
Adam menunggui Kinar, tak banyak yang mereka bicarakan karena Kinar lebih banyak diam, ia seperti hanyut dengan pikirannya sendiri.
Kinar terbayang tentang mimpinya, bertemu dengan mama kandungnya, walau ia tak pernah melihat secara langsung Widya, Namun ia memiliki beberapa foto mamanya tersebut.
Di mimpinya, Widya membawa anaknya, anak yang amat di harapkan Kinar, tanpa sadar ia mengelus perutnya yang rata.
Semuanya begitu cepat terjadi dan seperti mimpi buruk bagi Kinar, ia ingin bangun dari mimpinya, namun nyatanya ia kehilangan anaknya bukan mimpi, ini semua karena ia shock melihat Dimas berada di samping Bella menjaganya, sementara mereka sedang bertengkar dimana hal tersebut semakin menguatkan pemikiran Kinar, jika Dimas dan Bella sama saja, mereka dua orang yang tak akan pernah bisa setia, tong sampah dan sampahnya, pasangan yang cocok.
Kinar memegang kepalanya, rasanya kepalanya mau pecah memikirkan rumah tangganya, ia sangat membenci Dimas, walau secara tak langsung , Dimas dan Bella penyebab kecelakaan itu.
"Apa kamu merasa tak nyaman?? apa kepalamu sakit???" tanya Adam panik
Ternyata ia melupakan keberadaan Adam karena saking larut nya ia dalam pikirannya sendiri
"Ah sudah lebih baik mas, walau masih kadang sakit" ucap Kinar lirih
"Mas periksa ya?" ucap Adam langsung menempelkan stetoskop ke dada Kinar
Beberapa hari lagi, kita akan mengadakan general cek up, setelah kondisimu stabil, om Ridwan juga akan memindahkan ke rumah sakitnya yang bercabang di Singapore"
"Aku sudah lebih baik, aku gak mau kemana-mana" ucap Kinar langsung menolak, ia tahu jika di kiirm kesana itu artinya peraturan ketat kakeknya akan berlaku.
Kinar memnag menyukai cara disiplin kakeknya, namun saat pikirannya seperti ini, ia tak mau nantinya emosi dan melukai hati kakeknya
"Jika begitu, sebaiknya ku utarakan sendiri pada om Ridwan, saat ini beliau sedang berdiskusi dengan team dokter rumah sakit."
"Ah baik, terima kasih infonya ya Dam, dan terima kasih sudah menjagaku selama ini" ucap Kinar tersenyum lebar
"Ah tak masalah, asal kamu sehat itu sudah cukup untukku" ucap Adam kikuk
__ADS_1
"Adam, mengenai apa yang kamu katakan, maaf untuk saat ini aku belum memikirkannya, namun aku nyaman bersamamu, hanya itu yang bisa kukatakan" ucap Kinar menggenggam tangan sahabat kecilnya itu.
Adam melongo tak percaya, pasalnya ia hanya jujur pada Mamanya dan Kinar, tak ada seorangpun yang tahu perasaanya, dari mana Kinar tahu??? mamanya tak kan mengatakan pada Kinar, karena Kinar baru saja sadar dari koma.
"Kenapa wajahmu bingung begitu? dasar cowok pemalu” goda Kinar membuat wajah Adam tambah merona
"Aku, aku tak mengerti maksudmu" ucap Adams Erna salah
"Seorang pria yang terus mengatakan cinta saat seseorang sedang terbuai di alam bawah sadarnya, seseorang yang aku sangat kenal" ucap Kinar melirik pada Adam.
Rupanya apa yang di katakan penelitian itu benar, jika orang yang sedang koma sekalipun akan mendengar apa yang kita ucapkan, dan Kinar buktinya
Wajah Adam yang putih bersih langsung berubah menjadi berwarna merah seperti kepiting rebus, ia salah tingkah di depan Kinar
"Astaga, dia mendengar semua pernyataan cintaku?? malunya, bodoh, bodoh, tapi tadi dia bilang nyaman dekat gue?? semoga ini pertanda baik, cinta hadir karena adanya kenyamanan , dan gue akan berusaha untuk meluluhkan hatinya" gumam Adam dalam hati.
"Mas kenapa mukanya merah begitu?? tanya Kinar heran
Dimas yang melihat interaksi mereka di kabar api cemburu, ia tak suka melihat kedekatan Kinar dan Adam
"Lebih baik loe menjauh dari istri gue, gue peringatan sama loe, Kinar masih istri gue yang sah" ucap Dimas sudah mencekal kerah baju Adam dan siap melayangkan tinjunya
”Mas, lepasin mas Adam, kamu gak berhak melarang ku , mas Adam sahabat ku" teriak Kinar melihat suaminya siap memukul Adam
Ada rasa nyeri yang Adam rasakan saat Kinar menyebutnya sahabat, sampai kapan kau akan sadar jika aku mencintaimu Kinar??, Adam tersenyum kecut.
"Apa kamu tidak sadar Kinar, Dia , pria ini menyimpan perasaan padamu, dan aku sebagai suami merasa keberatan.
Ingat Kinar, kamu wanita yang sudah bersuami, sebaiknya kamu sadar statusmu itu, jangan kau cemarkan nama baik mu dan nama baik keluarga besar kita!!" bentak Dimas marah
__ADS_1
"Hahahaha, hahaha" Kinar tertawa terbahak-bahak, namun bukan tawa bahagia, ada kegetiran dan sakit disana
"Mas, kamu bisa menceramahi ku nama baik?? tapi kamu sendiri tak bisa menjaga nama baikmu,
Kamus Edang tidak amnesia kan??? kamu yang mencoreng pernikahan kita, kamu menikah tanpa persetujuanku di belakangku dan yang lebih parahnya lagi, wanita yang kau nikahi adalah jala*g yang pernah meninggalkanmu dan dia sedang hamil anakmu.
Siapa yang membuat malu keluarga?? kamu atau aku mas? Selama pernikahan aku berusaha menjadi istri yang terbaik buat kamu, aku selalu patuh apapun yang kamu mau, karena aku sadar, pernikahan kita bukan berdasarkan cinta, namun aku terus berusaha menjadi istri yang kamu mau, mencintai kamu setulusnya, namun apa yang aku dapatkan dari kamu????
PENGHIANATAN!!!!!,
aku sadar jika kamu tak pernah mencintaiku, tapi setidaknya kamu hargai sedikit saja hanya sedikit perasaanku, pengorbananku.
Bodohnya aku percaya seiring waktu kamu bisa mencintaiku, apalagi aku hamil anakmu, anak kita, namun aku keliru.
Kamu dari awal samapi akhir tidak pernah ada aku di hatimu, lebih baik kita tentukan jalan kita masing-masing, jika terus bersama hanya akan saling menyakiti, lepaskan aku mas dan bahagia lah dengan wanita pilihanmu" Kinar menumpahkan semua uneg-uneg dalam hatinya, ia tak kuat lagi memendam semuanya sendiri, terlalu sakit, rasanya seperti di tusuk seribu duri dalam hatinya, Kinar menutup wajahnya , mulai menangis.
melepaskan orang yang ia cintai, sesuatu yang amat berat, namun rasa kehilangan dan sakit hatinya lebih besar dari cintanya pada Dimas, ia ingin lepas, bebas, a sudah lelah.
Dimas jatuh terduduk mendengar ucapan Kinar, tangannya yang tadinya mencengkram kerah Dimas jatuh lunglai di sebelah badannya
Dimas berjalan sambil berlutut, ia sungguh tak mau kehilangan Kinar
"Sayang, maafkan mas, kamu salah, mas sangat mencintai kamu, pernikahan itu hanya sementara karena dia mengandung, mas mohon mengertilah, maafkan mas, mas tidak akan melepaskan kamu, selamanya kamu akan menjadi milik mas, istri mas" ucap Dimas bersujud di sisi tempat tidur Kinar
"JIKAPUN PUTRIKU MEMAAFKAN MU, JANGAN HARAP KAMI AKAN MENGIZINKAN PUTRI KAMU BERSAMAMU"
teriak Anggi di ambang pintu, wajahnya merah padam karena marah, ia sangat marah dan terluka mengetahui musibah yang menimpa Kinar adalah karena Dimas menikah lagi, dan istri muda nya menteror Kinar.
Anggi menghampiri menantunya itu, menampar pipi Dimas dengan kencang, nafas Anggi memburu karena emosi
__ADS_1
"Mamaaaa" Kinar terkejut melihat kemarahan Anggi pada Dimas dan....