Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Dirawat


__ADS_3

"Baji**an, kemana saja kamu" ucap Satria langsung meraih kerah baju Dimas, ia sangat marah, darahnya seakan mendidih hingga ia ingin membunuh pria yang jadi suami anaknya itu


"Kinar bagaimana dengan istriku???" ucap Dimas mengacuhkan pertanyaan mertuanya, membuat Satria hilang akal, ia memukuli Dimas dengan ganas, Dimas tak membalas, hingga pak Asep security yang membawa Kinar melerai mereka, jika di diamkan Dimas bisa mati dan mereka akan di usir oleh pihak keamanan karena membuat gaduh di rumah sakit.


.Anggi tak mengatakan apa-apa, ia terus menangis memikirkan putri sulungnya, terlebih cucu yang ada dalam kandungan Kinar.


Setengah jam kemudian ruang operasi terbuka, dokter memanggil suami pasien, Dimas yang babak belur bantu berjalan ke arah dokter


"Maaf suami pasien?" tanya dokter terkejut melihat keadaan Dimas


"Saya dok, bagaimana istri saya?? tanya Dimas khawatir


"Ibu Kinar perlu donor darah empat sampai lima kantong, karena beliau banyak kehilangan darah.


kami sudah berusaha menyelamatkan anaknya, namun bayinya tidak tertolong karena mengalami Rika serius akibat benturan.


Bapak tolong tanda tangani berita acara operasi, kami akan melakukan tindakan segera karena bu kinar mengalami pendarahan hebat"


"Dokter tolong selamatkan istrinya dok" ucap Dimas menangis


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, Bu Kinar mengalmi geger otak dan patah tulang di beberapa bagian, kini kondisinya kritis


Bapak banyak berdoa ya" ucap dokter tersebut lalu kembali masuk dan pintu ruang operasi tertutup kembali


Dimas jatuh terduduk, semua karena dirinya, Kinar seperti ini karena dia meninggalkannya sendiri.


Dimas meremas rambutnya dan memukul dadanya sendiri, sesak dan sakit melihat wanita yang amat di cintai nya terluka karena keegoisannya


"Pak istighfar, serahkan sama Allah. Sekarang bu kinar butuh donor darah, kita harus secepatnya mendapatkan donor yang tepat"ucap Asep security mereka


Sementara Anggi tak sadarkan diri setelah mendengar penjelasan dokter, jiwanya terpukul melihat penderitaan putrinya, Sedangkan Satria berusaha tegar, ia langsung menemui suster untuk memeriksakan golongan darahnya, ia juga menelpon Rey dan Aisya menanyakan golongan darah mereka.

__ADS_1


Setengah jam kemudian Rey datang dengan Adam, wajah mereka terlihat tegang setelah mendengar kabar kecelakaan Kinar.


Adam langsung mendonorkan darahnya, karena ia sudah tahu golongan darah Kinar, kebetulan Rey juga sama dengan kakaknya walau mereka bukan saudara kandung, Reyhan sangat menyayangi kakak sulungnya itu.


Dimas dan Satria tidak bisa mendonorkan darah mereka karena Satria memiliki penyakit jantung, sedang Dimas belum tidur seharian dan kondisinya drop.


Dimas sangat geram melihat kedatangan Adam, ia memang tak begitu dekat dengan Reyhan adik Kinar, namun ia sangat kesal adik iparnya itu terlihat akrab dengan Adam dan seolah membenci dirinya.


Dimas seolah tak dianggap disana, semua orang sibuk tanpa memperdulikan Dimas.


hanya Asep yang setia berada di sampingnya, membersihkan luka Dimas dan memberinya obat.


Dua jam kemudian, pintu ruang operasi terbuka kembali, team dokter yang mengoperasi Kinar keluar dengan wajah kelelahan dan tegang


"Dok bagaimana anak saya?" tanya Satria mendahului Dimas bertanya


"Operasinya berjalan lancar, hanya saja anak bapak belum siuman. Kami akan mengontrol Bu Kinar dan menempatkan Bu Kinar di ruangan intensif karena bu kinar belum keluar dari masa kritisnya" ucap dokter tersebut.


Kini mereka menunggu dengan cemas, satu jam sudah selesai operasi ,namun Kinar belum juga keluar, tak lama kemudian tiga orang perawat membawa Kinar menuju ruang perawatan intensif, jika saja mereka tak menunggui Kinar, mungkin mereka tak akan tahu jika wanita yang penuh perban itu adalah Kinar, kakinya juga di gips, begitu pula tangan kanannya, ia seperti mumi hidup yang terbaring tak berdaya.


Anggi yang sudah siuman sejak tadi menangis histeris melihat keadaan Kinar, hatinya hancur berkeping-keping. Satria memeluk istrinya dan menuntunnya mengikuti perawat yang mendorong tubuh putrinya


"Mas, anak kita" ucap Anggi lirih


Di belakang mereka Aisya yang terus menyeka air matanya, ditemani adiknya Reyhan yang berusaha menenangankan Aisya, sedang Dimas akhirnya di dorong dnegan kursi roda oleh security nya.


Kini Kinar sudah berada di ruang perawatan intensif, beberapa alat terpasang di tubuhnya hanya bunyi alat detak jantung yang mengisi kebisuan dalam ruangan itu


Mereka bergantian masuk ke dalam ruangan tersebut, setelah Anggi keluar dari dalam ruangan perawatan tersebut, ia kembali tak sadarkan diri.


Anggi sangat terpukul melihat putrinya yang sedang melawan maut.

__ADS_1


Akhirnya Satria membawa istrinya pulang bersama Aisya, sementara Reyhan dan Adam menunggu di rumah sakit.


Kini tinggal Dimas, Adam, Reyhan dan Asep security Dimas, suasana terlihat tegang, Reyhan menatap penuh benci pada kakak iparnya itu, jika saja Kinar tidka menikah dnegan pria itu, sudha pasti ia akan bahagia.


Sedangkan Adam berusaha mengontrol dirinya, ia memejamkan matanya seraya berdoa pada sang pencipta untuk kesembuhan wanita yang amat ia cintai.


"Ya Allah, sembuhkan lah Kinar, hamba mohon padamu ya Allah. beri ia kekuatan untuk menjalani cobaan ini” ucap Adam dalam hati.


Setelah mendengar penuturan rekan kerjanya sesama dokter yang tadi mengoperasi Kinar, ia tahu benar bagaiman kondisi Kinar, cidera parah di tambah goncangan jiwa, sepertinya Kinar mengalami suatu masalah besar dalam rumah tangganya, Adam tak tahu pasti apa itu, ia merasa semuanya berhubungan dengan kecelakaan ini.


Adam sudah meminta anak buah nya untuk mencari informasi, sejak di Paris terakhir kali, ia sudah curiga bila Dimas bukan suami yang tepat untuk Kinar, namun mamanya selalu menasihati Adam untuk tidak ikut campur, dengan berat hati Adam mengikuti permintaan mamanya, namun kini ia tak perduli lagi sekalipun mamanya melarangnya, ia tak mau kehilangan Kinar, melihatnya terbaring tak berdaya seperti saat ini membuat Adam membulatkan tekadnya, ia akan memperjuangkan cintanya pada Kinar dan akan membuat wanita itu bahagia,


Pertama-tama ia harus mencari tahu dulu bagaimana Kinar bisa terjatuh, mencari celah untuk membebaskan Kinar dari suaminya yang sekarang


Seorang pria nampak berlari kearah ruang tunggu, semua mata memandang pria tersebut, hanya satu orang yang mengenali siapa pria tersebut, dia adalah Reyhan


Mata Reyhan melotot melihat pria tersebut, tangannya mengepal karena marah


"Mau apa loe kesini?? mau menertawakan kak Kinar???" ucap Reyhan marah


"Rey..." ucap Adam menenangankan Reyhan


"Gue cuma mau lihat keadaan Kinar, bagaimana dia?? sumpah Rey, gue masih cinta Kinar" ucap Davin menangkup kan kedua tangannya,


Adam terkejut melihat pernyataan tulus pria itu, setelah meneliti wajah pria itu, Adam merasa pernah mengenal pria tersebut


"Gue gak butuh ungkapan perasaan loe, mending loe pergi dan jangan pernah menampakkan batang hidung loe di depan kelurga gue. Keluarga gue gak akan Sudi kenal sam loe dan keluarga loe lagi, terutama papa loe yang baj*Ngan itu.


Gara-gara papa loe, keluarga gue hampir tinggal dijalan kalau bukan karena kak Kinar berkorban dan menikahi pria bajingan di samping loe itu, dia gak akan menderita seperti ini, loe sama pria brengsek itu sama.


Davin memandang penuh benci Dimas, ia mendaratkan bogem mentah pada Dimas , Dimas yang tak siap langsung tersungkur, sudut mulutnya mengeluarkan darah segar

__ADS_1


"Bang**t loe" teriak Dimas tak terima


__ADS_2