Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Gajah di Pelupuk Mata


__ADS_3

"Ya Allah mas Adam, papa mas Adam tak sadarkan diri" pekik Kinar pada Satria yang masih didepan pintu kamar hotel


Kinar langsung memeriksa Adam, ia lalu meminta petugas hotel membawakan teh hangat , sementara ia ke kamar mandi menyalahkan keran lalu meminta papanya membawa Adam ke kamar mandi dan meletakkannya di dalam bathtub


Kinar lalu menyalahkan keran air dingin , membasahi wajah Adam sehingga pria itu terbangun karena hawa dingin menyuap sampai ke tulang


Kinar meminta petugas hotel membelikan ia beberapa obat, dengan segera ia menuliskan resepnya dan tak lama kemudian petugas hotel kembali dengan air hangat dan obat yang di minta oleh Kinar, sebagai ucapan terima kasih Satria memberikan petugas itu tips yang lumayan besar.


Sementara Adam sudah di pakaikan baju kering oleh Satria dan kini berbaring di kasur, ia mengigil.


Kinar segera.memberinya obat, ia juga langsung menutupi tubuh dam dengan selimut tebal


Walau sudah sadar namun kondisi Adam masih sangat mengenaskan dengan bibir pucat dan tubuh yang terus mengigil ini semua karena ulah Kinar, namun nyatanya berhasil.


Setengah jam kemudian Adam sudah bisa berbicara walau tubuhnya masih bergetar kedinginan


"Ke..kenapa kamu disini???" tanya Adam


"Papamu menelpon papa Ridwan kamu harus segera kembali besok" ucap Kinar tidak menjelaskan secara gamblang


"Apa, apa" suara Adam seolah tercekat di tenggorokan


"Tak perlu khawatir, semua sudah normal, hanya saja Tante Caroline selalu memanggil namamu"


"Baiklah, terima kasih" ucap Adam singkat


"Pa, bisa tinggalkan kami sejenak???" tanya Kinar menatap papanya


"Papa akan tunggu di lobby, segera kalian turun" ucap Satria lalu melangkah pergi


"Kenapa mas Adam mabuk-mabukan??? apa karena aku tak bisa menerima cinta mas Adam??? tanya Kinar sedih, walau i tahu alasan Adam melakukan itu, namun Kinar hanya ingin memastikan


"Aku hany minum dikit" ucap Adam tak berani menatap Kinar


"Sedikit tak akan membuatmu mabuk" sindir Kinar


"Apa seperti ini kelakuan pria yang amat ku sayangi???" ucap Kinar lirih


Adam terkejut dan menoleh kearah Kinar dengan pandangan tak percaya


Kinar tersenyum lembut dan memegang tangan Adam, menepuk-menepuknya

__ADS_1


"Aku tak berbohong jika aku menyayangimu mas, aku sangat tentram didekat mu, namun itu semua tak cukup membuatku pantas mendampingi mu, karena cintamu padaku terlalu besar sehingga aku tak bisa menerimanya.


Jika suatu saat kita gagal dalam mengarungi rumah tangga bukankah kita akan menjadi dua orang yang asing dan saling bersebrangan, aku tak sanggup seperti itu mas.


Aku ingin terus didekatmu walau kita tak sejalan, bisakah mas????"


"Entahlah..." ucap Dimas menghela nafas


"Pernikahan ku yang pertama, menoreh luka terlalu dalam hingga membuatku terkadang bermimpi buruk, membuatku trauma tanpa ku sadari.


Aku jadi takut untuk melangkah"


"Maafkan aku yang egois"


"Mas semua bukan salahmu, justru aku yang harus meminta maaf karena membuatmu menunggu terlalu lama tanpa kepastian, maafkan aku.


Sebenarnya ada seseorang yang sangat mencintaimu, namun ia mencintaimu dalam diam, karena ia takut kamu tolak"


"Apa maksudmu??? " tanya Adam penasaran


"Buk hati dan matamu mas, kamu pasti akan melihatnya, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut di sebrang pulau kelihatan"


"Aku sungguh tak mengerti maksudmu" ucpa Adam


"Mengapa??? aku ingin istirahat" ucap Adam enggan bangkit karena ia baru merasakan sakit di kepalanya, sehingga ia tak berkeinginan bangkit dari tempat tidurnya


"Besok kita akan ke Paris, jadi sebaiknya kamu menginap di rumah papa Ridwan"


"Tunggu, tunggu, apa maksudmu kita?" tanya Adam bingung


"Aku akan ikut ke Paris dengan mu begitu juga papa Ridwan dan papaku, Kebetulan aku rindu dengan Tante Caroline dan juga libur panjang" ucap kinar tersenyum lebar


"Apa kau pikir aku berbohong, sudah cepat masukkan barang-barang mu ke dalam koper, kita berangkat sekarang"


Kinar lalu bangkit dan menyalahkan Televisi, ia tak berminat membantu Adam karena sengaja memberi pelajaran pada pria itu, walau di hatinya kasian.


Setelah selesai membereskan barang-barangnya, Kinar memeriksa kembali takut jikalau ada yang tertinggal, Kinar langsung memapah Adam keluar sambil menarik koper milik Adam menuju Lobby,


setelah sampai lobby, Ridwan dan Satria membantu Adam cek out lalu segera menuju kediaman Ridwan karena.esok mereka akan terbang menuju Paris.


Setelah sampai di kediaman Ridwan mereka semua langsung menuju kamar masing-masing untuk istirahat karena esok akan menempuh perjalanan panjang.

__ADS_1


Keesokan harinya


Semua orang sudah rapih pagi-pagi selai dan langsung menuju bandara, mereka memilih sarapan di bandara untuk menghemat waktu,


Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan mereka akhirnya sampai di Paris, dua mobil sudah di siapkan untuk menjemput mereka.


di perjalanan mereka sudah memutuskan begitu sampai langsung menuju rumah sakit dan disini lah mereka sekarang, sebuah rumah sakit besar di kota itu


Nugraha menyambut kedatangan mereka, mereka saling berpelukan, Nugraha terlihat letih dan acak-acakan, walaupun ia sudah bercerai lama dengan istrinya, namun ia tetap mencintai Caroline hingga kini


"Yang sabar sob, gue tahu ini berat, Kita usahakan yang terbaik untuk Caroline, dokter seperti kita bukan dewa" ucap Ridwan memberi motivasi


"Om yang kuat ya, kita serahkan sama Allah" ucap Kinar giliran memeluk Nugraha


"Iya sayang, terima kasih sudah datang jauh-jauh" ucap Nugraha


mereka lalu segera menuju ruangan dimana Caroline di rawat, di dalam ada seorang wanita mungil yang terlihat Edang mengelap wajah dan tangan caroline, begitu Adam masuk wanita itu langsung keluar, terlihat matanya sembab karena terlalu banyak menangis


Wanita itu keluar menunduk karena menutupi matanya yang sembab


"Amanda??" panggil Kinar membuat wanita cantik itu menoleh


"Ki..Kinar??? pekiknya terkejut


mereka berpelukan saling melepas rindu


"Kamu apa kabar??? makin cantik aja" ucap Kinar


"Alhamdulillah biak, bagaimana denganmu??"


"Alhamdulillah, sudah melahirkan? kemana suami dan anakmu, pasti ia sudah besar ya"


Amanda celingak celinguk mencari keberadaan anak kecil disana


"Ceritanya panjang, nanti aku ceritakan, aku jenguk Tante Caroline dulu ya" ucap Kinar yang giliran masuk menemui Caroline


Kinar terlihat terisak di dalam sambil menggenggam tangan Caroline, orang yang koma katanya bis mendengar ucapan seseorang walaupun ia dalam kondisi tak sadarkan diri, begitulah yang terjadi pada Caroline, setelah Kinar berbicara dan menangis di samping tempat tidur Caroline perlahan ada gerakan dari jari-jari Caroline, Kinar langsung memanggil perawat dan dokter, ia mendampingi dokter memeriksa kondisi Caroline.


"Kinar" ucap Caroline lirih sambil tersenyum.


Sejujurnya ia merindukan Kinar juga, dan berita Kinar kehilangan anaknya kalau bercerai sedikit banyak membuatnya sakit hati, itulah mengapa ia memberikan Adam waktu untuk mendekati Kinar, ia ingin Kinar menjadi bagian dalam keluarganya secara utuh.

__ADS_1


Di samping Caroline tahu Adam sangat mencintai Kinar.


Nampak seseorang melihat dengan pandangan sedih, tak terasa air matanya jatuh menetes melihat momen Kinar bersama Caroline dan Adam tertawa, ada rasa sakit yang menusuk hatinya sehingga ia memilih pergi dari tempat itu.


__ADS_2