Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Keputusan Yang Salah II


__ADS_3

"Kinaarrr" suara Barito pria yang tak asing membuat Kinar menoleh ke arah sumber suara itu dan ia terkejut


"Mas Dimas??"


"Kita perlu bicara sayang" ucap Dimas menghampiri istrinya


"Aku tak ingin bicara apapun padamu mas" tolak Kinar


"Tapi aku merasa perlu bicara, aku percaya bukan kamu pelakunya, dan aku tak pernah percaya pada Bella. Aku tahu Bella berbohong, maaf kan aku, aku baru menyadari kesalahanku, maukah kamu Memaafkanmu" tanya Dimas memohon


Kinar merasa tak enak hati berbicra di depan Bu Sumiati, ia juga melihat wanita tua itu jadi serba salah di buatnya


"Bu , Kinar pamit dulu ya, terima kasih atas semuanya.


Lain kali Kinar akan silaturahmi ketempat ibu lagi.


Ini buat ibu beli beras, diterima ya Bu"


"Eh nak kinar gak usah" ucap Bu Sumiati menolak halus


"Kinar kasih untuk orangtua Kinar sendiri, ibu sudah seperti ibu Kinar, boleh???" tanya Kinar, Sumiati mengangguk pelan, air mata menetes di sudut matanya, ia sangat terharu dan bahagia di hari tuanya yang sebatang kara bisa diakui anak oleh seorang gadis yang belum lama ia kenal. Kinar memeluk Bu Sumiati dan menepuk punggung wanita tua itu. hati keduanya menghangat.


"Kinar pamit dulu ya Bu" ucap cap Kinar mencium punggung tangan Bu Sumiati di balas anggukan Sumiati sambil mencium kening Kinar


"Assalamu'alaikum" ucap Kinar


"wa'alaikum salam" ucap Sumiati memandang kepergian Kinar dengan suaminya


"Ya Allah semua masalah Kinar segera selesai , Aminnnnn" doa Sumiati dalam hati


Kinar memilih menjauhi lokasi danau yang ramai, Kini mereka berada di bagian danau yang sepi, dengan bangku taman berjejer rapih.


Sejak kejadian itu, Kinar enggan bertemu Dimas.


ucapan Bu Sumiati menyentil hatinya, benar kata Bu Sumiati, ia sudah memaafkan Dimas, namun sepertinya Dimas tidak akan bisa tegas, jika ia teruskan, yang ada ia menggali kuburannya sendiri, membuang masa mudanya hanya demi pria yang tak bisa menentukan arahnya sendiri, percuma.


"Mas, aku mau kita cerai" ucap Kinar membuka pembicaraan


"Gak Kinar aku mohon bersabarlah, kedatanganku kesini, aku ingin menceraikan mu, tapi hanya sementara sampai Bella mencabut gugatannya.


setelah ia mencabut gugatannya aku akan menceraikan dia dan kita rujuk" ucap Dimas enteng, seolah pernikahan adalah sebuah mainan belaka

__ADS_1


Kinar menghembuskan nafas kesal, kini ia bisa melihat jelas kebodohan Dimas, pria yang bertindak sesuai egonya saja tanpa memikirkan perasaan Kinar


Itu bukan cinta, tapi keegoisan


Kinar memejamkan matanya erat, entah mengapa keputusan cerai yang dia ambil yang awalnya terasa berat kini ringan, mungkin karena perasaan Kinar telah menguap


"Mas Ayo kita akhiri, kita akhiri saja semuanya,. bukan untuk mengulang kembali. karena kaca yang pecah tak akan bisa kembali utuh, begitu juga hati kita.


Jangan katakan aku tak berjuang untuk kita, namun kamu lagi dan lagi mengecewkaanku, hingga cintaku layu dan mati mas,


Jika ku sayang padaku, lepaskan aku, biarkan kita pilih jalan kita masing-masing, jangan lah lagi memaksakan memperbaikinya, semua tak akan sama lagi, begitu pula hatiku"


Kinar please" ringis Dimas yang awalnya membut keputusan ini berharap Kinar mau menungguny, karena ia thau Kinar sangat mencintainya, namun ternyata keputusannya salah, bahkan dia sudah gagal memperbaiki hubungan mereka sejak awal.


Dimas hany bisa menunduk, terisak kecil, ia mencoba melihat cinta di mata Kinar, namun tak ada lagi, semuanya sudah sirnah.


wanita ini sudah membuang harapan dan cintanya untuk dirinya


"Plaese mas, selama menikah aku tak pernah memintamu apa-apa, untuk yang terakhir kalinya, bisakah kamu mengabulkannya???


biarkan aku pergi, karena aku tak sanggup lagi" ucap Kinar lirih, berusha tegar, namun air mata lolos dari sudut matanya


"Maafkan aku, maafkan aku, aku akan selalu mencintaimu" bisik Dimas berkali-kali menciumi puncak kepala Kinar.


Setelah beberapa saat, Dimas melepaskan pelukannya, Kinar mundur beberapa langkah


"Selamat tinggal mas, semoga kedepannya kamu bisa lebih bijak dalam memutuskan sesuatu" ucap Kinar lalu melangkah meninggalkan Dimas tanpa menoleh, tnapa Dimas ketahui, Kinar berjalan sambil menangis, hingga Aisyah menghampirinya dan memapahny, meminta David membantunya mereka meninggalkan danau tersebut.


meninggalkan Dimas yang terpaku di tempatny adengan seribu penyesalan


Meninggalkan kenangan manis mereka


"Selamat tinggal cinatku, ku doakan kamu menemukan bahagiaku tanpaku" gumam Kinar, hingga ketika sudah agak jauh dari danau, Kinar pingsan tak sadarkan diri.


David membantunya mengangkat Kinar, memasukkannya ke dalam mobil dan membawa pulang Kinar yang tak sadarkan diri.


Mobil David memasuki pelataran kediaman orangtua Kinar, kebetulan seluruh kelurga sedang berkumpul, tka terkecuali Adam ada disana, melihtt Kinar dalam gendongan pria asing, Reyhan langsung mengambil alih dan membawa kakakny menuju kamarny, Adam segera memeriksa kondisi Kinar.


Seluruh keluarga menunggu dengan cemas hingga Adam datang dan mengabarkan jika Kinar hanya lelah dan stress, serta kurang istirahat.


Mereka semua menatap David, pria yang membopong Kinar tadi, mereka penasaran siapa David sebenarnya

__ADS_1


"Ah nak, terima kasih sudah menolong anak om, perkenalkan om papanya Kinar, Satria" ucap Satria mengulurkan tangannya berjabat tangan


"David om" ucap David, menyalami satu persatu orang yang ada di ruangan tersebut


"Sepertinya gue pernah liat loe di rumah sakit" ucap Reyhan merasa familiar


"Om, dan semuanya saya adalah adik tiri Bella" ucap David membuat semua orang mendelik kaget, bahkan Reyhan sampai bangkit dari tempat duduknya dan menarik kerah kemeja David


"Mau apa loe ba**Ngan??? apa jangan-jangan kak Kinar pingsan karena loe???" teriak Reyhan emosi, ia mau mendaratkan bogem mentah di wajah David, namun tangannya di cekal oleh Adam yang berada di samping Reyhan. Satria langsung berwajah masam, namun ia juga tak suka anaknya melakukan kekerasan terlebih lagi di rumah mereka sendiri.


situasinya bisa semakin buruk jika Reyhan main hakim sendiri.


"Kalian pasti kesal dan marah, saya bisa maklum melihat apa yang sudah di perbuat kakak tiri saya. Saya sebagai adik meminta maaf" ucap David menunduk


"Apa maksudmu mendekati putriku????" ucap Satria tajam


"Saya mengerti kalian pasti tidak menerima kehadiran saya, tapi percayalah om dan semuanya, saya datang atas utusan papa saya, kami memohon maaf atas perbuatan Bella, oleh karena itu, kami akan menyelesaikan kasus ini, kami akan memastikan gugatan atas KKA Kinar di cabut dan buat kak Bella akan kami isolasi"


"Apa kamu serius???? tanya Satria menatap tajam David


"Sangat serius om, maaf kami telat tahu karena kak Bella sudah kabur dari rumah sejak lama"


"Saya rasa kakakmu harus menerima konsekuensinya, dia sudah membuat tuduhan palsu, sepertinya kami bisa mempidanakan dia juga" geram Satria


David menelan saliva nya, tujuannya hanya mendamaikan, jika keluarga Kinar balik mempidanakan, ia tak bisa berkata apa-apa, pasalnya posisi Bella memang salah.


"Om sekalian, yang terpenting sekarang mencabut berkas acara, setelah itu jika om mau perkara kan terserah.


Disini saya mewakili kedua orangtua saya sebelumnya akan membawa kak Bella ke psikiater, karena kami menduga sikap kak Bella karena kejiwaannya yang tak stabil karena traumatik masa kecilnya.


Jika pun kak Bella harus membayar, kami pasrah" ucap David.


"Om apa yang David katakan ada benarnya, sebaiknya kita runding kan semuanya untuk mencari jalan keluar" ucap Adam angkat bicara


"Baik, kabari orangtuamu, kami perlu bertemu.


Maaf atas sikap om dan Rey yang kasar, kami hanya..."


"Tak apa-apa om, saya paham, saya juga tak terima kak Kinar seperti ini, saya pribadi mohon maaf. kalau begitu saya pamit, assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" jawab semua orang

__ADS_1


__ADS_2