Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Kedatangan Orang Yang Disayang


__ADS_3

Hari yang di nanti akhirnya tiba, sejak semingu lalu Satria dan Anggi sudah tiba di jerman, mereka hanya datang berdua.


Sementara Aisya ditugaskan menjaga adik-adiknya dan Reyhan memimpin perusahaan di bantu oleh Aisyah,


Keduanya bahu membahu membangun perusahan orangtua mereka dengan kemampuan yang mereka miliki.


Kinar hanya datang dua kali ke Indonesia mengunjungi keluarganya, itupun hanya ketika Reyhan dan Aisya wisuda, tak lupa ia juga menyempatkan diri menjenguk Mariska mantan mertuanya.


Mariska sangat bahagia karena walaupun Kinar bukan lagi menantinya, kinar tetap hormat dan menyayangi Mariska, mereka juga kerap kali melakukan panggilan video demi menuntaskan kerinduan mereka.


Setiap kali bertatap muka, Mariska tidak pernah membahas tentang Dimas, walau sebenarnya Kinar ada sedikit rasa ingin tahu tentang bagaimana Dimas kini, namun rasanya tidak etis menanyakan bagaimana mantannya kini, karena semua sudah masa lalu baginya.


Kinar merasa kasian pada mantan mertuanya itu, ia mengatakan jika kini tinggal sendirian karena Damar memilih meneruskan kuliahnya untuk gelar S2 nya di negara lain, Kinar tak menanyakan detailnya.


Ia menjaga hubungannya dengan Mariska tetap terjaga.


Sementara Adam, ia memilih meneruskan pendidikannya di Paris, dimana orangtuanya tinggal, karena mamanya sudah sakit-sakitan mau tak mau Adam mengambil kuliah di sana agar bisa sekalian mengontrol kondisi mamanya.


Adam awalnya sebenarnya ingin menyusul Kinar kuliah di Jerman , namun kondisi berkata lain, walau menanggung rindu yang sangat besar ia tak bisa berbuat apapun


Hanya tiga kali ia ke sana mengunjungi Kinar, tiap tahun selalu saja ia di buat terkagum-kagum pada sosok wanita idamannya itu


Kinar terlihat makin anggun dan dewasa, namun wajahnya terlihat lebih muda, mungkin karena ia menikmati kehidupannya ynag sekarang,


Walau usia Kinar sudah menginjak dua puluh tujuh tahun, namun wajahnya masih terlihat dua puluh dua tahun, ia terlihat awet muda.


Setiap kali Adam menyinggung masalah hubungan mereka, Kinar selalu tidak memberi kejelasan, sebenarnya bukan salah Kinar,


Kinar selalu menegaskan bahwa ia masih ingin sendiri dan fokus pada cita-cintanya Adan meminta Adam mencari wanita Lian, namun Adam nya saja yang bersikukuh ingin menunggu Kinar.


Sejak pagi tadi Kinar sudah terbangun lalu mereka pergi ke salon setelah itu langsung menuju kampus Kinar


Acara berjalan lancar, Kinar lulus dengan sangat memuaskan Summa cum laude dengan IPK 4,1 dan mendapatkan beasiswa untuk meneruskan kuliahnya.


Setelah acara selesai, mereka lalu sesi keluarga.


Satria terlihat sangat bahagia begitu juga Anggi, Ridwan, urine dan Rasya, mereka langsung berpelukan meluapkan kegembiraan dan rasa syukur mereka.


Anggi tak henti-hentinya bersyukur sampai air matanya menetes

__ADS_1


"Ma, kok malah nangis?"


"Ini tangis bahagia sayang, Mama sangat bahagia sayang, mama dan papa sangat bangga padamu nak" ucap Anggi


"Kami juga bahagia dan bangga padamu nak" ucap Ridwan dan di balas anggukan Irine


"Makasih semuanya, ini semua berkat doa dan dukungan kalian, kalian penyemangat ku" ucap Kinar memeluk keluarganya


"Selamat ya kak Kinar" ucap seseorang yang suaranya tak asing bagi Kinar


"Damaaar, ya Allah, kamu kok disini???" tanya Kinar langsung memeluk mantan adik iparnya itu


"Mama gak bilang kak??? Damar kuliah disini, hehehe. ini buat kakak" ucap Damar menyodorkan buket bunga


"Makasih adikku tampan"ucap Kinar tersenyum lebar


"Papa Ridwan, mama Irine dan Rasya kenalkan ini Damar" ucap Kinar memperkenalkan mereka


Sementara Damar sudah bersalaman dengan kedua orangtua Kinar


"Bagaimana kalau kita makan bersama, nak damar.ikut ya?" ucap Satria


"Tak ada penolakan, karena Kinar menganggap kamu adiknya itu artinya kamu anak kami juga, ayo" ucap Satria bersemangat


"Kinar selamat" ucap seseorang membuat langkah Satria dan yang lainnya terhenti dan menoleh


"Adam????" pekik semua orang terkejut


"Hallo assalamu'alaikum semuanya" sapa Adam lalu mulai mencium punggung tangan kedua orangtua Kinar dan kakek serta nenek Kinar


"Kapan kamu tiba?"tanya Kinar tak bisa menutupi bahagianya karena melihat sahabat kecilnya sampai rela datang saat ia wisuda


"Baru saja beberapa menit lalu dan langsung menuju kesini, maaf aku terlambat" ucap Adam


"It's ok Adam, aku senang sekali kamu bisa kemari" ucap Kinar langsung merangkul sahabatnya itu, Damar memperhatikan interaksi keduanya, walau di hatinya di penuhi tanda tanya tentang hubungan mereka, damar memilih memendamnya dalam hati, karena ia sadar kini Kinar bebas menentukan masa depannya.


"Karena semua sudah datang, mari kita rayakan, hari ini papa yang traktir" ucap Satria bahagia, mereka lalu menaiki mobil masing-masing.


Satria dan Anggi, irine dan Ridwan, sementara satu mobil lagi Damar, Rasya, sedang mobil Rasya di bawa oleh Adam dan Adam, mereka menuju sebuah restoran yang sudah di reservasi oleh Ridwan, khusus untuk merayakan keberhasilan Kinar.

__ADS_1


Mereka lalu makan dengan suasana yang penuh kebahagiaan, setelah selesai makan, damar langsung pamit karena ia harus kuliah, sementra Ridwan dan Irine langsung menuju rumah sakit karena mereka memiliki pasien yang menunggu, kini tinggallah Kedua orangtua Kinar, Rasya dan Adam


"Om, Rasya cabut dulu ya, ada keperluan" ucap Rasya mengedipkan sebelah matanya pada Kinar, membuat Kinar mengerutkan alisnya


"Sayang, mama dan papa pamit duluan ya, badan mama rasanya capek sekali" ucap Anggi yang sudah terlihat pucat


"Ayo kita pulang ma" ucap Kinar mau bangkit, namun Satria menggeleng


"Kamu temani nak Adam, kasian dong baru sampai dia, pasti banyak yang akan kalian bicarakan,


Nak Adam om sama Tante pamit duluan ya, jangan lupa mampir ke rumah.


Sayang papa sama Mama duluan ya" ucap Satria mencium kening putrinya, begitu juga Anggi


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" ucap Kinar dan Adam bersamaan


"Mas nginep dimana?? di rumah papa Ridwan masih ada kamar kosong kok"


"Enggak usah, mas sebelum ke tempatmu, ma sudah cek in di hotel, mas gak mau merepotkan kalian, lagi pula ma cuma dua hari aja disini" ucap Adam menatap wanita pujaannya lekat


"Yaaaa, kok cepet banget mas???" tanya Kinar mengerucutkan mulutnya


"Kenapa masih kangen ya???" tanya Adam menggoda, namun tanpa di duga Kinar mengangguk


"Beneran kangen mas???" tanya Adam seolah tak percaya


"Mas, Kinar gak punya teman disini, sebenarnya sih ada, cuma hanya sekilas aja, Kinar terlalu fokus sama kuliah jad membatasi sosialisasi.


Mas kan sahabat Kinar yang terbaik, wajar lah Kinar kangen"


Deg, hanya sahabat.....


Rasanya ada sesuatu di dalam sana yang terasa perih dengan perkataan jujur Kinar, awalnya Adam mengira jika waktu akan menjawab kesungguhan hatinya membuat wanita di depannya ini membuka hatinya, namun kekecewaan kembali ia rasakan


"Mas, kok diem aja??? mas sakit???" tanya Kinar memeriksa kening Adam


"Disini yang sakit Kinar" ucap Adam dalam hati, walaupun ia bersikap semuanya baik-baik saja

__ADS_1


__ADS_2