Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Anak Durhaka


__ADS_3

David tidak perduli dengan omelan kakak tirinya itu, ia justru bersenandung kecil sambil bersiul,, seolah Omelan Bella hanya suara lalat Yaang berdengung.


Bella semakin marah dan menjambak rambut David dari belakang membuat pria itu menghentikan mobilnya mendadak, matanya menatap tajam ke arah kakak tirinya itu.


Tiba-tiba David bangkit dari tempat duduknya lalu keluar dari mobil,Bella masih saja mengomel di kursi penumpang.


David berjalan menuju bagasi, melempar semua koper Bella ke pinggir jalan, membuat mata Bella melotot sempurna dan semakin marah, tak lama kemudian David membuka pintu penumpang, ia menarik Bella keluar dari dalam mobil.


"David ap yang kau lakukan, jangan kurang ajar, atau ku adukan sama mama dan papa" teriak Bella marah karena ditarik paksa oleh David.


Setelah menarik keluar Bella, ia membanting pintu penumpang, lalu masuk kedalam kursi kemudi, menguncinya


”Biar panasnya Jakarta bisa membuat otakmu sedikit waras"ucap David sinis lalu melajukan mobilnya meninggalkan Bella di pinggir jalan.


Bella berteriak memaki dan menyuruh adiknya berhenti, namun David makin menjauh. Orang-orang di sekeliling lokasi itu segera berkerumun melihat kejadian itu, terlebih sikap Bella yang marah dan melempari mobil David dengan sepatunya membuat ia menjadi bahan tontonan banyak orang.


terdengar bisik-bisik beberapa orang yang berada disekitar sana, malah banyak yang mengabadikan kejadian itu sambil tertawa, Bella akhirnya mendapatkan kesadarannya lagi, ia terlalu emosi hingga melupakan sesuatu.


Karena ditarik paksa dari dalam mobil, ia meninggalkan topinya di dalam mobil, kini wajah mengenakannya terpampang sempurna


"David gue akan membunuh loe"gumam Bella mengepalkan tangan, ia merapihkan pakaiannya yang berantakan dan berjalan anggun walau tanpa sepatunya, beberapa orang dengan terang-terangan tertawa, bagaimana wanita ini sangat tidak punya malu, berjalan dengan angkuh walau tanpa alas kaki.


Bella menarik kopernya dan segera menghentikan taxi, ia lalu masuk dan meminta supir segera jalan, rasa malu dan amarahnya sudah di ubun-ubun


Mobik yang di kendarai David memasuki sebuah rumah mewah, ia segera turun dari mobilnya, disambut seorang wanita tua dan suaminya, namun keduanya nampak mengerutkan alisnya, menatap bangku penumpang yang kosong, terlihat sang suami sedikit kesal pada putranya


"Sayang, dimana kakakmu?" tanya wanita itu yang tak lain adalah mamanya yang juga mama dari Bella bernama Heny


"David sudah menunggu, tapi tidak melihat Bella ma, sampai penumpang yang penerbangan itu tidaka ada. tadi David ke toilet sebentar sih mungkin kak Bella berfikir kalai gak di jemput, jadi dia pulang sendiri"ucap David pelan


Marwan hanya mendengar apa yang putranya katakan, matanya menatap tajam David seolah menyelidik, ia curiga jika David bohong


"Sudahlah, Bella memang selalu sesuka hatinya, David ikut mama ke dapur nak, bantu mama" ucap Heny memanggilnya anaknya, Heny tahu jika David bohong.


walau Marwan ayah tiri Bella, namun ia sangat menyayangi Bella. justru rasa sayangnya lebih besar kepada Bella ketimbang adiknya yang notabene nya adalah putra kandungnya sendiri.


Marwan dan Heny menikah saat Bella masih bayi, suami Heny meninggalkan mereka begitu saja, Marwan yang memang sejak dulu mencintai Heny dengan hati lapang menerima Heny dan anaknya, menganggap Bella sebagai anaknya sendiri, hingga dari perkawinannya dengan Heny lahirlah David, pemuda tampan yang penurut .


"Nak tolong letakkan ini ke meja makan, kita tunggu kakakmu datang ya"ucap Heny lembut, dibalas anggukan David.


"Baik ma"ucap David membawa sebuah mangkuk besar berisi sayur soup ke meja makan.


"Duduklah, ini mama buatkan juice melon kesukaan kamu, pasti kamu haus dan lelah”ucap Heny meletakkan juice di depan meja David


"Ma, maafkan David" ucap David merasa bersalah sudah membohongi mamanya

__ADS_1


"Duduklah nak, habiskan juice mu.


Lagi pula mama sudah tahu kamu bohong" ucap Heny pelan


"Maaaa”


Heny tersenyum lembut menatap putra semata wayangnya, ia sangat bangga pada David, putranya ini selalu bisa diandalkan, dan terlebih sikapnya sopan dan sangat berbakti membuat Heny bersyukur, setidaknya, cukup Bella yang berprilaku buruk dan pembangkang.


”Ma, mama mau apa?" tanya David yang melihat mamanya membawa kotak p3k ditangannya


"Sudah diam, kalau gak di obati nanti infeksi karena debu menempel" ucap Heny menunjuk pada leher putranya yang terluka, mungkin terkena kuku panjang Bella , David sungguh tak tahu, ia sudah di sulut emosi, sehingga mengabaikan sakit di lehernya


"Pasti ini ulah Bella kan??? kenapa anak itu tidak juga sadar??? sepertinya teguran dari Allah belum cukup membuat ia taubat"gumam Heny lirih, ada kesedihan terlihat di mata tua Heny


”Ma, jangan dipikirkan, mama banyak-banyak berdoa, semoga kakak segera di beri hidayah”


"Amin, kamu memang adik yang baik"ucap Heny mengelus puncak kepala anaknya


”David jadi besar kepala nanti ma"goda David membuat Heny tertawa kecil


"Anak mama ini selalu bisa membuat mama tertawa, sudah selesai , sekarang persiapkan dirimu, sepertinya kakakmu yang nakal sudah sampai, mama akan membantumu dari amukan papamu"ucap Heny mengedipkan sebelah matanya


"Mama tidak mau tahu bagaimana David bisa meninggalkan kak Bella??" tanya David bingung


"Kamu hutang penjelasan sama satu loyang pizza sama mama, sekarang kamu ganti baju dulu, bau matahari membuat kepala mama pusing" ucap Heny mengusir anaknya, karena sebentar lagi i akan melihat drama yang di mainkan anaknya


"David, anak sialan kemana loe????”teriak Bella begitu memasuki rumahnya


"Astaghfirullah, Bella??? kemana sopan santun mu nak? gak bisa ucap salam kah kamu saat masuk rumah???? apa begitu cara mama mendidik mu??, sungguh gak punya etika kamu"ucap Henny meninggikan suaranya


"Semua gara-gara mama terlalu memanjakan David, dia meninggalkan Bella di jalan ma, lihat Bella sampai pulang tak beralaskan kaki" ucap Bella memelas


"Se-marah apapun kamu dengan adikmu, dia tetap adikmu. Apa kamu harus mendikte orangtuamu bagaiman mendidik???


Apa begitu caramu bersikap dengan saudaramu sendiri? David gak mungkin meninggalkan kamu begitu saja jika kamu gak buat ulah" ucap Heny menatap tajam putrinya


"Belain terus aja ma, belain, biar anak sialan itu makin besar kepala" ucap Bella tak terima dengan ucapan mamanya


"Kakak gak sopan sama mama" ucap Melia, adik diri Bella yang paling kecil.


"Diam kamu anak kecil tahu apa?" hardik Bella.membiat Melia marah


"Aku memang anak kecil, tapi aku tahu bagaiman bersikap dengan orangtua, tidak seperti kakak yang arogan dan durhaka" ucap Melia bertolak pinggang di depan kakaknya


Plaaaakkk

__ADS_1


suara tamparan terdengar, mendarat di wajah putih gadis sekolah menengah atas itu, hingga sudut bibirnya berdarah


"Bella kamu keterlaluan"ucap Heny marah dan mendaratkan sebuah tamparan ke wajah Bella


Plaaaakkkk


"Mama, mama sungguh tega menampar Bella???" ucap Bella terkejut dengan tindakan mamanya


"Apa mama tidak bisa memberi mu pelajaran, kurang ajar sekali kamu pada adik-adikmu"ucap Henny menahan air matanya, ia sungguh sangat marah melihat Melia di tampar di depan matanya


"Sebaiknya kamu angkat kaki dari rumah ini Bella, mama tidak sudi punya anak seperti kamu" teriak Heny sudah sangat marah


"Ada apa ini? kenapa ribut sekali?" tanya Marwan yang baru saja keluar dari ruang kerjanya


”Mamaaaaa"Teriak Melia histeris yang melihat mamanya roboh tak sadarkan diri, beruntung ia berada di belakang mamanya, David yang sedang menuruni tangga langsung berlari, mengangkat tubuh mamanya


"Kalau terjadi apa-apa sama mama loe akan tau sendiri akibatnya"ucap David menatap penuh kebencian kearah Bella, sementara Bella hanya mengigit jari tangannya


"Mel ambil kunci dan ikut kakak" perintah David, setelah itu mereka membawa Heny menuju mobil


"Pa, pa" Marwan hanya menatap datar putri kesayangannya , lalu pergi menyusul Heny dan kedua anaknya, mereka segera menuju rumah sakit.


*Ih Author gemes banget sama Bella, pengen lempar loyang panas rasanya kwkwkkw


bagaiman dengan kalian para reader????


esmosi juga gak kaya author nih sambil ngetik sambil ngemil keripik habis satu toples( emosi apa laper ya???😂😂😂😂) pokoknya gitu deh


karakteristik seseorang di bentuk dari dia masih kecil.


se-sayang dan se-cintanya kita pada anak kita, harus bisa mengatakan yang salah tetap salah dan yang benar adalah benar, jangan setiap kesalahan selalu di maklumi. dengan dalih masih kecil.


Justru dari kecil lah kita arahkan jalan yang benar.


Bukan juga harus bersikap kasar, hanya tegas mengarahkan, sehingga insha Allah kelak kepribadian dan akhlaknya baik.


Bisa dibayangkan jika kita selalu menebarkan kesalahannya sama saja kita membentuk ia menjadi manusia egois, menang sendiri dan kejam!!!!


Sayang bukan berarti menyesatkan anak kita sendiri tanpa kita sadari kan????


Ini pendapat author ya, melihat dari beberapa kejadian di sekitar dan menurut penelitian author ( apa sih author hiperbola ah🤭)


Dibalik cerita, pasti ada hikmah yang terkandung...


Bagaimana pendapat reader??? apa sama dengan author atau kita beda pendapat, yuk tinggalkan like dan komen kalian.

__ADS_1


Aku suka banget jika reader meninggalkan komen and like nya membuatku semangat berkarya, maaf kalau belum sempat balas satu-satu, tapi author hanya bisa ucapkan terima kasih banyak dan sukses selalu untuk kalian yang sudah mendukung author


Pooh*


__ADS_2