
Seminggu kemudian
Freya sudah pulang dari rumah alit lima hari yang lalu, kondisinya dengan cepat membaik.
Ditambah Anggi sangat memanjakan anak itu, ia memasakkan semua yang Freya ingin, membuat Kinar iri dengan Freya.
Biasanya Anggi sangat memanjakan nya, tak perduli ia sudah dewasa, namun karena keberadaan Freya ia terlupakan.
Anggi akan dengan senang mencium atau mencubit pipi cubby freya sambil tertawa, Amera dan dan Kinar bersedekap dada sambil memanyunkan bibir mereka
Satria yang melihat ulah kedua putrinya tertawa terkekeh.
Istrinya mempunyai mainan baru yang cantik dan menggemaskan, sehingga ia melupakan keberadaan anaknya.
Wajah Freya yang cantik di padukan dengan rambut blonde nya, ia seperti perwujudan boneka Barbie hidup.
Jangankan Anggi, satria pun sangat menyukai gadis kecil itu, terlebih gadis kecil itu sangat imut saat memanggilnya opa.
Ia tak masalah, lagi pula saat ini banyak orang tergila-gila dengan oppa-oppa Korea, anggap saja Freya memanggil opa ala Korea, begitu pemikiran Satria dalam hati yang menolak tua.
Setelah kedua orangtuanya pulang Kinar membereskan meja ruang tamu yng berantakan.
setelah itu ia berjalan ke arah dapur untuk membuat pudding karamel kesukaan Freya.
"Sayang, bisakah kau duduk saja dan jangan kembali ke dapur??? aku juga mau di perhatikan" ucpa Michael manja sambil memeluk pinggang ramping Kinar
"Mas, kita belum muhrimnya" ucap Kinar dengan wajah merona merah membuat Michael ingin sekali menciumnya,. namun ia tahan.
Michael sudah berjanji dalam hati hanya akan menyentuh Kinar saat mereka resmi menikah
"Maaf sayang, kau selalu menggodaku, tolong jangan menggodaku nyonya"
"Siapa yang menggodaku coba? kau saja yang kegenitan" ucap Kinar kesal
"Kau baru saja menggodaku lagi"
"Kau menyebalkan" ucap Kinar mendorong Michael, tapi dalam hatinya berbunga.
Michael selalu bisa membuatnya tersenyum dengan tindakan sederhana.
"Aku bukan menyebalkan tapi aku sudah tergila-gila padamu"
"Michael pergilah mengerjakan apa yang kau mau.
Tapi biarkan aku membuat cemilan buat putri kecil kita" ucap Kinar tanpa sadar menyebut kita dalam Kalimatnya membuat hati Michael menghangat.
__ADS_1
Kinar sudah sepenuhnya menerima dirinya dan juga putri kecilnya.
"Jadi..., apa kau sudah tidak sabar menjadi nyonya Wide???"
"Michy berhenti menggangguku, kau menyebalkan" ucap Kinar melempar celemek ke arah Michael, namun pria itu menghindar dengan cepat dan tertawa
Tiba-tiba bel pintu berbunyi, seorang asisten rumah tangga membukakan pintu, tak lama wanita itu dengan gugup kembali
"Tuan, itu...."
"Siapa ? yang datang ? kenapa gak di persilahkan masuk??" tanya Michael heran
"Biar saya yang liat tuan" ucap Bu Tumini lalu berjalan menuju pintu depan.
"Anda tidak di perbolehkan masuk, silahkan pergi" suara Bu Tumini yang keras membuat Kinar dan Michael saling pandang dan bingung siapa yang datang
"Pembantu sialan, jangan menghalangiku masuk, aku nyonya rumah di rumah ini" ucap wanita itu marah
Michael membeku di tempat dengan wajah muram, ia lalu bangkit dan berjalan menuju pintu depan
"Jangan pernah membukakan pintu untuk wanita iblis ini!!!" bentak Michael marah
"Sayang, sayang maafkan aku, aku khilaf.
Tolong maafkan kau. aku sudah tak punya siapa-siapa lagi" rengek wanita itu langsung duduk bersimpuh memeluk kaki Michael
"Terlepas kau membenciku, aku menerimanya Mich , tpi akta tak bid aid pungkiri, aku mama kandung dari anak kita, Dimana gadis itu??? katakan padaku.
Aku datang kesini hanya ingin melihat putriku.
Aku sangat berdosa, sepanjang tahun aku menangis dan meratapi kebodohanmu.
penyesalan terdalam ku adalah meninggalkan buah hati kita.
"Saat itu, aku di paksa dan diancam oleh fredy, dia mengancam akan membunuh mamaku, aku harus memilih diantara kalian.
Itu, itu pilihan paling sulit yang aku alami"
"Tapi kau tak memberitahu aku, betapa hancurnya aku selepas kepergian mu
Aku dan anak kita menderita karena mu" teriak Michael
"Aku takut, aku takut sekali mich.
Fredy mengawasi setiap gerak geriknya, bahkan ia mengirim mata-mata di rumah ini.
__ADS_1
Apa aku punya keberanian untuk mencelakakan mamaku , wanita yang sudah melahirkan ku???"
"Pergi.." ucap Michael membuang pandanganya ke arah lain
"Tidak, tidak, aku gak akan pergi, aku mau lihat anakku"
"Anakmu sudah tak ada, kau tak pernah memiliki anak.
Kau bukan seorang ibu, kau iblis Caroline"
"Seret wanita itu keluar, jika ada yang berani membukakan pintu untuknya maka entahlah juga dari rumah ini" ucap Michael lalu berjalan masuk ke kamarnya, tak lama kemudian terdengar suara pintu di banting keras oleh Michael.
Pria lembut dan humoris itu berubah seratus delapan puluh derajat.
Michael meluapkan perasaan sakit hati, benci, marah, kecewa yang selama ini ia pendam sendiri, ada kesepian dalam kalimatnya, namun Kinar menahan untuk mendekati Michelle saat ini.
Ia tahu mungkin Michael saat ini butuh sendiri, semua ini terlalu berat baginya.
Kinar menatap wanita yang merupakan mama kandung Freya, wanita itu sangat cantik, jelas rambut Freya dan mata Freya berasal dari gen nya.
Sayangnya wanita itu memiliki wajah angkuh
"Siapa kau berada di kediaman ini??? apa kau pembantu baru???"
"Nyonya, silahkan pergi sebelum tuan marah" ucap Tumini sopan
"Diam kau orang tua Bangka, kau hanya orang rendahan" Caroline mendorong Bu Tumini, beruntung Kinar dengan cepat menangga wanita tua itu sehingga tubuh Kinar menabrak tembok dengan keras, namun Kinar tak perduli asal Bu Tum selamat.
Akan lain hal nyanbisa Bu Tum yang jatuh, mungkin cideranya akan sulit pulih karena usia beliau
"Non Kinar, maaf kan ibu, apa ku baok-baik saja???" tanya bu Tum panik melihat Kinar meringis kesakitan
"Aku baik-baik saja Bu" ucap Kinar berusaha tersenyum
"Cepat usir wanita itu, atau kalian sudah bosan bekerja" ucap Bu Tum pada para penjaga.
Mereka langsung menyeret Caroline keluar dari rumah Michael.
Caroline menjerit, meronta dan memaki, suaranya menggema di setiap sudut rumah.
Freya ternyata melihat semua itu, ia menangis tersedu-sedu sambil menutup kupingnya erat.
Freya merasa benci, tapi juga merindukan sosok mama kandungnya.
Walau Kinar sudah menyayanginya layaknya seorang anak kandung, namun pada kenyataanya Freya bukan anak kandung Kinar.
__ADS_1
cepat atau lambat suatu sat Kinar akan melupakannya seperti yang terjadi pada teman sekolahnya, Ia di lupakan mamanya saat memiliki adik, dan Freya takut itu akan terjadi padanya.