Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Selfie


__ADS_3

Anggi meninggalkan putrinya untuk bergabung dengan para ibu-ibu, mereka terlihat sangat seru sekali


Sementara Kinar lebih memilih menikmati salad buahnya, memandang orang-orang yang berlalu lalang.


Jangan tanya kemana Aisya, ia kewalahan mengikuti si bungsu yang berpindah dari Stand makanan satu ke stand makanan lainnya, karena acara resepsi di laksanakan di sebuah ballroom hotel berbintang di kota tersebut.


Kinar hanya tertawa kecil melihat kelucuan adik-adiknya, sementara si kembar malah asik ngumpul dengan Reyhan dan Wawan.


Kinar sejak tadi tak melihat keberadaan Arfan, namun Kinar tak perduli, itu lebih baik daripada ia ada dan akan merusak moodnya.


Sejak kejadian semalam, Kinar memilih menghindar, ia bangun pagi-pagi sekali, memasak lalu memakan sarapannya di kamar dengan alasan kurang enak badan, data semua orang berkumpul, ia langsung turun. dan masuk ke dalam mobil keluarganya.


Saat ijab qobul Adam, Kinar lebih memilih berkumpul dengan keluarganya, jika ia di dekat Caroline pasti akan melihat Arfan, sehingga ia meminta izin Caroline untuk bergabung dengan mama dan papanya.


Kinar sudah mulai bosan, ia tak suka berlama-lama di keramaian, Kinar lebih suka jika berada di kamar menikmati waktunya sambil membaca novel atau mendengarkan musik, jikapun harus menghabiskan waktu di luar, ia lebih suka ketempat yang masih asri tanpa suara hingar bingar yang memekakkan telinga


"Boleh aku duduk disini???” suara seseorang mengagetkan Kinar, suara yang terdengar tak asing di telinga Kinar


Kinar langsung menoleh kearah sumber suara, matanya melotot melihat pria yang ia sangat benci berada di depan matanya


"Duduk saja bukan punyaku juga" ucap Kinar membuang pandangannya ke tempat lain


"Aku minta maaf" ucap Arfan lirih


Kinar hanya menoleh tak mengatakan apapun

__ADS_1


"Aku sungguh-sungguh minta maaf atas semua ucapan ku padamu" ucap Arfan penuh penyesalan


"Lupakan saja, aku sudah Memaafkanmu" ucap Kinar acuh


"Aku tahu kamu membenciku"


"Berhenti berspekulasi sendiri, sebaiknya kamu pergi sekarang, aku sedang tidak ingin kau ganggu" ucap Kinar dingin, ia yang biasanya bersikap ramah berubah ketus dan tidak bersahabat, semua karen ulah Arfan sendiri yang memulai menabur kebencian


"Kinar aku...."


"Kau pergi atau aku yang pergi????" tanya Kinar menatap tajam ke arah Kinar


"Baik-baik aku akan pergi,


Aku sungguh minta maaf atas semua perkataan ku, aku tahu kamu pasti membencimu, namun aku harap suatu saat kita bisa berteman" ucap Arfan dengan berat hati melangkah meninggalkan tempat itu, walau ia masih berharap mendengar Kinar menerima permintaan maafnya, namun sudah mengutarakan maksud hatinya, Arfan sudah sedikit lega, ia takut memancing permasalahan lain karena bersikukuh di sana saat Kinar sudah terang-terangan mengusirnya


Kinar memilih menghampiri adiknya , ia merindukan mereka karena sejak beberapa waktu tiba di tanah air, ia hanya memiliki sedikit waktu yang ia habiskan dengan adik-adiknya


"Kak, mau bakso??" tawar Aisya yang sedang mengantri bakso untuk Amera, sementara si bungsu sedang duduk manis memakan ice cream nya


"Raffa Raffi Mana dek?"tanya Kinar celingukan


"Tuh, lagi selfie-Selvie" tunjuk Aisya dengan bibirnya


"Ayo" ucap Kinar menarik Aisya keluar dari barisan antrian bakso

__ADS_1


"Kak, Amera mau bakso," protes Aisya


"Sudah ikut saja, kapan lagi kita selfie-selfie" ucap Kinar bersemangat, ia menghampiri adik bungsunya dan langsung menggendongnya


"Kak, turunkan aku, aku bukan anak kecil" protes Amera marah


"Bagi kakak kamu tetap adik kecil kakak yang menggemaskan" Kinar mencubit hidung bangir Amera, wajah Amera sangat mirip dengan mama Anggi, cantik dan lembut


"Ayo kita foto-foto, kapan lagi ya kan?" ucap Kinar bersemangat


Mereka lalu berfoto ria dengan berbagai gay, Rey yang melihat saudara dan saudari nya asik berfoto langsung menghampiri mereka dan ingin ikutan berfoto, jarang sekali kakak nya itu mau di foto


"Asik ikutan dong" ucap Wawan" namun Reyhan langsung menahan Wawan mendekati s Saudara-saudaranya


"Sorry bro, ini foto keluarga, orang luar dilarang ikut" ucap Reyhan tersenyum lebar


"Woi gue kan bentar lagi jadi adik ipar loe, gue calon suami Aisya" ucap Wawan mengedipkan sebelah matanya kearah Aisya


"Amit-amit,.ngarep" ucap Aisya mengetuk keningnya beberapa kali


"Pede banget loe, gue gak mau loe jadi adik ipar gue, lagian adik gue juga gak mau sama loe, jangan tidur di siang bolong" ucap Reyhan merangkul sahabatnya dengan senyum mengejek


"Aisya sayang, Aa ingin menghalalkan mu, menjadikan kamu satu-satunya ratu di hati Aa" rayu Wawan norak


"Gila". ucap Aisya nepuk jidatnya

__ADS_1


"Dan sana minggir gue mau foto sama keluarga gue" ucap Reyhan menyuruh Wawan menyingkir.


saat Anggi dan Satria datang, mereka juga meminta mama dan papa mereka ikut berselfie ria.


__ADS_2