Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Menarik


__ADS_3

Setelah memeriksa Albert Amara langsung membawa Kinar menuju dapur, ia meminta Kinar memakai pakaian santai yang memang sepeti nya ia siapkan untuk kinar, Kinar tersenyum canggung, rupanya ia tak bisa meremehkan wanita ini, semuanya penuh persiapan dan ia terjebak di dalamnya tanpa bisa menolak.


"Sayang ganti pakaian dulu, Tante sudah siapkan pakaianmu, mudah-mudahan ukuranya pas.


Tante sudah izin sama Ridwan dan beliau berkata Taka dan class atau jam praktek untuk tiga hari kedepan" ucap Amara tersenyum puas.


"Apa yang papa Ridwan dan Tante Amara rencanakan?? aku mencium sesuatu yang janggal.


setahuku lusa aku ada jam praktek, mengapa jadi kosong???, aku harus menanyakan pada dokter Cindy" gumam Kinar dalam hati.


ia di ajak Amara menuju kamar tamu, disana benar sudah ada pakaian yang di siapkan oleh Amara, tergelatak di tempat tidur.


Kinar segera mengganti pakaiannya, ia mengikat ekor kuda rambutnya, ternyata pakaian yang ia pakai pas, ia memandang wajahnya di cermin dan tersenyum


bagaimana Tante Amara tahu ukuran pakaiannya?


Kinar hendak meninggalkan kamar tersebut saat tanpa sadar ekor matanya menangkap sesuatu, sebuah bingkai foto berada di meja rias


Kinar meraih figuran foto, alisnya berkerut, seorang gadis manis sedang di peluk oleh Amara, wajah gadis yang Kinar perkiraan berusia dua puluh tahun itu mirip Amara, cantik dengan bola mata biru dan rambutnya hitam khas orang Asia, perpaduan om lucky dan Amara.


kalau dilihat sekilas mirip Mikhayla anak angkat Amara, tapi gadis ini memiliki sorot mata polos dan tanpa riasan,berbeda dengan Mikhayla yang sorot matanya licik dan penuh tipu daya.


Sejak mengenal, Kinar banyak belajar mengenai karakter manusia, dan Kinar mendapati sorot mata Mikhayla yang seperti Bella, Licik!!


Awalnya Kinar mengira jika kamar ini adalah kamar tamu, namun ternyata ini kamar almarhumah putri Amara, mungkin baju yang ia kenakan juga milik anak perempuan Amara.


Kinar berjalan keluar kamar tersebut dengan ragu, nampak Amara sedang menunggunya duduk di ruang keluarga bersama Mikhayla yang sedang memijit punggung Amara, begitu Kinar keluar wajah Mikhayla langsung berubah, ada kilatan kebencian begitu melihat pakaian yang Kinar kenakan


"Lancang bener kamu pakai punya mendiang Gabby???" bentak Mikhayla tak senang


"Mama yang memintanya ganti pakaian milik Gabriella.


ucap Amara datar


"Tapi ma, pakaian itu ...


Mama tidka membiarkan orang lain memakainya" protes Mikhayla


"Kinar pengecualian"


"Kenapa aku tidak boleh dan Kinar boleh, aku anak mama juga kan??? apa mama masih menganggap aku pernah luar?" tanya Mikhayla dengan suara bergetar


"Miki, kamu sudah mama belikan pakaian lebih dari cukup, semuanya merk terkenal, mengapa masih meributkan pakaian bekas Gabby???


pada siapa mama berikan, itu hak mama, apa kau masih mau protes nak?" tanya Amara terlihat tak senang

__ADS_1


"Enggak, enggak ma, hanya saja..."


"Sudah, mama mau ke dapur buat kue, ayo Kinar" ucap Amara langsung menggandeng Kinar, meninggalkan Amara sendiri dengan wajah kesalnya


"Sial, sihir apa yang wanita itu berikan pada mama sehingga mama menurut padanya??? aku saja tidak di perbolehkan masuk ke kamar Gabby, sementara wanita itu, wanita yang baru mereka kenal dengan mudah masuk ke dalam kamar Gabby bahkan memakai pakaian Gabby, menyebalkan" Mikhayla menghentakkan kakinya kesal


"Lebih baik aku ke kamar Albert dan memberitahu pria itu, Albert sangat menyayangi Gabby, bahkan pakaian Gabby atas permintaanya ada beberapa yang tetap di lemari pakaian nya, karena Albert melarangnya memberikan ke panti asuhan, sebagai kenang-kenangan atas adiknya yang sudah meninggal, namun kini Amara malah memperbolehkan Kinar memakainya"


Mikhayla berjalan menuju kamar Albert.


Mikhayla mengetuk pintu kamar Albert, lalu menjulurkan kepalanya masuk


"Boleh aku masuk kak?" tanya Mikhayla yang melihat Albert sedang memeriksa laporan perusahaannya


"Masuk saja, tumben pake izin" ucap Albert menoleh sejenak lalu kembali fokus pada laptopnya


"Aku hanya takut di usir olehmu, seperti beberapa waktu lalu" ucap Mikhayla merajuk


Terdengar tawa kecil Albert melihat adiknya merajuk


"Itu karena kau menggangguku, mau apa kesini? aku sedang sibuk memeriksa laporan" ucap Albert tanpa menoleh


"Kak, mama ...


" Mama kenapa? "


"Kinar? apa dokter itu masih di rumah ini???"


"Iya, mereka sedang memasak di dapur dengan mama Amara"


"Biarkan saja, mungkin mama memberinya karena takut baju Kinar kotor, sepertinya mama mau mengajari Kinar masak atau mungkin sebaliknya" ucap Albert menaikan bahunya tanda tak perduli.


Mikhayla merasa percuma memberitahu Albert, ia melangkah keluar kmr Albert


"Mau kemana kamu?" tanya Albert menatap adik angkatnya


"Ke kamar"


"Mengapa kau tidak belajar memasak juga???? wanita wajib bisa masak agar bisa mengenyangkan perut suami" ucap Albert menatap Miki


"Apa kakak suka wanita yang bisa masak?" tanya Miki antusias


"Semua pria sama, mereka suka wanita yang pandai memasak. jika perut kenyang, suami tak akan jajan di luar sehingga tak melirik wanita lain"


"Baik kak aku akan belajar masak" ucap Mikhayla langsung menuruni tangga menuju dapur.

__ADS_1


Di kejauhan terdengar tawa Amara dan Kinar, mereka terdengar akrab sekali, saat Mikhayla mendekat keduanya langsung berhenti tertawa


"Kamu mau apa Miki???" tanya Amara yang melihat Mikhayla mendekat


"Mau bantu mama juga" ucap Mikhayla memasang senyum lebar


"Baguslah, sini, bantu mama cuci cucian bekas mama but adonan tadi.


untung ada kamu, makasih ya sayang" ucap Amara lalu kembali fokus melihat Kinar yang menunaikan adonan cake ke dalam loyang, setelah itu menghias atas nya dengan pola, sementara di tempat cucian Mikhayla merenggut. Ia ke dapur untuk ikut belajar, tapi malah


Ia di minta cuci piring


"Sial, mama Amara memperlakukan gue kaya pembantu, tunggu aja ma, saat gue jadi mantu loe, gue akan siksa loe kaya pembantu!!!" geram amar dalam hati


Setelah adonan masuk, peralatan kotor Kinar letakkan di tempat cucian


"Maaf ya Miki, cuciannya nambah" ucpa Kinar tak enak hati


"Sudah Kinar sini, Tante sudah buatkan kamu lemon tea, biar Miki menyelesaikan pekerjanya" ucap Amara, Miki makin gondok mendengarnya, ia di anak tiri kan oleh mama angkatnya karena Kinar.


Setelah empat puluh menit kemudian oven berbunyi, Kinar dan Amara mendekati oven dan mengeluarkan cake yang mereka buat, bau harum cake langsung menyebar di dapur sampai ke ruang keluarga.


Lucky yg sedang menonton televisi langsung menghampiri mereka, tergoda oleh aroma butter yang kuat dari cake tersebut


"Buta apa ma, wangi nya enak bener" ucap lucky penasaran


"Ini pa cake, mama sama Kinar yang buat" ucap Amara berbinar senang melihat cake nya sukses.


"Maksud nama Kinar yang buat mungkin, kalau mama yang buat, terakhir kali sampai membuat apa tersedak serat cake mama bantet" ucpa lucky menahan tawa


"Ini memang Tante Amara yang buat kok om"


"Tuh dengar pa, papa gak percaya sih.


awas aja papa makan, gak akan mama kasih" ancam Amara memanyunkan bibirnya


",Haha papa becanda ma" ucap lucky menggaruk kepalanya


"Kinar tersenyum tipis, ia seperti melihat papa dan mamanya pada diri Amara. dan lucky, cinta mereka tak lekang oleh waktu, di usia mereka yang makin tua, keduanya masih tetap mencintai satu sama lainnya.


membuat siapapun yang melihatnya iri.


Kinar memotong kue yang baru matang, membagikan pada Amara, lucky dan mikhayla yang memandang potongan cake di depannya dengan remeh.


Tiba-tiba Albert datang dan meminta bagiannya, mereka lalu makan cake tersebut.

__ADS_1


Lucky dan Amara tak henti-hentinya memuji Kinar, sementara Albert hanya melirik sekilas dan menyunggingkan senyum


"Menarik" gumamnya dalam hati


__ADS_2