
Bella masih terus memarahi kedua sekertaris Dimas, sikapnya sungguh sangat arogan, seolah ia pemilik perusahaan hingga membuat Kelvin gerah juga melihat anak buahnya di perlakukan buruk oleh wanita yang notabene nya hanyalah seolah istri yang tidka di akui oleh Dimas
"Sebaiknya anda pergi sekarang sebelum saya memanggil security" ucap Kelvin mencekal tangan Bela yang ingin menampar wajah salah seorang sekertaris Dimas
"Lepas, loe gak tahu siapa gue apa?? lepas Kelvin, atau loe akan menyesal" hardik Bella berusaha melepaskan tangan Kelvin yang memegangnya kencang hingga tangannya terasa sakit karena perlakuan Kelvin
"Loe mimpi? sejak kapan loe punya kuasa?? ingat Bella jangan mentang-mentang sebentar lagi Dimas bercerai dengan Kinar terus loe akan jadi istri sah, sebaiknya loe ngaca dari mana loe berasal, cuma sampah yang tak sengaja terinjak oleh Dimas dan terbawa masuk kelurganya.
Loe cuma masa lalu Dimas"
"Well kita lihat saja, dan gue akan pastikan loe di pecat" ucap Bella melotot marah karena ia dianggap sampah oleh Kelvin
"Gue tunggu waktu itu, sebaiknya loe punya sesuatu yang menarik nanti” Cibir kelvin dengan senyum liciknya.
Pria tampan ini terlihat makin dingin saat matanya menatap Bella dengan penuh benci
”Sekarang katakan di mana bos loe berada"
"Apa gue punya hak untuk memberi tahu?" cibir Kelvin lagi membuat Bella makin marah, ia menatap kesal pada Kelvin, kebenciannya pada Kelvin makin dalam
"Suatu saat gue harus secepatnya menyingkirkan manusia hina ini, budak Dimas yang berlagak seperti seorang pangeran, cih menjijikan. dia lupa darimana asalnya, hanya anak yang di pungut" gumam Bella dalam hati, api kebencian di dadanya semakin dalam
"Oke kalau gak mau memberitahu, jangan salahkan kalau gue nekad" ucap Bella, ia berjalan ke depan sofa dan mulai mengamuk, ia membanting apa saja yang berada di sana
"Bella loe udah gila!!!!!” teriak Kelvin marah
”Loe baru tahu" sinis Bela terus melempar apa saja
"Nanda tolong telepon security dan kamu Yanti menyingkir jika tak ingin cidera" ucap Kelvin yang tak mau karyawannya cidera karena ulah Bella.
"Bella hentikan!!!!”
"Beritahu di mana Dimas dan gue akan pergi" ucap Bella licik
"Suami loe pergi menyusul istri tercintanya ke Bali, sekarang loe pergi atau gue gak segan lagi sama loe gak perduli loe lagi hamil, jangan loe kira gue gak tahu siapa bapak anak itu" senyum dingin terukir di wajah tampan Kelvin
"Kelvin sialan, apa bener dia tahu rahasia gue?? dilihat dari ucapannya gue yakin dia sedikitnya tahu kebenaran itu, tapi bagaimana mungkin gue udah menutup rapat rahasia ini"
"Jangan sok tahu loe bang**t, loe gak tahu apapun tentang gue" teriak Bella marah melempar vas bunga di sampingnya, beruntung Kelvin menghindar, ia langsung mencekal tangan Bella.kebelakang hingga wanita itu meringis menahan sakit
Kelvin membawa Bella keluar dari ruangan Dimas beruntung security datang, sehingga Kelvin tidak melakukan kekerasan lainnya, ia mendorong tubuh Bella kencang, beruntung security satunya dengan sigap menahan tubuh Bella hingga tak jatuh terjelembab
" Bawa pergi wanita j*l*Ng ini, Jagan biarkan dia masuk lagi ke dalam gedung ini" ucap Kelvin
__ADS_1
"Tunggu pembalasan gue Kelvin, bang*t loe" teriak Bella yang di Giring security keluar dari perusahaan Dimas, Bella merasakan kemarahan dan benci yang mendalam pada Kelvin, gara-gara dia, ia jadi tontonan para karyawan di kantor suaminya
"T**unggu saja, gue akan hancurkan loe berkeping-keping Kelvin!!!!!"ancam Bella dalam hati
Bella tak habis pikir jalan pikiran Dimas, sudah jelas-jelas Kinar mencampakkannya, mengapa ia masih ngotot mengemis cinta Kinar, sial..
"Wanita itu tetap saja menyusahkan ku, kenapa dia tidak mati saja kemarin, menyebalkan" ucap Bella menghentakkan kakinya kesal
"Mba hati-hati nanti kandungannya brojol loh" ucap beberapa anak muda yang melihat Bella terus saja menghentak-hentakkan kakinya
"Urus saja urusanmu sendiri, jangan usil" Dengus Bella
"Aish galaknya maaaakkk, bagaimana nanti anaknya ya sob?"tanya pemuda yang berada di sebelah pemuda yang bertanya tadi menatap Bella
"Mak nya galak, anaknya macam hahaha” mereka semua tertawa mengolok-olok Bella, Bella melepas sepatunya hendak melempar ke arah mereka
"Sepatunya kalo dia lempar kita loakin bro" ucap pemuda yang lainnya makin mencibir Bella.
Awalnya mereka hanya peduli pada ibu hamil, namun karena kelakuan Bella sehingga rasa simpati berubah jadi cibiran dan jadi bahan Bullyan mereka.
Mendengar para pemuda itu tidka takut, Bella memilih pergi dari sana, ia langsung menyetop taxi yang lewat
"Bu, mau kemana Bu??"
"Sial, siaaalll" teriak Bella membuat supir taxi menoleh dan bertanya
"Ada apa ya Bu??”
"Ah tidak, saya hanya kesal sama anak muda atasi yang tak tahu sopan santu sama orangtua" ucap Bella beralibi
"Oh" ucap supir itu tak mau ikut campur.
"Kerumah sakit ibu dan anak ya pak" ucap Bella
"Baik Bu".
Mobil melaju membelah jalanan macet ibukota, hingga akhirnya mereka sampai, Bella langsung membayar Taxi dan turun, ia langsung menuju poli kandungan.
Terlihat antrian panjang di depan poli kandungan, Bella menghela nafas kesal, jika saja Dimas tidak pergi begitu saja, seharusnya ia bisa mengantarnya ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya, apa ia tak perduli pada anak ini?? walau anak ini bukan anaknya,, tapi ia tahunya ini adalah anaknya.
"Aku benci hidupku, harusnya aku sadar lebih awal dan tidak meninggalkan Dimas, ahh bodohnya aku" ucap Bella mengeluh dalam hati.
ia merasa iri melihat para suami yang mendampingi istri-istri mereka yang sedang hamil.
__ADS_1
Bella sampai merasa mengantuk, mungkin sekarang sudah lepas maghrib, namun nomornya belum dipanggil juga, kini suasana ruang tunggu sudah mulai sepi, hingga akhirnya nomornya di panggi.
Bella langsung bangkit dan berjalan menuju ruang periksa
"Selamat malam Bu Bella" sapa seorang dokter yang usianya masih tergolong muda
"Malam" ucap Bella singkat
"Kita periksa dulu yu buk" ucap dokter muda tersebut, ia lalu dibantu seorang suster tiduran di tempat tidur, suster tersebut menyingkap baju Bella lalu mengoleskan krim dingin pada perut Bella
"Maaf ya Bu, kita mulai periksa" ucapnya sopan
Dokter Brian langsung memeriksa, ia menggeser-geser alat ditangannya, alisnya berkerut.
Ia memperbesar bagian ia ulang beberapa kali karena penasaran
"Bu Bella, kita USG transvaginal ya, ada yang mau saya pastikan"
"Ada apa dok?? apa ada masalah dengan kandungan saya??"ucap Bella panik
"Kita akan mengetahuinya segera Bu,"ucap dokter Brian langsung memeriksa Kinar dengan untuk mendeteksi kondisi abnormal pada rahim
Note
# USG transvaginal Adalah prosedur pencitraan menggunakan gelombang suara yang di pancarkan melalui **** * untuk memeriksa organ reproduksi wanita, meliputi rahim, dan **** *.
USG transvaginal merupakan pemeriksa internal dimana dokter akan memasukkan tongkat sepanjang 5-⁷cm ke dalam **** * setelah di beri Lat kontrasepsi berupa kond*m dan pelumas.
Alat ini digunakan untuk mengamati perkembangan janin, mendiagnosis berbagai kondisi pada rahim, termasuk kanker, infeksi pada panggul, kehamilan ektopik, kista, miom, keguguran dan kelainan letak plasenta untuk mendiskusikan pengobatan dan tindakan yang tepat untuk pasien berdasarkan hasil yang ditemukan dari pemeriksan tersebut.
Mampir yuk ke karya author lainnya, dan untuk yang belum mampir ke karyaku "Suami Sewaan" wajib baca dulu sebelum kalian membaca "Kinar, Istri Bayangan"
__ADS_1