
Sepanjang perjalanan Dimas terlihat banyak bengong, Kinar merasakan perubahan pada suaminya.
Dimas Yaang selalu bertanya apakah ia senang , apakah kamu lelah atau apakah kamu sudah lapar, sekarang lebih banyak diam, seperti hanya tubuhnya saja yang berasa disini namun tidak dengan hatinya.
Kinar merasakan perubahan itu semenjak mereka di gereja, setelah Dimas melihat seseorang yang di kenalnya, dalam hati Kinar bertanya-tanya, siapkah orang yang dilihatnya???? apakah mungkin?????
Kinar menggelengkan kepalanya menghalau pikirannya.
Ia menelan Saliva nya dengan susah payah.
Jika benar dia maka Kinar harus berjuang mempertahankan suaminya, namun apakah takdir bercanda padanya? disaat ia sudah membuka hatinya untuk Dimas, kini masa lalunya kembali lagi.
Kinar merasakan takut.
ia takut Dimas akan meninggalkannya dan berpaling pada dia, wanita yang sangat Dimas cintai, apakah Dimas tak juga bisa melupakan sosok itu walaupun sudah di sakiti begitu rupa.
Tanpa sadar Kinar merasa iri, bukan iri dengan rupa Bella, namun iri karena suaminya mencintai Bella sedalam itu.
”Mas Kita pulang ” ucap Kinar lirih, menyembunyikan perasaan hatinya yang terluka
Dimas kembali ke alam sadarnya, ia menatap bingung pada istrinya yang sudah berjalan meninggalkannya
Dimas berlari mengejar Kinar, ia menggenggam tangan Kinar, namun Kinar hanya Diam, Dimas menarik istrinya ke dekapannya, mencoba melihat wajah istrinya, namun Kinar hanya menunduk saja
"Sayang, kamu marah ya??? maafkan mas, mas hanya sedang banyaj pikiran, maafkan mas , mas gak bermaksud membuatmu marah sungguh” ucap Dimas yang menyadari kekeliruannya
”Aku hanya lelah mas, bolehkan kita pulang”. ucap Kinar membuang tatapannya ke arah lain, Dimas perlahan melepaskan pelukannya, ia mengikuti langkah Kinar menuju mobil mereka.
Sepanjang perjalanan Kinar hanya diam, Dimas sesekali melirik pada istrinya, namun sepertinya Kinar lebih asik menatap pemandangan di luar dari kaca jendela mobil mereka
Dimas merutuki kebodohannya, ia sampai mengabaikan istrinya. Saat ini mereka sedang bulan madu, beberapa hari lalu mereka mesra dan semakin dekat, Dimas juga merasa bahagia dan nyaman bersama Kinar, namun hari ini ia merusak hubungan itu, ia memberi celah pada hubungan itu sehingga mereka menjadi kaku kembali.
Semua karena ia berfikir melihat Bella, wanita yang ia cintai, namun apakah ia masih mencintai Bella setelah apa yang Bella lakukan selama ini????
Bagaimana dengan Kinar istrinya, wanita yang baik dan begitu tulus mencintainya??? Dimana hati nuraninya????
Tanpa Dimas sadari Kinar menangis dalam diam, hanya bulir air mata yang sesekali keluar dari kedua bola mata indahnya, entah mengapa Kinar merasa cemburu dan sangat sakit hati, walau ia belum tahu kebenarannya, Kinar tahu suaminya memikirkan wanita lain.
Kinar masih saja Diam, hingga mereka memasuki kamar hotel, Kinar langsung masuk kamar mandi, dan tak lama kemudian terdengar suara gemericik air, Kinar membasahi tubuhnya, ia menangis di bawah shower.
Sementara Dimas memijit pelipis kepalanya karena merasa kesal dan bodoh, ia merasa bersalah pada istrinya
Setelah Kinar keluar dari kamar mandi, ia juga tak mengatakan apa-apa, berjala. ke arah lemari memakai pakaiannya lalu meringkuk tidur di kasur
Dimas menghampiri Kinar dan memegang bahunya, baru saja ia ingin membalikkan tubuh Kinar, terdengr Kinar melarangnya secara halus
”Mas maaf aku lelah hari ini” ucap Kinar lalu memejamkan matanya
Dimas menarik kembali tangannya, ia menarik rambutnya karena frustasi, gadis periang itu kini bagai boneka tak bernyawa tak ada semangat di matanya.
Dimas berjalan menuju kamar , ia membasuh tubuhnya, ia menonjok kaca di wastafel hingga pecah, darah mengalir membasahi lantai kamar mandi
Dimas merasa manusia paling bodoh di dunia karena setelah tersakiti begitu rupa, ia masih saja memikirkan Bella.
Kinar yang sedang memejamkan matanya terkejut mendengar suara benda pecah dari kamar mandi, ia lalu berlari kearah kmr mandi dan mendapati tangan suaminya berdarah hingga ubin kamar mandi merah karena darahnya
"mas Dimassss, apa yang kamu lakukan????" teriak Kinar panik, ia lalu berlari kearah lemari mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk membalut luka suaminya dan menghentikan pendarahan
__ADS_1
Ia menarik pecahan kaca sambil berurai air mata. namun Dimas tetap diam tak mengatakan apapun atau pun kesakitan
Setelah menghentikan pendarahan ditangan suaminya, Kinar menelpon resepsionis untuk membersihkan pecahan kaca, sementara ia membantu Dimas berpakaian dan membawanya ke rumah sakit, berkali-kali Kinar menghapus air matanya
”Mas, mengapa kamu bodoh??? mengapa kamu melakukan ini,"Isak Kinar.
mereka sampai rumah sakit, Dokter segera melakukan tindakan, sementara Kinar berdiri cemas menunggu di luar. tak lama kemudian dokter memperbolehkan Kinar masuk
”Dimas menatap istrinya yang masih sesegukan menangis, ia merasa makin bersalah karena membuat istrinya khawatir
”Apa kamu khawatir padaku?" tanya Dimas tiba-tiba membuat Kinar melotot marah
"Tentu saja aku khawatir mas, kamu membuatku takut. pertanyaan apa itu? kamu sungguh gak punya hati" bentak Kinar kemudian
"Apa kamu mencintaiku??” tanya Dimas kemudian tanpa perduli kemarahan istrinya
"Apa kamu tidak bisa melihatnya??? ya aku mencintai kamu, tapi sayangnya kamu tidak pernah mencintaiku” ucap Kinar, tangisnya pecah, ia tak perduli dimana ia kini.
Tiba-tiba Dimas menarik tubuh Kinar hingga Kinar duduk di pangkuannya, dengan rakus Dimas ******* bibir Kinar membuat Kinar gelagapan kehabisan nafas
"Bernafas lah, jika kamu masih ingin hidup" ucap Dimas tersenyum lebar
ia menyadarkan keningnya di kening Kinar dan mata keduanya saling menatap
"Entah sejak kapan, aku juga mencintaimu, jangan pernah diamkan aku, aku seperti anak bebek yang kehilangan induknya, jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku, karena kamu milikku selamanya.
Maafkan atas sikapku tadi.
Kinar aku mencintaimu" ucap Dimas kembali ******* bibir ranum Kinar, lagi dan lagi.
Disana berciuman adalah hal yang wajar malah para suster memberi mereka waktu.
"Sayang kenap kamu menangis??? mas sudah minta maaf, apa perlu mas bersujud di kakimu???” tanya Dimas ia hendak bersujud namun Kinar menariknya dan memeluknya, ia menangis di pelukan suaminya
"Aku sudah memaafkan mu, aku bahagia mas mencintaiku" ucap Kinar lirih di sela tangisnya
"Astaga Kinar, kamu membuat mas pusing" ucap Dimas, terdengar tawa kecil Kinar dalam pelukannya
Setelah menebus obat, mereka lalu hendak keluar rumah sakit, namun Dimas melihat sosok itu lagi sedang berjalan masuk, ia terbengong sesaat sampai Kinar menyentuh bahunya, ia tersadar
"Mas kenapa lagi?” tanya Kinar bingung melihat suaminya melamun
”Mas hanya menahan sakit, hehehe” nyengir Dimas.
"Makannya lain kali kalau marah jangan rusak diri dan barang sekitar” ucap Kinar mengingatkan
"Iya, iya istriku tercinta, kita mampir beli cemilan dulu ya, Aku ingin makan Snack" ucap Dimas
"Okey" ucap Kinar, mereka menuju ke mobil mereka meninggalkan rumah sakit. Karena tangan Dimas cidera makan kinar lah yang mengendarai mobil mereka, mereka juga tak lupa mampir kesebuah mini market membeli beberapa Snack dan coklat untuk cemilan mereka.
Sementara Dimas menunggu di mobil, ia langsung meraih ponselnya dan menelpon Kelvin sahabat sekaligus asisten pribadinya
”Segera terbang ke Paris secepatnya dan bawa beberapa anak buah mu, aku sepertinya melihat Bella sini" ucap Dimas tanpa berbasa-basi
”Apa maksud loe bos? apa loe masih pengen mencari Bella, lupakan, loe udah punya istri yang sangat baik, sebagai teman gue cuma ingetin loe, jangan sampai loe menyesal di kemudian hari" ucap Kelvin dingin
"Loe cuma harus mencari informasi keberadaan Bella, masalah rumah tangga gue, loe gak punya hak ikut campur” ucap Dimas langsung mengakhiri panggilan teleponnya.
__ADS_1
Oh ya...
Author mau kasih gambaran tokoh dalam cerita ini, semoga sesuai dengan bayangan kalian ya..
Author lebih suka menampilkan wajah sexy berkarakter,, ketimbang wajah cantik hehehe, jadi harap maklum
jangan lupa tinggalkan like and coment ya ya
dukungan kalian sangat berarti untuk author.
semoga Allah membalas kebaikan kalian. Amiiinnn
terima kasih.
Kinar
wanita baik hati, tabah dan sederhana.
Dimas
Pria kaku, tegas dan sombong
Damar
humoris, baik hati, sangat menyayangi Kinar kakak iparnya
Aisya
wanita manja,imut, pemberani dan suka mengatakan apa adanya. Ia sangat menyayangi kakaknya Kinar dan rela melakukan apapun untuk melindungi Kinar
Bella
mantan kekasih Dimas, seorang model, matrealistis, licik dan kejam
Davin
mantan kekasih Kinar sekaligus anak dari penghianat papanya Kinar
Dr. Adam
Teman masa kecil Kinar, seseorang yang mencintai Kinar diam-diam
__ADS_1
David
sosok misterius????