Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Kembali Kerumah


__ADS_3

Seminggu Kemudian


Mariska sudah di perbolehkan pulang, ia memilih pulang ke rumah Dimas dan Kinar, karena ia ingin menghibur Kinar setelah tahu Kinar kehilangan anaknya.


Mariska tidak tahu jika kini Bella yang menempati rumah itu dengan Dimas.


Sebelum kedatangan mamanya, Dimas memperingati Bella untuk tidak berulah atau ia akan langsung menceraikan Bella dan tak perduli padanya lagi, dengan terpaksa Bella menurut, walau dalam hatinya kesal setengah mati,. di tambah kedatangan Mariska juga diikuti dengan kedatangan Kinar, wanita yang sudah berhasil ia singkirkan.


Bella merasa sangat terancam dengan kedatangan Kinar, ia takut Kinar akan kembali pada Dimas, yang artinya bahwa sia-sia rencana yang sudah ia siapkan untuk Kinar.


Semua orang memilih menutup mulut mereka rapat-rapat, tentang berita retaknya rumahtangga Kinar dan Dimas.


Mariska sebenarnya merasa sedikit curiga dengan perubahan sikap Kinar, ia hanya menduga jika sikap Kinar di latar belakangi karena dia masih berduka kehilangan anak mereka.


Senyum Kinar yang kaku dan ada sorot kebencian di mata Kinar yang terkadang terlihat.


Sebelumnya Kinar sudah meminta izin pada kedua orangtuanya untuk kembali kerumahnya, ia ingin merawat Mariska, mama mertuanya.


Kinar meyakinkan kepada kedua orangtuanya bahwa semua nya akan baik-baik saja, karena Dimas tidak akan melakukan hal yang bodoh di depan mamanya, Kinar akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya sendiri.


Untuk saat ini Kinar memilih tidak membicarakannya sampai kesehatan Mariska stabil.


Walau Kinar kembali kerumahnya, ia tak lagi sekamar dengan Dimas. Dimas yang mendengar Kinar kembali kerumah sangat bahagia, ia mengira kembalinya Kinar kerumah karena ia sudah berubah pikiran dan akan rujuk dengannya, namun setelah mendengar Kinar tak akan merubah keputusannya, Dimas sangat kecewa.


Dimas awalnya keberatan Kinar tak sekamar dengannya, walau bagaimanapun putusan pengadilan belum keluar dan Kinar masih menjadi istrinya yang sah.


Dimas berharap jika ia bisa sekamar dengan Kinar, ia bisa membuat Kinar hamil lagi dan tidak bisa bercerai darinya. Kinar hanya akan tinggal di rumah itu jika dia dan Dimas pisah ranjang, dan demi kesembuhan mamanya serta mengambil hati Kinar, terpaksa ia meluluskan permintaan Kinar.


Dimas tetap bersikap mesra pada Kinar, namun Kinar terus berusaha menghindar, ia akan memasang senyum terpaksa jika Dimas mencuri kesempatan menunjukkan kemesraan mereka di depan Mariska


Di belakang Mariska , Kinar kembali dingin dan menjaga jarak.


Kinar langsung masuk ke kamar jika sudah keluar dari kamar Mariska, ia tak mau melihat Bella.

__ADS_1


hatinya sakit melihat kenyataan jika Dimas memboyong Bella tinggal di rumah mereka, terlebih Bella menempati kamar mereka, kamar yang dulu di tempati Dimas dan Kinar.


Kinar semakin yakin jika sikap Dimas yang mengejar-ngejarnya berharap mereka rujuk adalah palsu, buktinya mereka belun cerai saja, ia sudah membawa Bella tinggal bersamanya dalam satu kamar.


Tanpa Kinar ketahui Dimas memilih tidur di sofa selama ini sejak Bella memaksa tinggal di rumah ini, namun yang terlihat oleh Kinar apa yang ia pikirkan.


"Mba Kinar " Dian menghampiri Kinar yang sedang duduk di ayunan menatap kosong ke depan


"Dian, apa kabar" ucap Kinar menghapus air matanya


"Mba Dian ikut berduka ya atas meninggalnya si kecil" ucap Dian tertunduk sedih, air mata menetes di pipinya yang terlihat tirus


"Aku baik-baik saja, sini duduk denganku” ucap Kinar menggeser duduknya


"Aww" ucap Dian ketika Kinar memegang lengan Dian


"Ya Allah maaf Dia , kamu kenapa??" tanya Kinar panik melihat Dian meringis


"Gak apa-apa mba, cuma terjatuh" ucap Dian tersenyum kecut. Kinar membuka lengan baju Dian dan ia melihat luka kebab di tangan Dian, saat diperhatikan lutut serta kaki Dian juga


Dian hanya diam menggeleng, air matanya tumpah.


Kinar memeluk gadis belia ini, Dian seperti adik bagi Kinar, melihat keadaanya seperti ini Kinar merasa sakit.


"Jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya, mba gak bisa nolong kamu.


Mba hanya sementara di rumah ini, sampai mama Mariska sehat," ucap Kinar lirih


"Dian bisa ikut mba Kinar??? gak usah di gaji dia mau asal keluar dari rumah ini, tolong mba" ucap Dian tiba-tiba bersimpuh di depan Kinar membuat Kinar terkejut di buatnya, ia menduga sesuatu yang buruk menimpa Dian.


Gadis periang ini tak akan terlihat menyedihkan seperti sekarang jika tidak ada yang memicu nya


"Maksud Dian?? kan disini juga dia bisa tinggal dan sekolah, mba sudah meminta mas Dimas tetap membiayai sekolahmu dan tidak mengusik jam belajarmu" ucap Kinar lembut mendudukkan Dian di sofa di sebelahnya

__ADS_1


"Kalau mba gak mau ajak Dian, Diana akan tetap keluar dari rumah ini. Dian gak butuh sekolah" ucap Dian sesegukan


"Apa yang terjadi pada gadis malang ini??? mengapa dia sepertinya ketakutan begitu??? "Gumam Kinar melihat Dian yang terus menangis.


"kamu katakan dulu apa yang terjadi padamu, jika kamu ga cerita bagaimana mba bisa membantumu?" ucap Kinar lembut


Dian gadis remaja berusia empat belas tahun itu mulai bercerita, Kinar mendengarkan dengan tangan terkepal,kemarahan menguasai dirinya.


"Baiklah, setelah mama Mariska sembuh, Dian ikut mba kerumah orangtua mba, apa Dian mau??" tanya Kinar yang dijawab anggukan cepat Dian


"Baiklah, jangan sedih lagi, besok kita ke dokter" ucap Kinar yang melihat luka di telapak tangan Dian, luka yang diakibatkan benda panas.


"Nggak usah mba, Dian gak mau merepotkan mba"


"Kalau Dian mau ikut mba, harus ikut aturan mba" ucap Kinar tegas. Melihat luka nya sepertinya Dian hanya memberinya obat antiseptik, namun infeksi sehingga ada nanah dan darah tercampur di telapak nya, jika tak ditangani segera bisa berbahaya.


Kinar memberi antiseptik dan membalut luka Dian, untuk sementara agar tidak terinfeksi lebih parah.


"Ya Allah dimana hati nurani Bella sampai bisa sejahat itu pada Dian, Dian hanya anak remaja yang masih polos, tidakkah ia punya adik dan bisa menyayangi Dian????


Bagaimanapun dia sebentar lagi akan menjadi seorang ibu,,,,.


Semoga keputusanku tepat membawa Dian, apapun yang terjadi aku tak bisa meninggalkan anak itu disini" gumam Kinar menatap punggung Dian yang berjalan menjauh.


Flash Back


Tiga hari sebelumnya


Seperti permintaan dokter Brian,. Bella datang lagi periksa, namun karena Dimas masih belum juga pulang, ia terpaksa menemui dokter tanpa suaminya.


Bella menjalani rangkaian pemeriksaan dari pagi hingga sore hari, dan hasilnya baru bisa di ketahui keesokan harinya.


Keesokan harinya Bella kembali ke rumah sakit, dengan perasaan tegang, takut, khawatir, Bella menunggu hasil lab nya di bacakan oleh dokter Brian.

__ADS_1


Terlihat air muka dokter Brian buruk, Bella sudah menduga bahwa hasilnya tidak baik, setelah menarik nafas panjang, dokter Brian menyampaikan hasil pemeriksaan...


"Bu Bella yang sabar, insha Allah semua ada jalan keluarnya. Mengenai hasil pemeriksaan yang ibu jalani kemarin, hasilnya menunjukkan........


__ADS_2