
Pekerjaan yang menumpuk dan kunjungan ke beberapa cabang perusahaannya termasuk pembangunan rumah sakitnya, membuat Zhio harus pulang larut malam.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikumussalam "
" Bunda "
Bunda Hesty kebetulan baru selesai sholat tahajjud, dan mendengar suara mobil, Bunda pun segera keluar untuk membuka pintu.
" Maaf Bun, Abang baru pulang. Bunda kenapa jam segini belum tidur ? "
Zhio sedikit terkejut melihat Bunda Hesty, pasalnya jam sudah menunjukkan pukul satu malam.
" Bunda habis sholat, Zee cerita kamu pulang terlambat ? banyak kerjaan ya bang ? "
" Iya Bun, tadi Abang habis dari keluar kota sebentar ngeliat cabang perusahaan kita di sana. Perjalanan cukup jauh Bun makanya Abang baru sampai di rumah jam. segini "
" Iya bang, bunda mengerti. Kamu udah makan belum ? kalau belum, biar bunda siapin ya "
" Gak usah Bun, Abang udah makan tadi sebelum pulang. Lagian udah larut malam, gak baik makan larut malam begini "
" Iya , ya udah kamu langsung istirahat aja. Sepertinya Zee udah tidur jadi gak tau kalau Abang udah pulang"
" Iya Bun, Abang juga udah minta Zee gak usah nunggu. Ya udah Abang ke kamar ya Bun "
" Iya nak "
Zhio segera ke kamarnya, rasa penat dan letih melanda, Zhio juga sudah merasa gerah karena tidak ada mandi sejak sore.
Zhio membuka pintu kamarnya dengan perlahan, ia takut sekali jika kedatangannya sampai membangunkan Zee.
Dan benar Zee sudah tertidur pulas, bahkan Zee tertidur dengan banyak buku yang menemaninya. Wajar saja karena esok hari Zee akan menjalani ujian yang akan di adakan dari pihak pembimbing rumah sakit.
Selesai membersihkan diri , Zhio mengambil satu persatu buku yang berserakan di atas tempat tidur, termasuk salah satu buku yang masih berada di tangan Zee. Zhio pun mengambil buku itu dengan sangat perlahan agar Zee tidak terbangun.
" Maafin Abang ya, Abang pulang larut. Selamat malam sayang "
Zhio mengecup lembut pucuk kepala Zee lalu tak lama ia ikut tertidur. Zhio sangat lelah sehingga tidak butuh waktu lama untuk Zhio tidur.
Keesokkan harinya Zee terkejut melihat Zhio sudah berada di sampingnya. Karena suara adzan sudah terdengar, Zee segera membangunkan Zhio untuk menunaikan sholat subuh bersama.
" Bang, bang Zhio "
" Iya yang "
Zhio berbicara dengan kedua mata yang masih tertutup.
__ADS_1
" Sudah adzan bang, ayo bangun sholat "
Zhio langsung membuka kedua matanya saat Zee mengatakan jika adzan sudah berkumandang.
" Astagfirullahaladzim, maaf sayang "
" Gak apa bang, ya udah yuk bersiap "
Karena ayah Xander tidak ada di rumah, Zhio pun yang mengambil alih sebagai imam. Semua anggota rumah pun sholat subuh berjamaah bersama.
" Bun, Zee mau belajar sebentar ya. Nanti habis itu baru turun bantuin Bunda bikin sarapan "
" Kamu ada ujian Zee ? " tanya Bunda.
" Iya Bun, hari ini , doakan Zee semoga berhasil ya Bun , dan dapat hasil yang memuaskan "
" Aamiin "
" Aamiin "
" Aamiin "
" Aamiin "
Jawab Zhio, Bunda Hesty , Zhea, Bulan dan Tasya bergantian.
" Kalau gitu Tasya juga mau deh Bun "
" Bulan juga mau "
Bulan, Zhea dan Tasya berebut untuk membantu Bunda memasak dan menyiapkan sarapan.
" Duh senangnya bunda kalau tiap hari kayak gini ", ucap Bunda Hesty sembari terkekeh , karena tidak setiap harinya trio cantik itu bisa membantu bunda Hesty memasak , semua karena kesibukan mereka masing-masing untuk persiapan berangkat sekolah.
Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Bunda Hesty.
" Yang, kamu beneran mau belajar lagi "
" Iya bang, subuh kan waktu terbaik buat belajar "
Zee tampak serius, ia mengambil kembali buku - bukunya di laci dan duduk manis sembari membaca bukunya.
" Abang semalam pulang jam berapa, maaf ya aku udah ketiduran bang "
" Jam satuan yang, Abang kan memang suruh kamu tidur duluan dan gak perlu nunggu Abang "
" Ya ampun jam segitu baru Abang pulang , ya udah kalau gitu Abang tidur aja lagi , istirahat bang "
__ADS_1
Zee mengajak Zhio mengobrol sembari tetap fokus pada buku yang ia baca. Sedangkan Zhio duduk di samping Zee.
" Lo Abang kok tidur di sini " ucap Zee saat Zhio berbaring di atas kedua paha nya.
" Abang mau temenin kamu belajar "
" Abang tidur di sana aja bang, biar enak tidurnya "
" Di sini aja yang, bahkan lebih nyaman dari tempat tidur "
Zhio memiringkan tubuhnya sehingga wajahnya menghadap ke perut Zee yang terlihat sudah semakin besar.
" Masih pagi Abang udah ngegombal "
Zee tersenyum kepada Zhio dan setelah itu kembali fokus membaca buku.
Zhio memandangi wajah serius Zee , dan tiba-tiba saja mengambil buku yang Zee pegang.
" Jangan terlalu serius sayang, ingat ada anak kita di dalam perut kamu. Nanti dia ikut tegang kalau kamu terlalu serius begini "
Mendengar ucapan Zhio membuat kedua mata Zee berkaca-kaca.
" Habis gimana bang ? hari ini aku ujian , aku takut gak lulus bang. Semalam juga aku bacanya cuma sedikit, udah keburu tidur. Hiks..hiks..hiks.. "
Air mata pun tak terbendung, Zee akhirnya menangis.
" Sayang kok malah nangis " Zhio beranjak dari atas paha Zee dan mencoba menenangkan Zee.
" Jangan nangis ya yang, nanti anak kita juga ikut sedih "
" Hiks..hiks..hiks.. " kali ini Zhio kembali salah berucap, semenjak hamil Zee begitu cengeng dan cepat sekali menangisi sesuatu.
" Abang yakin kamu pasti bisa , Abang cuma pengen kamu jangan sampai lupa kalau kamu juga harus jaga kesehatan kamu yang , bismillah ya. Abang yakin kamu pasti dan dapat lulus dari ujian "
Zee hanya diam sembari terus menangis di pelukan Zhio.
" Perut aku sakit bang " ucap Zee dan seketika tangisan Zee hilang.
Ucapan Zee tentu saja membuat Zhio merasa khawatir.
" Sakit ? sakit banget yang ? kita kerumah sakit sekarang ya "
" Sakit pengen BAB bang, Hehehe .. " Zee tertawa lalu bergegas menuju kamar mandi.
Zhio menarik nafas panjang, Zhio sudah benar-benar khawatir, ternyata sakit perut hanya karena ingin BAB. Setelahnya Zhio tersenyum, semenjak hamil sang istri bukan hanya cengeng dan manja, tetapi sekarang Zee lebih suka melawak dan kadang sering membuat Zhio tertawa sendiri saat mengingat kelakuan lucu sang istri.
Bersambung..
__ADS_1