Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Albert


__ADS_3

Hari ini Kinar kembali ke Jerman, awalnya ia setelah pulang dari Bali ingin menemui Dimas, namun niatnya ia urungkan karena menimbang banyak hal, bukan karena benci, namun ia tak mau kebaikannya di salah artikan oleh dimas, biar dia (Dimas) bangkit sendiri dari keterpurukannya karena kemauannya, bukan karena dorongan dari dirinya, mungkin benar jika kedatangan Kinar akan membuat dia bahagia dan mungkin membaik dengan cepat, namun Kinar tak mau Dimas menari harapan besar padanya saat ia sudah tak memiliki perasaan apapun pada mantan suaminya itu.


Kinar sudah berpamitan pada Mariska kemarin saat mengantarkan wanita itu pulang kerumahnya, dan keesokan hatinya ia memiliki waktu sehari untuk istirahat di rumah.


Kinar melambaikan tangan pada seluruh keluarganya yang mengantarnya berangkat ke bandara, mereka sebelumnya berpelukan erat, rasanya berat meninggalkan tanah air namun ia harus kuat.


Kinar menyeret travel bag nya masuk ke dalam bandara, sekali lagi ia menoleh kebelakang, tak terasa air matanya menetes


Setelah perjalanan yang panjang akhirnya ia sampai juga di Jerman, terlihat Rasya sudah menjemputnya, mereka lalu makan di sebuah restoran itali sebelum kembali kerumah.


Seminggu kemudian


Kinar sudah kembali masuk ke kampus, belajar dengan giat agar bisa mendapatkan hasil yang sesuai yang ia inginkan,


Tak terasa dua tahun sudah berlalu, Kinar sudah kembali mengikuti ritme kesehariannya dengan berbagai kesibukan, ia kuliah dan juga magang sangat kebetulan sekali jika kampusnya bekerjasama dengan rumah sakit milik Ridwan, sehingga Kinar merasa lebih nyaman.


Sehabis kuliah , malamnya Kinar ada jam praktek, ia Ali ini menjaga unit gawat darurat, Beruntung kali ini hanya ada satu pasien dan pasien itu sudah akan di pindahkan ke ruang rawat inap, sehingga malam ini tugas Kinar tak ada.


Di luar rumah sakit sedang turun salju lebat, jika boleh memilih ia akan lebih senang melihat hujan turun, ia rindu iklim negaranya.


Untuk mengusir kebosanan, Kinar lalu mengeluarkan buku kedokteran yang selalu ia bawa dan akan ia baca saat senggang.


Sedang asiknya membaca, tiba-tiba Ambulance datang dan tak lama petugas membawa masuk seorang pria yang dalam kondisi tak sadarkan diri dengan pakaian berantakan dan muka kusut


"Apa yang terjadi???"


"Dia meminum alkohol berlebihan dan tak sadarkan diri" ucap seorang pemuda yang ikut menemani pasien tersebut


Kinar langsung memeriksa pasien tersebut lalu melakukan tindakan, setelah melakukan beberapa hal, pemuda itu kini sudah bisa melewati masa kritisnya, jika terlambat sedikit saja mungkin nyawa pemuda itu akan berakhir dengan sia-sia,


"Dok, Pasie itu isunya depresi karena di khianati kekasihnya" ucap seorang perawat bernama Susi yang berasal dari negara yang sama dengan Kinar, ia seorang Tenaga kerja wanita yang bekerja di Jerman dan kebetulan bekerja di rumah alit Ridwan sebagai perawat


"Dari mana kamu tahu???" tanya Kinar tanpa niat mau tahu jauh


" Lihat dok, ini, ini pemuda yang terkapar itu, dan ini kekasihnya, beberapa waktu lalu kekasihnya itu menikah dengan seorang pengusaha kaya yang tak lain ayah angkat dari pemuda itu" ucap Susi bersemangat sambil memperlihatkan sebuah berita yang di muat di situs gosip negara itu

__ADS_1


Kinar hanya tersenyum dan menggelengkan kepala


""Tidak baik kita sebagai tenaga medis menggunjing pasiennya, cepat siapkan obat, begitu ia sadar kita harus memberinya obat " ucap Kinar tersenyum


"Hehehe, baik dok, siap" jawan Susi lalu melangkah dengan riang mempersiapkan obat untuk pasien tersebut.


Kinar hanya menggeleng melihat kepergian Susi, gadis itu sudah dua tahun ini membantunya saat ia bertugas, gadis ceria yang selalu tersenyum dan ceriwis


"Dok, bagaimana teman saya???" tanya seorang pemuda blasteran Indonesia, ia tahu Kinar orang Indonesia dari namanya


"Kamu bisa bahasa Indonesia??? " ucap Kinar menatap pemuda tampan didepannya


"Tentu, mama saya orang Indonesia" ucapnya tersenyum


"Temanku sudah melewati masa kritisnya, setelah ia siuman saya akan melakukan beberapa pemeriksaan"


"Syukurlah, terima kasih dokter.....


Kinar"


"Owh ya kenalkan nama saya Carl dan sahabat saya itu Albert" ucap Carl memperkenalkan diri


"Kinar"


"nama yang cantik secantik orangnya" ucap Carl mengedipkan sebelah matanya membuat Kinar serba salah


"Saya kira teman and ayang sakit tuan Carl, tapi anda juga ternyata sakit juga"


"Maksudmu???" tanya Carl bingung


"Anda sakit genit, saran saya lebih baik anda cari wanita yang bisa anda goda" ucap Kinar menahan tawa


"Hahaha, anda dokter yang jenaka juga"


"Pstttt" susi meletakkan jari telunjuknya di depan mulut membuat tawa Carl berhenti

__ADS_1


Tak lama kemudian datang ambulance yang membawa pasien, Kinar langsung bangkit dna membantu pasien tersebut, gerakan yang cekatan dan efisien membuat Carl terkagum-kagum pada dokter wanita itu, dan terus berlangsung pasien datang dan datang lagi hingga akhirnya Carl memilih duduk di samping Albert yang masih belum sadarkan diri, ia malah sibuk memperhatikan Kinar yang sedari tadi sibuk mondar mandir memeriksa pasiennya, sungguh pemandangan yang membuat Carl senang, entah mengapa ia yang bisanya dingin dengan wanita dan tak pernah tertarik pada seorang wanita kini terlihat penasaran dengan sosok Kinar bilang idak sedang bertugas


"Tuan Carl sebaiknya anda istirahat, biar Tuan Albert saya yang menjaga" ucap asisten pribadi Albert


"Tidak masalah Benard, saya punya waktu luang" ucap Carl santai sambil matanya tak lepas memandang Kinar


"Anda sedang melihat dokter wanita Asia itu tuan???"


"Matamu jeli Bernard, pantas Albert mempekerjakan kamu. tidakkah kau lihat wanita itu sangat cantik khas wanita Asia seperti mama ku" ucap Carl bersemangat


"Saya tidak tahu jika selera anda Asia tuan, saya pikir ...."


"Sembarangan, apa kau pikir aku gay???" ucap Carl mendelik kesal


"Hahaha Saya hanya becanda Tuan.


Sebentar lagi tuan Albert akan di bawa ke ruangan rawat inap, setelah itu anda bisa istirahat"


"Ok, kabari


aku jika ada info tentang bos mu itu" ucap Carl bangkit lalu di ikuti asisten pribadinya.


Setelah Carl pergi, kini gantian Bernard yang memperhatikan Kinar


"Manis" ucap Bernard lirih


"Siapa manis, dasar buaya darat, aku sedang sakit kau sempat-sempatnya cuci mata, aduuuhhh, sial kenapa aku di rumah sakit" ucap Albert memegangi kepalanya


"Kau akhirnya bangun juga, astaga Albert apa kau mau mati muda hanya karena wanita sialan itu???" tanya Bernard sudah tak memakai etikanya lagi saat Carl pergi, Albert adalah sahabatnya, namun di depan rekan kerja Albert ia akan bersikap profesional.


Bernard adalah anak supir di kediaman Albert, mereka tumbuh besar bersama bahkan kuliah mereka juga satu kampus.


Keluarga Albert tidak pernah menilai orang dari status sosialnya, oleh karena itu Bernard mendapat pendidikan yang sama dengan Albert.


"berhenti mengomel, cepat bantu aku melepas alat sialan ini" bentak Albert

__ADS_1


"Jangan di lepas, anda butuh infus itu, tubuh anda sangat lemah" ucap Kinar tegas membuat Albert langsung menoleh ke sumber suara


__ADS_2