Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Comblang


__ADS_3

Acara lamaran berjalan lancar, kini cincin tunganan sudah melingkar di jari manis Amanda, senyum sumringah terlukis di wajah cantik Amanda, begitu juga Adam yang lega karena tinggal satu lagi prosesi acara ia akan menjadi suami Amanda,


Kinar dan Carolineenitikkan air mata bahagia, besok merupakan hari pernikahan Adam dengan Amanda, acara yang di majukan cepat sesuai kesepakan bersama, karena setelah emnikah adama kan membawa Amanda ikut bersamanya tinggal di Paris.


Kedua orangtua Amanda awalnya keberatan, namun setelah tahu kondisi kesehatan calon mertua Amanda, dengan berat hati mereka mengikhlaskan Amanda untuk di bawa suaminya.


Setelah acara lamaran selesai, seluruh keluarga pulang, Satria dan Ridwan serta istri dan anak mereka kembali ke hotel, sementara lagi-lagi Sinta menawan Kinar untuk menginap di rumahnya.


Satria dan Anggi yang melihat Sinta sangat menyukai putrinya hanya bisa pasrah, mereka tak enak menolak walau Kinar sudah memasang muka memelas meminta bantuan, namun Anggi menepuk bahunya menguatkan.


Anggi tahu jika Sinta sedang berusaha keras menjodohkan putra pertamanya dengan Kinar, Anggi hanya menyerahkan semuanya pada Kinar, Anggi berharap Kinar bisa membuka hatinya sedikit untuk pria lain setelah perceraiannya dengan Dimas.


Awalnya Anggi berfikir bahwa ia akan memiliki mantu Adam, sebab melihat kegigihan Adam, Anggi yakin Kinar suatu saat akan luluh juga, tapi kenyataanya, Adam malah menikah dnegan orang lain.


Kini harapan Anggi akan ada pria yang bisa membuka hati Kinar yang membatu sebelum ia menutup mana, ia ingin melihat putri sulungnya itu menikah dan hidup bahagia sehingga amanat Widya bisa ia tunaikan dan tak ada penyesalan.


Anggi melambai tangan tersenyum lebar, sementara Kinar memasang wajah tertindas, hampir saja Satria tak tega melihat wajah memelas putrinya, namun Anggi dengan cepat menarik tangan suaminya agar Satria tidak bertindak, walau ingin protes, nyatanya Satria hanya pasrah waktu di giring istrinya naik mobil


"Ma, kasian Kinar ma, liat wajahnya" ucap Satria begitu masuk mobil


"Ih papa, Jeung Sinta itu lagi mau jodohkan NK kita sama putranya kali aja kita bisa berbesan"


"Loh mama emang kenal anaknya yang mana??


"Ya ampun si papa, itu loh, yang awalnya akan menikah dengan Amanda calonnya si Adam, papa kemana aja sih" gerutu Anggi sebal


"Ya maaf sayang, papa hanya mikirin kalian, mana ada waktu papa mikirin yang lain" ucap Satria nyengir kuda


"Papa mau gak Kinar bis move on, kalau mau papa harus ikut apa kata mama" ucap Anggi tegas


"Iya, iya papa ikut kata mama aja" ucap Satria pasrah


"Ma, kok kak Kinar gak ikut mobil kita, apa dia menginap lagi di rumah om Adji?" tanya Aisya bingung


"Iya sayang, Tante Sinta sepertinya berharap Kinar jadi mantunya, biarkan saja"

__ADS_1


"Ooooh" ucap Aisya mengangguk walau tak begitu mengerti.


seluruh rombongan satu persatu meninggalkan halaman rumah Amanda, mereka menuju tujuan masing-masing Satria dan keluarganya serta Ridwan menuju hotel tempat mereka menginap, sementara sisanya kembali ke kediaman Adji dan Sinta.


Setelah sampai hari sudah menjelang malam, perjalanan yang biasanya hanya di tempuh satu jam perjalanan menjadi dua jam karena adanya pengalihan arus akibat kecelakaan di jalan raya.


Kinar langsung pamit bergegas masuk ku kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, ia ingin membantu memasak di dapur, karena rasnya tak enak jika hanya menumpang tanpa melakukan apa-apa.


Sementara Caroline memilih istirahat karena ia sedikit pusing kurang istirahat, Nugraha dengan penuh cinta menjaga dan merawat istrinya.


Sementara Adam, Arfan dan Wawan justru bermain PlayStation di ruang keluarga.


Kinar sudah sibuk dengan bahan-bahan makanan di bantu dengan dua art, sementara Sinta belum kelihatan batang hidungnya, mungkin kelelahan, batin Kinar


Setelah semua masakan hampir selesai, Sinta turun dengan wajah pucat


"Maaf sayang, Tante sepertinya masuk angin" ucap Sinta dengan suara bindeng


"Gak apa-apa Tan, ini sudah mau selesai" ucap kinar menunjuk beberapa menu yang sudah masak di meja makan


"Baunya sedap bangat sayang, kamu masak apa sih??? apa menu makan malam kita?"


"Udah lama gak makan pepes tahu, ini kesukaan Arfan" ucap Sinta senang


Ia akan menggunakaan masakan Kinar untuk membuat mereka dekat


Setelah semua masakan siap, Sinta memanggil semua orang ke meja makan.


Arfan yang tak tahu jika pepes tahu itu buatan Kinar, langsung mengambil pepes tahu dan hanya sekejap habis, ia sampi habis tiba buah pepes tahu


"Ma, tumben mama bikin pepes tahu enak banget, asinnya dapat, gurihnya juga. Udah gitu gak kecium bau amis, enak. Lain kali buat yang seperti inu lagi ma" ucap Arfan masih lahap menyantap makan malamnya


"Iya kamu bilangnya sama Kinar dong, itu pepes buatan Kinar"


"Uhuk uhuk" Arfan tersendak makanannya hingga wajahnya memerah, dengan cekatan Kinar mengambilkan Arfan minum, karena urgen, Arfan terpaksa menerima gelas yang di sodorkan Kinar.

__ADS_1


Sementara Sinta menatap keduanya dengan senyum lebar, ia merasa jika putranya dan Kinar, pasangan yang serasi, begitu juga Adji yang menyenggol tangan istrinya.


Adam yang menangkap sikap kedua orang tua Arfan paham jika mereka ingin Kinar dan Arfan dekat


"Bener tuh Tan, Kinar jago masak, pinter, cantik lagi, sayang dia gak mau sama Adam, padahal calon istri idaman banget.


Loe gak juga cari calon yang seperti itu kan Fan" ucap Adam membuat Arfan terbatuk-batuk lagi.


sementara Kinar melotot kesal kearah Adam, ingin sekali ia menyumpal mulut prianitu dengan tahu goreng di depannya.


Bisa-bisanya Adam men coblangi dirinya dengan Arfan.


"Aku sudah kenyang, maaf semuanya aku duluan" ucap Arfan Yaang kesal


Suasana meja makan menjadi canggung.


Namun Sinta berusaha bersikap seperti biasanya, ia tahu putra sulungnya itu anak keras. kepala yang tidak bisa diatur


"Setelah selesai makan, satu persatu mereka meninggalkan meja makan, tinggal Sinta dan Kinar yang masih berada di meja makan, membereskan piring-piring kotor


"Sayang maafkan Tante ya, maafkan Arfan ya, dia tuh memang dingin sama cewek, cuma baik sama Amanda aja, maklum mereka tumbuh bersama sejak kecil"


"Gak apa-apa kok Tan, Kinar gak ambil hati" ucap Kinar lirih.


"Tapi beneran loh sayang, Tante berharap kamu jadi menantu Tante, Tante udah sreg sama kamu"


"Tante kan belum kenal Kinar, siapa Kinar.


Kinar punya latar belakang buruk dan masa lalu tak enak Tan"


"Tante gak pernah salah menilai orang, kalaupun kamu punya masa lalu buruk itu bukan kesalahanmu sayang.


coz hidup harus terus berjalan tanpa menoleh kebelakang" ucap Sinta meraih tangan Kinar


"Arfan berhak mendapat wanita yang lebih baik segalanya. Percaya sama Kinar, Kinar tak sesempurna yang terlihat, status Kinar...."

__ADS_1


"Tante gak perduli sayang, mau gadis, janda itu bukan masalah"


"Tante...."


__ADS_2