Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Amanda membeku di depan pintu, matanya nanar menatap lurus ke arah pemuda yang berdiri mondar mandir di depan pagar rumahnya, walau wajah pemuda itu tak terlihat, Manda sangat yakin jika pemuda itu adalah Adam, pria yang amat ia sangat cintai dulu dan hingga saat ini.


Amanda menutup pintunya kembali, ia menangis terisak dengan suara pelan di belakang pintu, perasaanya sangat sakit, tekadnya yang ingin melupakan Adam goyah saat pria itu datang sore tadi, dan kini pria itu datang lagi membuat hati Amanda bimbang, ia takut mengingkari ucapannya pada kedua orangtuanya, terlebih mereka sudah melangsungkan pertunangan singkat seminggu lalu setelah Amanda kembali ke tanah air


"Ya Allah, buat apa lagi mas Adam menemuiku, belum puaskah ia membuatku sakit hati selama ini, belum puaskan dia membuatku menderita dengan perasaan cinta bertepuk sebelah tangan???


aku sudah mengikhlaskan mu mas, ikhlas walau hatiku sangat sakit, namun diantara kita sudah tak ada ikatan apapun. tolong jangan buat aku mengecewakan dan membuat malu keluargaku, cukup aku, cukup aku yang kau sakiti mas" gumam Amanda lirih, ia kemudian berlari ke kamarnya yang terletak di lantai dua, menangis dengan tersedu-sedu.


Tanpa Amanda ketahui, ada sepasang mata yang mengawasi gerak gerik Amanda sejak tadi, orang itu tak lain adalah kakak kandung Amanda, sekaligus sahabat Wawan dan Arfan, calon suami Amanda.


"Buat apa loe tangis pria brengsek itu Manda??? apa sebegitu besarnya cinta loe buat dia??? kenapaaaa???


cukup loe berjuang selama ini, loe.berhak dapatkan pria yang tulus mencintai loe, bukan pria egois yang tak peka dengan perasaan loe selama ini" gumam Miko, kakak kandung Amanda yang telah terpisah lama dengan Amanda sejak kedua orangtua mereka bercerai, karena takdir akhirnya setelah penderitaan panjang paska perceraian kedua orangtua mereka memilih rujuk kembali


"Gue harus beri pelajaran cowok brengsek itu, sore tadi loe selamat, namun kali ini loe nganter nyawa loe sendiri" ucap Miko langsung keluar menuju pintu gerbang di mana Adam sedang menunggu Amanda


"Den, den Miko mau kemana???" tanya Badrun melihat Miko berjalan penuh kemarahan ke arah pintu gerbang rumah tersebut


"Mau berinpelajaran pria brengsek itu" ucap Miko sekilas tanpa menoleh


Ahmad dan Badrun saling pandang, mereka merasakan firasat yang tak enak, melihat wajah Miko yang merah padam karena marah, Badrun dan Ahmad tau bakal terjadi perkelahian.


Mereka berdua mengekor Miko dari belakang, bersiap untuk melerai


"Jadi, loe yang namanya Adam???"


"Maaf anda siapa ya??" tanya Adam sopan

__ADS_1


"Banyak bacot loe" teriak Miko lalu mulai memukuli Adam, Adam yang terkejut dan tidak siap terkejut, walhasil ia menerimamenerima bogem mentah yang di layangkan miko mendarat tepat di wajahnya yang tampan,Miko terus mendarat kan bogem mentah ke arah Adam, Adam hanya bisa menghindar karena tak mau melayani Miko, bukan ia tak mampu hanya saja Adam tahu jika Miko sedang emosi karena dirinya.


Wajar saja seorang kakak akan mati-matian membela adiknya, terlebih ia melihat sosok pria yang sudah menyakiti adiknya sangat dalam.


Ahmad yang berusaha melerai malah terkena bogem mentah Miko hingga ia terkapar, maklum saja Miko guru taekwondo, jika saja Adam tidak bisa bela diri, sudah pasti Adam di buat seperti ayam penyet oleh Miko


Sementara di kamar Amanda


Amanda lalu bangkit dan berjalan ke.balkon kamarnya yanag menghadap ke gerbang rumahnya, matanya menyipit melihat bukan hanya ada yang di sana.


Terlihat Badrun masuk sambil berlari ke dalam rumah, Amanda merasa sesuatu terjadi di depan sana, dengan cepat ia menuruni tangga dan bertemu dengan Badrun yang terlihat panik


"Neng, anu neng, Ari si Aa teh di pukulin sama den Miko" ucap Badrun terbanta-bantah


"Apaaa" ucap Amanda setengah berteriak, ia langsung berlari ke arah pintu gerbang


"Paaa, papa, Amanda gak ada di kamarnya" ucap Anti terkejut


Gilang yang masih mengantuk,endengar istrinya berteriak jika Amanda menghilang langsung setengah berlari menghampiri anaknya


"Bangunkan Miko, papa akan cek ke bawah" ucap Gilang langsung menuruni tangga, nmahn baru saja dia berada di tengah tangga, teriak istrinya kembali terdengar


"Papaaaa,. Miko juga gak ada di kamarnya" teriak Sinta panik ia menyusul suaminya menuruni tangga


"Apa mereka kabur dari rumah pa??? mau di taruh di mana muka kita???"


"Mama jangan panik dulu, mama duduk aja dl biar papa periksa ke dapur dan belakang, siapa tau mereka lagi ngobrol, maklum kan mereka sudah lama gak ketemu", ucap Gilang berusaha menenangkan istri tercintanya, ia lalu setengah berlari memeriksa sekeliling, hingga saat menuju ruang tamu alisnya berkerut melihat pintu rumah yang terbuka

__ADS_1


"Apa si bibi lupa kunci pintu ya???" gumam Gilang ingin menutup pintu rumahnya, namun tangannya terhenti setelah mendengar suara ribut di luaran sana, penasaran ia keluar rumah dan melihat keributan di pintu gerbang, matanya melotot sempurna melihat putranya terlihat sedang berkelahi


"Astaghfirullah Mikoooooo" teriak Gilang melotot melihat anaknya membabi buta memukuli seseorang yang tidak ia kenal, terlihat juga Badrun satpam mereka sedang membopong Ahmad yang wajahnya memar, dengan geram Gilang menghampiri Anaknya


"Tuan, itu, den Miko ngamuk"


"Gak guna" cibir Gilang pada kedua satpam rumahnya, karena kalah denagn putranya


#Flash back


Amanda berlari kearah gerbang, ia tak perduli kakinya yang tak beralas apapun, Semakin dekat ia semakin ketakutan kakaknya itu seorang guru taekwondo, ia takut Adam akan jadi bulan-bulanan kemarahan Miko, dan betul saja, wajah Adam sudah babak blur, namun ia lebih memilih menghindar tanpa melawan


"Kak, hentikan kak, kau bisa membunuh mas Adam" teriak Amanda berusaha melerai kakaknya


"Pria brengsek ini harus di beri pelajaran, apa kau masih mencintai pria ini??? dia sudah menyakitimu bertahun-tahun Amanda, dia tidak layak kau bela"bentak Miko yang kesal dengan sikap adiknya itu


"Tapi bukan caranya begitu kak, dia gak murni bersalah, aku saja yang terlalu bodoh" ucap Manda


"Dasar bodoh" ucap Miko masih berusaha mendaratkan pukulan serta tendangan ke arah Adam


#Flash back off


"BERHENTIIIIII!!!!!!!!"


Suara Gilang yang penuh kemarahan membuat semua orang langsung diam membeku, tak terkecuali Miko yang terkejut melihat papanya dengan muka marah dan berkacak pinggang menatapnya tajam


"Pa...papa" ucap Miko dan Amanda lirih

__ADS_1


__ADS_2