Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Ikhlas


__ADS_3

Kinar sedang duduk di pinggir kolam renang, kakinya sengaja ia masukkan ke dalam kolam renang, sementara tangannya menyibak air kolam hingga menimbulkan riak.


Kinar selalu melakukan itu kala ia sedang galau.


Beberapa hari yang lalu tepatnya empat hari yang lalu, pengacaranya sudah memberitahukan padanya jika Dimas sudah menjatuhkan talk tiga padanya yang artinya Kinar sudah di ceraikan walau suratnya masih dalam proses, awalnya Kinar menangguhkan gugatan cerainya namun dengan Dimas menalaknya maka proses hukum segera berlanjut dengan Dimas sebagai penggugat dan Kinar kini sebagai tergugat, kini sudah tinggal menunggu surat cerai, ia menyerahkan semuanya pada pengacaranya.


Tak ada air mata yang keluar, tak ada emosi, tak ada penyesalan, Kinar sudah ikhlas, ia hanya cemas bagaimana kesehatan Mariska mama mertuanya, selebihnya ia sudah tak perduli lagi


Lebih baik meninggalkan sekarang dan sakit, daripada menggali lobang yang sama dan jatuh ke dalamnya berkali-kali, lukanya akan lebih terasa sakit.


"Mas, semoga di masa depan kamu bisa lebih dewasa dan bijak dalam memutuskan sesuatu, semoga apa yang menimpa kita membuatmu jadi lebih matang dan menjadikan pelajaran berharga, selamat tinggal mas Dimas" gumam Kinar menatap langit malam yang di hiasi bintang, perasaanya tenang.


Di tempat lain


"Ma, kak Kinar kemana???” tanya Reyhan yang menuruni tangga dengan tergesa-gesa karena tak mendapati kalanya di kamarnya


"Ada di kamar nak" ucap Anggi sedang memotong buah untuk si kecil


"Gak ada ma, kalau ada Rey gak tanya mama" ucap Reyhan


"Loh, pa, papa, Kinar gak ada di kamar" ucap Anggi panik menghampiri Satria yang sedang duduk sambil menonton acar televisi di temani si kembar dan si bungsu Amera


"Coba lihat di kamar Aisya" ucap Satria memerintahkan Reyhan.


Reyhan tetap di tempatnya tak bergeming membuat Satria mengulang ucapnya


"Rey, coba cek ke kamar Aisya, kamu gak denger ya papa bilang" ucap Satria kesal


"Tenang pa" ucap Rey dengan santai meraih ponselnya dna menghubungi Aisya


"Woi Bawel, ada kak Kinar gak disana???" tanya Reyhan pada Aisyah


"Apa sih telepon teriak-teriak gue belum tuli, kak Kinar di kolam renang kayanya deh tadi," ucap Aisyah langsung mengakhiri panggilan teleponnya


"Aduh, duh sakit ma, sakit" ringis Reyhan karena Anggi menjewer nya, nampak Satria juga menatap tajam ke arah Reyhan


"Kamu kasih contoh gak benar sama adik-adikmu?" ucap Anggi menatap si kembar dan Amera yang menoleh ke arah mereka


"Hehhe maaf pa, ma, keceplosan" ucap Reyhan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Dimana tata Krama yang mama ajarkan, sama kakak sendiri gak sopan" ucap Anggi lagi kesal


"Hehehe, udah dong mah, mama lihat singa lagi melotot kesini" bisik Reyhan yang sadar dengan tatapan tajam Satria


"Biar sekalian di terkam, mama gak mau bantu" ucap Anggi lalu duduk di dekat suaminya

__ADS_1


"Ah Rey mau ke kak Kinar dulu" ucap Reyhan langsung segera meninggalkan tempat itu, setelah jauh ia mengelus dadanya dan meraba tengkuknya yang terasa dingin.


"Hampir gue kena omel papa, bisa bahaya urusannya" gerutu Reyhan membuat Kinar menoleh


"Buat ap lagi kamu? heran ya gak ada bosannya kena omel mama sama papa" ucap Kinar menggeleng melihat Reyhan


"Ah justru itu kak, kalau gak dapat Omelan mama rasanya ada yang hilang, dan buat rindu gimana- gimana gitu" canda Reyhan membuat Kinar terkekeh


"Dasar kamu ya Rey, aneh sumpah"


"Bukan aneh kak, tapi limited edition , itu beda loh ya artinya" ralat Reyhan


"Ah sami mawon, alias sama aja " ucap Kinar masih terkekeh, suasana hatinya langsung membaik karena Reyhan


"Aru u ok kak?" tanya Reyhan menatap kakaknya


"Yea, seperti kau lihat"


"Luka hati gak keliatan kak" ucap Reyhan kini duduk di sebelah Kinar dan ikut menceburkan kakinya


"Waktu yang akan membalut luka" ucap Kinar tersenyum lebar


"Rey salut kakak gak terpuruk karena maslaah ini, kakak hebat" ucap Reyhan mengacungkan dua jempol tangannya


"Kakak harus tegar, toh ini juga kemauan kakak, daripada kakak menghabiskan waktu kakak demi yang tak pasti, lebih baik sakit sekarang daripada kita bertahan tapi terus tersakiti" ucap Kinar lirih


"Terima kasih adik gantengnya kakak, tapi kakak yakin kalau kamu sudah punya pacar, kamu pasti lupain kakak" goda Kinar


"Gak akan kak, kakak wanita ter-spesial pake telor setelah mama" ucap Reyhan membuat Kinar tertawa


"Nasi goreng kali spesial pake telor" mereka tertawa bersama


"Ketawain apaan sih kayanya seru banget nih kakak sama Rey" ucap Anggi membawa nampan berisi coklat hangat kesukaan Kinar dan juga minuman favorit Anggi


dengan sepiring kentang goreng


"Ini si Rey suka aneh ma" ucap Kinar membantu mamanya meletakkan Nampan di meja dekat mereka duduk


"Waaa lagi ngerumpi di pinggir kolam, ikutan ah" ucap Aisya langsung duduk di antra mamanya dan Kinar


"Yeee bawel main nyempil aja loe kaya upil"


"Sitik aje loe, sana masuk, mending loe temenin papa main game Sono" ucap Aisyah mengusir Reyhan


"Ah males, papa noob main game nya, kena omel teman satu team gara-gara papa” ucap Reyhan merajuk

__ADS_1


"Kualat nanti kamu sama papa sendiri bilang noob, bisa uang gaji kamu di pangkas habis baru rasa" ancam Anggi membuat wajah Reyhan langsung pucat karena Reyhan bekerja paruh waktu di kantor Satria dan memperoleh uang gaji walau separuh.


"Ma, ma jangan kasih tahu dong"


"Papaaaa, kak Rey.....mmmmmnhhhmmm" mulut Aisyah sudah di bekap oleh Reyhan


"Gue gak anterin ke kampus lagi loe kalau macam-maceam" bisik Reyhan


"Reyhaaaannn" bentak Anggi kesal


"Ampun maaaa" teriak reyhan langsung berlalu masuk ke dalam rumah membuat Aisyah dan Kinar tertawa senang


"Pusing mama ya mikirin Rey, udah gede masih aja kaya anak kecil" ucap Anggi memijit pelipisnya


"Mama, mama, Rey kan memang begitu sejak dulu,


Reyhan dewasa kok ma, dia bertanggung jawab dan bisa diandalkan, hanya saja dia kan berada diantara para wanita, jarak antara Rey dan si kembar kan jauh, jadi bontot gak jadi ahahha"


"kamu benar juga sih, cuma usilnya itu loh kebangetan"


"Mama mau Kinar tegur?"


"Ah gak usah lah percuma, cuma bikin pegal hati.


mending kamu fokus sama masa depan kamu nak.ama tahu ini masa-masa beratmu, mama tak tahu harus berkata apa, tapi mama akan selalu ada untukmu, mama akan mendukungmu apapun keputusanmu" ucap Anggi membenarkan anak rambut Kinar yang menutupi wajah cantiknya


"Itu lebih dari cukup ma, terima kasih" ucap Kinar terharu


"Gak perlu terima kasih sayang, itu sudah kewajiban mama" senyum Anggi lebar


"Apa rencana mu selanjutnya?" tanya Anggi


"Aku mau melanjutkan kuliahku ma, tapi aku gak mau di kampus ku yang dulu"


"Bagaimana kalau kamu kuliah di Jerman???? mama akan tenang karena ada kakek Ridwan dan nenekmu serta Rasya yang akan menjagamu"


"Kinar akan pikirkan dulu ma, ” ucap Kinar ragu.


Ridwan memang kini menetap di Jerman, hanya sesekali ia kembali ke Singapore untuk mengecek rumah sakit yang ia dirikan beberapa tahun silam di sana


"Nak, lupakan semuanya, mama.harap dengan berganti suasana kamu lebih mudah menata hidupmu yang baru" ucap Anggi


"Papa setuju kata mamamu, pergilah kejar cita-citamu, kami akan mengunjungimu sesekali dan buat kami bangga" ucap Satria yang tahu-tahu sudah berada di belakang mereka


"Apa papa yakin??"

__ADS_1


"Tentu, kami yakin, ya kan sayang" tanya Satria yang di balas anggukan Anggi dan juga Aisya


"Baiklah"


__ADS_2