Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Temu Kangen


__ADS_3

Freya diberitahu jika Bu Tum akan ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan, karena bosan Freya memutuskan ikut.


Bu Tumini yang awalnya khawatir Caroline akan ikut bisa bernafas lega.


Pasalnya wanita itu tak akan sudi menghabiskan waktu di supermarket, ia lebih suka ke salon atau ke dokter kulit untuk perawatan.


Kalaupun Caroline ke mall, ia lebih memilih shopping atau nongkrong cantik dengan kawan-kawannya.


bukannya menjadi pengasuh Freya.


Caroline mendekati putrinya hanya karena Michael, karena Freya adalah kunci bagi Caroline bisa kembali pada Michael.


Caroline harus bisa merebut hati Freya, dengan begitu jalan kembali akan lebih mudah karena Freya adalah kelemahan Michael


Walau Freya sedikit kecewa karena berharap sangat mama kandungnya ikut berbelanja dengannya ke supermarket seperti kebanyakan mama temannya, namun harapannya kandas begitu saja.


Freya hanya bisa menelan pil pahit kekecewaan.


Freya yang awalnya semangat terlihat lesu dan menundukkan kepalanya, wajahnya tak bergairah hanya mengikuti Bu Tum yang masuk ke dalam supermarket.


"Apa kau mau baik kereta dorong?" tanya Bu Tum takut Freya menghilang karena ketinggalan jejaknya, sebab Freya terus saja melamun.


"Aku bukan anak kecil Nani" protes Freya cemberut


"Sayang, apa kau tidak suka berbelanja dengan Nani???" tanya Bu Tum lembut


"Maaf Nani, Freya hanya kesal pada diri sendiri" gumam Freya lirih, Bu Tum mau tak mau kasihan pada Freya.


Ia lalu berjongkok dan mengelus puncak kepala Freya dengan penuh kasih sayang.


Bu Tumini tahu jika Freya kecewa dengan Caroline.


"Apa karena mama kandungmu tak mau ikut???" tanya Bu Tum membuat Freya menatap Bu Tum namun kembali menunduk. Freya memilih untuk tak menjawab pertanyaan Bu Tumini.


Freya masih bisa melihat wajah Bu Tumini yang membiru akibat tamparan keras Caroline, ia merasa bersalah pada pengasuhnya itu.


"Nani, maafkan Freya" ucap Freya lirih dengan suara serak


"Loh kenapa minta maaf??? memang Freya salah apa???" tanya Tumini mengerutkan alisnya . Bu Tumini merapihkan anak rambut Freya dan tersenyum


"Gara-gara Freya membawa mama Caroline dan bersikeras mama Caroline tinggal, Nani jadi kena omelan dan tamparannya.


Maafkan Freya ya Nani" ucap Freya sudah terisak nangis


"Cup cup cup, sayang itu bukan kesalahan Freya, tapi memang salah Nani karena melawan.


jadi Freya gak usah merasa bersalah ya.


Terkadang seorang pekerja mendapatkan itu jika melakukan kesalahan, ya walau tidak semua orang menyelesaikan permasalahan dengan kekerasan, tapia dan juga beberapa yang seperti itu.


Itu perbuatan tak terpuji.


bagaimana jika posisinya di balik, tentu kita tak mau di sakiti orang lain bukan???


Jika kau sudah besar nanti, jadilah wanita yang bijak sana, bisa meredam amarah dan berpikiran secara logis"


Freya mengangguk tanda mengerti ucapan pengasuhnya.


"Tapi mama Caroline bukan majikan Nani, papa majikan Nani.


Mama Kinar saja tidak pernah bersikap arogan, ia tak pernah marah, ia, ia....


Nani, Freya jadi keingetan mama Kinar terus.


Freya kangen mama Kinar" ucap Freya makin sesenggukan


"Karena mama Kinar wanita dewasa yang matang secara fisik dan mental, mama Kinar wanita yang baik" ucap Tumini.

__ADS_1


Freya juga setuju apa yang Bu Tum katakan.


walau mamanya terus mengatakan keburukan Kinar, Freya tak percaya.


Karena sejauh ini Kinar memperlakukannya dengan sangat baik dan penuh kasih sayang.


"Nani, apa mama Kinar membenci freya???"


"Gadis bodoh, bagaimana mama Kinar membencimu???


Dia sangat, sangat, sangat sayang sama Freya.


Mama Kinar juga sering menelpon Nani hanya untuk menanyai kabarmu.


Mama Kinar sangat sayang dan khawatir padamu" ucap Bu Tum menyerahkan ponselnya pada Freya.


Freya membuka pesan singkat yang dikirim Kinar. Disana tertulis jika Kinar menanyai kabarnya terus menerus, menanyai apa Freya sudah makan atau belum dan bla bla, semua hanya tentang Freya


"Mama Kinar sayang Freya Nani, mama Kinar kangen Freya. Tapi kenapa mama Kinar gak mau telepon Freya, padahal Freya kangen banget sama mama Kinar" Rajuk Freya


"Karena mama Kinar tak mau menggangu kebahagiaanmu dengan Caroline.


Ia menghormati mama kandungmu" ucap Bu Tumini mencubit hidung Freya.


Gadis kecil itu terdiam. Jika Kinar menghormati Caroline tapi mengapa Caroline justru seolah membuat Freya membenci Kinar. Caroline selalu mengatakan semua hal buruk tentang Kinar.


"Nani, Freya sayang mama Kinar" ucap Freya dengan wajah lugunya.


"Nani tahu"


"Freya juga sayang papa dan Nani"


"Nani juga tahu" ucap Tumini tersenyum lebar


"Nani sok tahu" ucap Freya membuat Tumini dengan gemas mencium pipi Freya


"Nani Freya udah gede bukan bayi lagi" protes gadis kecil itu dengan wajah memerah


"Bagi Nani Freya tetap bayi kesayangan Nani.


Ayo kita masuk.


Nani punya kejutan untuk Freya, yang pastinya Freya akan suka" ucap Bu Tum tersenyum penuh arti.


Ia lalu berjalan masuk ke dalam supermarket meninggalkan Freya yang masih bengong terdiam


"Nani tunggu ih, kok Freya di tinggal" protes Freya berlari mengejar Tumini.


Bu Tumini segera mengirim pesan singkat pada Kinar.


memberitahu posisi mereka.


Awalnya Kinar hanya mau bertemu Bu Tum untuk menyerahkan salep agar luka lengannya cepat hilang, dan juga bertemu Freya sebentar untuk menghilangkan kerinduannya , namun saat Bu Tum berkata ingin pergi ke supermarket, akhirnya mereka memutuskan bertemu di sana dan memberikan Freya kejutan.


Freya terus bertanya kejutan apa yang akan ia peroleh, namun Bu Tum hanya tersenyum dan membuat Freya akhirnya berhenti bertanya karena lelah.


Freya sedang asik memilih beberapa coklat, ia sudah memasukkan tiga merek coklat ke dalam troli belanjaan, namun ia masih mau jenis lain.


"Gak baik makan coklat loh, nanti gigi anak mama yang cantik bolong di gigit ulat" sebuah suara membuat Freya terkejut, suara yang ia rindukan.


Freya berbalik badan dan mendapati Kinar sedang tersenyum menatapnya


"Mamaaaaaa, mamaaaaaa, mama kemana saja, mama Freya kangen mama" ucap Freya langsung menabrak dan memeluk Kinar erat, seolah ia tak mau melepaskan Kinar lagi.


Di belakang Kinar Bu Tum menghapus air matanya, ia terharu melihat pemandangan di depannya


Bu Tum berharap Kinar bisa menjadi mama bagi anak asuhnya, bukan mama kandung Freya yang seperti mama tiri, egois dan tidak perduli sama sekali pada perasaan Freya.

__ADS_1


"Maafkan mama ya sayang, mama banyak kerjaan" ucap Kinar berbohong


"Mama banyak kerja pantes mama kurus dan ada mata panda nya.


Mama nih gimana, mama melarang Freya begadang, tapi mama sendiri melanggar.


Mama terlihat jelek" ucap Freya polos membuat bubtum dan Kinar tertawa terkekeh


"Iya, iy mama ngaku salah deh, lain kali mama akan ingat" ucap Kinar tersenyum


"Gak ada lain kali ma, harus.


Freya gak mau punya mama jelek"


"Oh jadi kalau mama jelek, Freya gak mau sama mama lagi gitu???" goda Kinar cemberut


"Bu.. bukan gitu ma, freya kan mau pamer sama teman-teman kalau Freya punya mama yang cantik dan hebat" ucapnya antusias membuat Kinar dan Bu Tum tertawa.


"Owh buah di pamerin aja ya??? sedih deh mama dengarnya" ucap Kinar pura-pura kecewa


"Ih mama, kan semua teman Freya udah lihat mama.


mereka bilang mama cute dan cantik.


Gimana sih mama tuh" ucap Freya membuat Kinar gemes.


"Iya, iya, mama ngerti kok. mama kan cuma godain Freya aja.


Cepat pilih coklat mana yang paling kamu mau dan sisanya letakkan kembali di rak nya.


Ingat jangan letakkan asal, kasian mbak-mbak nya harus merapihkan lagi"


"Baik ma" ucap Freya meletakkan beberapa coklat yang berada di tangannya, ia hanya mengambil dua coklat yang sudah ada di troli belanjaan.


Semudah itu Freya patuh pada Kinar.


Mendidik anak tak harus dengan kekerasan atau kata-kata keras, cukup dengan kata-kata lembut, di beri pengertian dan tegas.


Bu Tumini makin kagum pada Kinar.


Setelah Mereke berbelanja, Kinar membawa mereka untuk makan siang, setelah itu ke wahana bermain yang berada di mall tersebut.


Bu Tum mengambil beberapa foto tanpa sepengetahuan Kinar dan Freya, lalu mengirimkannya pada Michael.


Bu Tum tahu jika Michael tidak berada di luar negeri, melainkan tinggal di sebuah apartemen milik Lucky.


Menjelang sore mereka pulang, walau merasa berat hati Freya akhirnya mengizinkan Kinar pulang.


"Mama gak masuk dulu???" tanya Freya berharap Kinar menetap lebih lama


"Sayang, di dalam ada mama kandungmu, mama Kinar gak enak hati, mama harus menjaga perasaanya.


Apa kamu mengerti???


jadilah anak baik dan dengarkan perkataan mama Caroline, jangan nakal.


Mama sayang Freya" ucap Kinar di akhir ucapannya, ia mengecup kening Freya.


Sebenarnya Kinar berat berpisah dengan Freya, namun ia tak mau berlama-lama di rumah ini, ia belum siap bertemu Michael


"Gak masuk dulu non??? tuan ngungsi ke apartemen Tuan Lucky demi menghindari wanita siluman itu.


Non, bukan ibu mau membela tuan, tapi ibu sangat yakin Tuan mencintai non Kinar. Demi non Kinar Tuan sampai rela berpisah sementara waktu dengan putrinya agar non gak salah paham" ucap Bu Tum membuat Kinar terkejut, namun ia buru-buru menutupi keterkejutannya.


"Sudah sore Kinar pamit dulu ya Bu, Freya ingat pesan mama, assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" jawab Bu Tum dan Freya yang sudah biasa membalas salam Kinar.

__ADS_1


Mobil Kinar meninggalkan halaman rumah Michael,


__ADS_2