
Dimas sudah membuat laporan berita kehilangan di kantor polisi, tinggal menunggu informasi masuk, sementara Kinar menerima tawaran Amanda untuk bekerja di mini market tempat Amanda bekerja, karena kesibukan keduanya, mereka sampai melupakan rencana ingin ke kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan, sehingga Kinar bisa membuat visa dan pasport nya lagi di sana.
Sudah seminggu semenjak Kinar menghilang, dan sejak itu pula ,Dimas dan Kelvin mencari keberadaan Kinar.
Kelvin terus menyudutkan Dimas atas hilangnya Kinar, membuat Dimas makin frustasi dan mabuk-mabukan.
Di saat itu pula entah dari mana Bella mendapat informasi tempat tinggal Dimas, ia sering mendatangi Dimas untuk mencoba meluluhkan hati Dimas, namun Dimas yang sudah kehilangan Kinar karena tidak tegas pada Bella menyalahkan Bella atas hilangnya Kinar.
Dimas amat membenci Bella.
Ia berulang kali mengusir Bella ketika Bella datang ke apartemennya, namun berulang kali pula Bella tak menyerah, seperti tak memiliki muka Bella terus mengejar Dimas.
Dimas kini menyadari sesuatu setelah Kinar pergi, wanita itu telah mengisi hatinya, dulu Dimas akan tak tega melihat Bella menangis, namun kini hatinya sudah membeku, dalam pikirannya hanya ada Kinar, Kinar dan Kinar
Dimas baru menyadari jika ia mulai jatuh cinta pada Kinar, ia merindukan senyum, tawa serta suara Kinar yang menenangkan.
Dimas rindu bau aroma tubuh Kinar , kelembutan Kinar, segalanya tentang Kinar.
Baru kini ia sadari, ia tak bisa hidup tanpa Kinar, perasaan ini sangat berbeda dengan perasaannya saat jatuh cinta dengan Bella, ini lebih seperti perasaan yang menjalar di hatinya dan membuat jantung nya bergetar hanya dengan menyebut namanya.
Saat dia jatuh cinta pada Bella, ia hanya merasa takut dan was-was, perasaan tak tenang dan merasa kurang, marah dan curiga.
Dimas terus terpuruk dalam rasa bersalah, ditambah kini Kelvin tak mau berbicara padanya, Kelvin hanya mencari dan terus mencari keberadaan Kinar tanpa berkata apa-apa pada Dimas.
Hari ini Dimas kembali mencari Kinar, ia sampai melewatkan sarapan bahkan makan siangnya, sehingga kepalanya terasa berat dan akhirnya ia memutuskan pulang kerumah.
Di depan apartemennya sudah berdiri Bella dengan muka penuh Penyesalan, Dimas terus mengabaikan Bella, ia membuka pintu apartemen dan hendak menutupnya, namun Bella segera berlari menahan pintu apartemen Dimas
”Aku mohon Bell, pergi dari sini, aku sedang tak ingin berdebat” ucap Dimas lemah
"Apa kau baik-baik saja mas, wajahmu pucat” ucap Bella melihat wajah Dimas yang pucat pasi dengan bulir keringat membasahi wajahnya yang tampan
"Tidak ada urusannya denganmu, lebih baik kau urus dirimu sendiri" Dengus Dimas lalu melangkah masuk, ia tak mungkin mendorong Bella, walau se benci apapun ia pada Bella, ia tak mau bersikap kasar pada wanita.
Dimas membuka jaketnya lalu menuju ke dapur menuangkan air lalu duduk, kepalanya terasa berat dan berputar, tiba-tiba pandangannya kabur dan ia jatuh tak sadarkan diri.
Bella yang melihat Dimas jatuh langsung berteriak dan menghampirinya, beruntung Dimas sudah duduk di Sofa, sehingga ia hanya jatuh terguling ke lantai, dengan sekuat tenaga Bella berusaha mengangkat Dimas namun sia-sia.
__ADS_1
Bella lalu turun dan mencari sekuriti ia meminta bantuan mereka mengangkat Dimas ke tempat tidur.
Setelah mengucapkan terima kasih pada kedua security tersebut dan memberikan mereka tips, keduanya pamit.
Bella mengaku jika ia adalah istri Dimas sehingga sekuriti itu tidak mempermasalahkan, walau salah satunya pernah melihat Kinar, namun ia memiilih diam
Bella berdiri diam memandang mantan kekasihnya yang tertidur di kasur, ia mendekati Dimas dan mulai menciumnya dengan ganas, entah mengapa perasaanya tak karuan, ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya, satu hal yang pasti, Bella tak rela Dimas menjadi suami orang.
Setelah puas menciumi wajah Dimas, ia membuatkan bubur untuk Dimas dan mempersiapkan makan,Bella ingin merawat Dimas, rasa bersalah karena meninggalkan Dimas entah mengapa menyeruak.
Bella merasa sudah gila, bukankah ia memang tak pernah mencintai Dimas? bukankah ia hanya mencintai Kristian??? tapi mengapa ia merasa sakit hati mengetahui Dimas sudah menikah dan memiliki istri, terlebih Dimas sepertinya mulai mencintai istrinya, Bella tak rela, ada perasaan sakit yang tidak bisa ia ungkapkan.
Tanpa ia sadari kebersamaan selama dengan Dimas telah memercikkan api cinta di hatinya, dan setelah bertemu lagi, ia baru menyadari arti Dimas baginya.
Ia melakukan itu semua demi Kristian kekasihnya, namun entah mengapa setelah pergi dengan Kristian, ada perasaan tak bahagia.
Bukankah ia memang merencanakan semua dan hanya memanfaatkan Dimas, salah dimana???? ia harus bagaimana??? pertanyaan yang selama ini berkecamuk dalam dirinya kini terjawab, bahwa perhatian Dimas, kebaikan Dimas, senyum Dimas sudah mengisi hatinya dan menggeser tempat Kristian dari hatinya.
setelah bubur siap, Bella membangunkan Dimas, ia ingin menyuapi Dimas makan, namun dengan kasar Dimas menolaknya.
Dengan sakit hati Bella meninggalkan bubur itu di meja, lalu Bella keluar dari kamar, sebelum keluar Bella berhenti sejenak di depan pintu
Dimas menghela nafas berat, ia amat membenci Bella, semua karena ulah Bella yang bunuh diri dan menahannya di rumah sakit hingga ia meninggalkan Kinar.
Dimas menatap bubur di meja dekat tempat tidurnya, lalu mulai menyuap bubur tersebut, sesuap demi sesuap dengan bulir air mata keluar dari matanya.
Dimas tidak pernah menangis, ini pertama kalinya ia menangis wanita.
Sat bella meninggalkannya menjelang pernikahan mereka, Dimas tidak menangis, ia hanya mengamuk menghancurkan segala yang Anda di dekatnya, namun perasannya saat ini sulit ia ungkapkan. Satu hal yang pasti, ia sangat menyesal.
Setelah menghabiskan buburnya, Dimas meminum obat yang sudah di sediakan Bella, ia lalu merebahkan tubuhnya yang lelah, walau ia tak menyukai Bella namun perkataan Bella ada benarnya, ia harus sehat agar kuat mencari istrinya.
Hingga beberapa saat kemudian Dimas tertidur, tiga hari tanpa tidur dan terus mencari keberadaan Kinar, membuat dirinya akhirnya ambruk.
Di dalam mimpi Dimas melihat Kinar, wanita itu tersenyum dan memberikan baju baru untuk suaminya, setelah Dimas buka baju tersebut ternyata baju wanita, kemudian ia melihat istrinya dengan wajah pucat berdiri di tepi sungai, melihat sebuah kain kecil berwarna putih terbawa arus sungai.
Kinar menatap kain tersebut dan tiba-tiba air matanya berwarna merah, ia menangis darah,
__ADS_1
Dimas sangat ketakutan dan menjauhi istrinya, Kinar berusaha menggapainya, namun Dimas terus berlari menjauh, hingga akhirnya Kinar terjadi dan hanya memandang kepergiannya. Dimas melihat wanita itu menundukkan kepala hingga menyentuh tanah.
Dimas berteriak memanggil Kinar, namun Kinar diam saja, lalu bangkit dan berjalan menjauhinya.
Dimas terus berteriak sekeras-kerasnya berharap Kinar menoleh padanya tapi Kinar seakan tak mendengar panggilannya
"Kinaaaarrr, Kinaaar, Kinar maafin mas sayang" teriak Dimas sambil menangis
penasaran kan?????
jangan lupa tinggalkan like and coment kalian ya
author lagi butuh mood booster nih
kalau kalian suka dan ingin tahu kelanjutannya, terus dukung author ya!!!!
Oh ya, untuk karya author yang berjudul cinta sang psikopat sengaja author tidak lanjutkan karena respon pembaca yang kurang, sayang kan author menuangkan cerita dan meluangkan waktu kalau responnya mengecewakan hehehe.
time ia money eh kok gitu???
(ah author baper, Cemen, gak keren, dll)
Ait author juga manusia , jangan di bully terus nanti nangis 😭😭😭🤭🤭🤭
Seperti yang pernah author jelaskan jika author seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita karir
Reader: ah gaya loe Thor, wanita karir apaan kan cuma di depan oven and loyang????🤔🤔🤔
Author: ah biar keren sedikit kek dari pada bilang bakulers 😋😋
Oleh karena itu author juga punya kesibukan sendiri dan menulis novel itu sekedar hobby di waktu luang, jadi jika author hanya upload satu atau terkadang tidak upload mohon di maklumi ya para reader ku yang tercinta.
Author akan mengusahakan upload tiap hari walau cuma satu chapter, bukan pelit, ya hehehe.
Happy weekend semuanya, jangan lupa bahagia dan selalu menjaga kesehatan
Wasalam
__ADS_1
Pooh