
Keesokan harinya Kinar datang lagi, kali ini ia membawa kotak makan di tangannya.
Kemarin ia mendengar jika Freya mengeluh tentang masakan rumah sakit, sehingga Kinar kepikiran terus dan pagi tadi ia sampai turun ke dapur dan membutakan menu sehat untuk Freya, tapi juga yang bisa di sukai Freya, selain bisa memulihkan kesehatan Freya.
Hari ini ia tak ada jam kuliah, dan tidak biasanya Rasya juga tidak ada jam kuliah, sehingga ia senagaja mengantar Kinar bekerja.
karena penasaran seperti apa anak yang di perhatikan oleh Kinar, Rasya memutuskan ikut masuk dan naik menuju ruangan di mana Freya di rawat.
Tak ada seorangpun yang tak tahu Rasya, dokter muda yang di gadang-gadang akan menjadi penerus rumah sakit ini, karena Rasya adalah putra semata wayang Ridwan, kepala rumah sakit sekaligus pemilik rumah alit ini.
Saat Rasya datang, banyak suster maupun dokter muda yang mencuri pandang, bukan hanya karena wajah tampan pria itu, namun juga karena karismanya.
Rasya memiliki aura pemimpin walau masih alam usia muda.
Sayangnya Rasya memilih magang dia rumah sakit lain, ia mau memulai kariernya dari bawah tanpa embel-embel nama papanya.
itu membuat Kinar salut pada Rasya.
Jika Reyhan tampan dan dingin, Rasya kebalikannya tampan dan ramah.
dua pria tampan yang ia sayangi, dan keduanya memiliki aura kepemimpinannya sendiri-sendiri.
"Kau populer ya, kakak ga nyangka" goda Kinar melihat Rasya menghela nafas bosan
"Entahlah, aku hanya beberapa kali datang ke rumah sakit ini, itu juga karena papa memintanya.
Kau tahu sendiri, papa kalau sudah meminta harus.
Aku di perkenalkan ke seluruh pegawai rumah sakit ini dalam sebuah pertemuan, jadi ya seperti itulah mereka mengenalku" ucap Rasya cuek.
"Calon kepala rumah sakit, hahaha" goda Kinar pada adik nya itu
"Aku malah berharap kau yang menjadi kepala rumah sakit, kau lebih kompeten
aku lebih senang tak pusing memikirkan bagaimana rumah sakit berjalan dan hanya fokus pada dengan profesi ku"
"Dalam mimpimu, aku tak suka ribet" ucap Kinar berjalan cepat meninggalkan Rasya
"Kak, aku serius, kak tunggu....
kau seperti mau menerima gajih saja, terburu-buru" gerutu Rasya yang tertinggal di belakang Kinar
Kinar tertawa kecil melihat kelakuan adiknya itu, ia jadi merindukan adik-adiknya di Jakarta.
Kinar mengetuk pintu kamar rawat Freya, terlihat gadis mungil itu sedang duduk dan bersedekap dada
"Pagi sayang" sapa Kinar begitu masuk ke dalam ruangan tersebut
"Pagi dokter Ki...nar" ucap Freya menatap pria di belakang Kinar
Pria muda tampan dan terlihat akrab dengan Kinar
"Gimana kondisi kamu?? apa ada yang kamu keluhkan???" tanya Kinar lembut
"Aku sudah sembuh, rasanya aku juga sudah bisa berjalan" ucapnya membuat alis Kinar naik sebelah
"Owh benarkah, dokter seneng dengarnya, Freya memang anak kuat" ucap Kinar tersenyum lebar
"Owh iya, kenalkan, ini kak Rasa, dia dokter juga loh, dokter spesialis bedah," ucap Kinar memperkenalkan Rasya
"Hallo cantik, bagaimana bisa kamu cidera seperti ini??? cepat sembuh ya." ucap Rasya mengedipkan sebelah matanya membuat wajah Freya memerah malu.
Walau masih kecil, ia bisa membedakan mana pria tampan dan tidak dan wajah Rasya seperti opa-opa dalam film Korea yang biasa ia tonton di rumah
Tampan dan putih dengan matanya yang sipit.
__ADS_1
Freya bergantian memandang Kinar dan Rasya, dan ia menyimpulkan jika dokter Kinar dan dokter Rasya bukan adik kakak, melihat wajah mereka yang jauh berbeda.
"Apa dokter Rasya pacar dokter Kinar ya??? mereka pasangan yang cocok.
tapi kenapa aku merasa sedikit kecewa ya???
Aku mulai menyukai dokter Kinar, dia wanita dewasa yang lembut dan baik hati, di dekatnya aku jadi merasa memiliki mama.
Gak mungkin dokter Kinar mau sama papaku yang menyebalkan itu, jika aku dokter Kinar, aku juga lebih memilih dokter Rasya di banding pria tua dan menyebalkan itu" gumam Freya bergantian memandang Kinar lalu Rasya.
"Dokter periksa dulu ya sayang," Freya hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa, ia hanya memandangi Kinar dan Rasya bergantian
Setelah selesai, Kinar kembali memasukkan stetoskop kedalam tasnya kembalikan tersenyum
"Ok sayang sudah, apa kamu melewatkan makannya lagi??" tanya Kinar cemberut
"Dia susah makan dokter, ini baru satu suap sudah.
padahal harus minum obat" ucap Bu Tumini sedih
"Sayang, kamu harus paksakan makan,
Freya mau cepat sembuh dan bermain dengan teman-teman lagi kan?"
"Aku lebih suka di rumah sakit, aku gak punya teman.
kalau aku sakit papa bisa bersamaku.
hanya saja aku tidak suka makanan rumahan sakit" ucap Freya membuat Kinar terkejut
bagaimana Freya berfikiran jika ia sakit lebih baik untuknya?
Apa selama ini ia sendirian dan tak punya teman? apa pria menyebalkan itu selalu sibuk dan tak punya sedikit waktu untuk putri kecilnya???
betapa kasian Freya jika seperti itu.
"Owh iya sampai lupa, Rasya mana lunch box nya"
Rasya menyerahkan lunch box di tangannya pada Kinar.
"Gadis kecil, gak ada yang suka di rumah sakit, lebih enak di rumah.
kamu bisa melakukan apa saja, kalau sakit kan cuma bisa tiduran di ranjang rumah sakit." ucap Rasya tersenyum lembut sambil mengelus puncak kepala Freya.
wajah Freya memerah malu dan senang
"Tapi Freya gak punya teman om"
"Bagaimana kalau om jadi teman Freya???" tanya Rasya membuat Kinar tersenyum.
Rasya memang pria hangat, ia bisa langsung menangkap kesepian Freya
"Aku juga mau jadi teman Freya, uhm Freya ga adil.
sama dokter Rasya langsung panggil om, masa sama aku gak panggil Tante aja????"
"Boleh dokter???"
"Boleh dong, Tante malah senang Freya mau jadi teman Tante juga. Freya mengingatkan Tante sama adik Tante yang di Indonesia. dia cantik dan imut seperti kamu" ucap Kinar mencubit hidung mancung Freya membuat wajah Freya semakin merona merah
"Yeaaayyy, Freya punya teman dua Nani Tum" teriak Freya seneng, bu Tum tersenyum bahagia, ia sampai menitikkan air mata senang.
Sudah lama sekali ia tak melihat anak majikan nya itu terlihat benar-benar bahagia.
hanya hal sepele membuat Freya bahagia sekali.
__ADS_1
senyum yang sudah lama hilang sejak kepergian mama kandungnya.
"Terima kasih ya Allah, engkau mengirimkan Kinar dalam kehidupan Freya, aku sangat berharap hubungan mereka bukan sekedar dokter dan pasiennya" ucap Bu Tumini dalam hati.
Freya tertawa lepas, ia tak henti-hentinya berceloteh senang.
Rasya dan Kinar bercerita hal yang lucu, terkadang Kinar menggelitik atau mencubit pipi Freya yang menggemaskan.
mereka terlihat bahagia
"Owh rupanya ada dokter Kinar" ucap Michael begitu masuk ke dalam kamar Freya.
ia baru kembali setelah mandi dan berganti pakaian saat Freya masih tidur tadi.
"Hai, baru sampai mas??" tanya Kinar gugup
"Ya, makasih ya sudah merawat anak saya" ucap Michael
"Sudah kewajiban saya" ucap Kinar tersenyum
Kreeeet
pintu kamar mandi terbuka dan Rasya keluar dari sana, membuat Michael mengerutkan alisnya ada pria asing di kamar rawat putrinya
"Owh iy, kenalkan dia Rasya, Rasya kenalkan ini papanya Freya" ucap Kinar memperkenalkan keduanya
"Hallo , Rasya" ucap Rasya
"Michael" ucap Michael membalas jabatan tangan Rasa, dalam diam dia menilai penampilan Rasya.
dan tiba-tiba Michael mencium bau persaingan dan berfikir jika Rasya adalah kekasih Kinar, apa itu artinya Kinar ingin menunjukan padanya bahwa ia sudah memiliki kekasih??? itulah sebabnya Kinar selalu menolaknya???
Walau wajah Michael tak kalah tampan dengan Rasya, tapi usia mereka jelas jauh berbeda.
Rasya dan Kinar seumuran, sedangkan ia pria matang yang sudah menginjak usia tiga puluh enam tahun.
ia merasa kalah sebelum berjuang.
"Apa Kinar lebih menyukai pria muda di banding pria mapan sepertiku??? atau karena status ku???" gumam Michael sibuk dengan pikirannya Sendiri
"Pa, papa ih malah ngelamun, itu tante Kinar sama om Rasya mau pamit, papa diajak ngomong malah bengong kaya sapi ompong" gerutu Freya
"Maaf sayang , ya dokter terima kasih sudah datang" ucap Michael
"Gak masalah, besok Tante datang lagi ya, makan dan minum obat tertarik ya, besok Tante bawakan bento lagi buat kamu" ucap Kinar mengelus puncak kepala Freya
"Makasih Tante, boleh Freya peluk Tante gak???"
"Tentu saja sayang, sini" ucap Kinar memeluk Freya sambil membelai rambut pirang anak itu
Michael memandangi mereka, alangkah bagusnya jika ia bisa melihat seperti itu dan Kinar bisa menjadi mama pengganti untuk Freya.
tapi sayangnya Kinar sudah punya kekasih.
"Tuna Michael kami pamit, ayo kak papa sudah menunggu" ucap Rasya
mereka lalu pergi setelah berpamitan
"Kak??? papa???, apa ini???" gumam Michael dalam hati
"Apa seorang pria memanggil kekasihnya kak?? apa panggilan sayang??? rasanya aneh jika itu keluar dari mulut pria" ucap Michael lirih
"Papa ngelamun terus mikirin apa sih???
siapa yang kekasih?? Tante Kinar dan om Rasya itu adik kakak, mereka sepupuan" dasar pria tua aneh" ucap Freya lalu tidur dan membalikkan badannya membelakangi papanya
__ADS_1
"Adik kakak, sepupuan ??? jadi mereka bukan ...."
"Papa kebanyakan menghayal, udah jangan berisik, Freya mau bobo siang. kata Tante Kinar Freya harus banyak istirahat biar cepet sembuh.