Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Freya sakit hati


__ADS_3

Setelah makan siang, seluruh keluarga asik berbincang, terdapat dua kubu, kubu wanita dan kubu pria, mereka berbincang masing-masing.


Sementara kedua anak kecil itu tak berpengaruh, keduanya asik bermain tak menghiraukan sekeliling mereka yang terlihat tegang.


Anggi berbicara dari hati ke hati dengan Kinar, membicarakan rencana kedepan Kinar, lalu berujung pada hubungan Kinar dengan Michael.


Anggi ingin memastikan bahwa putrinya bahagia, apapun keputusan Kinar, sejak dulu Anggi selalu mendukungnya.


"Apa kau serius dengan pria itu sayang??" tanya Anggi menatap lurus kearah


"Ma, apa pernah aku melakukan sesuatu untuk main-main???" tanya Kinar balik


"Apa mama mengatakan kamu sedang main-main???


ayolah sayang, mama bertanya karena mama....."


"Karena mama sangat menyayangiku atau mama khawatir aku terluka lagi?" tanya Kinar tersenyum


"Keduanya sayang, semua orangtua di muka bumi ini hanya ingin melihat anak-anaknya bahagia, kami tidak meminta emas, permata, harta dan sebagainya, bagi kami kalian harta paling berharga di muka bumi ini, jadi melihat kalian bahagia itu membuat kami bahagia"


Kinar merasa kegetiran dalam nada suara Anggi, saat ia terluka karena perceraiannya, mamanya juga ikut terluka.


Kinar memeluk Anggi rat dan berbisik


"Ma, maafkan Kinar tak peka, maafkan Kinar belum bisa menjadi anak yang baik dan berbakti pada mama dan papa.


Kinar tahu hubungan Kinar dan Michael endless, tapi Kinar melihat kesungguhan pada setiap ucapan dan tindakan Michael, Kinar ingin memberinya kesempatan ma, kesempatan saling mengenal satu sama lain.


kesempatan saling memahami.


Jik anda akhirnya hubungan kami tak berujung pada pernikahan, tak akan ada penyesalan"


"Apa kau yakin kau tak akan terluka pada akhirnya nanti nak??? hubungan tanpa kejelasan hanya akan ada satu rasa, sakit.


Mama bertanya karena mama khawatir padamu"


"Mama, Kinar cuma mu bilang satu hal.


Betapa beruntungnya Kinar memiliki orangtua seperti mama dan papa, kalian hal yang terindah Allah berikan pada Kinar. Kinar sayang kalian.


maaf selalu membuat mama dan papa khawatir.


Tapi percayalah ma, Kinar sudah memikirkan masak-masak.


Percaya sama Kinar ya ma, kali ini saja"


"Baiklah sayang, mama Kana mendukungmu sekalipun papamu tak setuju"


"mama kau yang terbaik" ucap Kinar memeluk Anggi dan mencium pipi mamanya


"Mama aku juga mau di peluk dan di cium.


pipiku lebih enak dan aroma ku lebih wangi dari Oma" ucap Freya dengan wajah cemberut.


rupanya sejak tadi ia bermain, namun ia juga memperhatikan Kinar dan Anggi.


"Ya ampun Freya cemburu, apa kau mu Oma peluk dan cium juga???" goda Anggi


"Aku hanya mau mam Kinar, aku suka aroma mama Kinar" ucpa Freya langsung memeluk Kinar membuat Kinar terkekeh

__ADS_1


"Mama lihat? dia bayi besar ku yang manja" goda Kinar


"Aku bukan bayi besar, Ku sudah dewasa"


"Kalau sudah dewasa maka tidak perlu pelukan mam"


goda Kinar membuat Freya makin cemberut


"Baiklah untukmu aku bayi besar" ucap Freya mengalah


semua orang tertawa melihat kelucuan Freya namun tidak dengan Amera


"Freya kau memalukan, kau sudah dewasa tapi kau masih saja manja dengan kakakku" cibir Amera


"Itu karena aku tak pernah punya mama, aku tak punya saudari, aku tak punya Oma.


kau sangat beruntung memiliki segalanya, sedang aku hanya punya mama Kinar dan papa" ucap Freya berlari sambil menangis mendekati Michael


"Papa kita pulang" uap Freya sambil sesenggukan.


"Sayang maafkan kak Amera ya???"


"Papa Freya mu pulang sekarang please" ucap Freya memohon.


Michael memandang Kinar meminta penjelasan, Michael lalu menggendong putrinya yang menangis


"Susah jangan menangis, kita pulang" ucap Michael menenangkan putrinya


"Mas, Freya...."


"Gak apa sayang, kita bicara nanti, maaf om, Tante saya pamit.


Freya mungkin mengantuk" ucap Michael sopan


Ini pertama kalinya Amera merasa ketakutan akan perbuatanya.


Setelah mengantar Michael dan Freya pulang, hati Kinar tak tenang, karena Freya sosok sensitif.


hatinya sakit melihat Freya menangis.


Ketika masuk ke dalam rumah, Kinar melihat Amera yang duduk menunduk di bawah tatapan semua orang


"Amera, pernahkan mama dan papamu mengajarimu bersikap kasar pada orang lain??? terlebih pada anak yang lebih kecil darimu????


Apa kami terllau memanjakan mu???


sejak pertama melihat Freya kau sudah antipati adanya, dia hanya anak kecil berumur tujuh tahun dan kau sudah berumur tiga belas tahun, berapa banyak perbedaan usia kalian????" ucap Anggi mengeja nafas kesal


"Jika seperti ini lebih baik kita tak usah mengajaknya ma" tambah Satria membuat Amera langsung menangis


"Papa, mama maafkn amaera, Amera hanya..."


"Hanya iri??? nak kami sudah memberikan kasih sayang dan perhatian padamu, bahkan ku selalu di manja oleh kami karena kamu bungsu, tapi semua itu tak harus membuatmu menjadi sosok dengan pemikiran yang kerdil. Apa salah Freya padamu, ia hanya ingin di meja oleh kakakmu karena sejak lahir ia tak memilki mama.


Apa kau puas menyakiti hatinya???


"Mama maafin Amera, Amera gak tahu itu"


"Sekarang kamu tahu kan???"

__ADS_1


"Ma, sudah cukup.


Amera maafkan kakak ya.


kakak bukan mengabaikannya, hanya saja Freya sudah mengaggap kakak mamanya sehingga ia sangat manja pada kakak.


butuh perjuangan untuk dapat di terima oleh Freya, karena dia gadis yang penyendiri"


"Maafkan Amera kak, Amera yang salah"


"Sebaiknya kamu masuk ke kamar dan merenungi semuanya" ucpa Anggi tegas.


Satria Hanya diam tanpa mau menyela, saat salah satu dari mereka memberikan hukuman pada anak mereka, keduanya sepakat akan sehari, sehingga anak-anak mereka tak merasa di bela.


Salah memang salah dan mereka harus menerima konsekuensi dari perbuatan mereka.


"Sebaiknya Kalina juga istirahat" ucap Ridwan menepuk bahu keponakanya


"Baiklah ayo sayang kita istirahat.


aku tak mau kau sakit" ucap Arjuna lembut membimbing istrinya masuk ke kamar tamu


"Kamu juga sebaiknya istirahat.


papa tahu kalau juga lelah karena memasak"


ucap Ridwan . Kinar lalu berpamitan dan masuk ke kamarnya.


Seminggu sudah berlalu,


Kinar jadi sulit menghubungi Freya, terkadang Bu Tumini yang mengangkat panggilan telepon dari Kinar, terkadang Freya hanya mengucapkan kata seperlunya, membuat Kinar merasa tak nyaman karena perubahan Freya, ia sudah terbiasa berada di sekitar Freya.


Michael setelah hari itu juga harus pergi keluar negeri selama lima hari untuk urusan bisnisnya, hingga komunikasi mereka tersendat.


Siang itu Kinar sengaja membuat nasi bento untuk Freya, ia merindukan Freya hingga akhirnya memutuskan untuk mengunjungi nya di rumah, begitu sampai seorang asisten rumah tangga membukakan pintu dengan wajah panik


"Loh mba kenapa kok kaya panik gitu???" tanya Kinar


"Itu, non Freya demam sudah tiga dua hari, tapi gak mau di bawa ke rumah sakit"


"Apa??? kemana Bu Tumini???" tanya Kinar panik lngsung berlari


"Bu tumini sedang mengompres non Freya"


Saat Kinar membuka pintu, terlihat gadis kecil sedang di kompres oleh seorang wanita paruh baya


dari bibir mungil gadis kecil itu terus memanggil kaya "mama"


"Ya Allah Freya sayang, kamu kenapa??? kamu kenapa nak??" tanya Kinar panik sambil menitikkan air mata


"Mama Kinar, Freya kangen" ucapnya membuka mata sebentar lalu pingsan


"Kenapa ibu gak kasih kabar saya, cepat siapkan pakaian Freya, kita kerumah sakit" ucap Kinar langsung memeriksa Freya lalu mengangkatnya menuju mobilnya.


di perjalanan ia menelpon Ridwan untuk menyiapkan kamar untuk Freya.


begitu sampai team dokter langsung memeriksa dan memberi infusan pada Freya, Freya kekurangan cairan dan kurang gizi, itu karena ia tak mau makan dan terus menangis.


"Maafkan mama sayang, maafkan mama" ucap Kinar menciumi punggung tangan Freya.

__ADS_1


wajah cubbie Freya kini berganti dengan wajah tirus dan pucat.


Kinar menyalahkan dirinya karena tidak langsung mendatangi rumah Michael.


__ADS_2