
Akhirnya demi membuat mama dan papanya tenang, Albert mengikuti perkataan Lucky untuk di rawat di rumah alit selama dua hari,
Sepanjang waktu itu pula Kinar yang secara khusu merawatnya walau Albert selalu ketua padanya, namun gadis itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Albert yang di nilainya tak sesuai dengan usianya yang sudah matang.
Melihat biodata Albert Kinar menyadari jika usia mereka terpaut lima tahun yang artinya Albert sepantaran dengan Reyhan adiknya dan Rasya anak dari Ridwan.
Karena itu Kinar hanya bisa menghela.nafas dan berbisik dalam hati untuk sabar menghadapi Albert, ia hanya membayangkan itu adalah si usil Reyhan yang merajuk dan cerewet, walau sifat keduanya berbeda.
Reyhan adiknya pria mandiri yang dewasa lebih cepat dari usianya, namun usil dan cerewetnya adalah ciri khas Reyhan yang periang, sedang pria ini????
Entahlah Kinar juga tak perduli, ia hanya di minta merawat, ya rawat saja, anggap saja ocehannya adalah dosen killer yang sedang mengajarnya.
Pagi ini Kinar ada bimbingan, sehingga ketika Albert pulang, ia tak melihat batang hidung Kinar.
Kinar juga tak merasa harus mengabari pria itu karena dia hanya pasien dan Kinar dokter, hanya sebatas itu.
Adapun interaksi mereka karena sudah keharusan sebagai profesionalisme Kinar, di luar itu tidak ada sangkutannya dengan pria menyebalkan itu.
Kinar sudah selesai bimbingan, ia menatap taman di depannya, karena sekarang pandemi hingga kampus pun sepi, hanya beberapa mahasiswa yang datang untuk tugasnya.
Kinar berjalan santai menyusuri jalan setapak menuju Parkiran. Kinar sengaja memarkir mobilnya di sebelah taman, jika melihat ini ia merindukan kedua orangtua dan saudara serta saudarinya, hidup jauh dari keluarga terasa berat.
"Dokter Kinar???" panggil seorang pria dari dalam mobil, pria itu lalu keluar dari dalam mobil dengan senyum lebar
"Ya???" tanya Kinar bingung, ia tak mengenali pria di depannya saat ini
"Aku Carl, aku yang waktu malam itu mengantar temanku yang over dosis minuman keras, Albert namanya"
"Oh iya, pak Carl, maaf saya lupa"
"Syukurlah dokter masih ingat saya, ngomong-ngomong dokter kuliah di sini??? oh ya panggil saja saya Carl, jangan panggil bapak, kesannya saya tua bener, padahal kita seumuran" ucap pemuda tampan itu
"Baiklah Carl, sedang apa kamu disini??" tanya Kinar balik
"Menjemput adik saya dok, dia kuliah di universitas ini juga" ucap Carl menerangkan
"Oh begitu, biasakan kamu tidak memanggilku "dokter???, itu terdengar kurang enak jika aku diluar cukup panggil namaku saja"
"Baiklah dokter, eh Kinar" lalu kedua orang itu tertawa
"Ehem ehemmm"
"Hei Sandra kau sudah selesai??" tanya Carl pada seorang gadis cantik yang terlihat baru memasuki usia dua puluh tahunan
"Bu Kinar???, Anda mengenal kakak saya???" tanya gadis itu pada Kinar, Kinar memang terkadang di minta menjadi dosen pembantu karena kecemerlangan otaknya, namun ia tak mengingat siapapun yang berada di kelasnya
"Saya Sandra" ucap Sandra Mengulurkan tangan berjabat tangan
__ADS_1
"Hai Sandra senang kenal denganmu"
"Jadi apa kakak sedang berkencan dengan dosenku yang cantik ini????" tanya Sandra menaik turunkan alisnya menggoda kakaknya
"Uhuk uhuk" Kinar terbatuk-batuk mendengar ucapnya Sandra
"Kau ya, anak nakal, sembarangan bicara.
Lihat apa yang kau lakukan membuat Kinar terkejut" ucap Carl kesal pada adiknya itu
"Kakak kan ganteng gak mungkin Bu Kinar gak suka, ya Bu???"
"Eh itu, iya" ucap Kinar malu
"Kalau begitu aku permisi duluan ya" ucap Kinar canggung, ia merasa harus segera pergi sebelum semuanya malah ngelantur kemana-mana
"Baiklah hati-hati di jalan"
"Bu kapan-kapan kita makan di luar ya" ucap Sandra penuh harap
"Sandra Kinar seorang dokter, dia sibuk"protes Carl mulai kesal dengan si bungsu
"Tak apa-apa, tapi ibu gak bisa janji ya"
"Siap bu" ucap Sandra senang
Sore ini sehabis kuliah i ada janji hang out dengan Rasya, walau mereka tinggal satu rumah, namun karena kesibukan masing-masing mereka jarang bertemu.
Kinra hanya sering bertemu dengan Ridwan, itu karena ia bekerja di rumah sakit yang sama, sedangkan Irine memilih meniti karier nya di rumah sakit berbeda.
Ia bukan tak mau mengembangkan rumah sakit yang ia miliki, hanya saja ia lebih merasa nyaman di rumah sakit di mana ia bekerja saat ini.
Kinar melajukan kendaraannya menuju sebuah pusat perbelanjaan, di sana Rasya sudah menantinya.
Jika orang tak tahu hubungan mereka, pasti akan mengira jika keduanya sepasang kekasih, karena kekompakan dan ke keakraban mereka.
Kinar saudah sampai dan memarkirkan kendaraanya , ia langsung menuju sebuah cafe yang menjadi tempat pertemuan mereka.
di kejauhan Rasya melambaikan tangan melihat kedatangan Kinar, mereka lalu berpelukan
"Gue kangen loe kak"
"Sama lah kakak juga, jadi kita langsung nonton apa..??"
"Minum dulu kopi mu kak, aku sudah pesankan kopi kesukaanmu" ucap Rasya memberi kode pelayan dan tak km kemudian, seorang pelayan datang membawakan pesanan Rasya.
pelayan itu melirik ke arah Kinar dengan pandangan merendahkan.
__ADS_1
"Sayang bagiku kamu wanita tercantik di dunia, baik hati maupun hatimu, karena banyak wanita cantik tapi hatinya busuk" ucap Rasya dengan bahasa jerman
Ia tak suka ada orang lain yang memandang kakaknya seperti itu, karena baginya kakak ya adalah wanita yang harus ia lindungi seperti halnya mamanya.
pelayan itu langsung menunduk malu, sementara Kinar di buat bingung oleh sikap Rasya
"Pelayan itu merendahkan mu dan aku tak suka kak"
"Rey dia hanya pelayan, mengapa kau mengambil serius sikapnya, aku tak merasa tersinggung" tanya Kinar
"Aku tak suka ada yang merendahkan mu kak, kau tanggung jawabku* ucap Rasya tega
"Ya, ya kau juaranya, kakak bangga padamu adik kecil" ucap Kinar mengacak-acak rambut Rasya
"Kak, aku sudah besar dan kau membuat rambutku berantakan" sungut Rasya membuat Kinar terkekeh
"Baik-baik big boy" goda Kinar lagi membuat Rasya mengerucutkan bibirnya kesal
"Kita makan dulu kakak, aku tahu kau lapar"
"Jadi adikku yang tampan mentraktirku???" goda Kir lagi
"Aku minta traktiran, lagi pula yang kerja kan kakak, aku masih full kuliah"
"Baiklah, pesan semua yang kau mau, jika tak abis kau buat sendiri"
ucpa Kinar serius
"Ah ternyata kakakku pelit" ucap Rasya yang tak pernah bisa makan banyak
"Hahaha, becanda, sudah pilih makanan paa yang kau mau, hari ini pokoknya kita happy-happy"
"Siap kak"
Tak jauh dari tempat duduk mereka sepasang pria dan wanita yang baru saja sampi langsung tertegun begitu melihat ke arah Kinar dan Rasya
Sang wanita terlihat kecewa begitu pula sang pria juga menghela kecewa
"Pantas dia buru-buru kak, dia ternyata ada kencan" ucpa Sandra mengeluh
"Wajah kan, gak mungkin wanita secantik Kinar masih lajang" ucap Carl berusaha menegakkan hati adiknya dan dirinya sendiri
"Aku berharap Bu Kinar sama kakak, kau tahu kak, dia mirip dengan almarhum mama, cantik khas wanita Asia" ucap Sandra lirih
"Aku akan kesana" ucap Sandra tiba- tiba langsung bangkit dan berjalan ke arah Kinar
"Sandra, Sandra...." panggil Carl namun gadis itu tak mengindahkan ya
__ADS_1
"Hai Bu, kita ketemu lagi"