
Kevin dan Zhea saling bergandengan tangan sembari berjalan santai setelah mereka berdua melakukan olahraga pagi bersama di sekitar komplek perumahan tempat tinggal Kevin.
Kevin dan Zhea sedang menikmati masa pacaran mereka setelah mereka resmi menjadi suami istri. Dan ternyata Kevin dan Zhea memilki kesamaan dan hobby yang sama yaitu sama-sama menyukai olahraga, seperti saat ini dan seminggu lalu dimana setiap paginya mereka berdua lari pagi bersama mengelilingi komplek perumahan tempat tinggal Kevin
Mereka bahkan berlari dengan saling berpegangan tangan, ide itu muncul tentu lah dari Kevin karena tak mau melepas genggaman tangannya dari Zhea. Ia juga berkata kepada Zhea kalau jika saja Zhea terjatuh maka Kevin akan memegang nya agar hal itu tidak sampai terjadi.
" Berhenti sebentar "
Zhea menghentikan langkahnya saat Kevin meminta nya untuk berhenti berjalan.
" Kenapa bang ? " tanya Zhea dan Zhea sempat bingung saat melihat Kevin yang justru berjongkok di depannya.
" Tali sepatu kamu Zhe, nanti kamu bisa jatuh " ucap Kevin sembari mengikat tali sepatu Zhea.
Zhea kembali di buat terharu dengan sikap Kevin, sudah seminggu ini Kevin selalu membuat takjub dan terharu Zhea karena perhatiannya kepada Zhea. Bahkan dalam hal sekecil apapun.
Misalnya seperti membantu Zhea menyisir dan mengeringkan rambutnya, jika larut malam saat Zhea ingin buang air kecil, Kevin pun ikut terbangun karena khawatir jikalau Zhea memerlukan sesuatu dan ia justru tertidur. Kevin juga selalu bertanya tentang apa yang Zhea suka dan selalu meminta pendapat Zhea akan suatu hal.
" Makasih bang " ucap Zhea.
__ADS_1
Kevin hanya tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Zhea. Ia lalu mengelus lembut pucuk kepala Zhea.
" Hanya hal kecil Zhea, ayo kita jalan lagi " ajak Kevin , kembali menggenggam jemari tangan Zhea dan mereka berjalan santai kembali ke rumah.
*****
Bulan tampak bingung dan menyendiri duduk di bangku taman rumah mereka. Bulan sedang memikirkan kata-kata yang baik untuk meminta ijin kepada Zee untuk menemui ayahnya Satria.
tadi pagi saat bertemu dengan kedua orangtua Satria, nenek dan kakeknya itu mengajak Bulan untuk mengunjungi Satria, tentu saja Bulan sangat semringah karena ia sangat merindukan ayahnya.
" Bulan " panggil Zhio.
" Abi " ucap Bulan.
" Lagi mikirin apa Bulan ? Abi datang aja kamu gak tau " ucap Zhio sembari terkekeh.
" gak bi, lagi pengen melamun aja " jawab Bulan asal.
" Yakin ? cuma pengen melamun ? " tanya Zhio.
__ADS_1
Zhio tahu kalau ada sesuatu yang sedang di pikirkan oleh Bulan.
" Sebenarnya.... hmm..Bulan besok rencananya pengen jengukin ayah satria, bi. Apa boleh ? " tanya Bulan.
Zhio tersenyum, " jadi dari tadi mikirin itu ? sejak kapan Abi melarang bulan untuk bertemu dengan ayah bulan sendiri ? tentu boleh bulan , waktu itu Abi juga pernah temenin Bulan kan , apa besok Abi temenin juga ke sana ? "
" Gak usah bi, gak usah. Rencananya besok Bulan kesana sama kakek dan nenek Bulan, mereka sedang ada di rumah sakit sekarang "
" Oh..ya udah kalau begitu,kapan rencananya bulan mau ke sana ? jam berapa ? "
" Siang bi setelah bulan pulang sekolah "
" Kalau begitu besok siang biar di antar pak Ujang aja ya Bulan, biar lebih aman. Bulan udah bilang sama bunda ? "
" Belum bi, habis ini Bulan mau bilang sama bunda "
" Kalau begitu Abi temenin, yuk kita masuk kedalam "
Bulan membantu Zhio dengan mendorong kursi rodanya, Bulan merasa senang sekali memilki ayah seperti Zhio yang selalu mengerti dirinya.
__ADS_1