
"berhenti mengomel, cepat bantu aku melepas alat sialan ini" bentak Albert
"Jangan di lepas, anda butuh infus itu, tubuh anda sangat lemah" ucap Kinar tegas membuat Albert langsung menoleh ke sumber suara
Albert menoleh dan memindai wajah Kinar, wajahnya datar tanpa ekspresi menatap Kinar
"Dia dokter Kinar yang menangani nda beberapa waktu lalu tuan" terang Bernard, Bernard kembali bersikap formal sebagai atasan dan bawahan di depan orang lain, padahal baru beberapa waktu lalu Kinar mendengar lelaki itu membentak pria yang terlihat menyebalkan di atas bed
" owh benarkah??? apalah arti title tuan...
Apakah anda bisa meneliti seseorang hanya dari penampilannya saja??? tidak bukan?
Apa anda tidka melihat penampilan anda saat ini?
jika saja anda di bawa ambulance sendiri tanpa ada tuan Carl menemani, saya menduga anda seorang tuna wisma" cibir Kinar
"Kurang ajar" ucap Albert tak senang
sementara Bernard menutup mulutnya rapat menahan tawa, kini mulut pedas Albert mendapat rival yang setara
"Kau, bagaimana kau tidak mengenaliku??? apa kau tinggal di gunung???" cibir Albert kesal
"Aku tak suka menonton acara gosip, dan aku juga tak perlu mengenal anda tuan yang terhormat"
"Kau... hanya seorang dokter kecil tapi bertingkah sombong, apa kau pikir bisa bekerja di rumah sakit ini lagi jika aku mau? sepertinya kau tak pernah dengar perumpamaan di daerah asalmu, dimana bumi di pijak di sana langit di junjung"
"Tuan, anda menyalah artikan perumpamaan tersebut,
Anda tidak patut di hormati karena anda tidak bisa menghormati diri anda sendiri.
Seorang dokter kecil seperti saya juga tetap dokter yang bisa membantu menyelamatkan nyawa manusia.
jika anda tidak suka di rawat di sini, anda bisa pindah sekarang, tapi dengan kondisi anda saat ini, apa anda punya pilihan???
Lambung anda mengalami pendarahan karena anda meminum alkohol berlebihan tanpa makan selama beberapa hari, anda berharap cepat mati??? tahukah anda di luaran sana banyak orang yang berjuang hidup melawan penyakit mereka, sungguh manusia tidak tahu bersyukur" ucap Kinar lalu meninggalkan Albert yang menahan marah
"Hei, tunggu, berhentiiiii" teriak Albert marah
"Loe udah buat dokter Kinar kesal, loe udah menyinggung dia, wajar dia balikin omongan loe"
__ADS_1
"Maksud loe dokter itu benar??? apa loe udah bosan hidup Ben?"tanya Albert tak senang
"Loe liat sekeliling, apa loe mau buat skandal baru karena menyinggung seorang dokter dan profesinya???
Abraham, loe udah coba bunuh diri dengan tenggelam di minuman keras, dan kini di rawat, apa loe bisa lepas begitu aja dari orangtua loe kali ini???" tanya Bernard
"Mati gue" umpatnya menepuk keningnya
"Sebaiknya loe punya kata-kata yang bisa meredakan kemarahan Tuan Luck, mereka dalam perjalanan kesini"
Sementara Kinar memilih sholat malam dan menyerahkan penjagaan pada asistennya, satu jam lagi jam kerjanya berakhir, hari ini melelahkan bukan karena banyak pasie. yang di tangani, tapi seorang pria yang menguras emosi, Kinar berharap ia tidak akan berjumpa lagi dengan pria menyebalkan itu.
Albert susah di bawa ke ruang perawatan dan langsung mendapatkan pemeriksaan lanjutan, lambungnya luka parah, jantungnya bengkak dan tekanan darahnya sangat tinggi, walau ia memaksa keluar, pihak rumah sakit tak mengizinkan.
Orangtua Albert datang tak lama setelah ia masuk ruang perawatan, mamanya terus menangis, sementara papanya memarahi Albert hingga kupingnya serasa bengkak karena mendengar ocehan papanya sela kurang lebih satu jam.
Setelah puas memarahi Albert mereka pulang, kini tinggal Bernard dan Albert di ruang perawatan,
"Sepertinya sekarang aku perlu dokter THT" ucap Albert memegang kupingnya
"Relakan saja bro, itu penyakit itu hanya akan datang selama sebulan hahaha"
Bugh
Bantal yang di lempar mengenai seseorang berpakaian putih
"Saya harap anda berdua masih ingat jika ini rumah sakit, atau saya akan meminta security melempar kalian berdua keluar karena sudah mengganggu ketenangan rumah sakit"
"Kauuu..., bagiamana kau bisa berada di mana-mana????"
"Kau pikir aku mau??? aku lebih baik menangani pasie manula, cerewet karena sudah manula, tapi kau...
Laki-laki tapi bawel seperti wanita saja" gerutu Kinar
"Kau, Ben kita pindah rumah sakit" ucap Albert menoleh pada Benard
"Al, aku pikir masalahmu sudah cukup membuat orangtuamu marah, jangan menambah masalah" desah Bernard melihat sifat kekanak-kanakan Albert yang biasanya angkuh dan dingin, kini berubah banyak bicara.
"Aku mau pindah rumah sakit" ucap Albert masih bersikeras
__ADS_1
"Baiklah jika kau memaksa tuan Albert Sebastian clodio" ucap Bernard menyebutkan nama.panjng Albert
"Berhenti bermain-main denganku Ben, atau aku akan mengirim mu ke kutub Utara
"Tidak, mana aku berani tuan" Benard langsung merogoh ponsel dalam sakunya dan bersiap menghubungi seseorang, Albert yang melihat itu membuang nafas kesal
"Aku ingin tinggal" ucap Albert membuta Bernard langsung membatalkan panggilan teleponnya, padahal ia hanya menekan nomor Carl dan reaksinya sesuai dengan rencananya, bos sombong itu tertipu dengan sempurna, memang mudah mengerjai Albert saat berhubungan dengan orangtuanya, di lain waktu ia akan menekan Albert menggunakan nama orangtuanya, begitu kira-kira yang tertanam di otak Bernard
"Kau sialan Ben, aku akan membalas mu nanti" maki Albert kesal
Kinar hanya diam tanpa mengatakan sesuatu, jika saja bukan aktrna telepon dari papa Ridwan, ia tak Sudi merawat pria menyebalkan ini.
"Setahuku kau dokter jaga di bawah, apa kau mengikuti ku sampai ruang rawat inap???
ucap Albert namun Kinar hanya menatap tak berminat lalu kembali memeriksa, setelah itu ia mencatat sesuatu dan menyerahkan pada suster
"Hei, apa kau tuli??? aku bertanya" teriak Albert kesal karena di abaikan
"Saya sedang memeriksa penyakit anda tuan, saya bertugas merawat anda sampai sembuh" ucap Kinar datar
"Apa rumah sakit besar ini sudah kekurangan dokter hingga kau di tugaskan disini????"
"Mungkin, minum obatnya lalu istirahat ,semoga lekas sembuh dan hargai hidup anda tuan ...." Kinar menoleh ke papan nama pasien
"Clodio.
Tuhan memberikan setiap cobaan dalam hidup kita ahar kita belajar atau membuka mata kita bahwa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut sang pencipta" ucap Kinar lalu meninggalkan ruang rawat tersebut
"Bro, bukankan wanita itu, ah dokter wanita itu keren???"
"Terllau lama menjomblo membuat matamu tahun Ben"sindir Albert
"Aku bersyukur jomblo sehingga tidak menghabiskan waktu dengan wanita yang salah, aku hanya akan mendekati wanita itu jika ku yakin dia baik" ucap Benard seperti sentilan buat Albert
"Kau tidak bisa memilih dengan siapa kau jatuh cinta, kau tahu itu Ben"
"Cinta tanpa logika, itu sebuah kebodohan, kita manusia rasional Al" ucap
"Kau akan tahu saat kau jatuh cinta, dan saat itu aku yang akan tertawa paling keras untuk kesialan mu"
__ADS_1
"Dan aku akan memilih menyembunyikan fakta itu darimu,"ucap Benard menggerutu