelus lembut pucuk kepala Tasya.


" Hehehe...Abang tau aja "


" Uang jajan kamu udah habis ? "


" Ihh Abang, emangnya kalau Tasya ketemu Abang tu maunya cuma uang jajan terus ya "


" Iya memang benar "

__ADS_1


Zhio terkekeh melihat sang adik yang memanyunkan bibirnya.


" Jelek tau kalau kami kayak gitu, terus kalau gak minta uang jajan sama Abang, kamu maunya apa ? "


" Tasya ke sini cuma mau pamitan sama Abang , Tasya bentar lagi mau ke sekolah, kan hari ini hari kelulusan Tasya. Ayah, Bunda, kak Zee, bahkan Oma juga udah Tasya telepon untuk minta doa, dan terkahir tinggal bang Zhio , doain Tasya lulus ya bang "


Zhio tersenyum menatap Tasya, tak terasa adik kecilnya sekarang sudah sangat tumbuh besar bahkan sebentar lagi akan lulus SMA.


" Maa syaa Allah, gak terasa ya adik Abang yang kecil ini udah lulus SMA. Udah beranjak dewasa " Zhio kembali mengelus-elus lembut pucuk kepala Tasya.


" Iya bang, Tasya deg-degan ni bang. Doain Tasya ya bang "


" Abang pasti doain kamu, dan Abang yakin kamu pasti lulus "


" aamiin, makasih bang Zhio "


Tasya lalu memeluk Zhio.


*****


Sebelum membuka amplop yang sudah di berikan wali kelasnya, Tasya tak lupa mengucap basmallah , dan Taysa sedikit gugup.


" Alhamdulillah lulus " teriak salah satu teman Tasya Zhea.


" Yes lulus !!! " teriak lagi beberapa teman - teman Tasya dan Zhea.


Tasya dan Zhea saling tatap, kemudian fokus dengan amplop yang ada di tangan mereka. Tasya dan Zhea pun membuka nya bersama-sama.


" Alhamdulillah LULUS " ucap Zhea, Zhea segera berlari ke arah Tasya.


" Tasya gimana ? " tanya Zhea.


Tasya langsung memeluk Zhea, " Hiks..Hiks..Hiks..aku..aku gak lulus Zhe " tangis Tasya pecah , dan saat mendengar Tasya menangis semua kawanan Tasya di kelas berkumpul mendatangi Tasya.

__ADS_1


" Tasya, benar kamu gak lulus "


" Tasya, yang sabar ya "


" Tasya, coba di lihat lagi kertasnya "


" Tasya , kamu mungkin salah lihat "


" Ehh Tasya mungkin mata lho kabur kali Sya, sini gue liatin kertasnya "


Semua teman-teman Tasya tampak khawatir, pasalnya mereka semua lulus sedangkan hanya Tasya yang tertinggal.


" Aku gak salah Zhe, aku memang gak LULUS " Tasya kembali menangis di pelukan Zhea. Zhea tidak tahu harus berbuat apa , ia hanya bisa mengelus punggung Tasya agar Tasya tenang.


" Kamu lagi gak ngeprank kita kan Sya ? " tanya Zhea.


" Iya nih Sya, lho ngeprank kita semua ya ? " tanya kembali salah satu teman Tasya yang ada.


Tasya benar-benar menangis, kedua matanya terlihat memerah dan wajahnya basah dengan air mata.


Melihat hal itu semua teman-teman Tasya bersedih, termasuk Zhea.


" Kayaknya salah deh Sya, bentar kita tanyain wali kelas dulu , queen kita gak boleh kayak gini. The queen kita harus lulus "


beberapa teman sekelas Tasya termasuk para lelaki yang menyukai Tasya merasa tidak terima dan ingin meminta penjelasan kepada wali kelas mereka.


" Robi, Bani gak perlu " teriak Tasya mencoba menahan teman-temannya untuk tidak menemui wali kelas mereka.


" Di surat ini tertulis jelas kalau aku.. " Tasya kembali membuka suratnya, semua kawanan kelas termasuk Zhea tampak serius memperhatikan Tasya.


" Kalau aku...LULUS... !! SELAMAT KALIAN DI PRANK " ucap Tasya sembari terkekeh.


" Huhuhuuuu....Tasya !! " teriak kawanan Tasya , Tasya memang suka mengerjai mereka.

__ADS_1


Mereka pun menepuk Tasya dan melempar Tasya dengan surat kelulusan yang mereka pegang. Mereka kembali terjebak oleh tipuan Tasya, namun walaupun begitu mereka senang karena akhirnya mereka semua lulus. Setelahnya mereka saling mengucap rasa syukur dan saling berpelukan.


Zhea dan Tasya segera memberi kabar keluarga dan orang di rumah bahwa mereka lulus. Bunda Hesty bersujud syukur mendengar kelulusan anaknya. Bunda pun segera berbelanja bahan makanan untuk membuat acara syukuran kecil-kecilan untuk kelulusan Tasya dan Zhea.


__ADS_2