Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Ridwan


__ADS_3

Dimas berusaha bangkit dengan di mantu Asep, ia ingin memukul balik Davin, namun tangan Davin dengan cepat mencekal nya.


"Siapa loe?? ada urusan apa loe mukul gue bang**t?? teriak Dimas sangat marah karena berhasil di permalukan di depan adik ipar dan saingannya.


"Loe Davin??? ada keperluan apa loe kesini?" tanya Adam menatap Davin, sahabat masa kecilnya


"Loe siapa??” tanya Davin mengerutkan alisnya


"Gue Adam, sebaiknya loe jelasin semuanya sama gue, kenapa loe bisa Disni??" tanya Adam tak senang setelah mendengar cerita tentang dam dari Reyhan.


Adam sangat menyayangkan Davin yang justru menghilang saat orangtuanya membuat ulah pada perusahaan Satria.


Om Arya adalah orang kepercayaan sekaligus papa dari Davin yang telah menggelapkan dana secara sembunyi-sembunyi dan mengalihkan sumber dana atas namanya.


Harusnya Davin berusaha meyakinkan keluarga Kinar jika hubungan cinta mereka gak ada kaitannya dnegan orang tua, namun Davin tak ada kabar, hingga Kinar yang tertekan memutuskan melupakan Davin dan berakhir menikahi Dimas yang kala itu sedang terdesak karena kekasihnya meninggalkannya menjelang pernikahan, yang secara kebetulan mama Dimas yang mengusulkan pernikahan itu.


Hubungan yang rumit, cerita yang berliku, itulah yang terjadi pada wanita yang ia cintai.


"Ceritanya panjang, gue cuma mau tahu keadaan Kinar" ucap Davin lirih


"Dia sudah baikan, tapi belum bisa di jenguk, sebaiknya loe pergi dulu, nanti gue akan hubungi loe jika ada kabar terbaru" ucap Adam sambil menyerahkan kartu namanya


Davin nampak ragu, ia belum puas jika belum melihat Kinar.


"Loe gak berhak menengok istri orang, perlu loe tahu, wanita yang terbaring di dalam sana adalah istri gue"ucap Dimas tak senang


"Suami yang menelantarkan istrinya dan menikah lagi dengan wanita lain, ckckck, jika tidak punya cermin sebaiknya loe ngaca di toilet"ucap Reyhan geram, Davin makin menatap benci Dimas.


"Jaga ucapan loe Rey, bagaimanapun gue kakak ipar loe" ucap Dimas tak senang


"Maaf, gue hanya mengatakan fakta, gak ada hubungannya dengan siapa yang lebih tua disini, jika yang lebih tua saja gak bisa bersikap dewasa" ucap Reyhan langsung meninggalkan ruang tunggu tersebut, ia tak mau emosinya akan membuatnya melakukan hal yang tidak benar


Adam menatap kepergian Reyhan, ia menatap Davin dan Dimas bergantian


"Kenapa loe gak ikut pergi hah?" tanya Dimas mencibir Adam


"Gue??? apa loe lupa gue juga dokter di rumah sakit ini, jadi gue sebagai dokter wajah di sisi pasiennya, kalau kalian ingin ribut sebaiknya kalian enyah dari sini"ucap Adam menatap tajam keduanya


"Dam, gue cabut. loe hutang penjelasan sama gue"ucap Davin meninggalkan tempat itu, kini tinggal Dimas yabg berdiri menantang Adam.

__ADS_1


Adam cuek, dia malh meninggalkan Dimas masuk ke dalam ruang perawatan setelah mengganti pakaian jenguk.


Ia memeriksa Kinar, terlihat kecemasan di wajahnya.


Dimas ingin memaki pria itu, namun ia urungkan karena benar aapa yang pria itu katakan. Dimas merasa iri dengan Adam yang bebas keluar masuk ruangan perawatan Kinar.


Tak berapa lama kemudian, Nugroho datang dengan seorang pria setengah baya namun masih tampan, ia terlihat sangat sedih


Nugroho dan sahabatnya itu langsung masuk ke dalam ruang perawatan, pria itu maupun Nugraha membawa stetoskop memeriksa keadaan Kinar


Dimas rasanya pernah melihat pria itu, namun ia lupa dimana.


Tak lama beberapa petinggi rumah sakit datang, mereka menunggu di luar ruangan, seolah yang di rawat di ruangan ini adalah pejabat, atau orang penting, karena tak tanggung-tanggung Nugraha yang seorang kepala rumah sakit memantau sendiri kondisi pasiennya


Mereka lalu keluar dan terlihat sedang berdiskusi sesuatu


Dimas tak tahu jelas, tapi terlihat mereka sedang merencanakan tentang perawatan Kinar, Dimas merasa diabaikan,. harusnya dia diikut sertakan dalam perbincangan mereka, bukankah ia masih suami Kinar??


"Pa Ridwan tak usah khawatir, nyonya Kinar dalam pengawasan tim dokter terbaik, kami pastikan beliau mendapat perawatan yang terbaik"ucap Manager rumah sakit


"Saya akan membawanya ke rumah sakit saya yang berada di Singapore, jika kondisi cucu saya sudah stabil." ucap Ridwan


Ah apa mungkin dia yang Kinar ceritakan?? om nya


papanya yang tinggal di luar?? gumam Dimas mencuri dengar percakapan mereka


"Tapi om, menurut Adam sebaiknya kita tetap merawat Kinar disini, karena trauma di kepalanya, ditambah cidera parah tulangnya membutuhkan pemulihan yang lumayan lama" ucap Adam mengeluarkan pendapat


"Benar sob, gue setuju sama Adam, sebaiknya alatnya saja yang loe kirim kesini, dan datangkan tim ahli loe, biar mereka training dokter di rumah sakit ini


"Ah, loe bener Nugroho, maaf gue terlalu shock setelah dapat kabar dari ponakan gue, Sial "ucap Ridwan menendang empat sampah didepannya hingga berantakan, seluruh karyawan rumah sakit yang berada disana langsung pucat pasi, melihat pengaruhnya, Dimas yakin om papanya Kinar ini orang berkuasa di rumah sakit ini.


"Maaf, bukankah seharusnya kalian meminta pendapatku atau merundingkan bagaimana perawatan Kinar denganku, dia istriku, apa kalian lupa????" ucap Dimas


Ketiga orang yang terlihat serius itu menolehkan kepala mereka menatap Dimas, Adam menggeleng pelan, ia malas berurusan dengan Dimas, sementara Nugroho dan Ridwan saling menatap


"Kamu bilang kalau kamu suami Kinar??? apa yang kamu lakukan sampai cucu saya mengalami luka sangat parah seperti ini??" tanya Ridwan penuh kemarahan, ia sejak di jalan sudah bersumpah akan memberi pelajaran pada suami Kinar


"Itu murni kecelakaan om, saya juga shock" ucap Dimas membela diri

__ADS_1


"Om??? apa istrimu tidak pernah memberitahumu?? aku kakeknya, kenapa kamu suami cucuku memanggilku om?? ternyata sangat menyayangkan cucuku jatuh di tanganmu" cibir Ridwan.


Dari pembicaraan Ridwan, Adam menarik kesimpulan bahwa Ridwan belum tahu kronologisnya, sehingga ia menyalahkan kecelakaan Kinar karena keteledoran suaminya, jika saja Om Ridwan tahu??? akan terjadi perang dunia ketiga.


Walau profesinya seorang dokter ahli dan telah lama tinggal di luar negeri, om Ridwan juga seorang pewaris sah seorang yang sangat berpengaruh, putra seorang Putu Wijaya.


pembisnis yang disegani di masanya, walau Putu telah wafat, namun beberapa kolega yang menaruh hormat padanya tetap akan membantunya saat anak ,cucu maupun keturunannya kesusahan.


Ridwan orang yang sangat baik hati dan rendah hati, namun saat keluarganya di usik, ia akan berbuat yang ekstrem,


"Maaf kakek, Dimas salah"ucap Dimas lirih, Ridwan merendahkannya di depan banyak orang, Dimas mengepalkan tangannya menahan amarah.


"Jika kamu mencintai cucuku harusnya kamu jadi suami siaga, jangan membuatkan istri mu melakukan hal yang berbahaya, sekarang cucuku sudah kehilangan anaknya, Ah aku tak mengerti pria jaman sekarang" ucap Ridwan pusing, jika ia terus memarahi Dimas tak akan merubah apa-apa, kenyataannya Kinar sudah kehilangan anaknya, mungkin saat ia tersadar, suaminya bisa membantunya menghilangkan kesedihannya, pikir Ridwan


"Jangan pernah tinggalkan ruangan ini sampai Kinar bangun, atau aku akan meminta keponakanku untuk membuat Kinar menjauh darimu" ucap Ridwan menatap tajam Dimas


"Ba..baik kek"


"Ah Nugroho aku laper sekali, biarkan anak muda yang menjaga, kita teruskan perbincangan kita" ucap Ridwan melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu, diikuti oleh tim dokter dan beberapa staf rumah sakit mengekor di belakangnya.


Setiap perawat ataupun dokter yang berpapasan dengannya mereka menunduk menyapa dengan sopan, siapa sebenarnya Ridwan itu???


Reader : Ridwan belum tahu aja ya penyebab Kinar jatuh


Author : Iya kalau tahu bisa jadi perkedel dia sama Ridwan


Reader : Emang siapa sih Ridwan itu Thor, penasaran


Author : loh kamu belum tahu ya siapa Ridwan???


pasti belum baca novel "Suami Sewaan"


( ucap Author tersenyum devil)


Reader : Ah author main rahasia, tinggal bilang aja ngapa??


Author : Ya biar kamu mampir dan baca awal mula adanya novel ini, karena part pertamanya berjudul "Suami Sewaan"


Reader : Bilang aja mau sekalian promosi biar mampir( Reader melirik kearah author yang tertawa licik)

__ADS_1


Author: Emang ketauan banget ya?? ya Sekalian menyelam minum air hehehe


__ADS_2