Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Mama


__ADS_3

Dua manusia beda jenis itu sedang asik makan, terkadang Kinar terdengar tertawa dan berceloteh riang, lepas bebas tak seperti beberapa waktu ini.


Kinar seperti kembali pada dirinya yang dulu, sebelum menikah dengan Dimas.


seorang gadis periang yang murah senyum.


Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat bahagia.


yang pria tampan dan yang wanita cantik. sungguh pasangan yang akan membuat orang iri melihatnya.


Di kejauhan, masih satu area dalam restoran tersebut, tampak seorang pria terus memperhatikan kedua orang tersebut dari jauh, terlihat ia mengepalkan tangannya kesal, ia sejak tadii terus meneguk es teh manis yang di pesannya, berharap minuman itu bisa menurunkan suasana hatinya yang panas, namun ia salah, semakin ia melihat Kinar dan Adam, semakin ia dilanda amarah.


Kemudian ia bangkit dan meninggalkan tempat tersebut, makanan yang ia pesan tak satupun ia sentuh karena hatinya sudah diliputi rasa cemburu, kesal dan sakit hati.


"Aku mau tahu apa yang akan kamu katakan nanti Kinar"ucap orang itu yang tak lain adalah Dimas.


Dimas memang melupakan janjinya untuk menemani Kinar periksa, namun Kelvin mengingatkannya setelah satu jam kemudian


Dimas segera menuju rumah sakit, setengah berlari ia menuju poli kandungan, namun ia terkejut melihat pemandangan di depannya, istrinya dengan Adam, pria yang ia curigai sebagai anak bayi dalam kandungan Kinar.


Dimas segera bersembunyi ingin tahu apa yang mereka lakukan. Ia sengaja tak menghampiri mereka karena ia ingin tahu sejauh mana hubungan Adam dan Kinar.


Dimas membuntuti mereka hingga saat mereka berhenti disebuah rumah makan ala Sunda, Dimas memilih tempat duduk yang strategis untuk memantau istrinya dan lelaki itu.


Ia juga geram melihat Kinar yang seakan bahagia pergi makan dengan pria lain, Jujur Dimas merasa hatinya panas melihat Senyum kinar yang lepas, ditambah sesekali tawa Kinar terdengar sangat senang, membuat hati Dimas makin di bakar api cemburu.


Dimas melajukan kendaraannya menuju rumah, ia tak ingin kembali ke kantor karena mood nya sudah rusak setelah melihat istrinya dengan pria lain.


Mariska yang melihat kedatangan anaknya menyapa Dimas, namun Dimas hanya mencium punggung tangannya lalu naik menuju kamarnya, melihat wajah buruk Dimas, Mariska urung bertanya tentang menantunya, namun dimana Kinar? mengapa ia tidak pulang bersama Dimas? dan tadi, ia melihat auro kemarahan di mata putranya, berbeda saat ia marah ini seperti rasa cemburu, apa yang Kinar lakukan sampai Dimas seperti ini?


Mariska memandang punggung anaknya hingga Dimas masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Mariska segera menelpon Kinar, ia sungguh penasaran tentang apa yang terjadi.


"Assalamu'alaikum sayang, kamu dimana??" tanya Mariska begitu panggilan teleponnya tersambung


"Itu ma, tadi pas mau pulang, Kinar bertemu dengan mas Adam sahabat masa kecil Kinar, kami makan dulu, ini sudah selesai dan mau pulang” ucap Kinar diujung telepon


"Apa suamimu tidak mengantarmu periksa?"tanya Mariska ingin memastikan


"Enggak ma, ponselnya juga gak aktif pas tadi Kinar telepon berkali-kali, mungkin mas Dimas sibuk karena memang ada meeting, Kinar pulang dulu ya ma"


"Iya sayang hati-hati dijalan" ucap Mariska


"Assalamu'alaikum" salam Kinar


"Wa'alaikum salam" jawab Mariska kemudian mengakhiri panggilan teleponnya, ia langsung mengerti kenapa putranya terlihat sangat mengerikan saat kembali


Mariska lalu melangkah menuju dapur, membuat dua cangkir teh chamomile, saat ini Dimas sangat membutuhkannya, untuk menenangkan pikirannya yang tegang.


Setelah teh siap Mariska membawanya sendiri ke kamar putranya itu, ia mengetuk pintu , tak lama kemudian Dimas membukakan pintu kamarnya, ia bingung melihat mamanya yang membawa nampan berisi teh hangat chamomile yang biasa mamanya minum saat banyak pikiran, tapi mengapa ada dua cangkir??? tanya Dimas dalam hati


"Ah masuk ma” ucap Dimas canggung, sudah sangat lama Mamanya tidak pernah masuk ke kamarnya


Mariska melangkah ke arah balkon, mengambil tisu dan membersihkan meja yang tersedia disana.


karena masing-masing kamar memang di sediakan balkon untuk bersantai jika malas keluar kamar, sehingga di buat senyaman mungkin.


Mariska meletakkan cangkir tehnya di atas meja ,lalu duduk di sofa yang terdapat disana, Dimas mengikuti langkah mamanya, duduk di samping mamanya.


"Minumlah"ucap Mariska lembut sambil tersenyum, dengan patuh Dimas mengikuti permintaan mamanya.


"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya mamanya tiba-tiba

__ADS_1


"Ba..baik ma" ucap Dimas menduga arah pembicaraan mamanya,


"Apa perusahaan kita stabil nak?” tanya Mariska


"Sangat stabil ma, malah kita akan buka cabang baru juga" ucap Dimas bersemangat.


sudah sangat lama mamanya tidak menanyakan tentang pekerjaannya, Mariska terlihat sangat senang dengan pencapaian yang Dimas raih.


"Apa jika kamu tidak datang sehari perusahaanmy akan bangkrut nak?" tanya Mariska masih dengan senyum lembutnya


"Tentu gak ma, perusahaan Dimas sudah kokoh ma, kenapa mama nanyanya aneh gitu?" tanya Dimas langsung memutar tubuhnya menghadap mamanya


"Apa kamu ingat jika hari ini istrimu periksa ke dokter kandungan nak?" tanya Mariska kemudian


"Iingat ma" ucap Dimas menutupi kesalahannya


"Jujur sama mama apa kamu ingat?” tanya Mariska menatap lurus putranya


"Maaf ma, tadi karena meeting agak lama, Dimas telat datang"ucap Dimas menundukkan kepalanya


"Nak mama hanya mau kasih tahu satu hal padamu.


perusahaan mu tak akan bangkrut hanya karena kamu tak datang satu hari saja, dan meeting, sekali-kali beri kepercayaan Kelvin yang sudah mengikuti mu sejak kamu meniti karir, jadi... memberi kepercayaan pad oranag lain dan orang itu akan membalas setia padamu.


Lalu mengapa kamu tidak meluangkan waktumu untuk menemani Kinar memeriksakan kandungannya?


Mama hanya akan mengatakan satu kali padamu, semoga akan kamu ingat.


Masa kehamilan awal adalah masa yang sangat krusial, sangat rawan keguguran dan sedikit merepotkan khusunya untuk wanita yang baru pertama hamil karena akan merasakan kondisi tubuh yang berubah, mual muntah hebat dan mood yang baik turun, disana lah perlunya adanya dukungan dari suami.


Mama mengerti kamu sibuk, namun istri dan calon anakmu butuh kamu, Kinar sudah beberapa kali menghubungi ponselmu, namun tidak aktif, beruntung saat mau pulang ia bertemu dengan nak Adam dan mengantarnya makan, lalu sekarang mereka dalam perjalanan kembali.

__ADS_1


Kinar tidak menyalahkan mu, ia mengerti jika suaminya sangat sibuk, tapi tidak dengan mama nak, mama tidak mengerti kamu.


Lain kali luangkan waktumu sedikit saja untuk istrimu, dia punya hak kamu perhatikan dan sayangi. jangan kamu menjadi marah jika ia dekat dengan pria lain, karena kamu sendiri yang memberi celah tersebut, walau mama yakin Kinar wanita yang setia. namun apa anggapan orang jika kamu selalu tak ada untuk istri dan anakmu sendiri, mama harap kamu mengerti dan terus mengingat apa yang mama katakan,renungkan lah"ucap Mariska menepuk punggung Dimas yang masih membeku ditempatnya.


__ADS_2