
Kinar menatap kepergian kedua orangtuanya, sedikit banyak perkataan mamanya ada benarnya, seharusnya ia tak mudah percaya dengan orang, namun cerita Adriana membuatnya menaruh empati pada wanita itu.
Kinar kembali masuk ke dalam rumah, ia tak mendapati Adriana di teras belakang rumahnya, Kinar berjalan kearah dapur dan bertemu dengan asisten rumah tangganya, ia pun tak melihat keberadaan Adriana
Di kejauhan, ia melihat wanita itu sedang ingin menaiki tangga , membuat dahi Kinar berkerut
"Mau kemana Adriana??? kok seperti mencari seseorang, kenapa ia mau naik ke lantai dua rumahku?? dan itu? dia melihat foto mas Dimas?? " Kinar makin heran melihat kelakuan Adriana, ia terlihat mengelus foto suaminya yang memang di pajang di pinggir tangga, banyak foto mereka, tapi yang ia lihat Adriana mengelus-elus foto suaminya membuat perasaan Kinar tak enak.
"Adriana??" panggil Kinar, membuat Adriana langsung menyembunyikan tangannya, ia tersenyum kikuk karena kedapatan sedang mengagumi foto Dimas Yanga dan di dinding
"Ah Kinar, aku mencari toilet, tapi tak sengaja melihat ini, lukisan ini bagus" ucap Adriana tergagap
"Ah iya itu suamiku, lukisan foto itu memang bagus"ucap Kinar bersikap senormal mungkin walau dalam hatinya ada perasaan tak nyaman
"Mari ku tunjukan toiletnya" ucap Kinar sopan
Bella langsung mengikuti lngkah Kinar, ia mengantarkan Bella ke ruang tamu di sebelah kamarnya, karena tak sopan jika ia memberikan Bella kamar mandi pembantu,
"Mba Adriana, kamu bisa pakai kamar mandi nya, kau tinggal dulu ya , buatkan kamu minum" ucap Kinar lalu berjalan menuju dapur meninggalkan Adriana sendiri
Adriana menatap ruangan tersebut, ia seneywm lebar, laih-alih ke kamar mandi, ia malah berbaring di atas kasur tersbwut dan tertawa
"Harusnya semua ini milikku, hanya milikku, bukan milik wanita desa dan kuno sepertimu Kinar.
Aku akan merebut apa yang memang seharusnya menjadi milikmu" gumam Adriana
"Ini hanya kamar tamu, tapi sangat mewah dan elegan, aku sangat yakin jika kamar utamanya lebih mewah, dan aku yang pantas di sana bukan wanita kampung itu" ucap Bella berjalan berkeliling.
Ia berjalan ke arah jendela, membukanya dan pandangannya menatap seseorang yang amat ia kenal
"Tunggu aku mas, aku akaan buat kamu mencintaiku lagi dan mendepak wanita itu dari kehidupan kita" ucap Bella tersneyum licik.
ia berjalan ke kamar mandi, tapi hanya merapihkan make up nya dan dengan santai keluar kamar tersebut, bertepatan dengan Dimas yang keluar dari ruang kerjanya
Dimas melotot tak percaya melihat wanita di depannya adalah Bella, istri sirihnya, ia segera mendorong Bella masuk ke dalam kamar tamu lagi, sementara Bella tertawa kecil menikmati keterkejutan di wajah Dimas
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan di rumah ku???, bukankah sudah ku bilang, jangan pernah mencari ku!!!!" ucap Dimas dengan wajah marah,, memegang wajah Bella kencang
"Aku tidak untuk menemui mu, tapi istrimu yang mengundangku keisni" ucap Bella santai
"Apa kau..??”
"Ya kami temanan, bukankah lucu sayang??? istri muda dan istri tua berteman. itu sangat langka loh.
aku yakin jika kami satu rumah, kami tak akan bertengkar dan hidup rukun, bukankah itu baik sayang???" tanya Bella sambil membelai wajah tampan Dimas
"Jangan pernah bermimpi, pernikahan ku denganmu adalah sebuah keslahan. Aku tak mencintaimu, Aku sangat mencintai istriku dan hanya Kinar istri ku yang sah selamanya" ucap Dimas menepis tangan Bella
"Kita lihat saja sayang, aku tahu kamu masih mencintaiku" ucap Bella tak terima kenyataan jika Dimas mencintai wanita lain
"Bella kamu sungguh membuatku muak, jika saja kau tak hamil, menurutmu apa aku mau menikah denganmu??? menjauhkan dari istriku, ini peringatan terakhirku, dan aku tak main-main dengan ucapanku.
Atau kamu mau melahirkan tanpa suami dan hidup dijalan??? aku harap otak gilamu itu bisa berfikir jernih" cibir Dimas melepaskan cekikannya.
Bella terbatuk-batuk, iaa kehabisan nafas karena Dimas mencekiknya, namun wanita itu masih menyunggingkan senyum penuh Arti, ia tina-tiba mencium bibir Dimas penuh *****, Dimas berusaha melepaskan ciuman Bella disaat telinganya mendengar seseorang memanggil nama Bella
wajah dna tubuh Dimas tegang, ia tak mau Kinar melihatnya berduaan dengan Bella, ia tak mau Kinar tahu siapa Bella sebenarnya
Bella tersenyum lebar, lalu ia menjilat kuping Dimas dan berbisik
"Cium aku, dan aku tidak akan mengatakan jika kamu disini" ucap Bella lirih
"****, kamu menjijikan" Dengus Dimas, namun Bella hanya mengangkat bahunya cuek
Dimas lalu menciumi Belle dan melepasnya cepat, mengelap bibirnya yang bersentuhan dengan Bella
"Ya Kinar, sebentar ya, perutku sakit sekali" teriak Bella sambil tersenyum lebar pada Dimas
"Ah baiklah, temui aku di teras ya, aku tunggu kamu disna" ucap Kinar lalu meninggalkan tempat tersebut
Terdengar nafas lega Dinas, wajah Dimas pucat pasi membuat Bella tertawa geli
__ADS_1
"Mas aku rindu kamu, bisakah kamu menjenguk anak kita?? ia rindu kau temui dan aku rindu keperkasanmu" ucap Bella manja
"Minggir, dan segera enyah dari rumahku Bella" ucap Dimas geram
"Ah bagaimana jika aku katakan pada istrimu, aku juga istri sah mu, dan sedang mengandung anakmu juga???"
Bella duduk di tepi tempat tidur, mengguurng rambutnya denga jari tangannya
"Kau benar-benar memuakkan Bella, apa yang kau inginkan hah???" tanya Dimas kehabiskan kesabaran.
rupanya benar, harusnya ia memaksa Bella mengugurkan kandunganya jika ia taahu bahwa mempertahankan Bella disisinya malah menambah masalah. kini Bella mengancamnya.
"Katakan, berapa yang kau mau??" tanya Dimas sinis
"Sayang, kamu melukai harga diriku, aku hanya mau meminta hak ku sebagai istrimu, aku butuh kamus ayang" ucap Bella menanggalkan pakaiannya
Dimas mengusap wajahnya kasar, ia tak bisa melakukan yang di minta Bella,namun jika tidak menuruti, Bella akan nekad, sial.
Dimas melihat tubuh polos Bella, sebagai lelaki normal tentu akan membangkitkan gairahnya, tapi saat ini ia berada di rumahnya, ada Kinar ,istrinya.
Bella lalu berjalan dengan meliuk-liukkan tubuhnya, lalu tangannya bergerak menyentuh bagian sensitif Dimas, Dimas memejamkan matanya, lalu saat Bella mulai mencumbunya, Dimas mendapat kan kesadarannya, wajah Kinar melintas di kepala Dimas , ia mendorong tubuh Bella hingga wanita itu jatuh tersungkur dan dengan cepat Dimas keluar dari kamar itu, segera ia mencari Kinar, terlihat istrinya sedang duduk sambil bersenandung
"Sayang, sudah selesai pekerjaannya?? tanya Kinar yang melihat suaminya mendekat
"Sudah, Sayang ikut aku" ucap Dimas parau
"Apa kamu tidak enak badan sayang? suaramu??"
Dimas tak menggubris ucapan istrinya, ia malah menggendong Kinar ala bridal membuat Kinar terpekik karena terkejut dan langsung mengalungkan tangannya di leher Dimas karena takut jatuh
"Mas turunkan aku, ada temanku main kesini" ucap Kinar namun Dimas berhenti dan memandang asisten rumah tangganya, seolah tahu maksud majikannya ia mengangguk.
"Mas turunkan, bagaimana jika ada yang lihat" ucap Kinar kesal dengan tingkah suaminya, namun Dimas tidak menggubris, ia membawa Kinar menuju ruang kerja dan menguncinya , setelah itu ia menyingkirkan pekerjaannya yang ada di meja dan mulai mencumbu Kinar, hingga penolakan Kinar akhirnya berubah dari ******* manja yang keluar dari bibirnya.
Seseorang yang melihat kejadian itu, menguping di depan pintu, walau samar ia bisa.mendengar dan menduga apa yang terjadi didalam, darahnya mendidih hingga ia mengepalkan jari tangannya kencang
__ADS_1
"Mas Dimas, kamu akan membayar penghinaan yang ku terima ini berkali lipat. Kita lihat saja nanti, apakah kau masih bisa seperti sekarang" geram wanita itu yang tak lain adalah Adriana Salsa Bella , atau yang di kenal Salsa Bella