
Sepasang mata Zee terlihat berkaca - kaca, ia begitu terharu mendengar pernyataan cinta Zhio dan bahkan ingin menjadikan Zee sebagai istrinya.
" Terima kasih bang, Terima kasih sudah mencintaiku. Aku terharu sekali saat abang bilang kalau abang menyukai dan mencintai aku sejak kita masih duduk di bangku SMP dan abang juga meminta ku menjadi istri abang "
Kedua tangan Zhio dan Zee masih saling bergenggaman, dan mereka saling tatap dan melempar senyum.
" Aku ini seorang janda bang, aku juga sudah punya anak. Apa abang yakin ingin menjadikan aku istri abang ? Banyak wanita di luar sana yang lebih baik dari pada aku bang "
" emang kenapa kalau kamu seorang janda? apa ada larangan mencintai seorang janda?apa abang akan di hukum atau di penjara kalau mencintai dan menikahi janda? bukan nya justru mendapat pahala ya kalau menikahi janda? " ucapan Zhio membuat Zee terkekeh.
" emangnya kalau menikahi yang bukan janda gak dapat pahala? "
" Berpahala juga Zee, dan menikah itu adalah ibadah. Menikah itu adalah ibadah terpanjang dan terlama karena jika kita menikah, kita akan menyempurnakan setengah perjalanan agama dan kehidupan kita. Apapun kamu, seperti apa kamu, abang akan tetap mencintai kamu. Abang menerima kamu apa ada nya Zee, abang tidak peduli dan tidak mempermasalahkan status kamu sekarang. Jadi abang minta jangan pernah berkata seperti itu lagi ya "
Zee kembali di buat terharu dengan ucapan yang di lontarkan Zhio, kedua mata Zee kembali berkaca - kaca.
" Iya bang, aku gak akan berkata seperti itu lagi. Tapi.. abang bisa kan kasih aku waktu bang.. "
" abang sudah katakan sebelumnya kan? abang tidak akan memaksa kamu Zee dan abang akan menunggu "
" Terima kasih bang "
Tidak ada kekecewaan sedikitpun di hati Zhio mendengar jawaban dari Zee, justru hal itu menjadi tantangan untuk Zhio untuk terus meyakinkan Zee bahwa Zhio serius dengan apa yang ia ucapkan dan benar - benar tulus mencintai Zee.
Setelah cukup lama berada di danau dan puas menikmati pemandangan malam di sana, Zhio mengajak Zee untuk pulang. Udara yang semakin dingin juga semakin terasa, Zhio tidak ingin Zee sakit karena mereka terlalu lama di danau itu.
Mendengar suara mobil yang terparkir di depan rumah, Bulan, Tasya dan Zhea bergegas keluar. Mereka sudah bisa mengira kalau yang datang adalah Zhio dan Zee.
" kok cepat banget pulang nya bang? " tanya Tasya.
" Sudah malam dek, ini sudah hampir jam 11 " jawab Zhio.
__ADS_1
" Emang iya ya bang, hehe..perasaan baru aja deh jalan nya "
" abang mau langsung pulang atau masuk dulu " ucap Zee.
" Kami langsung pulang aja ya Zee, gak enak udah larut malam. Terima kasih ya Zee udah mau malam sama abang "
" Sama - sama bang, seharusnya aku yang Terima kasih soalnya abang udah ajakin aku " ucap Zee dengan senyum manis nya, Zhio juga tersenyum kepada Zee.
" Oh ya abang jadi lupa " Zhio kembali ke mobil nya dan mengambil sekotak martabak manis yang tadi ia beli bersama Zee dalam perjalanan pulang.
" Tadi abang sengaja beli lebih buat Zhea dan juga Bulan "
" Wah.. makasih bang "
" Makasih Om Zhio "
" Sama - sama, ya udah kami pamit ya. Assalamu'alaikum " ucap Zhio.
" Waalaikumsalam "
" Iya Sya "
Tasya dan Zhio pamit pulang dan kembali ke rumah mereka. Di dalam mobil Tasya membubuhi abang nya dengan berbagai pertanyaan.
" Bang, tadi makan malam dimana? terus abang sama kak Zee ngapain aja ? terus kemana aja habis makan malam ? terus.. terus.. abang udah katakan cinta belum.. hah.. gimana bang.. udah belum.. kalau udah kak Zee bilang apa? " begitulah rentetan pertanyaan yang Tasya tujukan kepada abang nya, Zhio hanya menggeleng - geleng kan kepala nya sembari tersenyum melihat kelakukan adiknya itu.
" Abang kok senyum - senyum aja sih.. jawab bang.. "
" Abang gak bisa jawab dek, pertanyaan kamu terlalu banyak.
" Iiih abang.. banyak apa nya.. ayo cepat jawab bang, adek penasaran nih bang.. "
__ADS_1
" Tadi abang ajak Zee makan malam di restaurant milik ayah "
" Terus.. habis itu kemana lagi? "
" Gak kemana - kemana "
" abang pasti bohong, terus gimana bang? udah katakan cinta belum sama kak Zee, gimana reaksi kak Zee? "
" Udah ah, kamu tu banyak tanya. Kalau itu abang gak mau cerita, rahasia , bocil di larang tau " ucap Zhio sembari terkekeh.
" Bocil.. iihh abang.. apaan sih gak nyambung, apa hubungan nya coba, ayo cerita na bang.. " Tasya memohon kepada Zhio untuk becerita, Tasya benar - benar ingin tau apa saja yang tadi abang nya dan zee lakukan.
*****
Bukan hanya Tasya, Zhea dan juga Bulan melakukan hal yang sama kepada Zee. Mereka berdua menjejali Zee dengan berbagai pertanyaan, dan hanya satu jawaban yang keluar dari mulut Zee.
" KEEPOOO...!!! "
" Kakak.. kok gitu jawab nya " ucap Zhea.
" Iya ni bunda, kan Bulan sama onty pengen tau "
" Bunda cuma makan malam aja kok sayang, lebih baik Bulan tidur ya sekarang. Besok kan sekolah dan harus bangun pagi , Zhea juga begitu kan? "
" Bunda gak asyik.. ya udah Bulan tidur aja deh bun, udah ngantuk juga " karena tidak mendapat jawaban dari Bunda nya, Bulan memilih untuk masuk kekamar dan tidur terlebih dahulu.
" Kamu juga tidur, udah malam ni dek. Cepat habisin martabak nya, habis itu masuk kamar. Kalau sampai kamu kesiangan besok, kakak bakalan siram muka kamu pakai air "
" Tapi cerita dulu ya kak,, sedikit aja kak.. "
" Gak.. gak usah KEPOO..!! " ucap Zee lalu meninggalkan Zhea masuk kedalam kamar juga, Zhea memanyunkan bibirnya, ia tidak mendapat jawaban apa - apa dari Zee.
__ADS_1
**Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian... 😍**