
Mobil yang di kendarai Rey memasuki sebuah rumah megah, dengan halaman yang luar, Reyhan mendengus pelan saat tahu Wawan justru menuntun jalan menuju kediamannya,
Reyhan merasa menghabiskan waktu lama jika mereka makan siang di kediaman Wawan karena bisa di pastikan jika orangtua marwan akan heboh melihat kedatangannya, namun kedatangan tak terduga ya.
"Sial loe bro kenapa jadi ke rumah loe?" umpat Reyhan kesal
"Ayo udah bangunin si Adam, mommy gue tadi dah gue telepon, dia udah nunggu kita" ucap Wawan santai tak perduli umpatan Rey yang kesal
Namun ia juga tak bisa menolak karena mereka tak mungkin muter-muter Bandung tanpa tahu jalan yang di tuju.
Terkadang memakai google map tidak sesuai dengan keadaan, pernah suatu kali Rey berpatokan mengikuti rute yang google map tuntun, wal hasil ia terjebak di sebuah makan tua yang sepi, atau menuntun mereka di jalan buntu, sungguh menyebalkan.
Reyhan membuka pintu kemudi dan menepuk wajah Adam yang terlihat kelelahan
"Dam, Adam, bangun, "panggil Reyhan
Adam membuka matanya perlahan, ia terlihat linglung sejenak dan menatap Reyhan
"Bangun kita makan siang dulu" ucap Reyhan yang tahu nyawa sahabatnya itu belum kembali semua
"Kita makan dulu di tempat sahabatku kuliah, setelah itu ia akan mengantar kita ke lokasi" ucap Reyhan menjelaskan, Adam nampak mengangguk pelan, ia lalu bangkit dan keluar dari dalam mobil, matanya memicing melihat sebuah rumah megah di depannya
"Hai Adam, gue Marwan, biasa di panggil Wawan, sahabat kuliah bocah gila itu"
"Adam Nugraha" ucap Adam membalas jabatan tangan Wawan
"Ayo kita masuk dan makan siang dulu, baru abis ini gue antar loe ke alamat itu" ucap Wawan tersenyum
"Thank banget bro, maaf merepotkan" ucap Adam tak enak hati, Bru berkenalan malah sudah menyusahkan
"Woles, loe kan sahabatnya Rey, sama juga sohib gue" ucpa Wawan
Pintu rumah di buka dan seorang asisten rumah tangga menyambut mereka
"Siang den Wawan, siang Aden berdua, mangga" ucap wanita paruh baya itu sopan
"Ayo masuk" ajak Wawan,
"Bi, si mamah dimana bi?? tanya Wawan dengan logat sundanya
"Aya den, nunggu Aden di ruang makan" ucap asisten rumah tangga tersebut sopan
"Langsung ke ruang makan aja, nyokap gue udah di sana lagi reweuh" ucap Wawan cengengesan
Mereka langsung menuju ruang makan, nampak dari kejauhan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan awet muda ikut membantu asisten rumah tangganya memasak
__ADS_1
"Ma, temen Wawan sudah sampai" ucpa Wawan menghampiri mamanya mencium punggung tangan mamanya
"Ya Allah nak Reyhan, kenapa datang gak bilang-bilang, dadakan aja, si om sama kakaknya Wawan bentar lagi sampai, ayo duduk dulu" ajak Lilis mama dari Wawan
"Maaf Tante, dadakan aja, ini sahabat saya mau cari orang jadi ya meluncur tanpa rencana" ucap Reyhan mencium punggung tangan Lilis di ikuti Adam
"Owh jadi mau cari alamat ya, itu si Wawan ajak aja, dia teh bolang nya Bandung, semua jalan dia hapal, cuma jalan menuju ke pelaminan yang dia masih belum hapal" goda Lilis membuat Wawan terlihat kesal
"Mama apaan sih???" gerutunya sebal
"Eh nak Rey, Carikan cewek yang geulis untuk anak Tante, gak perlu kaya yang penting baik dan Sholeha.
kasian dia jomblo menahun, Tante khawatir nya Wawan teh teu normal"
"Mamaaaaaaa"teriak Wawan dongkol karena di cap tak normal sama mamanya sendiri
"Jangan dengerin mama gue bro" ucap Wawan kesal
mereka memilih duduk di ruang tamu sambil menunggu papa dan kakak Wawan pulang kantor
sementara Wawan izin ke kamarnya , dan mamanya meneruskan urusannya di dapur, tinggallah Rey dan Adam di ruangan itu
"Bro gue gak enak nyusahin orang,, kenapa loe ga bilang kalua mau makan siang di rumah sahabat loe???" protes adam yang merasa canggung
"Owh ya udah, habis dari sini langsung ke rumah Manda ya" ucap Adam pelan
"Owh jadi wanita itu namanya Manda??? siapa nama panjangnya???" tanyanya penasaran
"Amanda Juwita " ucap Adam lirih
entah mengapa rasa rindunya pada wanita bertubuh mungil itu kian membuncah, dulu saat wanitabitu berseliweran di dekatnya, sedikitpun ia tak merasakan apapun pada Amanda, bahkan Adam merasa risih dengan perhatian yang di berikan Amanda, namun kini ia merindukan semuanya tentang Amanda.
Memang benar pepatah, Setelah pergi baru menyesal, menyadari betapa berartinya orang itu dalam hidup kita.
Wawan sudah kembali dengan baju santai, ia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai
"Loe kok ganti baju???" tanya Rey
"Dodol, gak lucu gue pakai jas sementra loe berdua pakai celana jins , gue takut loe berdua di kira ajudan gue karena gue terlihat lebih tampan dari kalian"
"Cih mimpi" ucap Reyhan lalu mereka terkekeh
"Owh ada tamu rupanya" ucap papanya Wawan bernama Adji
"Iya p, masih kenal kan??? dia sahabat semasa kuliah Wawan"
__ADS_1
"Owh nak Reyhan ya, maaf papa sampai pangling, kamu sudah dewasa dan terlihat lebih matang, apa kabar kamu nak???" tanya Adji memeluk Reyhan.
memang Reyhan dan Wawan sangat dekat sampai kedua orangtua mereka pun saling kenal dan berteman.
"Alhamdulillah baik om, om apa kabarnya, masih gagah seperti terkahir kali Rey main" ucap Reyhan mencium punggung tangan Adji
"Alhamdulillah baik nak" ucpa adji
"Pa kenalkan ini sahabat Rey yang juga sahabat Wawan" ucap Wawan memperkenalkan Adam
"Loh ini kan Adam anaknya Nugraha" ucap Adji terkejut
"Iiya om, kok om kenal dengan papa saya???" tanya Adam bingung
"Tentu saja kenal, kami itu satu kampung, Kamu pasti sudah lupa sama om, waktu orangtuamu meninggalkan Bandung kamu masih TK" terang Adji
"Tapi belum lama om bertemu papamu, sebulan lalu ketika operasi susu buntu dan dia memperlihatkan fotomu, papamu sangat bangga punya anak dokter hebat sepertimu" ucap Adji menepuk nepuk punggung Adam
"Eh hehe makasih om," Wawan dan putra kakak Wawan saling menatap
"Kenalin bro, ini kakak gue Arfan"
"Arfan"
"Adam" ucap merek berjabat tangan, sementara Rey sudah mengenal lama Arfan mereka berpelukan khas laki-laki
"Kau bukan karena cari alamat, loe gak akan nyasar kerumah ini"
"Maaf kak, Rey sibuk bantu papa kemarin" ucap Reyhan menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Ayo semuanya makan, masakan sudah siap" ucap Lilis dari arah dapur
"Mumpung rame bagaimana kalau kita sholat berjamaah???" tanya Adji yang di balas anggukan semua orang setuju.
mereka lalu berwudhu dan langsung menuju mushola kecil yang terletak di sebelah ruang keluarga.
Saat Adam dan Reyhan sedang pamit ke toilet, Wawan mendekati kakaknya
"Jadi Adam yang mencari alamat rumah Jui???" tanya Arfan
"Iya kak, apa yang harus kita lakukan???" tanya Wawan meminta pendapat kakaknya
"Sementara pantau dulu, sisanya serahin sisanya sama gue, gue yang akan menjelaskan sama mama dan papa"
"Okey kak" ucap Wawan mengacungkan jari jempolnya
__ADS_1