
"Hallo, selamat datang, maaf menunggu lama tuan Erlangga" ucap Albert menjabat tangan rekan kerjanya yang baru pertama kali datang ke negaranya
"Terima kasih mister Albert, akhirnya kita bisa bertemu langsung juga"
"Apa anda sedang sakit??? sepertinya anda..."
"Itu karena pak Erlangga mengalami sedikit pusing karena perjalanan dan cuaca yang menyesuaikan" kilah Guntur asisten pribadi Erlangga sambil tersenyum,
Tak mungkin kan Guntur mengatakan jika bos nya mabuk-mabukan semalam, itu sama saja mencoreng citra perusahaannya.
Ini kerjasama.kedua perusahaan Erlangga dan Albert, Jang a sampai karena insiden kecil, kerjasama mereka berakhir.
Lagi pula investasi yang Albert tanamkan bernilai milyaran, itu sangat membantu perkembangan bisnis mereka di bidang pariwisata, perhotelan dan budaya karena selain mengelola resort, hotel, restoran.
Mereka juga fokus memanfaatkan kesenian daerah sebagai penunjang dan daya tarik wisatawan luar negeri dan domestik untuk memilih tempat yang mereka kelola.
"Jadi bagaimana? apa anda betah berada di negara saya?" tanya Albert
"Alhamdulillah, masih menyesuaikan" ucpa Erlangga canggung
Obrolan mereka berlanjut mengenai kerjasama yang terjalin. Awalnya Albert tidak begitu antusias menggelontorkan dana di perusahaan Dimas, namun karena Amara meminta Albert sekali-kali berkecimpung di dunia perhotelan dan pariwisata, akhirnya Albert menuruti saran mamanya tersebut.
Setelah menyelesi dari beberapa kandidat perusahaan, akhirnya pilihannya jatuh pada perusahaan yang di pimpin pria muda ini, ia sangat mendukung ankanmuda sepertinya yang memiliki semangat bisnis.
Awal coba dan krena terpaksa, namun begitu Bernard memberikan laporan kemajuan tiap bulnnya, Albert menjadi tertarik dan antusia.
Gagasan untuk meminta Erlangga ke negaranya pun karena usulan Bernard, Bernard memiliki ide yang di hilang sedikit gila, ia ingin Albert mendirikan resort namun bertema budaya tempat Erlangga tinggal yang di di sesuaikan dengan iklim negara mereka.
Bernard berfikir itu ide yang bagus, terlebih mereka sudah bosan sesuatu yang modern, alangkah bagusnya jika mereka punya sesuatu yang unik dan etnik di bidang mereka.
Rencana itulah yang akan di bahas oleh Albert dan Bernard pada erlangga dan asistennya.
Awalnya Erlangga terkejut, ia tak menyangka jika antusias Albert bagus pada perusahaannya, ia dan Guntur harap-harap cemas, mereka di undang ke Herman tanpa menjelaskan maksud dan tujuannya, Erlangga dan Guntur berfikir jika Albert tidak puas dengan kinerja mereka , namun perkiraan mereka salah, Albert justru sangat puas dan ingin menerapkan ide tersebut di negara mereka, Jerman.
"Jadi masalah semua detail dan konsep saya percayakan pada perusahaan tuan Erlangga, saya percaya. Anda bisa memberikan kami yang terbaik"
"Saya merasa sangat tersanjung, tapi kami perlu merincikan semuanya dan merundingkan konsepnya dengan team ahli kami, apalagi di negara anda memilki iklim yang berbeda dengan Indonesia, kami perlu melakukan perubahan-perubahan kecil.
"Sperti yang saya katakan di awal, kami memyerahkans emuanya pada perusahaan anda" ucap Albert
"Baik mister terima kasih atas kepercayaannya"
"Besok kita akan meninjau lokasi yang saya maksud .
Jika Anda tak keberatan, kitnabisa kesana dan lanjut meeting bagaimana????"
__ADS_1
"Boleh, itu lebih baik" ucap Erlangga, lalu keduanya berjabat tangan tanda kesepakatan.
Erlangga dan asisten dan temanya lalu pamit meninggalkan ruang rapat, tinggallah Bernard dan Albert di ruangan tersebut
"Bernard, persiapkan semuanya untuk besok" ucap Albert bangkit
"Bro, besok mamamu ulang tahun, apa sebaiknya kita tunda dulu ke lokasi???
Lagi pula kau belum membelikan apapun untuk mama Amara"
"Bernard, atur saja sesukamu apa yang akan ku jadikan pada mama, aku percaya pilihanmu" ucpa Albert menepuk bahu saudara angkatnya lalu berjalan pergi
"Al, dia mamamu, tidakkah kau memberi beliau perhatian sedikit saja???" tanya Bernard kesal.
Albert menaikan sebelah tangannya tanpa menoleh, lalu bayangannya hilang di balik pintu
"Loe harusnya bahagia punya mama yang begitu menyayangi loe, perhatian, tapi loe sia-sia in" gumam Bernard sedih.
Bernard langsung menuju sebuah toko perhiasan, ia lama melihat-lihat, namun tak satupun yang menarik perhatiannya, ia ingin membelikan Amara sesuatu yang berkesan, karena perhiasan Amara mungkin lebih mahal dari yang sanggup ia beli karena lucky suaminya aadalah pengusaha kaya raya.
Bernard berjalan keluar toko perhiasan, ia bingung harus memberi hadiah apa, hingga matanya terpaku pada sebuah pameran budaya, karena bosan Bernard pun mencoba melihat-lihat, Tak terduga ia bertemu klien yang beberapa waktu lalu meeting Dengannya
"Tuan Erlangga???"
"Loh, mister Bernard anda sedang apa???"
"Owh iya, kebetulan sekali, ayo saya bantu jadi tour guide anda gratis hehe" jarak Erlangga bercanda
Selain menampilkan beberapa kerajinan tangan, merek juga menjual naek cemilan khas negeri tropis itu, Bernard memberi beberapa untuk di berikan pada Amara, serta memberi sebuah Bros dan giwang perak, begitu penjual itu tahu jika giwang dan Bros itu akan di berikan pada mama angkatnya, penjual itu menyarankan Bernard membelinya bersama sebuah baju batik , akhirnya Bernard yang niatnya hanya melihat-lihat jadi membeli beberapa potong baju batik bermodel dress untuk Amara.
Bernard lalu kembali menuju toko perhiasan sebelumnya dan membeli seperangkat perhiasan bertahta berlian untuk Amara yang diatas namakan Albert.
Setelah itu ia kembali ke apartemennya.
Keesokan harinya, Bernard pagi-pagi sekali sudah mengunjungi kediaman lucky, ia lngsung menyerahkan makanan yang ia beli di pameran serta kado untuk Amara
Melihat cemilan yang Bernard bawa, Amara yang sudah lama rindu kampung halaman menangis sambil tertawa senang
"Anakku yang berbakti, Bernard mama sayang kamu" ucap Amara memeluk cemilan masa kecilnya.
"Ma, ini kado dari Bernard, semoga mama suka" ucap Bernard malu-malu
Mikhayla yang melihat memutar bola matanya, ia menduga bahwa anak pungut itu pasti membelikan Amara sesuatu yang murahan lagi, padahal Mikhayla yakin uang Bernard kaya, kenapa ia harus memberi Amara sesuatu yang buruk.
"Bukalah sayang" ucap lucky penasaran.
__ADS_1
Bernard adalah anak yatim piatu yang ia angkat sejak kecil, sehingga lucky tahu jika Bernard sangat menyayangi mereka berdua.
Lucky juga mempercayakan Bernard bersama anak kandungnya memimpin perusahaan, karena ia tak pernah membeda-bedakan Bernard maupun Albert keduanya adalah anaknya.
Namun berbeda dengan Mikhayla, mikhayla diangkat anak oleh Amara karena ada sedikit kemiripan , karena Amara terus berduka atas kepergian putri mereka akhirnya lucky mengizinkannya walau dengan perasaan setengah hati.
Amara membuka kadonya, ia menutup mulutnya dan air matanya berderai, entah sudah berapa lama ia tak melihat corak ini, corak khas negaranya
"Nak ini sangat berarti untuk mama, mama sangat senang, terima kasih" ucap Amara tak henti-hentinya tersenyum
"Coba ma"ucap lucky melihat kado dari Bernard
"baiklah sebentar"
Amara berjalan menuju kamarnya, tak lama kemudian ia kembali dengan dress lengkap dengan Bros dan anting perak nya.
Lucky sampai terpana , istrinya masih tetap terlihat ayu khas wanita Asia, terlebih Amara sengaja menggulung rambutnya sederhana sehingga Amara terlihat anggun.
"cantik dan anggun ya pa" ucap Bernard tanpa sadar
"Cari wanita mu sendiri, ini wanita papa" ucap lucky langsung menarik pinggang Amara dan memeluknya dengan posesif
"Pa,.malu-maluin ih" ucpa Amara merona merah
"Ayo mika, kita tinggalkan mereka yang sedang kasmaran" ucap Bernard menarik tangan Mikhayla yang sebenarnya enggan beranjak.
Setelah dari kediaman orangtua angkatnya, Bernard langsung menuju kantor, di sana Albert sudah menunggunya.
Sejak dinyatakan sembuh, Albert kembali ke apartemennya, sehingga ia pagi ini belum bertemu dengan mamanya sendiri untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada wanita yang sudah melahirkannya tersebut.
Walau Amara bahagia, namun Bernard tahu jauh dilubuk hatinya menginginkan perhatian anak kandungnya, Albert.
Namun Amara berusaha tegar, toh nanti malam i anakan bertemu dengan Albert.
Setelah kepergian Bernard, Kinar yang di minta datang membantu membuatkan cake dengan senang hati datang setelah kuliah, ia merasa lebih nyaman karena Albert sudah tidak tinggal lagi di rumah tersebut.
Amara hanya menjelaskan jika akan ada acara makan malam keluarga dan ia sekaligus meminta Kinar datang.
Sementara di kantor, Erlangga dan teamnya sudah tiba, mereka langsung menuju lokasi dimana akan di bangun resort. setelah selesai Erlangga menghampiri Bernard dan tersenyum
"Bagaimana dengan kado yang ku berikan pada mamamu, paa beliau suka??"
"Suka sekali, beliau sampai menangis haru, terima kasih"
"ITS ok, karena aku memiliki mama, beliau tak perduli harga kado yang anak-anaknya berikan, apapun yang anaknya berikan walau murah itu sangat berarti untuk mereka. bagi orangtua kita, perhatian dan kasih sayang yang kita berikan itu Kado terindah untuk mereka" ucap Erlangga tersenyum kecut, selama ini ia selalu membuat susah wanita yang sudah melahirkannya, bahkan membuat mamanya terluka berkali-kali karena kesalahan yah ia perbuat.
__ADS_1
Sejak bercerai dengan wanita yang akhirnya membuatnya jatuh cinta di waktu yang terlambat, dia menyadari semuanya.
akhirnya ia bangkit satu tahun setengah lalu, perusahaan yang selama ini asisten nya kelola ia.amb alih kembali dan bisnis mereka merambah ke dunia pariwisata