Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Firasat


__ADS_3

Jam makan siang tiba satu jam lagi, Dimas sudah melakukan reservasi di sebuah restoran langganannya.


Dimas mengerutkan keningnya membaca kartu nama papa mertuanya.


”bukankah perusahaan ini termasuk perusahaan besar???? sayang sekali jika harus gulung tikar.


Aku harus melihat perusahaan itu, Agar aku bisa mengucurkan dana sesuai kebutuhan mereka” gumam Dimas lalu melanjutkan perjalanannya


Empat puluh menit kemudian Dimas sudah berada di depan perusahaan milik papa mertuanya, ia memarkirkan mobilnya lalu menuju lobby perusahaan itu.


Setelah memberitahu resepsionis, tak lama kemudian ia di persilahkan naik ke lantai paling atas dimana kantor pemilik perusahaan berada.


Dimas di antar oleh resepsionis tersebut kemudian seorang sekertaris menyambutnya, sedang si resepsionis kembali ke meja kerjanya


Reyhan menyambut kedatangan kakak iparnya, mereka sama-sama masuk ke dalam ruangan kerja Satria.


Satria langsung meletakkan berkas di tangannya menyambar kedatangan mantunya


”Assalamu'alaikum pa” salam Dimas


"Wa'alaikum salam nak, ayo-ayo duduk" jawan Satria


"Beginilah kantor papa, jadi bagaimana kita langsung jalan sekarang?" tanya Satria


"Iya pa"


Satria lalu merapihkan berkas di mejanya, ia terlihat sangat lelah, ada garis hitam di bawah kantong matanya


Mereka bertiga lalu segera menuju ke restoran yang telah Dimas pilih, Dimas meminta mereka ikut dalam mobilnya agar praktis, Dimas sengaja melakukan itu agar ia punya alasan kembali ke perusahaan mertuanya, sekaligus mencari tahu akar permasalahannya


Selama makan siang, Satria lebih banyak diam, hanya Reyhan yang mencoba mencairkan suasana


Terlihat sekali jika Satria memiliki banyak masalah dan tertekan


Setelah makan siang Dimas kembali mengantar Reyhan dan papa mertuanya, sesampainya di sana Dimas menyampaikan jika ia ingin membicarakan hal yang penting.


"Begini pa, Dimas sedang mencari rekan kerja,apa papa berkenan ikut serta dalam proyek kerjasama tersebut?


papa ikuti serta ya? Dimas hanya memberi informasi,


selebihnya usaha papa dan proposal papa yang menentukan hasilnya”


”Kapan papa harus mengajukan proposal nya?"tanya Satria antusias


"Makin cepat makin bagus pa"


"Baiklah, papa ikut" ucap Satria tersenyum lebar, bagai melihat oase di gurun pasir

__ADS_1


"Kalau begitu Dimas pamit pa, Rey" ucap Dimas mencium punggung tangan Satria


"Assalamu'alaikum”


"Wa'alaikum salam" jawab Satria dan Reyhan bersama-sama


Setelah keluar dari gedung perusahaan tersebut, Dimas langsung menelpon Kelvin asisten sekaligus sahabatnya


Sebenarnya memang ia memiliki proyek untuk mengembangkan usaha di bidang properti, nah kesempatan ini sekaligus untuk membantu papa mertuanya dari kebangkrutan.


ia sengaja meminta proposal kerja dan berkata akan ada kompetisi untuk memenangkan tender, namun final nya Dimas tetap akan memilih perusahaan papa mertuanya, ia hanya tak mau Satria menolaknya, jika seperti ini Satria tidak akan kehilangan harga dirinya, karena bagi laki-laki pantang untuk di kasihani.


Keesokan harinya Satria datang ke perusahaan Dimas menyerahkan proposal nya. Dimas sengaja tidak langsung menemui mertuanya itu, Satria mengikuti prosedur yang berlaku.


Setelah selesai baru ia meminta Kelvin mengantarkan mertuanya menuju ruangannya, mereka lalu berbincang-bincang , saling tukar wawasan tentang dunia bisnis, hingga tak terasa sudah jam pulang kantor, mereka lalu pulang kantor bersamaan.


Sampai di depan rumah Kinar yang sudah terbiasa menyambut suaminya pulang bingung karena kali ini papanya pulang di ikuti oleh mobil Dimas, biasanya papanya akan pulang menjelang makan malam, karena perusahaan mereka yang sedang bermasalah.


"Assalamu'alaikum” salam Dimas, Satria dan Rey bersamaan


"Wa'alaikum salam. Kok papa bisa barengan sama mas. Dimas? " tanya Kinar sambil mencium punggung tangan papanya dan suaminya bergantian


"Tadi papa dari perusahan suamimu nak, papa mengajukan proposal kerjasama" ucap Dimas merangkul istrinya mesra


Kinar terkejut, ia malu Dimas tak punya malu merangkulnya di depan papanya, wajahnya bersemu merah karena malu dan risih


”Papa masuk duluan ya" ucap Satria tersenyum sambil melirik kearah putri dan mantunya


"iiiya pa" jawab Kinar


"Aku juga masuk duluan kak" ucap Rey menyusul papanya masuk


"Mas ih , kan malu di liat papa" ucap Kinar mencoba melepaskan pelukan Dimas


”Memang kenapa?tanya Dimas makin mengeratkan pelukannya, menyandarkan kepalanya di bahu Kinar, mencium aroma bunga rose di tubuh Kinar


"Mas ih lepasin, ayo cepat masuk dan mandi, mas bau asem” ucap Kinar jengah


Dimas tertawa terkekeh, ia sangat senang sekali melihat Kinar yang malu-malu dengan wajah merona merah, sangat imut Dimata nya


Keesokan harinya


Dimas dan Kinar pamit pada seluruh keluarga Kinar, hari ini mereka akan kembali pulang karena harus packing baju.


"Ya sudah kamu hati-hati di jalan ya, doa mama dan papa selalu menyertaimu, nak Dimas titip anak mama ya. Kinar itu kadang masih suka manja, semoga nak Dimas bisa memakluminya ya” ucap Anggi lembut


"Pasti ma, mama jangan khawatir, Dimas akan menjaga Kinar dengan nyawa Dimas" ucap Dimas

__ADS_1


"Mama percaya” ucap Anggi tersenyum lebar


”Ma, pa, kami pamit dulu ya.


Nanti kami pasti berkunjung lagi.


Mama jaga kesehatan mama, jangan terlalu cape.


papa juga, lihat wajah tampan papa sampai kuyu begitu. Kinar sayang kalian ," ucapnya dengan suara parau


memeluk mama dan papa nya bergantian.


"De Kaka titip mama sama papa ya" ucap Kinar pada Reyhan dan Aisya, mereka saling berpelukan, lalu pada si kembar dan si bungsu tak ketinggalan.


"Assalamu'alaikum”


"Wa'alaikum salam" ucap seluruh keluarga menjawab


Setelah keduanya pamit, Anggi masih berdiri menatap kepergian putri sulungnya


"Ma, sudah yu masuk, nanti Kinarnjuga akan sering mengunjungi kita, biarkan mereka bulan madu, siapa tau sekembalinya mereka kita akan memiliki cucu ya kan?” bujuk Satria, walau ia juga merasa berat jauh dari putrinya


"Mama masih kangen sama Kinar pa”


"Ma, Kinar sudah memiliki suami, bukan tanggung jawab kita lagi, suaminya lebih berhak atas Kinar.


Kita sebagai orangtua hanya bisa mendoakan yang terbaik buat anak kita.


Mama jangan begitu, Kinar malah nanti jadi kepikiran terus.” ucap Satria lembut


"Mama kok merasa anak kita gak bahagia pa??? walau nak Dimas terlihat menyayangi Kinar tapi ada yang terasa janggal.


Apa mereka beneran menikah karena cinta???” tanya Anggi masih terdiam di tempatnya


” Mama, mama, pikiran mama terlalu jauh. Tentu saja anak kita bahagia dan mereka menikah karena cinta.


Mama lihat sendiri kan selama ini disini mereka sangat harmonis dan romantis.


jadi buang prasangka buruk mama” Anggie mengangguk kepala lemah membenarkan perkataan suaminya, Satria kemudian menuntunnya masuk ke dalam rumah


"Pa, entah mengapa mama kok merasa ada yang janggal, perasaan mama gak enak” ucap Anggi lirih


"Itu karena mama kelelahan, ayo istirahat. jangan lupa berdoa untuk kebahagiaan putri kita”


” Iya pa, selalu” ucap Anggi


"Ya Allah , aku berharap istriku jangan pernah tahu kebenarannya, aku juga berharap nak Dimas bisa menyayangi dan mencintai anakku.

__ADS_1


bisa menjadi imam sekaligus suami yang baik untuk anakku” gumam Satria dalam hati.


__ADS_2