
Setelah mereka selesai makan siang, mereka langsung pamit pada kedua orangtua Wawan untuk menuju ke rumah Amanda, kedua orangtua Wawan memaksa mereka untuk menginap di rumah mereka, wal hasil Reyhan maupun Adam dengan berat hati menerimanya, sebenarnya mereka lebih suka menginap di hotel, lebih santai.
Namun demi menghormati kedua orangtua Wawan, Reyhan setuju menginap selama mereka tinggal di Bandung.
Setelah Wawan, Reyhan dan Adam pergi, Adji dan putranya Arfan kembali ke kantor, kini tinggal Lilis di rumah besar itu.
Ternyata jarah kediaman Wawan dan alamat yang di tuju oleh mereka tidak terlalu jauh hanya menempuh satu jam perjalanan, kini mereka sudah sampai di depan sebuah pagar besi tinggi, terlihat sebuah rumah megah di sana,
Wawan membuka kaca mobilnya dan melambai ke arah satpam rumah tersebut, tak lama satpam tersebut membuka pagar rumah tersebut
"Eh den Wawan, den Miko nya sedang gak di rumah den" ucap Satpam rumah mengenali Wawan
"Tapi Manda ada kan??" tanya Wawan
"Neng Manda ada lah di rumah, kan lagi dipingit, dua Minggu lagi kan mau nikah sama...."
"Ya udah aku masuk dulu ya mang" ucap Wawan langsung menyalahkan mobilnya masuk ke dalam halaman rumah tersebut sebelum satpam rumah selesai berbicara
"Ayo, ini alamat yang loe cari.
Amanda itu adik sahabat gue" ucap Wawan santai seperti sering ke rumah ini, ia berjalan menuju pintu utama rumah dan memencet bel pintu
Tak lam kemudian seorang wanita paruh baya keluar dan tersenyum begitu melihat Wawan
"Eh den wawan, cari den Miko ya??? orangnya gak di rumah lagi ngegym.
emang gak janjian apa???" tanya asisten rumah tangga yang bernama Mak Mumun
"Wawan bukan cari Miko Mak,, Wawan mau ketemu sama Amanda.
Ini temannya dari Jakarta datang mau ketemu" ucap Wawan menunjuk kedua temannya
"Ayo atuh masuk, pamali di depan pintu" ucap Mak Mumun mempersilahkan mereka masuk
"Mak panggilkan dulu ya neng Amanda nya, duduk aja dulu.
Oh ya mau minum apa???"
"Bebas Mak, yang segar-segar" ucap Wawan cengengesan
"Bebas nanti mak kasih air kobokan mau???" goda Mak Mumun cekikikan
"Ya elah Mak kejam bener, klo minum air kobokan nanti ganteng saya berkurang"
"Hahaha sebentar ya, tunggu Mak panggilkan neng Manda nya" ucap Mak Mumun langsung menuju kamar Amanda.
"Bro relaks aja sih, tegang banget muka loe kaya nahan pup" goda Reyhan yang melihat Adam beberapa kali menghela nafas dengan keringat bercucuran
"Iya nih kaku bener kaya baju baru di jemur" timpal Wawan lalu keduanya tertawa
__ADS_1
Adam tak mau menimpali karena ia akan kalah kena bully dari dua sahabat itu
"Apakah Amanda mau menemui mu??? bagaimana jika ia lngsung mengusirku???
bagaimana jika ia tak menerima permintaan maaf
Aduh, kenapa aku deg-deg an banget ya??? apa aku punya perasaan sama Amanda???
Astaga Adam, sadar woi, Manda bentr lagi akan menikah, loe mau nikung pasangan orang???" gumam Adam dalam hati
"Woi diem aja dia bro, kayanya dia beneran Makatindu sama Manda" goda Wawan lagi, namun Adam tak memperdulikannya, yang terpenting sekarang bagaimana meminta maaf pada Amanda.
Rupanya benar jika Amanda akan menikah, ada rasa sedih yang entah bagaimana Adam rasakan.
Tak lama Mak Mumun datang dengan membawa nampan berisi gelas, ia meletakkannya di meja
"Neng manda nya sebentar lagi turun, tadi lagi mau sholat Ashar." ucap Mak Mumun lalu setelah itu meninggalkan ruang tamu
Lima belas menit kemudian Amanda menghampiri mereka, Amanda heran kenapa Wawan mencarinya dan mengatakan jika temannya dari Jakarta ingin menemuinya, setahu Amanda, ia tak memiliki teman yang kenal dengan Wawan
Adam yang duduk membelakangi Amanda tak melihat kedatangan Amanda.
"Hai wan, kata nya ada temanku dari Jakarta yang mencari ku???" tanya Amanda begitu sampai dekat mereka
Alis Amanda saling mengait melihat Reyhan, Amanda tidak kenal siapa Reyhan.
Reyhan menatap Amanda dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Gadis yang cantik dan sederhana,
Pantes Adam bisa suka, walau pria bodoh itu tak menyadari perasaanya sendiri. miris.
itulah yang tertangkap oleh mata Reyhan
"Yang cari loe tuh di belakang loe" ucap Wawan membuat Amanda reflek membalikkan tubuhnya
Amanda terkejut, hingga tubuhnya terhuyung hingga mau jatuh.Adam dengan gesit menopang tubuh Amanda yang seolah kehilangan tenaga, mendudukkannya di sofa di sebelahnya
"Kamu baik-baik aja Manda?? tanya Adam khawatir.
Wanita yang selama beberapa hari ini sudah memporak porandakan ketenangan Adam itu terlihat lebih kurus dengan wajah sembab dan pucat
"Aku akan mengambil peralatan ku memeriksa mu" ucap Adam bangkit mengambil kunci mobil dan langsung menuju mobil mereka yang diparkir di luar
"Mas gak usah, aku baik-baik saja" sanggah Amanda, namun Adam tidak menggubris dan memilih meneruskan langkahnya menuju mobil Reyhan.
"Maaf, kenalin ini Reyhan, " ucap Wawan mengusir kecanggungan
"Amanda" ucap Amanda membalas uluran tangan Amanda
__ADS_1
"Aku adiknya kak Kinar" ucap
"Ya Allah maaf aku gak tahu.
bagaimana kabar kakakmu, apa ia masih di Paris???" tanya Amanda berbasa-basi
"Masih, kak Kinar hanya ngabisin liburannya sebulan lalu kembali ke Jerman meneruskan pendidikannya"
"Jadi, bukannya dia sama Adam...." ucap Amanda menggantung ucapnya
"Maksud kakak menikah???, Enggak lah, kak Kinar lagi fokus mengejar mimpinya, lagi pula dari awal kak Kinar cuma menganggap Adam kakaknya saja, tidak lebih dan tidak kurang" ucap reyhan membuat Amanda mengigit bibirnya,
Obrolan mereka terhenti ketika Adam datang, Adam langsung memeriksa kondisi Amanda tanpa canggung di depan Reyhan ataupun Wawan.
Sementara Amanda menatap lekat lelaki di depannya, lelaki yang amat ia cintai di dunia ini.
kenyataan membuatnya sadar, jika dalam hitungan hari ia akan menikah dengan pria lin, pria yang dijodohkan orangtuanya satu bulan lalu, air mata nya tak bisa terbendung, Amanda menangis dalam diam,
Wawan dan Reyhan yang melihat hal itu memilih menyingkir membuatkan keduanya menyelesaikan masalah diantara mereka.
Adam merasakan setitik air jatuh di punggung tangannya, ia mendongak dan melihat Amanda menangis
"Hei, apa yang kamu rasakan??? apa ada yang sakit???" tanya Adam khawatir,
Amanda hanya menggeleng menjawab pertanyaan Adam
"Apa kamu diet??? lihat badanmu yang sexy sekarang kurus, kamu jadi terlihat jelek" goda Adam sambil menghapus air mata di pipi Amanda
"Mengapa kamu hanya menggeleng saja??? apa kamu masih marah padaku??? maafkan aku, aku mohon maafkan semua kebodohanmu" ucap Adam lirih
"Tak ada yang perlu di maafkan mas" ucap Amanda lirih
"Aku datang kesini untuk meminta maaf selama ini..."
"Kamu tidak perlu minta maaf, aku saja yang terlalu bodoh berharap lebih padamu, perasan tak bisa di paksakan, dan aku sudah menyerah" ucap Amanda memotong ucapan Adam
"Pulanglah mas, aku sudah Memaafkanmu sejak lama.
lagi pula itu bukan kesalahanmu.
Aku sudah akan menikah, rasanya tak baik jika kita bicara hanya berdua seperti ini.
aku permisi ke kamar. aku lelah" ucap Amanda dengan suara tercekat
"Amanda.. masihkah..."
"Semua sudah berakhir mas, maafkan aku tidak sopan, permisi" ucap Amanda langsung bangkit, hatinya terasa amat sakit, hati yang ia tata dengan susah payah kembali terluka lagi dengan kedatangan Adam
"Amanda,.jaga kesehatanmu..." ucap Adam membuat langkah Amanda terhenti, ia mengangguk tanpa menoleh dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Adam sendirian.
__ADS_1