
"Kinar, Dia...." Adam terlihat berfikir sebelum meneruskan ucapannya, ia menoleh ke arah Kinar yang masih tertidur
"Kinar adalah teman mas sewaktu kecil" ucap Adam kemudian, Adam sengaja tak mengatakan yang sesungguhnya, bukan karena TK ingin, hanya saja ia tak suka mengumbar perasaanya, terlebih lagi Kinar tak pernah tahu perasaannya dan apa yang Adam rasakan adalah salah, karena Kinar sudah menjadi milik orang lain, betapapun brengseknya suaminya, ia tetap suami sah Kinar.
Adam menghela nafas, pandangannya begitu rumit. Amanda tahu jika saat ini lelaki yang ia puja memiliki hubungan yang tidak sesederhana kelihatannya.
melihat dari ekspresi Adam waktu mendapati Kinar tak sadarkan diri, Amanda sudah bisa menjawab sendiri, namun bodohnya ia seakan menolak kebenaran yang jelas-jelas terpampang di depan nya.
"Dimana suaminya??? "tanya Adam kemudian, aura membunuh langsung memenuhi ruangan, Amanda terasa susah menelan Saliva nya, untuk pertama kali sejak mengenal Adam, ia baru kali ini melihat kilatan amarah yang besar pada matanya.
"Aku tak tahu mas" ucap Amanda menggelengkan kepalanya
"kami juga berusaha mencari apartemenya karena Kinar tak tahu dimana mereka tinggal sebelumnya” timbal Amanda kemudian
”What the f..." maki Adam membuat Amanda terkejut, laki-laki lembut yang ia kenal bisa bersumpah serapah
"Maaf Amanda, aku sangat kesal" ucap Adam melihat raut keterkejutan di wajah Amanda.
Keduanya lalu terdiam hanyut dalam pikiran masing-masing.
"Dua Minggu, dua Minggu lebih Kinar sudah tinggal di apartemenku”ucap Amanda membuka kebisuan diantara mereka, Adam menoleh kearah Amanda
"Kami sudah berusaha mencari apartemnya, namun karena kami bekerja juga, hal tersebut hanya bisa kami lakukan jika kami libur atau sama-sama shift siang, namun belum dapat titik terang”ucap Amanda menambah
"Apa kamu sudah lapor polisi???” selidik Adam
”Belum, Kinar takut ia di duga warga gelap, niatnya kami ingin melaporkan berita kehilangan sehingga Kinar memperoleh dokumen nya kembali, tapi kami belum sempat mengurusnya”
”Astaga Amanda, kenapa kamu seceroboh ini, bisa saja suaminya sudah melaporkan berita kehilangan Kinar.
kenapa kalian malah sibuk mencari apartemen mereka????” ucap Adam tak mengerti jalan pikiran kedua wanita itu
"Maafkan aku tidak berfikir demikian" Amanda menundukkan kepalanya.
"Aku hanya berfikir segera menemukan suaminya dan meminta paspor dan visa nya, sehingga Kinar bisa kembali ke tanah air”ucap Amanda menundukkan kepalanya
"Aku menduga kau punya alasan berfikir begitu” ucap Adam
__ADS_1
"Ya mas, aku tak pernah berfikir suaminya akan mencarinya, sebaiknya kamu tunggu Kinar sadar dan tanyakan langsung padanya.
Aku tak punya hak memberitahukannya padamu” ucap Amanda tersenyum masam
"Aduh kepalaku" runtuh seseorang di atas tempat tidur, sontak keduanya menoleh kearah sumber suara.
Kinar sudah sadar, kini ia sedang memegangi kepalanya yang berdenyut, membuka matanya perlahan.
Amanda dan Adam langsung berdiri menghampiri Kinar
"Dimana aku" ringis Kinar mengedarkan pandangannya, lalu melihat Amanda didekatnya beralih ke pria yang berdiri di sebelah Amanda
Alisnya berkerut, ia mengerjakan matanya lagi untuk mempertegas pandangannya yang masih kabur
"Ma..mas Adam???” ucap Kinar tak percaya dengan penglihatannya.
pria yang di sebut namanya tersebut hanya tersenyum lebar, meraih tangan Kinar dalam genggamannya
"Bagaimana keadaanmu??” tanya Adam lembut
”Aku baik-baik saja mas, hanya sedikit pusing.
Dan bagaimana mas bisa kenal Amanda???
Jadi ...???” ucap Kinar memberondong pertanyaan, Adam meletakkan jari telunjuknya di bibir wanita yang sangat ia cintai itu
"Kamu baru saja terbangun, simpan pertanyaan mu dulu, mas akan jawab satu persatu.
Bagaimana pun kamu tetap sama saja, gadis cerewet yang sama seperti dulu" senyum mengembang di keduanya.
Amanda merasa asing berada diantara mereka berdua.
Terlebih hatinya sakit melihat kedekatan diantara Adam dan Kinar.
"Mas, bagaimana mas bisa di sini??” tanya Kinar kemudian
"Karena mas memang tinggal di negara ini sebelumnya"
__ADS_1
jawab Adam santai
"Ah itu menjelaskan, bagaimana Tante Caroline?? apa beliau sehat?” tanya Kinar kemudian
”Sehat, apa kamu ingin mengunjungi beliau???” tanya Adam kemudian
"Tentu saja, aku rindu Tante Barbie ku" ucap Kinar dengan senyum lebar, Kinar memang selalu memanggil Caroline Barbie karena mamanya Adam memnag cantik seperti Barbie dengan rambut pirang dan mata birunya.
”Itu,... Mas Adam, Kinar aku pamit dulu, aku lupa jika aku punya keperluan lain" ucap Amanda canggung.
ia merasa menjadi obat nyamuk jika terus di sana.
kedua insan itu larut dalam euforia sehingga melupakan keberadaanya, akan lebih baik jika Amanda memilih menyingkir.
"Ah Amanda, maafkan aku sampai lupa, terima kasih kamu sudah merawatku.
Adam ini sahabat kecilku, dia pelindungku" ucap Kinar membuat wajah Adam bersemu merah dengan mata berbinar sementara Amanda makin merasakan sesak di dadanya, setelah berpamitan Amanda langsung pergi, sementara kedua manusia berbeda jenis itu meneruskan obrolan mereka.
"Sepertinya itu cinta bertepuk sebelah tangan, dari ucapan Kinar, Kinar tak tahu jika mas Adam mencintainya, entah mengapa aku merasa sedikit lega” gumam Amanda lirih?”gumam Amanda dalam hati, ia segera pergi setelah berpamitan pada kinar dan Adam.
Setelah kepergian Amanda, keduanya meneruskan obrolan mereka
"Apa Amanda tidak menceritakannya pada mas???"tanya Kinar yang di balas gelengan kepala Adam. walaupun Amanda mengatakannya tanpa persetujuannya, toh itu kenyataannya, namun Amanda malah membiarkan dirinya yang memberi tahu sendiri, Kinar semakin salut pada Amanda, wanita itu sungguh luar biasa Dimata Kinar. ia tak mau ikut campur dan membuat Kinar merasa rendah diri.
Kinar lalu menceritakan kejadian mengapa ia bisa bertemu dengan Amanda dan akhirnya bisa menumpang hidup dengan Amanda.
Adam mengepalkan tangannya menahan marah, ini untuk kesekian kalinya ia melihat wanita yang di cintai nya di sia-siakan oleh Dimas, Awalnya Adam Sudah pasrah dengan cintanya, melihat wanita itu bahagia, bagi Adam sudah cukup.
Namun kenyataannya Kinar terus disakiti membuat Adam menyesal dengan keputusan yang pernah ia buat, ditambah kini Kinar sedang hamil anak pria itu, Adam tak tahu harus bagaimana, ia tak mau egois, bisa saja ia memaksa Kinar tak kembali pada suaminya, namun anak dalam kandungan Kinar butuh ayah kandungnya.
Adam menatap wajah sendu Kinar, kemudian ia membelai rambut Kinar membuat Kinar terkejut mendapati perlakuan lembut Adam, ia seorang wanita yang sudah menikah, akan buruk jika orang lain melihatnya, walau mereka memang dekat sejak kecil, namun kini mereka sudah punya kehidupan masing-masing.
"Maafkan aku" ucap Adam mengerti jika Kinar tak suka dengan tindakannya.
"Sekarang kamu istirahat, besok mas akan ke kantor polisi, mas akan mencari kabar suamimu, mas yakin suamimu sedang mencari mu" ucap Adam lembut
"Semoga saja lelaki brengsek itu mencari keberadaan Kinar melalui pihak berwajib, jika tidak maka ini terakhir kalinya ia melihat istri dan anaknya.
__ADS_1
aku akan memisahkan mereka!!!!" geram Adam dalam hati