Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Ikut Pulang


__ADS_3

Kinar baru saja keluar dari kamarnya untuk sarapan saat ia mendengar tawa renyah seseorang yang tak asing di ruang makan, siapa lagi jika bukan suara Michael,


Pria itu memakai pakaian kasual membuatnya terlihat tampan dan muda


"Eh calon pengantin sudah tiba"


"Hah???" ucap Kinar membuat Ridwan meralat ucapnya,


"Eh Kinar sudah tiba, om mau makan di beranda rumah aja sama Tante dan Rasya, kamu mau menghabiskan waktu keluarga.


Kalian sarapan berdua ya? gak apa-apa kan Kinar??" tanya Ridwan tersenyum lebar


"iiya pa" ucap Kinar bingung mengapa sikap Ridwan yang sangat dan tak bersahabat pada Michael berubah tiga ratus enam puluh derajat pagi ini.


Padahal Kinar masih ingat kemarin Ridwan menunjukkan jika Ia sangat kecewa dan membenci Michael, apa yang terjadi???


Mengapa sikapnya pagi ini berubah???


Apa Ridwan salah makan obat atau saat tidur kepalanya terbentur hebat???


Entahlah, yang jelas pagi ini Kinar merasa ada sesuatu yang terjadi dan di sembunyikan oleh semua orang.


Ridwan langsung mendorong istrinya, sementara tangan satunya menarik paksa Rasya.


Ia memanggil asisten rumah tangga untuk menyediakan sarapan mereka di beranda samping rumah mereka yang memang terkadang mereka gunakan untuk bersantai, tapi bukan sarapan pagi seperti yang Ridwan katakan.


"Mas, jam berapa kau tiba???


jangan bilang kau kesini subuh" ucap Kinar melirik Michael curiga


"Aku menginap disini"


"Jangan membual mas, aku sedang tak butuh lelucon" ucap Kinar cemberut


"Calon istriku kalau ngambek tambah cantik"


"Kalau begitu nanti aku ngambek aja terus biar terlihat cantik" ucap Kinar membuat Michael tertawa terkekeh


Sambil mengelus rambut Kinar dengan gemas


"Mas kau merusak rambutku" ucap Kinar kesal


"Biar saja, aku suka"


"Aku gak suka mas, aku sudah merapihkan rambutku, aku perlu waktu lagi merapikannya nanti" ucap Kinar kesal memukul dada Michael


"Jangan memancingku sayang, aku pria yang tak tahan iman" ucap Michael menggoda membuat Kinar langsung mundur beberapa langkah dengan wajah memerah


"Dasar mesum" umpat Kinar yang di balas tawa Michael


"Sudah ayo kita sarapan nanti telat ke bandara" ajak Michael. walau kesal Kinar hanya bisa menurut.


Ia mulai memakan sarapan paginya.


begitu selesai ia pamit pada Michael untuk mengambil kopernya.


Sementara Kinar bersiap di kamarnya, Ridwan dan keluarganya sudah selesai makan dan berbincang di ruang keluarga


"Tadinya aku pikir kau bukan pria yang cocok untuk anak ku, tapi aku hargai keberanian mu.

__ADS_1


Jika bukan lucky yang menjelaskan padaku, aku tak akan percaya kau pria yang baik untuk Kinar ku.


Aku restui kalian, tapi dengar dan ingat ini,


Aku hanya pesan, jangan pernah sia-siakan Kinar satu aku akan membuat perhitungan denganmu tak perduli kau adik kesayangan lucky sekalipun" ucap Ridwan dengan raut wajah serius


"Akan ku Ingan kata-kata kak Ridwan" ucap Michael penuh keyakinan.


"Aku dan kakakmu akan menyusul dua hari kemudian.


Tapi ada yang mengganjal di hatiku, bagaimana dengan mantan istrimu???"


"Aku dan Caroline sudah tak ada urusan.


Aku sudah memanggil suami Caroline ke negara ini.


Ternyata Caroline dan pria itu belum bercerai. Caroline kabur dari pria itu.


Anakku kaan tetap anak Caroline dan aku. Tapi hubunganku dan dia hanya sebatas Freya tidak kurang dan lebih, karena aku tak mungkin memutuskan tali anak dan mama kandungnya."


"Syukurlah jika begitu aku lega, aku hanya tak mau kau masih memiliki masa lalu yang akan mempengaruhi hubungan kau dan Kinar di kemudian hari"


"Aku mengerti" ucap Michael singkat.


"Baiklah, titip Kinar. Ingat kalian belum muhrim" ucap Ridwan


"Siap kak"ucap Michael dengan sikap siaga


"Apa yang kalian bicarakan sih?? kok aku mencium bau-bau yang mencurigakan???" tanya Kinar menatap semua orang yang langsung terdiam saat melihat Kinar datang


"Hanya perasaanmu saja, hati-hati di jalan ya sayang" ucap irine memeluk Kinar bergantian Ridwan lalu Rasya


"Siap pa, Kinar jalan dulu.


Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam" bala ketiganya.


Michael dengan sigap membukakan pintu untuk Kinar, lalu meletakkan koper Kinar di bagasi mobilnya. Ridwan dan keluarganya hanya mengantar sampai depan rumah , mereka menatap kepergian mobil Michael


"Alhamdulillah papa akhirnya setuju sama kak Michael"


"Papa hanya merasa perjuangan anak itu perlu di beri apresiasi. Masalah dia di setujui atau tidak oleh Satria, papa tak bisa membantu"


"Lalu papa meminta kamu ke Jakarta di hati kemudian untuk???"


"Michael kaan melamar Kinar, ia akan meminta Kinar langsung pada Satria dan Anggi" ucap Ridwan membuat Rasya yang tak tahu apa-apa berteriak girang


"Asik, aku ikut, mama juga ya kan ma???"


"Tentu dong" ucap Irine memeluk suami dan putra semata wayangnya


"Emangnya papa mau ajak kalian apa??" ucap Ridwan menggoda anak dan istrinya


"Kita bisa pesan tiket berdua aja ma, biar papa urus sendiri.yuk ma masuk" ucap Rasya balik menggoda papanya


"Bener sayang, malah enak gak urus bayi tua" timpal irine membuat Ridwan kesal


"Ma, Rasya, papa kan hanya bercanda" teriak Ridwan menyusul istri dan anaknya yang berjalan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Sementara Kinar dan Michael sudah sampai bandara, Michael langsung menurunkan kopernya dan koper Kinar membuat Kinar bingung melihat ada satu koper tambahan


"Mas, kok ada satu koper lagi?? punya siapa???" tanya Kinar


"Owh ini, punya aku" ucap Michael santai.


Saat tahu jika Kinar akan pulang ke negaranya, Michael langsung menghubungi makanya dan meminta pendapat.


Di luar dugaan Lucky malah memintanya bergerak cepat sebelum semua terlambat.


Akhirnya Michael mengutarakan akan menikahi Kinar sesegera mungkin, namun adat di sana ia harus melamar Kinar pada orangtuanya. Sehingga ini waktu yang tepat untuk melakukannya.


Dengan koneksinya Michael berhasil merubah kursi penumpang Kinar menjadi first class dan bersampingan.


Awalnya ia ingin menggunakan pesawat pribadinya, namun takut Kinar tak nyaman.


"Owh kamu juga ad. perjalanan bisnis??" ucap Kinar yang diangguki Michael dengan senyum penuh arti


Michael meminta tiket pesawat Kinar, lalu saat memasuki bandara ia menyerahkan tiket pesawatnya.


pada petugas bandara.


namun anehnya koper mereka langsung di handle oleh dua orang petugas dan mereka tak antri langsung masuk ke pesawat.


"Mas, kok kamu ikut pesawat ku, loh kok duduk disini???" tanya Kinar bingung


"Ini pasti ada kesalahan" ucap Kinar ingin bangkit, namun Michael menariknya hingga kembali duduk.


Nikmati perjalananmu"


"Mas, kamu ada perjalanan bisnis ke Indonesia juga??" tanya Kinar terus memberondong Michael dengan pertanyaan.


"Mengapa kamu bawel sekali kepalaku pusing.


Sudah diam dan nikmati perjalananmu.


Kita akan menempuh perjalanan jauh, jadi hemat energi mu"


"Mas, mas nyebelin"


"Tapi ngangenin kan??" goda Michael membuka matanya sebelah. Ia sangat mengantuk hingga sampai dini hari ia masih terjaga demi bisa ikut Kinar ke Indonesia.


"Pede sekali kamu ???"


"Jelas dong, kalau gak pede kamu bakal kabur.


Sayang aku sangat mengantuk. bisakah aku memejamkan mataku sebentar saja???


Sini peluk aku" goda Michael membuat Kinar merona merah.


Pasalnya di sebelah mereka seorang pramugari cantik yang menjadi asisten mereka selama perjalanan bersiap siaga di dekat mereka


"Tak tahu malu" ucap Kinar kesal


"Dasar orang kaya seenaknya rubah kursi orang.


enak ekonomi banyak orang, ih nyebelin banget" gerutu Kinar yang masih bisa di dengar Michael.


Michael hanya tersenyum kecil, Kinar sungguh menggemaskan.

__ADS_1


__ADS_2