Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Bulan Madu


__ADS_3

Pagi ini Kinar dan Dimas akan melakukan perjalanan bulan madu mereka, kemarin mereka sudah mempersiapkan pakaian yang akan mereka bawa, Dimas melarang Kinar membawa banyak pakaian karena kan lebih praktis jika mereka membeli disana nanti sehingga barang bawaan mereka hanya sedikit, Akhirnya Kinar pasrah menuruti suaminya, ia sangat tidak suka sesuatu yang boros, namun demi tak merusak suasana ia menurut.


Setelah berpamitan pada Mariska dan Damar, mereka langsung bergegas menuju bandara, mereka memilih penerbangan pagi.


Tujuh belas jam perjalanan yang mereka tempuh akhirnya mereka sampai juga, di sambut dengan pandangan indah kota Paris di malam hari


Seorang supir sudah menunggu menjemput mereka dan langsung membawa mereka menuju hotel yang sudah di siapkan oleh Mariska.


Sampailah mereka di sebuah hotel bernama


De Crillon A Rosewood hotel


si supir dengan sopan membukakan pintu untuk Kinar lalu Dimas, membawa masuk barang bawaan mereka, saat di depan hotel Kinar sempat membaca nama hotel tersebut.


Dari luar saja sudah terlihat luar biasa, begitu memasuki hotel mata Kinar dimanjakan oleh keindahan arsitektur bangunannya.


Kinar memang menyukai yang klasik sedang Dimas menyukai modern dan dari hotel ini mereka mendapatkan keduanya.


Kinar salut dengan mamanya karena ia sangat tahu selera anak dan mantunya.



Mata Kinar berbinar, menyapu seluruh ruangan indah tersebut


"Apa kamu menyukainya?" ucap Dimas berbisik di telinga istrinya, ia juga merangkul erat Kinar layaknya pasangan yang sedang mabuk cinta.


”Sangat mas, aku suka. ini amazing” ucap Kinar berkaca-kaca


"Makasih mas"ucap Kinar mengecup pipi suaminya,Dimas sangat senang dengan perlakuan manis istrinya, jarang sekali Kinar memulai duluan menciumnya.


Mereka lalu berjalan menuju meja resepsionis, tak berapa lam kemudian mereka di antar menuju kamar mereka setelah mendapatkan kunci kamar berbentuk kartu


Kinar tak henti-hentinya berdecak kagum, ia tak tahu berapa banyak uang yang mertuanya keluarkan untuk bulan madunya


Hingga akhirnya mereka sampai di kamar paling atas di hotel tersebut, setelah pintu terbuka, Kinar takjub melihat isi dalam kamar itu.


Ketika di bawah tadi, ia melihat untuk deluxe room saja di kisaran dua puluh juta, namun ia berada di apartemen grand( Concorde) sebuah ruangan yang isinya seperti sebuah apartemen lengkap.


Kinar bisa menduga jika sehari dikamar ini pasti sangatlah mahal.


Kinar berkeliling, berjalan dengan antusias, senyum mengembang di bibirnya.


Rasa lelah karena perjalanan jauh seakan ia lupakan



Kinar lalu berjalan masuk ke dalam kamar tidur, ia merebahkan tubuh letih nya di sana

__ADS_1



Kinar bangkit dan membuka balkon kamar nya, ia melihat pemandangan yang tak kalah menarik membuat mulutnya tanpa sadar berdecak kagum


Kemudian ia berjalan menuju kamar mandi, Dimas hanya tertawa kecil membuatkan istrinya berkeliling, sementara ia lebih memilih merebahkan tubuhnya di kasur



Kinar lalu kembali mendekati suaminya, ia memang senang, namun ia tak mau menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk berbulan madu


"Mas, apa kita pindah saja ya ma ke ruangan yang lebih kecil” ucap Kinar menjejakkan tubuhnya di kasur


"Bukannya kamu suka? kenapa kita harus pindah?" tanya Dimas memainkan anak rambut Kinar


"Suka sih, ini sangat... tapi mas, mama pasti mengeluarkan banyak uang untuk ini, aku gak enak mas" ucap Kinar lirih


"Sayang kamu imut bener sih, mama gak kan kekurangan uang hanya karena membiayai kita honeymoon.


udah kamu gak usah berfikiran yang gak-gak, kita nikmati honeymoon ini dan beri apa yang mama mau" ucap Dimas tersenyum penuh arti


"Mama minta oleh-oleh mas???, apa yang mama mau nanti kita cari disini ya mas" ucap Kinar tak mengerti maksud Dimas.


Dimas tersenyum lebar, memang benar adanya mengapa mamanya sangat menyukai Kinar.


Ia sungguh bukan wanita matre juga pemikirannya sangat polos, hanya terlihat dewasa di luar. Namun untuk pengalaman ia sangat kurang.


"Baiklah mas, aku mau mandi dulu, badanku rasanya lelah banget" ucap Kinar hendak bangkit, namun dengan cepat Dimaa menariknya, hingga tubuhnya menimpa Dimas dengan posisi berada diatas tubuh Dimas


”Sayang apa kamu sudah tidak sabar memberi oleh-oleh untuk mama???”goda Dimas membuat wajah Kinar bersemu merah


"Mas, ini karena kamu menarikku" ucap Kinar memalingkan wajahnya karena malu, ia juga merasa sesuatu di bawah sana sudah mulai membesar menyentuh bawahnya


Kinar risih dan ingin bangkit namun Dimas malah membalikan tubuhnya, hingga ia dalam Kungkungan tubuh Dimas


”Katanya mau beri mama oleh-oleh, ayo jangan sia-siakn waktu" goda Dimas lagi


"Mas sekarang sudah tengah malam. besok saja belinya”


"Siapa bilang kita harus beli, kita buat” ucap Dimas sambil menciumi tubuh Kinar, Kinar menggelinjak geli karena Dimas menghembuskan nafasnya di kuping Kinar.


”Kok buat mas??? apa....?????” ucapan Kinar terhenti karena melihat senyum melekat di bibir suaminya, wajahnya kembali memerah karena malu.


Dimas sangat menyukai sikap malu-malu Kinar, itu sangat membuatnya ingin selalu dekat dengannya


”Mas mau jatah mas juga oleh-oleh mama” ucap Dimas berbisik di telinga Kinar, nafas Dimas yang hangat menyapu wajah Kinar


Kinar tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


Dimas perlahan mencium wajah Kinar, lalu ******* bibir sexy istrinya, keduanya hanyut dalam permainan mereka.


Tangan Dimas aktif membuka seluruh pakaian Kinar,


mereka melakukan penyatuan malam itu.


entah berapa kali mereka melakukannya berganti-ganti tempat. ruangan itu saksi bisu kedua insan memadu kasih.


Keesokan harinya


Kinar merasakan cahaya matahari yang masuk dari celah-cerah jendela kamar mereka, perlahan ia membuka matanya dan melihat suaminya berada tepat di depan wajahnya, tidur sambil memeluknya


Kinar memandangi wajah tampan yang mendengkur halus, ia tersenyum bahagia, kini mereka makin dekat dan intim.


Kinar mengecup kening suaminya serasa berdoa dalam hati, semoga rumah tangga mereka harmonis sampai kakek nenek.


”i love u suamiku" ucap Kinar membelai wajah Dimas, sementara empunya wajah masih pula tertidur.


Kinar berjalan menuju balkon rumah, ia semalam tak bisa melihat pemandangan jelas hanya lampu warna-warni terlihat menghiasi Paris di malam hari


.



Kini ia bisa melihat dari balkonnya, menara Eiffel yang berdiri kokoh disana, ia ingin membangunkan Dimas, namun suaminya itu masih pulas tertidur.


Kinar membuat hot lemon tea dan mengambil cake yang sudah di sediakan di dalam lemari pendingin.


ia membawanya ke balkon dan duduk menikmati keindahan Paris di pagi hari


Dimas yang merasa silau terbangun, ia menepuk kasur disebelahnya, namun Kinar sudah tak berada di sana


Perlahan Dimas membuka matanya dan melihat seorang wanita sedang merentangkan tangannya, menikmati udara di pagi hari


Dimas bangkit perlahan dan memeluk Kinar dari arah belakang, menenggelamkan wajahnya di leher istrinya yang jenjang, mencium aroma tubuh Kinar yang seperti candu baginya.


”Mas sudah bangun??” tanya Kinar mengelus kepala suaminya


”Hemm, apa kita tidak bisa kembali tidur lagi sayang? aku masih mengantuk” ucap Dimas manja


”Mas, apa dalam pikiranmu hanya kasur saja? aku mau jalan-jalan" rengek Kinar kesal


”Baiklah, tapi aku mau sarapan dulu sebelum kita jalan keluar” ucap Dimas tersenyum penuh arti


"Kalau begitu mas cepat mandi sana”


”Aku mau sarapan kamu dulu, baru kita bisa keluar kamar” ucap Dimas licik

__ADS_1


”Apa yang semalam masih kurang mas??? kamu sungguh mesum" ucap Kinar meninggalkan suaminya menuju kamar mandi, namun akhirnya ia pasrah karena Dimas meminta haknya, mereka melakukannya lagi di kamar mandi.


__ADS_2