
Semua orang sudah meninggalkan Arfan seorang diri di ruang makan, Arfan membeku di tempatnya, ia masih dalam posisi terduduk akibat Wawan mendorongnya beberapa saat lalu.
Arfan merasa sangat bersalah pada Kinar, jelas ia sudah salah menilai Kinar, ia menilai Kinar membabi buta tanpa mau tahu lebih dulu langsung membuat penilaian berdasarkan apa yang menimpa Amanda.
Rasa sayangnya apada Amanda membuatnya buta dan menilai buruk Kinar
Rasa sakit yang Amanda alami ia pikir semua karena adanya Kinar, namun kenyataannya memukulnya dengan telak.
Justru Kinar yang membantu Amanda dan Adam bersatu.
Justru Kinar yang mendorong Adam untuk datang ke Indonesia dan memastikan hatinya
Picik,...
satu kata yang tepat di sandang oleh Arfan.
ia berpendidikan tapi bodoh
kini hanya penyesalan yang ia rasakan karena sudah menyakiti wanita yang....
Arfan merutuki kebodohannya sendiri, ia menangis sambil mencengkram rambutnya sendiri
Saat ia tahu Kinar seorang janda, Arfan langsung berfikir negatif. Predikat yang bagis sebagian orang buruk, namun pernahkan mereka berfikir sekali saja????
Jodoh, rezeki maut sudah diatur oleh yang pencipta.
sudah menikah pun kalau Allah gariskan jodohnya sampai di sini makan berakhirlah pernikahannya, mau cerai hidup atau cerai mati semua sudah fitrahnya, sudah ada qadar nya.
Sebuah status yang di anggap buruk di tengah masyarakat akibat banyaknya yang menyalah gunakan statusnya demi ...
Apapun status seseorang, itu semua kembali kepada pribadinya masing-masing.
Sementara di Kamar Kinar
Kinar terlihat masih menangis di sudut kamarnya, menekuk Libya dan memeluknya.
Ia menangis tanpa suara hanya bahunya yang sesekali berguncang, sakit, sangat sakit rasanya.
Apalagi kalimat itu di ucapkan oleh pria yang hanya ia kenal sekilas, hanya karena tak suka dengan rencana mamanya, lelaki itu sampai hati mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan.
Beberapa saat lalu Adam dan Reyhan serta Wawan bergantian mengetuk pintu kamarnya, namun Kinar memilih tak menemui mereka, ia hanya ingin sendiri.
Ingin rasanya Kinar pergi ke hotel di mana kedua orangtua dan adik-adiknya menginap, namun ia tak enak hati dengan Sinta, wanita patuh baya itu tidak bersalah.
walau baru dua hari kenal, Kinar sangat menyukai dan menghormati wanita itu, jika bukan karena Sinta, Kinar ingin sekali menyiram coklat panas yang berada di gelasnya ke wajah songong Arfan, namun itu tidak ia lakukan.
Kinar memejamkan mata, membuat nafasnya keras, ia biasa melakukan itu untuk meredakan emosinya.
Beberapa saat kemudian ia sudah bisa mengendalikan emosinya.
Kinar bangkit dari duduknya, lalu menuju tempat tidur.
Terlihat banyak sekali telepon masuk serta pesan singkat, baik dari Adam maupun Reyhan yang khawatir padanya.
__ADS_1
Kinar sangat beruntung memiliki orang-orang yang menyayanginya, jadi buat apa ia bersedih hanya untuk beberapa orang yang tak menyukainya????
Bukankah seorang pembenci akan tetap menjadi seorang pembenci betapapun kita bersama baik padanya???
Jadi.... Jangan buang waktumu yang berharga untuk di habiskan untuk sesuatu yang sia-sia
Kinar membuka pesan singkat dari adiknya Reyhan
"Kak, buka pintu kak, apa kakak baik-baik saja??? jawab kak, Rey gak tenang disini" dan masih banyak lagi pesan singkat dari Reyhan.
Intinya Reyhan sangat khawatir pada Kinar
"Maaf Rey, Kakak baik-baik saja" balas Kinar pada Reyhan
"Apa perlu kita pindah menginap di hotel yang sama dengan mama???"
"Gak usah Rey, kakak tadi hanya sedikit Melankolis saja, maklum kakak lagi sensitif karena datang bulan"
"Apa kakak yakin???? kakak lagi gak bohong kan sama aku????
"Ya Allah adik kakak yang ganteng, I'M OK.
DON'T WORRY" ucap Kinar menggunakan capslock menandakan ia serius
"Ya udah kalau kakak merasa gak nyaman dan mau ke tempat mama dan papa, kabari aku!!!"
"Iya, iya bawel, udah ah kakak mau tidur"
lalu Kinar kini beralih membuka pesan singkat Adam, pria itu ...
"Bener??? maaf ya itu semua gara-gara Mas juga, memang Arfan baj***an, mulutnya comberan" umpat Adam dalam pesan singkatnya
"Sudahlah mas, aku tak apa-apa.
pria itu hany berfikiran sempit, bukan karena kamu tapi karena otaknya tak ia pakai untuk berfikir, jadi gak usah di bahas lagi"
"Baiklah, kamu istirahat,mas khawatir"
"Mas, sebentar lagi kau akan menikah, stop mengkhawatirkan aku, Aku gak mau Amanda adalah paham"
"Amanda sudah ku beritahu, aku sudah berjanji, pantang bagi Adam Nugraha mengingkari janjinya.
baik kau menjadi istriku atua tidak, aku akan selalu melindungi mu selama aku bisa"
"Mas, terima kasih, kamu sekarang istirahat, besok kamu akan menikah.
Hapalan ijab qobul ya jangan sampai memalukan" goda Kinar dengan emot tertawa
"Kau tenang saja, sekali ucap sah" balas Adam optimis
"Ya sudah met rehat mas
Kinar langsung menutup aplikasi pesan singkatnya.
__ADS_1
Ia juga harus membereskan wajahnya yg bengkak, ini sudah jam satu malam, pasti sudah aman jika ia keluar kamar mengambil es batu untuk mengompres matanya yang bengkak karena menangis.
Dengan mengendap-endap Kinar menuju dapur dan secepat kilat ia kembali ke kamarnya, seperti seorang pencuri yang takut ketahuan.
Setelah setengah jam mengompres matanya, Kinar lalu bersiap tidur karena besok adalah hari besar dimana Adam dan Amanda mengikat janji.
Keesokan harinya
Pagi itu semua orang sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing, catering yang di pesan sudah datang, beberapa keluarga Nugrah ayang menetap di Bandung juga sudah datang karena Acra akan nikah akan di laksanakan jam sembilan pagi,
Setelah di rasa semua sudah siap, rombongan calon mempelai pria langsung menuju kediaman mempelai wanita beriringan, karena panjangnya konvoi, Adji sampai meminta bantuan kepolisian untuk mengawal mereka, maklum Adji merupakan pengusaha terkenal di kota itu sekaligus di gadang-gadang akan menjadi calon pejabat daerah.
Sehingga koneksinya luas, siapa yang tidak mengenal namanya di kota tersebut, walau acar. pernikahan tetap berlangsung, namun bukan putra Adji yang menjadi mempelai prianya, membuat tak sedikit orang yang bergunjing di belakang mereka.
Iring-iringan pengantin pria akhirnya sampai juga di kediaman mempelai wanita, mereka langsung di sambut oleh among tamu dengan adat setempat.
setelah melakukan ritual adat, mereka lalu memasuki tempat yang sudah di sediakan keluarga mempelai wanita. tak lama kemudian ikan qobul pun terlaksana dengan lancar, walau awalnya Adam terlihat grogi, namun suaranya yang keras dan lantang saat mengucapkan ijab qobul membuat Kinar mengacungi jempol Adam
Kini Adam dan Amanda sudah sah menajdi suami istri, semua orang bergantian mengucapkan selamat pada Amanda dan Adam, mereka berpelukan bergantian, Amanda sampai menangis di pelukan Kinar seraya tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.
Setelah semua keluarga mengucapkan selamat, kini gantian para tamu undangan, Kinar dan mamanya memilih mengantri prasmanan, ada rasa bahagia juga sedih melihat putrinya masih belum bisa move on, Anggi Menggenggam tangan Kinar erat, mengelusnya dan menyunggingkan senyum penuh arti
"Ma, aku baik-baik saja, mas Adam telah menemukan jodoh yang sesuai " ucap Kinar seakan tahu maksud sorot mata Kinar
"Mama harap luka di hatimu bisa segera terobati nak, mama sudah tua, entah masih bisa melihatmu menikah lagi atau tidak" ucap Anggi lirih
"Sttt, mama , Kinar akan marah jika mama mengucapkan hal yang nggak-gak.
Mama harus tetap sehat, mama akan lihat anak-anak Kinar tumbuh besar.
Please ma, beri Kinar support mama.
Kinar janji Kinar akan belajar membuka hati lagi, tapi amma.janjinjuga jangan berfikiran negatif.
Kinar sayang mama, mama Alasan Kinar kuat.
Maafin Kinar belum bisa membahagiakan mama" ucap Kinar memeluk mamanya,. kedua ibu dan anak itu menangis sambil berpelukan
Satria yang melihat Putri dan istrinya hanyut dalam perasan mereka menghampiri mereka
"Papa gak di ajak nih??? papa juga mau meluk dua wanita cantik kesayangan papa ini" ucap Satria menggoda istri dan anak sulungnya
"Aku juga mau pelukan" timpal Aisya dan si kecil Amera
"Ah bahagianya palung tampan sendiri di tengah bidadari-bidadari kesayangan papa" ucap Satria sumringah, mereka saling berpelukan, lupa jika mereka di tempat umum, ke kompakan keluarga Satria membuat banyaj orang menjadi iri, tak terkecuali Nugraha dan Caroline.
"Syang, bagaimana jika kita membuat satu atau mungkin tiga lagi adik untuk Adam"
"Mas apaan sih, sudah tua pikirannya aneh" ucap Caroline dengan wajah merona merah
"Sayang, ini bukan karena papa doyan, tapi lihat deh Satria bikin iri papa" ucap Nugraha menunjuk Satria dan keluarganya dengan bibirnya
"Alasan aja, nanti juga dapat cucu dari Adam"
__ADS_1
"Tapi papa maunya anak ma, anak, ya ?"
"Papa gak tahu malu" gerutu Caroline meninggalkan suaminya, ia memilih mendekati putranya