
Sesampai di rumah, Zhio langsung menuju kamar ibu nya. Di susul Celin yang mengekor di belakang Zhio.
" Abang.. " Tasya beranjak lalu memeluk abang nya dengan erat, kedatangan Zhio sudah ia tunggu - tunggu sejak tadi.
" Abang minta maaf ya dek, abang ada operasi dadakan tadi. Ponsel abang tinggal di ruang kerja " Zhio mengelus lembut pucuk kepala Tasya, Tasya hanya mengangguk tanda mengerti. Setelah itu mereka bersama duduk di samping ibu Hesty. Nama ibu Zhio dan Tasya adalah Hesty.
" Ibu tadi pingsan bang, awalnya ibu bilang kepala nya pusing terus mau istirahat di kamar. Eh belum sempat masuk kamar ibu udah pingsan, Tasya takut bang. Tasya udah telpon ayah, ayah udah di jalan pulang. Kebetulan urusan ayah di luar kota udah selesai " jelas Tasya, Zhio hanya mengangguk dan terus menatap ibu nya yang sedang tertidur.
Celin duduk di belakang Zhio, sedangkan Zhio dan Tasya duduk di samping kiri dan kanan ibu nya. Celin melempar senyum kepada Tasya, dan Tasya juga membalas senyum Celin.
" Bang, tadi Tasya telpon kak Zee. Tasya suruh kak Zee cariin abang. Kak Zee kan yang ngasih tau kabar ibu sama abang? " Mendengar kata Zee, wajah Celin berubah kesal.
" Iya, dia yang ngasih tau abang " hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Zhio, sebenarnya ada rasa bersalah juga di hati Zhio karena tadi pergi begitu saja meninggalkan Zee tanpa mengucapkan Terima kasih atau lain nya.
" Terus kak Zee nya mana bang? "
" Abang gak tau dek, mungkin udah pulang " ucap Zhio, mendengar itu Tasya cemberut.
" Abang udah bilang makasih belum sama kak Zee, jangan bilang abang ninggalin kak Zee gitu aja " Tasya sudah seperti peramal saja, bisa menebak apa yang di lakukan oleh abang nya. Dan apa yang di ucapkan oleh Tasya benar. Zhio hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Tasya.
" nih anak kenapa bahas Zee terus sih, gak tau ya kalau ada aku di sini " batin Celin, Celin merasa tidak nyaman karena Tasya terus saja membahas Zee. Dan tak lama Celin pulang, awalnya ingin mencari perhatian kepada ibu nya Zhio. Tapi karena ibu Hesty tertidur, Celin tidak bisa. Mendengar Tasya yang juga selalu bercerita mengenai Zee membuat Celin kesal. Ia pun memutuskan untuk pulang.
*****
Sehabis membersihkan diri, Zee memilih untuk duduk di teras depan rumah. Tau apa yang ada di pikiran Zee saat ini? Zee sedang memikirkan Zhio. Zee memikirkan sikap Zhio yang begitu dingin dan cuek kepada nya. Zee tidak membenci Zhio, walaupun ada sedikit rasa sakit di hatinya karena tadi Zhio meninggalkan nya begitu saja tanpa berbicara apapun. Padahal ia sudah bersusah payah mencari keberadaan dan ruang kerja Zhio, belum lagi harus berhadapan dengan Celin. Zee merasa tidak nyaman sekali dengan sikap Zhio. Zhio akan bersikap dingin kepada orang yang tidak ia sukai, dan berarti bang Zhio tidak menyukai? Apa dia membenciku? Tapi kenapa? Apa aku membuat kesalahan ? banyak sekali pertanyaan yang ada di benak Zee. Zee hanya ingin hubungan nya dengan Zhio baik - baik saja, berteman baik, dan tidak bersikap seperti ini. Seperti kedua manusia yang baru saja bertemu, terasa asing bagi Zee.
" Bundaa... " Bulan tiba - tiba datang dan membangunkan Zee dari lamunan nya.
" Bunda lagi mikiran apa sih? "
" gak ada sayang, gimana sekolah nya tadi? " Sesibuk apapun Zee, setiap hari ia selalu menyempatkan diri untuk bertanya mengenai keseharian anak nya. Bulan pun dengan senang hati dan antusias sekali bercerita mengenai keseharian nya di sekolah. Zee juga dengan antusias mendengar semua cerita Bulan.
" Ehemm.. asyik bener nih cerita nya " Zhea datang, dan duduk di bawah Zee. Ia duduk lesehan saja, karena memang hanya dua kursi yang ada di teras depan rumah.
__ADS_1
" Onty, duduk di atas. Biar Bulan yang duduk di bawah "
" Gak usah Bulan, enak kayak gini. Oh ya kak, habis magrib kita ke rumah Tasya yuk kak. Kata Tasya ibu nya tadi sakit "
" Ibu nya kak Tasya sakit apa onty? "
" Onty juga gak tau, tadi kata Tasya ibu nya sempat pingsan "
" Mudahan aja ibu nya kak Tasya cepat sembuh, kalau gitu Bulan mandi dulu deh, Bulan ikut juga " Bulan beranjak dan bergegas ke kamar mandi, Zhea bangkit dari duduknya dan duduk di kursi tempat Bulan duduk tadi.
" Kakak ikut ya? " Zhea merayu Zee, ini juga salah satu kesempatan Zhea untuk kembali mempertemukan Zee dan Zhio. Dan juga mempertemukan kakak nya dengan ibu Hesty.
" Kamu sama Bulan aja ya dek, kakak di rumah aja ya "
" Kenapa gitu kak? ikut aja ya kak " Zhea kembali memohon kepada kakaknya.
" Kakak titip kue aja buat ibu nya Tasya ya, kakak mau buat dulu " Zee beranjak dan pergi meninggalkan Zhea, Zhea tak mau kalah. Ia ikut mengekor di belakang kakak nya. Pokok nya kakak nya itu harus ikut, itulah yang ada di batin Zhea sekarang.
Sebenarnya Zee juga ingin menjenguk Bu Hesty, tapi Zee merasa tidak enak badan sekarang. Dan kalau ke sana, pasti ia akan bertemu Zhio. Zee malas untuk bertemu Zhio saat ini.
" Kak, ikut ya " Zhea kembali meminta kakak nya untuk ikut, tapi Zee menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.
" Bulan udah selesai mandi tu, cepat kamu yang mandi sekarang. Udah mau magrib ni dek, nanti kemalaman ke rumah Tasya "
" Tapi kakak ikut ya, kalau kami berdua kesana. Nanti kakak sendirian " Zhea terus menerus membujuk kakak nya.
" Kakak gak pa - pa sendrian di rumah Zhea, Kakak lagi gak enak badan juga " Mendengar Zee yang tidak enak badan, Zhea beranjak dari duduknya lalu menghampiri Zee. Zhea meletakkan telapak tangan nya di kening Zee, merasakan panas atau tidak tubuh kakak nya itu.
" panas kak, kakak demam? Kalau gitu besok - besok aja kami ke rumah Tasya kak." tanya Zhea dengan raut wajah khawatir.
" Kakak gak pa - pa Zhea, kalian ke rumah Tasya aja. Bubur nya juga udah kakak buat nih "
" Tapi kak, beneran gak pa - pa "
__ADS_1
" Gak usah khawatir Zhea, sudah kamu cepat mandi sekarang " Zhea pun menurut apa yang di katakan kakak nya, ia segera ke kamar mandi.
Selesai sholat magrib bersama, Zhea dan Bulan bersiap ke rumah Tasya. Zee sudah menyiapkan bubur buatan nya dan menaruh nya di dalam sebuah rantang, dan menutup nya dengan sebuah kain agar tetap hangat. Karena hari sudah malam, Zee menyuruh Zhea dan Bulan naik taksi saja kerumah Tasya. Lebih aman menurutnya dari pada harus naik sepeda motor.
Sekitar 30 menit Zhea dan Bulan sampai di rumah Tasya, Tasya sudah menunggu mereka di teras rumah. Melihat Zee tidak ada, Tasya langsung bertanya kepada Zhea dan Bulan. Zhea pun mengatakan kalau Zee tidak bisa ikut karena tidak enak badan. Tasya terlihat khawatir mendengar itu, namun setelah Zhea mengatakan Zee baik - baik saja, Tasya mengerti dan mereka bersama masuk kedalam dan langsung menuju kamar ibu nya.Celin sudah pulang sejak dua jam lalu.
Karena Bulan belum pernah bertemu dengan ayah dan ibu nya, Tasya langsung memeperkenal Bulan. Bulan menyambut hangat uluran tangan kedua orang tua Tasya, dan mencium punggung tangan mereka. Zhea juga begitu, hati kedua orang tua Tasya begitu tersentuh melihat Bulan dan Zhea. Mereka memang anak - anak yang sopan dan mengerti sekali bagaimana cara nya menghormati orang yang lebih tua.
Bulan menyerahkan rantang yang berisi bubur ayam ke pada ibu Hesty, Ibu Hesty menerima nya dengan senang hati. Bahkan langsung memakan bubur ayam itu, Bu Hesty sangat menikmati nya, seperti yang pernah di ceritakan oleh Tasya kepada ibu nya. Masakan Zee mamang enak.
" Bu, bagi dong bubur nya " Tasya memohon kepada ibu nya untuk membagi bubur ayam buatan Zee, melihat ibu nya yang terus menyuap bubur ayam itu kedalam mulutnya membuat Tasya juga ingin mencicipi bubur ayam itu. Ibu Tasya tersenyum, lalu menyuapi Tasya. Melihat Istri dan anaknya yang terlihat sangat menikmati bubur ayam buatan Zee membuat Xander juga ingin mencicipi bubur ayam itu, jadinya bubur ayam tadi di makan oleh mereka bertiga. Dan dalam sekejap bubur itu sudah habis. Zhea dan Bulan hanya terkekeh melihat Tasya, ayah dan juga ibu nya.
" Wah... lagi makan apa nih, kayaknya abang ketinggalan. Ada Bulan sama Zhea juga " Zhio tiba - tiba datang dan ia duduk di sebelah Bulan. Mereka semua duduk di atas tempat tidur, berada di depan dan samping kiri kanan Bu Hesty. Sedangkan Bu Hesty berada di tengah.
" abang telat sih, bubur ayam nya udah habis bang. " Ucap Tasya.
" Bulan dan Zhea ya yang bawa? " tanya Zhio.
" Bunda yang buat om " jawab Bulan sembari tersenyum kepada Zhio, Zhio juga membalas senyum Bulan.
" Masakan kak Zee enak lo bang, ibu sama ayah aja keenakan. Ya kan Bu? "
" Ia enak bang, lain kali ajak Bunda kamu ke sini ya Bulan. Kita masak sama - sama " ucap Bu Hesty. Bulan pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
Mereka semua kembali berbincang, dan tepat pukul setengah sembilan malam. Zhea dan Bulan pamit pulang. Bu Hesty meminta Zhio untuk mengantar Zhea dan Bulan pulang. Zhio tidak bisa menolak permintaan ibu nya, padahal ia berusaha untuk menjauh dari Zee. Tapi kenapa keadaan seolah mendukung nya untuk dekat dengan Zee, bahkan kedua orang tua nya saja kini juga terlihat akrab dengan Bulan. Ibu nya juga antusias sekali mengajak Zee kerumah nya.
Zhio pun mengantar Zhea dan Bulan pulang, sesampai di rumah, rumah mereka terlihat gelap. Tidak ada lampu yang menyala sedikitpun, padahal tetangga sebelah rumah nya terlihat terang benderang. Melihat kekhawatiran yang terlihat di wajah Zhea dan Bulan, Zhio yang awalnya tidak ingin turun dari mobil akhirnya memutuskan untuk turun juga.
Zhea dan Bulan bergantian mengetuk pintu dan juga memanggil Zee, tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah. Kepanikan makin terlihat di wajah Zhea dan Bulan, Zhio pun berinisiatif mendobrak pintu rumah. Hanya sekali hentakan, pintu rumah berhasil di buka. Zhea buru - buru menyalakan lampu ruang tamu, tapi tidak terlihat Zee, Zhea beralih ke kamar. Sedangkan Bulan ke dapur. Setelah lampu dapur menyala, betapa terkejutnya Bulan begitu melihat bunda nya sudah tergeletak di lantai. Zhio segera ke dapur, ia langsung memeriksa Zee.
" Bunda gak pa - pa kan om? " Bulan menangis, Zhea pun begitu.
" Bunda mu pingsan, Bulan. Kita kerumah sakit sekarang " Zhio menggendong Zee dan membawa nya kerumah sakit, menurutnya lebih baik Zee di periksa di rumah sakit saja. Agar lebih bisa mendetail memeriksa Zee. Bulan dan Zhea terus saja menangis, mereka tidak pernah melihat Zee seperti ini. Dan mereka juga ikut bersama Zhio membawa Zee ke rumah sakit.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😘