Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Kejutan


__ADS_3

Kinar sudah di perbolehkan pulang, ia sangat senang karena beberapa hari di rumah sakit saat ia jenuh ada seorang pasien yang menemaninya bicara.


Pasien itu juga sedang hamil muda, namun nasib tidak seberuntung dirinya, karena itu Kinar bersimpati padanya, walau Kinar merasa pernah melihatnya, namun ia lupa dimana dia pernah lihat wanita itu.


"Mas, kalau temanku kesini apakah boleh?" tanya Kinar menatap suaminya


"Tentu saja sayang, mas justru senang kamu punya teman yang bisa berbagi cerita" Dimas mengecup puncak kepala istrinya.


Pipi Kinar yang tirus kini mulai berisi kembali, ia malah dianjurkan makan ice cream dan perbanyak susu karena baby dalam kandungannya kurang berat idealnya.


"Sudah kamu istirahat, agar kamu dan anak kita sehat"


”Peluk mas" ucap Kinar manja, Dimas tersenyum lembut.


Ia memeluk istrinya sambil menciumi puncak kepala Kinar. Entah mengapa sejak kehamilannya bertambah, Kinar semakin manja pada suaminya


Akhirnya keduanya tertidur sambil berpelukan.


Matahari sudah tinggi, namun kedua insan itu seolah enggan beranjak dari kasur, masih terbuai dengan nyamannya


Dimas sudah melarang semua orang untuk membicarakan mamanya di depan Kinar, karena Kinar sedang dalam masa pemulihan setelah di rawat.


Anggi dan Satria juga sering mengunjungi putri kesayangan mereka, seperti saat ini, mereka sengaja pagi-pagi sudah mengunjungi putri mereka dengan membawa sarapan pagi kesukaan Kinar.


Seorang asisten rumah tangga membukakan pintu, karena sudah mengenal kedua orang Kinar, mereka langsung di persilahkan masuk


"Kenapa anak dan menantu saya mba?"tanya Anggi karena melihat rumah masih sepi


"Maaf Bu, mereka masih tidur" ucap asisten rumah tangga itu


""Apa mau saya bangunkan Bu?" tanya nya kemudian


"Gak usah mba, biarkan saja. boleh saya pinjam dapurnya mba, saya mau menghangatkan makanan yang saya bawa" ucap Anggi , lalu asisten rumah tangga itu mempersilahkan Anggi menemaninya ke dapur, sedangkan Satria memilih duduk di ruang tamu.


Anggi menganggarkan bubur Cirebon yang ia bawa, ia sengaja membawa dalam jumlah banyak karena untuk makan semua orang.


Aroma wangi bubur menyebar kemana-mana.


Kinar yang memiliki penciuman tajam langsung membuka matanya, aroma makanan kesukaannya, membuat air liur Kinar menetes, Kinar mencuci muka dan menggosok giginya lalu segera turun ke bawah mengikuti aroma sedap makanan yang sedang di masak di dapur.


langkahnya berhenti, ia mengucek matanya memastikan bahwa matanya tidak salah.


"Mamaaaa" ucap Kinar terpekik girang melihat mamanya Edang sibuk di dapur, ia seperti mimpi melihat orang yang ia sangat sayangi di rumah ini sedang masak, seolah mengulang masa lalu saat ia tinggal bersama keluarganya, ia berjalan cepat mendekati Anggi


"Sayang perhatikan langkahmu, kamu sedang hamil.


Astaga kamu masih seperti anak kecil saja" ucap Anggi khawatir dengan putrinya, namun Kinar tak perduli langsung memeluk sambil menangis


"Mama Kinar kangen mama" ucap Kinar lirih


"Ya Ampun nak, kami kan Mbaru beberapa hari lalu menjenguk mu di rumah sakit, kami harus belajar dewasa, sebentar lagi kamu jadi seorang ibu nak" ucap Anggi mengelus puncak kepala Kinar

__ADS_1


"Aku rindu lihat mama masak, ingat saat aku masih tinggal sama mama" ucap Kinar masih bergelayut manja di tangan mamanya


"Sudah duduk manis sana, nanti suamimu lihat apa tidak malu???" goda Anggi


"Mama dengan siap kesini?? tanya Kinar


"Papamu , itu di ruang tamu" ucap Anggi menunjuk papanya yang sedang duduk di ruang tamu


Kinar berjalan cepat ke arah Satria, membuat Anggi berteriak ngeri


"Sayang, astaga ini anak gak dengerin mama, jalan pelan-pelan kamu sedang hamil" ucap Anggi gemas


Sementara yang di marahi hanya nyengir kuda


Satria yang mendengar istrinya berteriak langsung menengok dan mendapati putrinya nyengir kuda mendekatinya


"Papa" panggil Kinar langsung memeluk Satria


"Owh putri papa, kau membuat mamamu marah ya??? anak nakal" ucap Satria mencubit hidung Bangir putrinya


"Hehehe Kinar kangen di marahi mama" ucap Kinar masih nyengir


"Ya ampun dasar anak nakal, ayo kita ke dapur saja" ucap Kinar menarik papanya menuju ruang makan yang bersebelahan dengan dapur


"Sayang, panggil suamimu, kita makan bersama" ucap Anggi lembut, meletakkan beberapa mangkuk bubur ayam Cirebon diatas meja makan, membuat perut Kinar meronta-ronta ingin memakannya


Tanpa diminta dua kali, Kinar langsung menuju kamarnya, ia ingin membangunkan Dimas, rupanya Dimas sudah selesai mandi dan berpakaian


"Apa kau sudah sangat kelaparan??? sepertinya hari ini mbak memasak sesuatu yang membuatmu ***** makan


"Ini sarapan spesial mas, karena mamaku sendiri yang memasaknya"


"Oh ya, bagaimana bisa?" tanya Dimas bingung


"Karena mama dan papa sudah berada di sini sejak tadi , mas gak mencium bau aroma sedap apa??" Kinar menggelengkan kepalanya kecewa penciuman suaminya kurang bagus


"Mas mencium, bau kelaparanmu" ucap Dimas terkekeh


"Mas, menyebalkan" sungut Kinar lalu berjalan meninggalkan suaminya


"Loh mana suamimu nak??" tanya Anggi yang melihat Kinar sendirian, sedang Kinar hanya mengangkat bahunya tak perduli.


Kinar langsung melahap bubur yang ada di depan matanya, membuat Anggi menggeleng


"Assalamu'alaikum pa, ma" ucap Dimas mencium punggung tangan kedua mertuanya bergantian


"Wa'alaikum salam " jawab Anggi dan Satria


"Ayo makan, mama buat bubur Cirebon" ucap Anggi menawari menantunya.


Dimas mengangguk, ia melirik kearah istrinya yang sudah menghabiskan satu mangkuk bubur

__ADS_1


"Sayang apa masih mau lagi?" tanya Dimas sambil membersihkan sisa bubur di sudut bibir Kinar, ia sangat senang akhirnya istrinya bisa memiliki selera Mahan dan yang menghabiskan semangkuk bubur, sejak kehamilannya Kinar memang susah makan, dan itu membuatnya khawatir


"Apa boleh mas???"tanya Kinar dengan mata berbinar


"Tentu saja"ucap Dimas langsung meletakkan buburnya di depan istrinya, Kinar tanpa malu mengecup pipi Dimas, sedang Dimas terlihat malu karena ulah istrinya didepan kedua mertuanya


"Mama bawa banyak, sebentar mama ambilkan lagi"ucap Anggi tersenyum bahagia melihat rumah tangga putrinya harmonis, ia sempat ragu karena pernikahan dadakan Kinar, namun setelah melihat ini, Anggi maupun Satria bisa bernafas lega, karena melihat mantu dan anaknya saling mencintai


Mereka lalu melanjutkan sarapan pagi mereka, diselingi dengan canda tawa , Kedua Orangtua Kinar juga tinggal lebih lama karena Kinar merengek masih rindu Kedua orangtuanya.Mereka di rumah Kinar hingga sore hari, karena Dimas ada sedikit pekerjaan, ia pamit pada kedua mertuanya, kini tinggal Kinar dan kedua orangtuanya menikmati sore di teras belakang rumah mereka yang menghadap kolam renang


Tiba-tiba seorang asisten rumah tangga menghampiri mereka


"Bu maaf ada tamu, katanya teman ibu" ucapnya


"Teman saya?? persilahkan masuk saja mba"ucap Kinar lalu mengikuti pembantunya masuk ke dalam rumah setelah pamit pada kedua orangtuanya


Tak lama kemudian ia sudha kembali dengan seorang wanita cantik


"Ma, pa, kenalkan ini teman Kinar, Namanya Andriana" Kinar memperkenalkan sahabat barunya itu pada kedua orangtuanya, mereka bersalaman.


"Sayang, mama dan papa pamit dulu ya, lain kali kami akan berkunjung lagi, jaga kesehatanmu, jaga bayimu baik-baik" ucap Anggi mengecup kening putrinya,


"Baik ma, Kinar akan ingat pesan mama " ucap Kinar bergelayut manja di tangan Mamanya.


"Nak Adrian, kami tinggal dulu ya??" ucap Anggi di balas anggukan kecil Adrian


"Aku tinggal sebentar ya"ucap Kinar lalu ia mengantar kepulangan kedua orangtuanya hingga pintu utama


"Sayang, mama naru lihat wanita itu, apa benar ia temanmu?? rasanya wajahnya tak asing ya pa?? hanya namanya saja yang terasa berbeda" ucap Anggi meminta pendapat istrinya


"Iya ma, Kinar baru kenal, dia kasian ma, hamil tapi gak di akui sama kekasihnya karena kekasihnya sudah punya istri"


Satria dan Anggi saling melempar pandang, mereka merasa ada yang tak beres dengan wanita yang Kinar bilang temannya itu, wanita itu terlihat licik. Sorot mata wanita itu, membuat Anggi merinding.


"Mama hanya mau mengatakan satu hal sayang.


Kamu boleh mempercayai siapapun tapi ingat jangan percaya mereka seratus persen, karena apa yang terlihat, belum tentu kebenarannya, dan kamu harus hati-hati dengan temanmu itu, mama merasa dia aneh"


"Maa, dia baik kok, tapi Kinar akan selalu ingat apa kata mama dan papa" ucap Kinar tersenyum lebar, mencium punggung tangan kedua orangtuanya.


Anggi menghela nafas, ia memeluk putrinya dan membelai rambutnya pelan, bergantian Satria juga melakukan hal yang sama, mereka lalu naik mobil dan meninggalkan kediaman Kinar.


Di dalam mobil terlihat Anggi tak tenang,terlatih teringat melihat sorot mata yang berusaha di sembunyikan oleh wanita itu, wanita itu pandai berakting, sekilas ia bisa melihat sorot kebencian dimata wanita itu saat melihat Kinar, namun seketika berubah dengan cepat.


"Kita doakan saja agar putri kita selalu dalam lindungan Allah, karena Allah sebaik-baiknya pelindung" ucap Satria walau jujur ia merasakan keresahan yang sama, terlebih dari cerita Kinar, ia malh menyimpulkan jika wanita itu adalah kekasih Dimas menantunya


Hai para pembaca semua


Jangan lupa tinggalkan like and komen kalian ya!!!


Jangan hanya baca dan minta author rajin update tapi tidak memberikan dukungannya

__ADS_1


Ikuti terus kelanjutannya ya...


__ADS_2