
”Sayang, mas mau ke toilet dulu" bisik Dimas pada Kinar, mereka sedang menunggu obat.
Kinar mengangguk lalu bangkit
”Yank, ini di rumah sakit, bagaimana kamu membantu mas? apa kamu mau masuk ke toilet pria?" tanya Dimas menahan tawa
Kinar tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Iya juga sih, tapi mas yakin bisa sendiri???” tanya Kinar sangsi
”Bisa, kamu percaya aja sama mas. lagi pula mas masih punya tangan kiri” ucap Dimas melirik tangan kirinya yang tak berperban.
"Ya sudah, mas jangan lama-lama" ucap Kinar yang di balas anggukan suaminya.
Dimas melangkah menuju arah yang berbeda dengan toilet, ia hanya ingin memastikan apakah penglihatannya salah atau tidak.
"Maaf sayang, mas terpaksa berbohong padamu” gumam Dimas lirih.
Dimas mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia yakini adalah Bella, namun ia tak bisa menemukannya juga.
Sementara di sudut ruangan sepasang mata memperhatikan Dimas, terlihat ia ketakutan seperti melihat hantu.
”Sial, kenapa pria bodoh itu ada di negara ini??? apa dia masih mencari keberadaan ku? sial,sial, sial" gerutu wanita itu memukul pahanya geram
Dimas melangkah kembali menuju tempat dimana istrinya berada, rupanya Kinar sudah mendapatkan obatnya, ia menantang heran melihat suaminya.
"Mas??? kok mas dari arah sana? toiletnya kan di situ dekat” ucap Kinar bingung
”Owh iya, tadi mas kesitu eh penuh. mas udah kebelet jadi cari toilet lain deh" ucap Dimas beralasan
"Owh gitu, ya udah yuk mas pulang, ini obatnya sudah dapat" ucap Kinar menggandeng tangan suaminya, mereka melangkah meninggalkan rumah sakit itu
Sementara tanpa mereka sadari sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka
”Siapa wanita itu?? mesra sekali, apa dia istri mas Dimas??? gak, gak mungkin.
Si bodoh itu kan cintanya mati sama gue. siapa sebenarnya wanita itu, Mas Dimas tidak pernah akan mau di sentuh wanita kecuali aku, tapi ini?????
Gue harus cari tahu.
Come on Bella cari akan supaya bank berjalan loe bisa ngucurin dana lagi buat loe, kali ini kuras sampai loe seumur hidup gak perlu lagi pusing sama uang” Wanita itu terlihat berfikir keras, tak lama kemudian terlihat ia menyeringai lebar dengan liciknya
__ADS_1
”wait me dear, i Will be back to you” ucap Bella lalu tertawa terkekeh.
Ia berjalan menuju ruangan dokter, tertulis disana
dokter Ilham SpOG
Di hotel Kinar memutuskan ingin berenang di kolam renang yang di sediakan di hotel tersebut.
Karena mereka di bagian atas gedung hotel, mereka memilih Olam renang yang berada di atas hotel, selain cantik, mereka juga bisa melihat pemandangan keluar.
"Ah menyebalkan, Ingin ku colok mata para pria itu, Kinar hanya milikku” gerutu Dimas yang melihat mata para lelaku memandnagi Kinar tak berkedip dan seperti hendak memakannya.
Tubuh Kinar yang pada berisi dengan kulit sawo matang membuat nya terlihat eksotis.
"Mas, kamu gak mau berenang, ini segar" ucap Kinar muncul di pinggir kolam renang
"Kau mengejekku atau lupa jika aku cidera???" Dengus Dimas kesal
Mood nya berubah dengan cepat karena ia melihat ada seorang pria asing tadi sengaja menyenggol Kinar di dalam kolam renang.
"UPS, maaf lupa" ucapnya sambil tersenyum , memamerkan deretan giginya yang putih dan rata
"Sudah cepat selesaikan berenang mu, mas tidak suka berlama-lama di sini, dan lihat pria itu sedari tadi menatapmu dengan pandangan mesum.
Ingin ku congkel biji mata pria itu rasanya”gerutu Dimas tak suka
Kinar hanya tersenyum lalu keluar dari kolam renang,menghampiri Dimas lalu membalut tubuhnya dengan robe bath,
"Sayang, kok udahan berenangnya?" tanya Dimas bingung
"Aku tidak mau membuat suamiku kesal dan melakukan yang diabtidak suka, ayo kembali ke kamar"ajak Kinar menggandeng tangan suaminya
"Tapi,... bukan seperti itu maksud ku" ucap Dimas tak enak hati
"Aku sudah selesai, lebih baik kita istirahat,, kamu juga lagi sakit kan tangannya” ucap Kinar tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.
Dimas sangat senang Kinar istri pengertian, ia semakin sayang dengan Kinar.
Mereka lalu kembali ke hotel dan memilih menikmati kebersamaan mereka
__ADS_1
Keesokan Harinya
Pagi-pagi sekali Dimas sudah menerima panggilan yang entah dari siapa, ia terlihat sangat serius dan setelah panggilan berakhir ia kembali naik keatas kasur
Kinar memejamkan matanya lagi, ia hanya menduga jika telepon itu berhubungan dengan urusan kantornya, mengingat Dimas orang yang sibuk, tanpa terasa mereka sudah lima hari di sana.
Beberapa jam kemudian ia turun dari kasur dan mandi, Kinar masih asik meringkuk di dalam selimutnya, pagi ini rasanya enggan sekali bangun, ia membuka matanya dan melihat suaminya sudah berpakaian rapih dan mengecup keningnya
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Kinar langsung duduk
"Aku izin keluar mau jemput Kelvin di bandara" ucap Dimas
"Owh Kelvin ikut kesini? apa ada urusan penting hingga ia kesini???”
"Tidak, hanya masalah sedikit. Aku sudah menelpon resepsionis agar mengirimkan sarapan mu ke kemar, aku pergi dulu" ucap Dimas mencium kening Kinar, setelah Kinar mencium punggung tangan suaminya dan mengantarnya sampai pintu, Kinar kembali duduk di tempat tidur.
Rasanya sepi ,padahal Dimas baru beberapa menit yang lalu pergi.
#Sementara di bandara
Kelvin keluar dari pintu kedatangan bandara internasional, Ia melihat dari kejauhan sosok Dimas sedang bersandar di dinding dengan salah satu tangannya masuk ke dalam saku celananya
gayanya yang cuek dan sedikit angkuh membuatnya terlihat tampan.
"Yo bro, gimana perjalanannya" sapa Dimas menjabat tangan sahabatnya
"Aman, jadi gimana ? apa loe gak salah orang?" tanya Kelvin langsung, ia penasaran sepanjang jalan karena ucapan Dimas
"Sebaiknya kita langsung jalan. Gue udah siapin hotel buat kalian. maaf gue gak mau Kinar curiga.
Gue udah atur hotel kita beda.
Kita ke cafe, loe suruh anak buah loe istirahat aja ke hotel, itu mobil untuk mereka" ucap Dimas menunjuk sebuah mobil lengkap dengan supirnya.
Sementara anak buah Kelvin beristirahat di hotel, mereka berdua meneruskan pembicaraan di cafe.
Dimas mengutarakan apa yang ia lihat, namun ada guratan kekecewaan yang tidak bisa ia tutupi.
"Gue mau tanya sama loe, bukan sebagai anak buah loe, tapi sebagai sahabat.
Apa yang akan loe lakukan setelah ketemu Bella?????” tanya Kelvin tanpa Tedeng aling-aling
__ADS_1