Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Curhat


__ADS_3

"Entahlah....” ucap Kinar pikirannya melayang jauh


"Baiklah, karena hari ini gue libur, gue akan ajak loe keliling kota, ini jarang turis tau tapi tempatnya asik" ucap Amanda bersemangat


"Okey, makasih Amanda" ucap Kinar terharu, ia sangat bersyukur bertemu dengan Amanda , gadis ini juga tak memperdulikan latar belakang Kinar, ia membantu Kinar tanpa pamrih.


Setelah bersiap-siap mereka lalu pergi dengan mengendarai skuter menuju keluar kota, Amanda lebih suka pemandangan di luar kota Paris, dan tujuannya ke gedung-gedung tua , mereka berwisata kuliner dari tempat yang satu hingga yang lainnya, tak terasa hari sudah sore, mereka lalu kembali ke apartemen, sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.


untuk pertama kali dalam hidup Kinar, ia melakukan apa yang ia mau tanpa merasa terbebani, Tertawa, berteriak, bercanda , beban hidup yang selama ini menghimpitnya seakan berkurang.


Walau dalam hatinya sakit, setidaknya ini bisa membuatnya lupa akan perbuatan suaminya padanya.


Malam harinya mereka makan pizza yang mereka pesan delivery, karena keduanya sudah lelah seharian penuh berkeliling bersenang-senang


"Bagaimana perasaan loe?" tanya Amanda tiba-tiba, ia sengaja mencari momentum yang tepat untuk membahas ini


"Alhamdulillah udah baikan" ucap Kinar lirih


"Gue gak tahu apa yang terjadi sama loe, tapi gue harap loe kuat , dan gue yakin loe kuat” ucap Amanda menoleh sejenak lalu kembali melihat acara televisi sambil mengunyah pizza di tangannya


Kinar menatap gadis itu, ia terlihat lebih muda dari usianya , namun Kinar sekilas melihat kedewasaan dalam ucapannya, berbanding terbalik beberapa saat lalu, ceria, konyol dan kekanak-kanakan, khas remaja di usianya.


"Loe pasti bertanya-tanya kenapa gue bisa ngomong begitu ya kan??? itu kalau otak gue lagi bener, kalau gak ya seperti loe lihat sehari-hari hehehe" ucap Amanda nyengir kuda


"Gak Amanda, loe jadi diri loe sendiri, gak seperti gue yang berusaha tegar, kehidupan gue yang memaksa gue harus tegar dan kuat" ucap Kinar tersenyum pahit


"Setiap manusia memiliki sisi hidupnya sendiri, loe punya sisi sendiri, begitu juga gue.


Yang loe lihat diluar hanya cangkangnya saja, di dalam sini kosong" ucap Amanda menghapus air mata yang entah sejak kapan merembes di ujung matanya


"Amanda....” ucap Kinar lirih, Kinar menatap gadis yang semula ceria kini terlihat murung dan sedih


”Gue kesepian Kinar, gak ada seorangpun yang benar sayang sama gue, orangtua gue cuma peduli pada diri mereka sendiri, gue kabur dari rumah karena bokap gue kawin lagi, gue ikut nyokap gue tinggal di Singapore , tapi karena rumah tangga nya hancur mama gue frustasi dan hanya bisa mabok-mabokan, sementara bokap gue cuma peduli istri barunya.


Sebenarnya gue punya Abang, tapi dia ikut bokap gue.


Setelah mama gue kawin lagi, gue dilecehkan oleh bokap tiri gue. Saat gue mengadukan kelakuan bokap tiri gue, mama gue justru menuduh gue menggodanya., Demi menjaga diri, gue kabur dari rumah, membawa perhiasan mama untuk biaya hidup gue disini sekaligus kuliah disini, kota impian gue” ucap Amanda mengenang masa lalunya, Kinar tidak memotong cerita Amanda, ia membiarkan gadis itu bercerita, ia menggenggam tangan Amanda yang bergetar

__ADS_1


”Saat baru pindah gue sempat jadi tuna wisma, lalu ada seorang pria asing yang menolong gue.


Awalnya gue sangat bersyukur ada orang yang mau menolong, tapi nyatanya pria itu malah menggagahi gue, kesucian gue hilang karena kebodohan dan ke naif an gue. Gue menghindari bokap tiri gue, tapi justru gue terjebak sama orang asing di negara ini.


Namun nasib kembali berpihak pada gue. Secara tak sengaja saat gue berjuang mencari pekerjaan, gue bertemu dengan seorang pria yang berkebangsaan blasteran indo Itali, ia mempekerjakan gue di mini market dimana kita ketemu, dia udah seperti Abang bagi gue, begitulah kisah hidup gue Kinar.


loe pasti bingung kenapa gue bisa jujur sama loe kan? entah mengapa gue merasa udah kenal lama sama loe, gue nyaman aja ngobrol sama loe” ucap Amanda berusaha tersenyum. Kinar melihat rasa sakit, kecewa, kesedihan yang tersirat dari sorot mata Amanda.


Kinar memeluk Amanda, menepuk pelan bahu gadis itu, sungguh berat hidup Amanda, dibanding dirinya, Amanda lebih menderita, namun ia kuat dan tetap tersenyum menyambut hari esok


"Sekarang gue udah belajar ikhlas Kinar, gue anggap semua ujian hidup gue, gue harus kuat kalau mau bertahan hidup. Terlebih karena gue sendirian disini” ucap Amanda lirih membuat Kinar malah menangis, ia membayangkan jika adiknya Aisya seperti ini, betapa hancur hatinya


"Sttt Kinar, kenapa loe nangis?? gue gak apa-apa beneran” ucap Amanda bingung, kini gantian Amanda yang berusaha menenangkan Kinar


Setelah Kinar tenang, Amanda mengambilkan teh hangat dan memberikannya pada Kinar


"Thanks" ucap Kinar lirih


" Your welcome" ucap Amanda tersenyum


"Sebenarnya aku ke negara ini untuk bulan madu” ucap Kinar tiba-tiba mmebuat kegiatan mengunyah Amanda terhenti, matanya membulat sempurna karena terkejut


"Iya maaf aku berbohong, aku bukan ditinggalkan oleh teman-temanku, tapi oleh suamiku sendiri" ucap Kinar mengigit bibir bawahnya, hatinya terasa sakit


"Whaaaaattt????....” ucap Amanda terkejut, ia langsung menutup mulutnya


"Kinar...." ucap Amanda bergetar, ia menggenggam tangan Kinar


Terlihat Kinar menitikkan air mata dan buru-buru menghapusnya


"Pernikahan kami bukan berdasarkan cinta, aku menikahi dia karena aku butuh uang, kekasih suamiku meninggalkannya saat hari menjelang pernikahan mereka, sehingga gue menggantikan wanita itu menikah dengannya " ucap Kinar memejamkan matanya


Amanda masih dia menunggu Kinar berbicara lagi, ada kepahitan disana.


"Kinar tidak terlihat seperti wanita materialistis, lalu buat apa uang itu?" gumam Amanda tak sabar menunggu Kinar meneruskan ceritanya.


”Mamaku sakit, dan aku butuh uang untuk operasi mamaku" ucap Kinar berusaha tersenyum walau hilir air mata terus jatuh membasahi pipinya

__ADS_1


" Seperti dugaan gue, dia wanita yang baik” gumam Amanda dalam hati


”Sebenarnya mamaku ini bukan mama kandungku, beliau mengadopsi, merawat dan mendidik ku sejak kecil. Mama kandungku dulunya adalah istri suami mamaku, namun karena sebuah kesalahan mama hamil dengan pria lain dan melarikan diri meninggalkan papa Satria.


Pacar mama yang tak lain adalah papaku, adalah pria yang.... ( semoga papa di ampuni segala dosanya)


papaku menjual mamaku, menjadikan papaku pekerja s*x, sementara kekasih papaku menyiksaku tanpa perikemanusiaan, hingga suatu ketika mama menderita penyakit kelamin dan akhirnya meninggal, sedang papaku, terbunuh saat penangkapannya, mama Anggi lah yang mengadopsi ku dan merawatku, menyayangiku tanpa melihat siapa aku, tidak pernah membedakan kasih sayang dengan anak-anaknya, padahal kenyataannya aku hanya anak dari pasangan yang hancur, Aku berusaha menjadi anak yang baik dan belajar dewasa lebih awal, aku sangat menyayangi keluarga ku, mama dan papa angkat ku serta adik-adikku, demi mereka aku rela berkorban nyawa sekalipun" ucap Kinar tersenyum mengingat keluarganya


Amanda masih terdiam terpaku mendengar ucapan Kinar


"Sekarang kamu sudah mengetahui siapa diriku, untuk pertama kali dalam hidupku, aku bisa jujur bercerita tentang jati diriku, tapi aku tak pernah malu dan menyesal dilahirkan dari rahim mama ku, karena dari sanalah akhirnya aku bertemu dengan mamaku yang sekarang, kamu pasti mengerti perasaanku Amanda”


ucap Kinar menoleh pada Amanda, ia melihat Amanda berkaca-kaca, lalu menangis sesegukan sambil mengangguk kecil


”Ternyata kita sama-sama tidak bernasib baik" ucap Amanda menangis , mereka saling menumpahkan perasaan mereka satu sama lain.


Hingga akhirnya Amanda tertawa


"Sepertinya judul malam ini, menangis bersama" ucap Amanda menghapus air matanya sambil tertawa, diikuti Kinar


”Loe masih belum ingat apartemen loe?" tanya Amanda penasaran


”Entahlah, untuk mengenal tempat gue orang yang agak sulit, ditambah gue baru pindah beberapa hari disana" ucap Kinar menghela nafas


”Apa perlu kita ke kantor polisi atau ke kedutaan???


"Gue gak bawa pasport ataupun Visa, bisa-bisa gue dituduh warga gelap"


"iya juga sih” ucap Amanda berfikir keras


"Tapi kita bisa but laporan kehilangan dulu, bagaimana??" tanya Amanda


”Huhm, oke”


"Bagaimana kalau selama nunggu loe harus bagaimana, loe kerja di mini market gue, tenang mini market itu sudah diserahkan tanggung jawabnya sama gue, soalnya si bos lagi balik ke indo orangtuanya sakit, gimana??? lumayan kan buat masukan, bisa buat beli tiket pulang. Daripada berharap suami loe yang durjana itu mencari loe”


"Terima kasih amanda” ucap Kinar terharu

__ADS_1


" Santai aja, loe udah kaya kakak gue sendiri” ucap Amanda mengedipkan sebelah matanya


__ADS_2