
Sudah seminggu Kinar berada di Paris, sejak itu pula ia sibuk mengurus Caroline, kesehatan Caroline pun berangsur membaik, di tambah setelah Caroline kembali dari rumah sakit, Nulgraha akan meresmikan hubungan mereka.
Keduanya akan rujuk kembali, demi membuat Caroline sembuh atau setidaknya memiliki motivasi hidup yang redup karena putus asa akan penyakit kankernya yang tiap hari menggerogoti kesehatan Caroline.
Nugraha yakin jika Caroline bisa sembuh, mereka harus berusaha dan sisanya serahkan pada Allah.
Bukankah Allah membenci orang yang pesimis, jika tak berusaha bagaimana kita akan tahu.
Jika sudah berusaha dan hasilnya tak sesuai, setidaknya tak ada penyesalan karena hanya berdiam diri.
Amanda hanya datang beberapa kali, hari ini ia datang membantu Kinar membereskan pakaian Caroline, nampak Adam selalu mencuri pandang ke arah Kinar, Amanda beberapa kali memergoki Adam yang salah tingkah karena kepergok oleh Amanda.
Amanda hanya bisa tersenyum kecut, hatinya seperti yeiris sembilu, pria yang selama ini ia idam-idamkan dan perjuangkan, tak pernah melirikny sedikitpun,
Amanda merasakan matanya panas, ia menguatkan hatinya agar bulir air matanya tak jatuh di hadapan semua orang.
Sebenarnya sudah sejak dua tahun lalu hubungannya dengannya dengan orangtuanya membaik setelah kedua orangtuanya memilih rujuk, masing-masing dari mereka menceraikan pasangannya, dan kembali pada mantannya.
Mama Amanda juga menyadari kesalahannya, ia meminta maaf karena tak percaya pada Amanda bahwa ayah tirinya melecehkannya, mamanya sendiri memergoki suami barunya itu melecehkan pembantu mereka, membuat mamanya langsung menceraikan suami barunya itu.
Kemudian mamanya mencari keberadaan Amanda, putri semata wayangnya.
Sementara papanya Amanda juga memilih menceraikan istri barunya karena kakak Amanda memergoki mama tirinya berselingkuh dengan teman satu kampus nya, papanya. Amanda geram dan langsung menceraikan istri barunya itu.
Akhirnya mereka di pertemukan oleh putra sulung mereka sendiri karena satu tujuan mencari Amanda, hingga Sany kakak Amanda mendapatkan kabar adiknya berada di Paris.
Akhirnya sekian tahun tak bertemu, akhirnya Amanda bertemu dengan kakaknya yang selama ini ia rindukan, karena Amanda menolak pulang sebulan kemudian papa dan mamanya menyusul Amanda.
Namun Amanda meminta waktu mereka, ia masih mau menyelesaikan kuliahnya sehingga akhirnya kedua orangtuanya mengalah, mereka rutin mengunjungi Amanda setiap lima bulan sekali kadang berdua kadang hanya papa atau mamanya saja.
Amanda pun pindah ke apartemen yang lebih besar karena kini kedua orangtuanya membiayai kuliahnya, namun ia tetap mau bekerja paruh waktu di mini market milik Adam.
Setahun setelah kelulusannya, ia bekerja di Paris dan masih meminta waktu mamanya karena ada yang mau ia selesaikan di Paris, meyakinkan perasaannya apakah terbalas atau tidak.
Kini Amanda tak memiliki alasan untuk menetap disini.
Lebih dari lima tahun ia mengejar Adam, namun lelaki itu tak pernah menyadari perasaan Amanda sehingga ia merasa inilah waktunya menyerah dan kembali kepada kedua orangtuanya.
Seminggu kemudian
__ADS_1
Kinar berjalan mondar mandir, ia tak bisa menghubungi Amanda, nomernya tidak aktif, di luar jangkauan
Kinar lupa menanyakan apartemen baru Amanda, i terlalu fokus merawat Caroline, dan Amanda jarang sekali datang ke rumah Caroline, kalaupun datang sikapnya sedikit berubah.
Amanda yang biasanya ceria dan humoris, berubah menjadi pendiam dan banyak melamun.
Awalnya Kinar berfikir jika Amanda sedang kelelahan atau sedang ada masalah, saat ia menatapnya, Amanda berkata hanya kelelahan.
Caroline mendekati Kinar yang tampak melamun di teras belakang rumah, Ia tak menyadari kedatangan Caroline hingga saat punggung Kinar disentuh oleh Caroline ia melompat terkejut
"Ya Allah Tante buat kaget aja, hampir copot jantung Kinar" ucap Kinar mengelus dadanya, namun Caroline justru tertawa cekikikan
"Tanteeee, sebel" ucap Kinar merajuk
"Lagian siang-sing bengong kaya sapi ompong” goda Caroline
"Siapa yang bengong, aku tuh lagi liatin pohon itu" tunjuk Kinar beralibi.
Caroline tersenyum kecil, ia tahu Kinar berbohong untuk menutupi malunya, jiwa usil Caroline bangkit
"Pohon yang besar itu??" tanya Caroline
"Emang kamu tahu itu pohon apa???" tanya Caroline
"Tau lah, pear" ucap Kinar, namun melihat ekspresi Caroline ia tahu jika salah
"Ah apel Tan" Kinar meralat ucapnya
"Salah non, itu pohon peach. mau ambil beberapa???" Tawan Caroline yang langsung di balas anggukan Kinar
mereka lalu berjalan bergandengan menuju pohon yang berada di halaman belakang rumah Caroline
"Maaf Tante tadi Kinar bohong" ucap Kinar nyengir kuda
"Tante tahu" ucap Caroline membuat Kinar semakin malu
"Sudah cepat petik, pendek tuh pohonnya" ucap Caroline lalu duduk di ayunan yang berada di dekat pohon itu..
Dengan semangat Kinar memetik buah plum, ada yang di makan langsung ada yang ia kumpulkan di meja yang tersedia disana.
__ADS_1
Tak perlu waktu lama, sudah banyak buah yang di petik Kinar diatas meja
"Sudah jangan banyak-banyak mubasir, mending kalau kurang ambil lngsung jadi masih fresh"
""Iya Tan, enak banget ih punya pohon buah.
Kinar mau punya halaman belakang, Kinar mau kasih pohon-pohon buah yang Kinar suka"
"Menikahlah sama Adam kalau begitu, impian mu langsung terwujud, disini banyak buah-buahan" goda Caroline membuat Kinar langsung menoleh, ia berhenti mengunyah buah yang dipegangnya
"Kinar masih trauma Tan, Kinar sayang Adam, tapi sayang aja gak cukup Tan.
Adam berhak mendapatkan wanita yang mencintainya dengan tulus, karena rumah tangga seyogyanya adalah dua orang yang memiliki satu hati dan tujuan.
Kinar merasa tidak adil untuk Adam.maaf Tante mengecewakan Tante" ucap Kinar menundukkan kepalanya
"kenapa harus meminta maaf sayang, Tante sudah tahu semua, walau Tante berharap kamu bisa menjadi anak menantu Tante, tetap saja tak bisa memaksakan itu semua"
"Kinar kan bisa jadi anak Tante tanpa harus nikah Tan"
"Serius???" tanya Caroline tak percaya
"Tentu saja Tante, mengenai siapa yang cocok untuk mas Adam, apa Tante tak tahu kalau Amanda sangat mencintai mas Adam, sudah lama sekali, bahkan saat Kinar liburan ke sini waktu itu, Amanda sudah menyukai mas Adam, hanya mas Adam aja gak peka"
"Tante tahu sayang, tante menyukai anak itu, ia sudah seperti anak bagi Tante, dia perhatian sekali sama Tante.
Tapi sepertinya Tante akan kehilangan kesempatan untuk menjadikannya menantu Tante" ucap Caroline sedih
"Kenapa Tan??? Tante tinggal menjodohkan Amanda dengan mas Adam,"
"Itu gak mungkin sayang, beberapa hari lalu Amanda sudah meninggalkan negara ini, ia kembali ke Indonesia.
Orangtuanya sudah menjodohkannya dengan seorang anak rekan kerja papanya, kepulangannya kali ini adalah untuk menikah" ucap Caroline.
Adam yang sejak tadi mencuri dengar meremas celananya, entah mengapa hatinya terasa sakit mendengar Amanda akan menikah, seperti ada rasa kehilangan di hatinya.
Adam kembali ke kamarnya, ia merasa pikirannya sudah gila, bagiamana ia merasa sakit hati mendengar Amanda akan menikah.
Masih teringat ucapan Amanda terakhir kali mereka berbincang-bincang, Adam berfikir jika Amanda kala itu hanya bercanda
__ADS_1