
Zhea dan Tasya tiba di rumah, dan Tasya meminta janji Zhea untuk bercerita kepadanya mengenai permasalahannya dengan Iqbal.
" Zhe, aku siap denger curhatan kamu nih "
Tasya duduk di atas tempat tidur, ia sudah tidak sabar mendengar cerita dari Zhea.
" Ganti baju dulu Sya "
Zhea meminta Tasya untuk mengganti baju sekolahnya terlebih dahulu, karena sejak pertama datang ke rumah, Tasya bahkan belum masuk ke kamarnya sama sekali, ia mengekor di belakang Zhea dan ikut masuk ke kamar Zhea.
" Nanti aja ah Zhe, aku udah penisirin pake bingit nih, hahaha "
Zhea menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Tasya.
" Baiklah, sekarang aku ceritain ya. Biar kamu tak mati penasaran "
" Zhea, tega banget sih , kamu doain aku cepat mati "
" Hahahaha...canda ah Sya "
" Aku lagi serius nih , ayo lanjut "
Zhea terkekeh melihat Tasya , " Jadi sebenarnya kak Iqbal itu mau di jodohin sama orangtuanya Sya "
" Hahhh...!!! apa Zhe ? terus gimana ? "
Tasya tampak terkejut mendengar cerita dari Zhea.
" Ya begitulah, maka dari itu aku sekarang mencoba menjauh dari Kak Iqbal, aku suruh dia ikhlas dan terima perjodohan dari orangtuanya itu "
" Kamu kok nyerah gitu Zhe, kamu gak mau pertahankan hubungan kamu sama kak Iqbal, dan bukannya orangtuanya kak Iqbal itu tau kan hubungan kamu sama dia, kamu juga udah pernah kerumah mereka "
" Benar Sya, tapi ya masa depan kita kan gak ada tau Sya, aku juga gak mau tau kenapa bisa kak Iqbal di jodohin, atau siapa calonnya dia. Sekarang aku mau fokus sekolah aja "
Terlihat raut wajah kesedihan dari Zhea, namun Zhea tetap berusaha tegar, ia yakin ini jalan terbaik yang Allah berikan kepadanya.
" Kamu yang sabar ya Zhe "
Tasya memeluk Zhea, walaupun Zhea terlihat tegar , tapi Tasya tau Zhea sangat terluka. Bertahun-tahun pacaran, akhirnya justru tidak berjodoh dan kekasih kita menikah dengan orang lain.
" Iya Sya, makasih ya. Pokoknya sekarang aku cuma mau fokus sekolah, kan bentar lagi kita lulus "
" Kamu benar Zhe, nanti kita ngampus bareng ya. Pokoknya harus, aku gak mau pisah sama kamu Zhe "
" Lebay banget Sya, kayak apa aja gak mau pisah dari aku. Hahaha "
Tasya senang melihat Zhea tertawa, Zhea sama seperti Zee, selalu kuat dalam segala hal. Bahkan saat bersedih pun mereka selalu bisa menyembunyikan hal itu dari orang lain.
*****
__ADS_1
Zhio terlihat begitu serius menghadapi laptop yang ada di depannya. Dengan berbagai tumpukan berkas yang ada di sampingnya yang harus segera ia periksa dan tandatangani.
Beberapa hari ini Zhio begitu sibuk karena memang pekerjaannya cukup banyak. Bukan hanya Rumah sakit impiannya yang ia bangun sekarang. Zhio juga membangun sebuah yayasan panti asuhan yang bahkan pekerjaannya sudah berjalan dua bulan ini.
Zhio juga mendirikan banyak cabang resto dan juga bekerja sama dengan perusahaan luar untuk memperkuat bisnisnya. Belum sampai satu tahun , Zhio sudah bisa membuat Alexander Group semakin maju.
Hal itu tentunya menjadi kebanggan tersendiri dari Ayah Xander.
Zhio melirik jam tangan yang ada di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4 sore. Waktunya untuk Zhio pulang, Zhio pun mempercepat geraknya agar bisa menyelesaikan semua pekerjaannya.
" Permisi Tuan , anda ingin pulang sekarang ? "
" Sebentar lagi Pak Niko , oh ya bagaimana dengan pembangunan rumah sakit ? "
" Sedang berjalan Tuan, Tuan ingin melihatnya "
" Iya Pak Niko, besok kita akan kesana "
" Baiklah Tuan "
Zhio membereskan semua pekerjaannya dan langsung pulang kerumah.
Mendengar suara mobil datang , Zee segera turun karena ia tau yang datang adalah sang suami Zhio.
Rasa lelah Zhio rasanya terbayar saat melihat sang istri yang sudah menunggunya di depan pintu.
" Assalamualaikum , istri Abang tercinta "
Zee berjalan mendekat ke arah Zhio dan membisikkan sesuatu.
" Wa'alaikumussalam , suamiku tercinta "
Zee tersenyum malu, sedangkan Zhio jangan di tanya lagi, karena begitu senang mendapat jawaban manis dari Zee.
"Ayo masuk yang "
Zhio merangkul sang istri dan mengajaknya masuk kedalam rumah.
" Kok sepi yang ? orang rumah pada kemana ? "
" Oh itu, Bunda lagi arisan di tempat temannya bang, Bulan lagi di tempat temannya juga kerja kelompok katanya, dan Tasya sama Zhea lagi keluar juga, katanya sih mau ke mall "
" Ke mall ? pantas saja Tasya tadi hubungin Abang "
" Hubungin Abang ? kenapa ? "
" Biasa yang, minta uang jajan "
" Oh..padahal sebelum berangkat tadi aku juga udah kasih mereka uang jajan bang "
__ADS_1
" Beneran yang ? memang tu Tasya , kalau Abang tau, Abang gak bakal kasih Tasya yang jajan lagi "
" Emang Abang tega ? "
" Ya gak yang, hahaha..ya biarin aja biar mereka puas jajan dan jalan-jalannya "
" Iya bang, Abang mau langsung mandi ? aku siapin airnya dulu ya, mau hangat atau dingin "
Zhio dan Zee sudah berada di dalam kamar, Zee ingin ke kamar mandi, namun Zhio menahan Zee dan menarik Zee dalam pelukannya.
" Abang gak pengen mandi yang "
" Terus mau apa ? mau makan ? "
Zhio dan Zee berdiri saling berhadapan , Zhio menatap dalam wajah cantik sang istri dan membisikan sesuatu di telinga Zee.
" Abang maunya kamu "
Zee tersenyum mendengar bisikan dari sang suami.
" Mandi dulu bang "
" Mumpung semua orang lagi gak ada, kayaknya ini waktu yang tepat yang "
" Ihh...Abang... "
" Ayo yang , Abang udah gak tahan nih " goda Zhio.
Zee melepas pelukan Zhio dan mendorong Zhio untuk segera ke kamar mandi.
" Mandi dulu bang "
" Oke, kalau begitu habis mandi ya yang "
" Abang kok mesum sih sekarang "
" Karena kalau sama kamu tuh, Abang maunya mesum terus "
Zhio terkekeh, ia senang sekali menggoda Zee, apalagi melihat kedua pipi Zee yang memerah karena malu, terlihat begitu menggemaskan di mata Zhio.
Zhio sudah berada di dalam kamar mandi, Zee baru ingat jika belum menyiapkan Zhio handuk. Ia pun mengambil handuk dan memberikannya kepada Zhio.
Zhio menerima uluran handuk dari Zee, tapi Zhio justru menarik handuk tersebut dengan cukup kuat sehingga Zee juga ikut tertarik dan masuk kedalam kamar mandi.
" Abang... "
" Mandi bareng Abang ya yang "
" Tapi aku sudah mandi bang "
__ADS_1
" Ya kalau gitu mandi lagi yang "
Zhio menggendong Zee dan membawa Zee kedalam bathup, Zee hanya bisa pasrah, dan sebenarnya juga senang karena sudah lama mereka tak mandi berdua.