
Mobil yang mereka kendarai memasuki lingkungan kampus tempat Kinar menimba ilmu, mengejar gelar dokter nya.
Kinar mengucapkan terima kasih pada Michael yang sudah mengantarnya sebelum turun dari dalam mobil.
"Terima kasih ya mas, aku masuk dulu" ucap Kinar canggung.
Selama di perjalanan tadi mereka tak berbicara, hanya sesekali terlihat Michael yang mencuri pandang ke arah Kinar, membuat Kinar semakin canggung saja
"Enggak perlu berterimakasih, aku yang justru harusnya berterima kasih sama kamu.
terima kasih ya Kinar, berkat kamu anakku mau tidur dan makan teratur.
Aku juga mau minta maaf karena kelakuan anakku yang keterlaluan.
Aku gagal mendidiknya, aku gagal menjadi papa dan aku bukan orangtua yang baik untuknya, aku yang selalu mengabaikannya dan tak pernah tahu perasaan putriku sendiri.
Aku harusnya tahu jika ia memimpikan kasih sayang seorang mama, dan bodohnya aku mengira jika aku memberikan semua kasih sayangku, Freya tidak membutuhkan seorang mama.
Ternyata aku egois dan bodoh" ucap Michael lebih mirip sedang berkeluh kesah tentang hidupnya
Kinar terdiam hanya mendengarkan pria di depannya itu berceloteh, ia harus memikirkan kata yang tepat agar tidak menyinggung perasaan lawan bicaranya.
"Terkadang kita berfikir apa yang sudah kita lakukan adalah yang terbaik untuk orang yang kita sayang, tapi belum tentu mereka sependapat dengan kita.
karena kita hidup perlu juga mendengarkan pendapat orang lain, bukan berati kita tak memiliki pendapat dan keinginan kita sendiri." ucap Kinar lembut
"Setiap anak memerlukan kasih sayang lengkap, tidak hanya dari mama atau papa mereka saja.
mungkin selama ini mereka berusaha menutupi hal tersebut agar tak membuat sedih orangtua mereka. namun jauh di lubuk hati mereka, keluarga lengkap merupakan salah sesuatu yang mereka impikan" ucap Kinar menatap kedepan.
Angannya melayang ke masa lalu saat ia kecil.
"Seperti halnya aku dulu yang kehilangan figur orangtua.
aku merasa kesepian dan sendiri, seolah aku berjalan di dalam kegelapan, hingga cahaya itu datang, saat mama Anggi dan papa Satria mengambilku dan mengangkat ku menjadi anak mereka" gumam Kinar dalam hati.
"Aku juga menyadari itu, apa kau bersedia mempertimbangkan perasaanku???" tanya Michael menoleh ke arah Kinar, namun Kinar masih hanyut dalam pikirannya dan tak mendengar ucapan Michael
"Kinar, Kinar, kamu baik-baik saja???"
"Ah maaf mas, aku sedikit melamun.
__ADS_1
Apa yang mas tanya??" ucpa Kinar gelagapan
"Maukah kau mempertimbangkan perasaanku???
Aku memang tak sempurna, aku seorang pria yang bahkan usianya diatas kamu, di tambah kau pernah gagal dalam rumah tangga dan memiliki anak.
Tapi kau berjanji akan menjadi suami yang baik dan mencintaimu selamanya" ucap Michael serius sambil menggenggam tangan Kinar
"Mencintaiku selamanya.....
Kalimat klise yang dulu pernah ia dengar dari mantan suaminya, namun pada akhirnya Dimas memilih wanita itu....
cinta???? apakah masih ada cinta yang tersisa di hatinya????"
"Kinar, apa kau tidak bisa menerimaku???
aku akui aku banyak kekurangan dan aku bukan pria idaman mu" ucap Michael melepas pegangan tangannya, wajahnya langsung muram
"Mas, kita baru berkenalan beberapa waktu lalu, kamu tidak tahu siapa aku, dan aku jujur belum mengenalmu.
bisakah kita tidak membicarakannya saat ini???
"Maaf...." ucap Michael pada akhirnya karena mengira dirinya terlalu memaksakan perasaanya
"Aku yang seharusnya minta maaf.
Biarkan kita saling mengenal dulu
karena jika kau jodohku, Allah akan menuntun mu.
seperti yang ku katakan di awal.
Aku hanya ingin imam yang se-akidah denganku mas"
"Aku akan memikirkannya"
"Mas Michael... jangan kamu pindah keyakinan hanya karena aku, tapi karena ini, hati nuraninya yang menginginkannya" ucap Kinar tersenyum manis
"Baiklah, aku hanya ingin kau tahu aku akan menunggumu, sampai kapanpun"
"Kinar turun dulu ya mas, mas hati-hati di jalan" ucap Kinar tersenyum lalu turun dari mobil Michael
__ADS_1
"Kinar...."
"Ya mas????"
"Aku akan menunggu di sini" alis Kinar berkedut, pria ini sungguh gigih mengejarnya tidak seperi pria-pria yang pernah mengejarnya.
"Mas, aku bisa dua tiga jam di dalam sana"
"Tak masalah, pergilah" ucap Michael memberikan senyum termanisnya.
Kinar sampai tak bisa berkata apa-apa, pria ini tak bisa di tolak dan jujur saja Kinar suka pesona pria itu, tampan dan matang dari segi pemikiran dan emosi.
"Baik, terima kasih" ucap Kinar lalu melambai dan masuk ke dalam kampusnya.
Michael terus memandangi kepergian wanita pujaannya, untuk pertama kali dalam hidupnya ada wanita yang menolak bersamanya, ada wanita yang tak perduli dengan kekayaanya, seorang wanita yang mampu membuat hatinya bergetar sejak pertama bertemu.
Bahkan dengan mantan istrinya, mama dari Freya, ia tak pernah merasakan hal ini.
ia merasa seperti anak muda yang kasmaran di usia matangnya.
Setelah Kinar tak terlihat, Michael langsung meraih ponselnya dan menghubungi orang kepercayaannya.
ia meminta mereka mencari informasi siapa Kinar sebenarnya, bukan berarti ia tak menerima Kinara pa adanya, namun sikap Kinar yang defensif membuat Michael bertanya-tanya, apa yang terjadi pada kehidupan Kinar sebelumnya.
Michael lalu berselancar di dunia Maya, mencari informasi tentang agama yang di anut Kinar
ia selama ini juga tak begitu perduli dengan keyakinan, karena hampir separuh lingkungannya bukan orang yang agamis.
Setelah bosan berselancar di dunia Maya, Michael menghubungi kakaknya, lucky.
lucky merupakan kakak tiri Michael tapi mereka akrab dan seperti saudara kandung.
keduanya saling menyayangi walau kedua mama mereka berbeda.
Lucky anak dari mendiang istri pertama papa mereka yang meningal karena sakit, dan mama Michael merupakan istri kedua, namun begitu merry sangat menyayangi lucky seperti putranya sendiri.
ia tak pernah membeda-bedakan keduanya, baginya keduanya adalah putra kesayangannya.
Michael bisa sharing pada kakaknya itu mengenai hidupnya, dan lucky serta istrinya sudah banyak membantunya, terutama saat ia di tinggalkan oleh mantan istrinya dulu dengan seorang anak bayi yang masih merah.
Amara lah yang membantu merawat Freya hingga berusia dua tahun, saat Michael terpuruk dalam kehancuran karena di tinggalkan Miranda yang kabur dengan sahabat Michael sendiri.
__ADS_1