
Hari yang di tunggu - tunggu pun tiba, semua anggota keluarga dari pihak Zhea dan Kevin sudah berkumpul di sebuah masjid sederhana yang tak jauh dari kediaman Kevin. Hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang hadir pada acara akad ini, Kevin sudah terlebih dahulu berserta kedua orangtuanya begitu pula dengan anggota keluarganya yang lain.
Masjid terlihat penuh karena banyaknya anggota keluarga dari Kevin dan juga Zhea, belum lagi anggota keluarga dari Xander yang juga ikut hadir menyaksikan acara sakral ini.
Acara akad nikah Kevin dan Zhea di langsungkan secara sederhana, begitu pula dengan resepsinya, semua atas kesepakatan Kevin dan Zhea.
Kevin sudah terlebih dahulu tiba di masjid, melihat ayah nya Zhea. Membuat Kevin semakin gugup, wajah Kevin bahkan terlihat tegang. Ia sangat takut tatkala nantinya sampai salah mengucap ijab kabul di depan penghulu dan juga ayahnya Zhea.
Zhio menghampiri Kevin yang terlihat tegang , sedang duduk bersiap dengan di temani saksi dan ayahnya Zhea. Melihat Zhio dari kejauhan, Kevin pun beranjak dan terlebih dahulu menghampiri Zhio agar Zhio tidak bersusah payah mengayuh kursi rodanya.
Kevin langsung memeluk Zhio, ia ingin meredam sedikit rasa gugupnya.
" Hei..kenapa memeluk ku ? " ucap Zhio sembari terkekeh.
" Diamlah Zhio, aku sangat gugup saat ini " ucap Kevin.
" Tapi orang-orang melihat kita dengan tatapan aneh Vin "
Kevin tersadar dan melihat sekeliling nya, ia pun segera melepas pelukannya dari Zhio.
" Sorry Zhi " ucap Kevin.
" Tenang, aku juga pernah di posisimu Vin. ingat yang aku katakan semalam " ucap Zhio.
Semalam Zhio dan Kevin saling berkirim pesan dan membicarakan mengenai akad yang akan berlangsung hari ini. Zhio memberi beberapa nasihat dan semangat untuk Kevin, karena Zhio juga pernah mengalami hal yang sama seperti Kevin, setiap lelaki di dunia pasti akan merasa gugup kalau sudah berhadapan dengan pernikahan bukan ? terutama pada saat mengucap ijab kabul. Walaupun sedikit, rasa gugup itu pasti muncul.
" Iya Zhio, aku ingat. Terima kasih "
" Baiklah, cepat kembali. Sebentar lagi akad nya di mulai . Jangan lupa ucap basmallah dulu Vin "
" Pasti Zhio "
Kevin pun kembali ke tempat duduknya. Saat ini Kevin hanya duduk sendiri tanpa di dampingi oleh Zhea. Setelah Kevin mengucap ijab kabul, barulah Zhea akan datang dan duduk berdampingan dengan Kevin.
Sudah lama sekali Kevin tidak bertemu Zhea, terakhir dua Minggu lalu saat mereka berada di butik untuk mencoba pakaian pengantin. Setelahnya Kevin hanya saling mengirim pesan dan sesekali berhubungan lewat sambungan telepon.
__ADS_1
" Sudah siap Vin ? " tanya Pak Bayu.
" In syaa Allah Pak, saya sudah siap " ucap Kevin dengan penuh kesiapan.
Kevin dan Pak Bayu pun saling berjabat tangan, dan setelahnya dengan sekali tarikan nafas Kevin dengan lantang mengucap ijab kabul di depan ayah Zhea dan semua orang.
" SAH.........!!!! " teriak Tasya.
Tasya terlebih dahulu mengucap kata SAH dari pada saksi dan semua orang, hal itu justru membuat semua mata tertuju kepada Tasya. Dari kejauhan Zhea hanya bisa menepuk jidat melihat sikap sahabat nya itu.
" Tasya... " ucap Bu Hesty lalu menarik- narik baju Tasya.
" SAH Bun..SAH bukan..ya kan Pak Bayu, Pak penghulu, para saksi ? " ucap Tasya sembari menahan malu karena sudah keceplosan berbicara.
" Tasya diam " pinta Bunda Hesty, dengan memanyunkan bibirnya Tasya pun mengangguk tanda mengerti akan apa yang di maksud bunda Hesty.
" Bagaimana Pak, SAH.."
" SAH.."
" SAH.."
" Alhamdulillah... "
Semua orang berada di sana mengucap syukur , Tasya yang semula cemberut pun kembali tersenyum.
" Bener kan kak Zee ? ijab kabul yang di ucap Kevin tu SAH, senengnya " ucap Tasya.
Zee hanya tersenyum mendengar ucapan Tasya.
Setelah ijab kabul di selesai, Zhea di bawa untuk menemui Kevin. Kevin terperangah saat melihat betapa cantiknya Zhea dengan balutan kebaya putih yang juga senada dengan yang ia pakai , dan semakin terlihat cantik dengan hijab yang menutup kepalanya.
Seperti terhipnotis, Kevin bahkan tidak sadar kalau Zhea sudah berada di depannya.
" Kevin "
__ADS_1
" Kevin "
Tami ibunya Kevin berulang kali memanggil Kevin agar Kevin tersadar.
" Eh..iya Ma " ucap Kevin.
Zhea hanya tertunduk malu melihat Kevin yang memandang bahkan tak berkedip sedikit pun.
Kevin dan Zhea menandatangi surat pernikahan mereka, lalu setelahnya saling bertukar cincin. Tak lupa Zhea juga menyalimi Kevin. Ini kali kedua nya Kevin dan Zhea saling bersentuhan. Keduanya tampak malu-malu padahal hanya saling bersentuhan tangan.
" Cium kening Zhea, bang Kevin " teriak Tasya.
" Tasya, bisa diam gak sih " ucap Bunda Hesty berbisik kepada Tasya.
" Biasanya habis tukar cincin dan saling bersalaman, pengantin pria mencium kening istrinya kan Bun , Abang sama kak Zee juga gitu kan dulu " ucap Tasya.
" Iya dek, tapi kamu gak perlu teriak juga. Kamu gak malu di dengar orang. Kamu yang paling heboh dari tadi " ucap Zhio.
" Gak ah bang, gak malu. Ini tuh rasa seneng aku karena liat sahabat aku nikah bang " ucap Tasya.
" Dasar kamu tu dek, terserah kamu aja kalau gitu " ucap Zhio lalu mengusap - usap kepala Tasya dan tak lama justru mengusap kasar rambut Tasya sembari tertawa.
" Ihhh bang Zhio.. jangan gitu nanti rambut aku rusak bang, udah di rapiin juga " ucap Tasya sembari merapikan rambutnya.
" Zhio..kalian berdua nih , jangan ribut di sini " ucap Bunda Hesty.
" Abang tu Bun " ucap Tasya mengadu kepada Bunda Hesty.
Zhio hanya tertawa melihat Tasya, begitu pula dengan Zee.
" Maaf Mas, bisa cium kening istrinya biar saya foto " ucap seorang fotografer yang sejak tadi tidak hentinya mengabadikan momen penting pernikahan Zhea dan Kevin.
Kevin pun menatap Zhea, Zhea hanya tersenyum dengan kedua pipi yang memerah. Dengan denyut jantung yang berdebar, Kevin mendekat ke arah Zhea lalu mengecup kening Zhea. Zhea menutup kedua matanya merasakan hangat kecupan Kevin di keningnya. Sebenarnya bukan hanya Kevin yang seperti terkena serangan jantung, Zhea pun merasakan hal yang sama.
Setelah acara akad yang sudah berlangsung di masjid, acara resepsi di adakan di kediaman Kevin. Karena pernikahan yang sedikit dadakan, membuat Kevin tidak bisa mendapatkan gedung ataupun hotel yang bisa mereka tempati untuk acara resepsi, semua sudah terjadwal untuk pernikahan orang lain. Kalaupun ada tapi tempatnya tidak memadai bagi Kevin. Jadi akhirnya memilih di kediaman nya sendiri, seperti yang di inginkan oleh Kevin dan Zhea juga, pernikahan dengan konsep sederhana.
__ADS_1