Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Mimpi atau ....


__ADS_3

"Kinaaaaaarrr, Kinaaaarrr, maafkan mas sayang” teriak Dimas sambil menangis, dia terus meneriakkan nama Kinar namun Kinar terus melangkah meninggalkannya dengan wajah sendu


”Mas, mas bangun mas” Sebuah tangan kecil memegang bahunya dan menggoncang ya, tersengat suara yang tak asing bagi Dimas


”Mas Dimas bangun" panggil Bella, hingga akhirnya Dimas kembali ke alam sadarnya dan terbangun


Dimas membuka matanya dan mendapati Bella disampingnya


Seperti orang linglung Dimas hanya diam, malah ia mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita dalam mimpinya itu, mimpi itu begitu nyata dan menyeramkan.


”Mas kamu kenapa?? mimpi buruk ya???” tegur Bella


Dimas menatap Bella tanpa menjawab, nyawanya seakan belum kembali semua ke raganya, ia hanya menatap Bella kemudian kembali menatap lurus , terdiam


Dimas memegang dahinya yang bercucuran keringat, menyentuh matanya, ternyata ia sungguh menangis.


Mimpi itu, entah bagaimana Dimas mengatakannya, mimpi yang sangat aneh namun membuat hatinya terasa sakit..


Kinar,.. ya Kinar istrinya ada dalam mimpi itu, masih terbayang wajah kecewa dan sedih Kinar dalam mimpinya, membuat pikiran Dimas makin tak karuan.


Dimas sangat takut sesuatu yang buruk terjadi pada Kinar.


"Kamu dimana sayang????” ucap Dimas lirih


Bella yang melihat Dimas seperti orang linglung sejak tadi , berusaha menyadarkan Dimas, ia terus memanggil Dimas dan menepuk punggung Dimas, hingga Dimas tersadar dari lamunannya.


"Mas, apa kamu baik-baik saja?? apa perlu ku panggilkan dokter???” tanya Bela cemas


Dimas hanya menggeleng lemah, ia meraup wajahnya kasar, hatinya tak tenang terlebih setelah mimpi itu, ia merasa mimpi itu seperti sebuah pertanda.


Biasanya Dimas adalah orang yang selalu berfikiran realistis, namun kali ini pikirannya buntu.


"Aku baik-baik saja Bella, terima kasih”ucap Dimas pelan


”Mas mau makan lagi? ini sudah menjelang malam, mas sudah tertidur 6 jam sejak sore tadi” ucap Bella khawatir

__ADS_1


Dimas menatap jam di dinding kamar apartemen tersebut, jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, alih-alih menjawab pertanyaan Bella, Dimas malah balik bertanya


"Apa yang kau lakukan di apartemenku, pulanglah" ucap Dimas lirih


"Tapi mas, mas sedang sakit, siapa yang merawat mas” ucap Bella


"Aku bukan anak kecil Bella, aku bisa mengurus diriku sendiri, pulanglah , dan jangan kembali.


Antara kamu dan aku sudah tidak ada hubungan apapun, akan buruk nantinya jika ada yang melihat kamu sering ke apartemen ini, aku lelaki yang sudah beristri" Dimas sengaja menekankan statusnya pada Bella, ia merasa risih Bella terus berada disisinya.


”Aku hanya ingin membalas kebaikanmu mas” ucap Bella serak, Bella merasa sakit hati dengan ucapan Dimas, walau kenyataannya memang benar dia berada di apartemen suami orang.


"Dengan kau tak dekat denganku, itu membantuku Bella" Dimas menatap Bella pandangan matanya dingin membuat Bella terenyuh, ternyata Dimas yang dulu memandangnya dengan penuh kasih sayang dan perhatian, kini memandangnya bagai seseorang yang tak berarti , begitu dingin dan hampa terasa


”Aku masih mencintaimu mas" ucap Bella terisak, ia sudah menyadari bahwa Dimas sudah mencuri hatinya, walau terasa terlambat, kenyataan bahwa Dimas seperti membuangnya jauh membuat hati Bella hancur.


Bella mengutuk kebodohannya sendiri meninggalkan Dimas demi seorang Kristian yang lemah dan kaku, demi cinta buta nya pada Kristian, ia telahmembuang semuanya, kini penyesalan tinggal penyesalan, Bella ingin kembali ke masa dimana ia di di puja dan dicintai Dimas namun sepertinya itu tak akan mungkin terjadi lagi, Dimata Dimas kini tak ada dirinya. ia telah tersingkir dengan sempurna.


"Tolong tinggalkan aku sekarang, tolong" ucap Dimas lirih. Bella merasa sangat sakit hati terus di usir pergi oleh Dimas, kali ini sampai memohon padanya.


”Aku memang salah mas, aku mengakui semua kebodohan ku, tapi aku akan tetap berada di sisimu, merebut mu kembali dari tangan wanita itu, aku yakin apa yang kamu rasakan saat ini pada wanita itu hanya pelampiasan rasa kesepian dan kesedihanku saat aku tinggalkan” gumam Bella memandang gedung apartemen di depannya, ia lalu melajukan kendaraannya menuju apartemennya sendiri.


Lampu apartemen Bella sudah padam, ia berjalan masuk perlahan dan menyalahkan saklar lampu dan terpekik kaget mendapati Kristian sedang terduduk di sofa menatapnya


"Ah kamu belum tidur ?" tanya Bella canggung


”Dari mana kamu?" tanya Kristian menatap kekasihnya intens


”Aku, aku jalan-jalan" ucap Bella sekenanya


"Jalan-jalan sampi malam begini??? jangan membuatku tertawa Bella. Kamu pikir aku bodoh begitu saja percaya padamu???" cibir Kristian.


”Terserah " ucap Bella meninggalkan Kristian menuju kamar mereka


Ya sejak mereka meninggalkan Indonesia dan memilih tinggal di negara ini, mereka malah sudah seperti suami istri tidur dan melakukan hal yang tidak sepatutnya di lakukan oleh orang yang belum terikat ikatan suci pernikahan.

__ADS_1


"Bella aku bertanya padamu" ucap Kristian kesal lalu berjalan menyusul ke kamar tersebut


Dengan kasar Kristian menarik tangan Bella membuat wanita itu meringis kesakitan


"Lepasin” teriak Bella marah


"Aku gak akan lepasin sebelum kamu katakan yang sebenarnya” teriak Kristian tak mau kalah


”Gue bilang lepasin” ucap Bella dingin, membuat Kristian langsung melepaskan pegangan tangannya


"Bella...”


”Please , gue lelah. Gue pengen istirahat."ucap Bella membuka bajunya lalu menuju kamar mandi, tak lama terdengar suara air gemericik, tanda Bella sedang mandi.


Kristian menatap bingung ada kekasihnya itu, ia melihat pandnagan mata Bella yang terluka dan sedih, ia juga melihat Bella menangis, apa yang terjadi pada kekasihnya itu??? apakah keluarganya lagi atau?????


beribu pertanyaan melintas di kepala Kristian.


Hubungan mereka memang tidak di restui oleh orangtua Bella, namun Bella tetap menentang dan bersikukuh memilih Kristian.


Saat Mama nya memperkenalkan Dimas seorang pengusaha muda yang kaya raya, yang merupakan rekan bisnis papanya, Bella menolak, namun demi kebahagiaan orangtuanya Bella akhirnya menurut.


Dimas yang terpesona oleh kecantikan bela saat pertama kali mereka bertemu membuat hubungan mereka makin dekat dan akhirnya mereka berpacaran, namun di balik itu, Bella masih berhubungan dengan Kristian, hanya saja Kristian tidak tahu,sebab Bella mengirim Kristian belajar di luar negeri.


Kristian awalnya hanya seorang pelayan di sebuah diskotik, ia menyelamatkan Bella saat Bella sedang di lecehkan, Setelah itu ia membawa Bella yang kala itu baru merintis karier ke kostan nya mengobati Bella dan bersikap sopan pada Bella.


Kristian juga tidak menyentuh Bella walau saat itu tubuh Bella sudah setengah telanjang, ia justru memberikan jaketnya untuk menolong Bella.


Bella di jual oleh rekan nya kepada seorang pria yang katanya bisa memuluskan karir Bella dengan menjual dirinya, beruntung Kristian datang dan menyelamatkannya.


Melihat pria yang menyelamatkannya merupakan pria yang baik, membuat Bella bersimpati dan lama kelamaan berkembang menjadi cinta.


Bella juga membiayai pria tersebut kuliah dengan jerih payahnya berlenggok di atas catwalk, demi cintanya pada Kristian .


Orangtua Bella yang mengetahui itu murka dan langsung berusaha menjodohkan Bella pada siapapun selain Kristian, mereka menginginkan hidup Bella bahagia dan berkecukupan, dan datanglah Dimas, Dimas mantu idaman kedua orangtuanya.

__ADS_1


Bella.akhirnya hanya memanfaatkan Dimas yang cinta mati padanya, memberikan akses kartu kredit pada Bella, dan tak pernah memprotes Bella walau uang yang ia berikan pada Bella sebagai biaya hidup bulanan selalu kurang.


__ADS_2