
"Duduklah sayang" ucap Mariska setelah kedua anaknya masuk kedalam kamarnya, ia memang sengaja meminta Dimas dan Kinar menemuinya di kamar agar Damar tidak kepo dengan apa yang akan mamanya sampaikan
Setelah keduanya duduk,, Mariska masih diam.
Mariska melempar padangan pada Kinar, ia melihat Kinar malu-malu, Mariska juga melihat tanda kepemilikan di leher janjang Kinar, sepertinya Kinar tak menyadarinya, karena Kinar mengikat rambutnya hingga lehernya terekspos
Dimas yang melihat arah pandangan mamanya jadi salah tingkah, Mariska pasti melihat bekas kepemilikan yang ia taruh di leher jenjang Kinar, dan Kinar tak menyadari.
Melihat itu pasti mamanya sudah menduga apa yang terjadi pada mereka
Dimas lalu menarik ikan rambut Kinar, membuat rambut Kinar yang terikat rapih jadi berantakan karena perbuatan Dimas.
Kinar melotot kearah Dimas tak senang
"Leher kamu ada bekas kiss Mark mas" bisik Dimas ke telinga Kinar. Kinar langsung pucat pasi karena malu,
ia hanya bisa memasang senyum terpaksa menutupi malunya, sementara Mariska menahan senyumnya agr Kinar tak tambah malu karena nya.
"Mama ada perlu apa memanggil kami ke sini?" tanya Dimas langsung ke pokok permasalahan
mencairkan suasana yang canggung, sementara Kinar menunduk malu-malu
"Begini sayang, mama mau kalian bulan madu.
Sekarang sudah tidak ada masalah, mamanya Kinar sudah oeprasi dan sehat, kamu juga perlu refreshing sekalian menikmati moments berduaan.
Kita sudah cukup uang, jangan kamu kejar terus tak akan ada cukupnya. sekali-kali kamu juga perlu berlibur dan istirahat dari segala kesibukanmu.
Setelah kalian menikah, kalian kan belum bulan madu, hitung-hitung refreshing sambil program anak , Setelah pulang siapa tahu mama dapat kado cucu dari kalian.
Mumpung masih berdua, nikmati sebaik-baiknya waktu kalian, nanti kalau sudah punya anak akan sulit mencari waktu berduaan" ucap Mariska lembut
Dimas menengok pada istrinya masih saja menunduk malu, apa yang di katakan mamanya ada benarnya, ia juga sudah jenuh berkutat dengan kertas dan komputer.
__ADS_1
Selain itu juga bulan madu ini bisa membuat mereka menikmati waktu kebersamaan mereka untuk saling mengenal dan mempererat hubungan mereka
"Dimas setuju ma, Kinar juga pasti senang" ucap Dimas memutuskan tanpa meminta pendapat Kinar
"Kinar bagaimana???" tanya Mariska meminta pendapat mantunya itu
"Itu ma, Kinar terserah mas Dimas. Kinar ikut aja" ucap Kinar kemudian.
Memang kondisi Anggi sudah membaik, namun Kinar masih enggan bepergian jauh sebelum memastikan semuanya kembali seperti semula.
Walau kondisi mamanya sudah membaik namun perusahaan papanya masih berjuang untuk bertahan dari kebangkrutan.
Kinar memendam sendiri masalah keluarganya, ia tak bisa membantu karena sejak menikah, Dimas tidak pernah memberinya uang, semua kebutuhan hidupnya sudah di penuhi.
"Ini tiket kalian ke Paris, mama sudah mengatur semuanya termasuk hotel dan kendaraan, semua sudah beres, kalian tinggal bawa badan saja” ucap Mariska tersenyum lebar, menyodorkan amplop berisi tiket dan satu lagi amplop mata uang euro yang akan mereka pergunakan disana.
"Minggu ini ma???" tanya Dimas tak menyangka mamanya gerak cepat mengusir mereka segera bulan madu
"Iya lebih cepat lebih baik dan secepatnya mama akan memiliki cucu" ucap Mariska sumringah, Kinar memegang tangan suaminya yang hendak protes, ia tak mau merusak kebahagiaan Mariska.
"Terima kasih ma" ucap Kinar gantian memeluk Mariska
mereka lalu kembali ke kamar, Dimas melihat istrinya yang murung, ia menduga Kinar keberatan dengan rencana mamanya
Setelah sampai di dalam kamar, Dimas langsung memeluk Kinar dari belakang, ia meletakkan kepalanya di bahu istrinya, menciumi aroma tubuh Kinar yang membuatnya tenang
”Sayang apa kamu keberatan dengan rencana mama???, sepertinya kamu tidak bersemangat setelah keluar dari kamar mama, apa perlu ku batalkan saja rencananya???" tanya Dimas sambil memainkan rambut Kinar
"Aku hanya masih khawatir dengan mamaku mas, beliau baru selesai operasi" ucap Kinar lirih
"Bagaimana kalau kita menginap kerumah mamamu??? sekalian memberitahu dan meminta izin mereka??? bagaimana???" tanya Dimas
Kinar menengok ke arah suaminya, sebuah kecupan langsung menyapa pipinya yang tepat di samping kepala Dimas
__ADS_1
”Mas serius mau menginap disana?? tanya Kinar tak percaya" Dimas hanya mengangguk, ia melepas pelukannya, membalikan tubuh Kinar menghadapnya
"Mas serius, cepat kamu berkemas, mas mau minta izin mama dulu " ucap Dimas tersenyum melihat istrinya yang senang dengan mata berbinar
Kinar berkali-kali menciumi Dimas saking bahagianya. ia tak pernah membayangkan jika mereka akan menginap di rumahnya. ia sungguh rindu kamarnya, terutama mama dan adik-adiknya.
"Terima kasih mas" ucap Kinar tersenyum lebar
"Sudah cepat sana, nanti aku berubah pikiran"goda Dimas membuat Kinar langsung berlari kecil menyiapkan pakaian mereka menginap
"Mas berapa hari kita disana" teriak Kinar dari dalam walking closet
"Sekarang Minggu, bagaimana jika lima hari, mas akan berangkat kerja dari sana" ucap Dimas
Tiba-tiba Kinar keluar dari walking closet berlari kearah Dimas, ia memeluk Dimas erat dan menciumi punggung tangan Dimas berkali-kali
"Terima kasih suamiku tersayang, lope u" ucapnya tiba-tiba
Wajah Kinar langsung memerah karena malu, ia kembali masuk ke dalam walking closet meneruskan memilih pakaian untuk di bawa, sementara Dimas terdiam mematung, dadanya berdetak kencang karena ucapan Kinar, lalu kemudian ia tersenyum
”Maaf aku belum bisa membalas cintamu, tapi satu yang pasti, aku sayang kamu"ucap Dimas lirih
Setelah berpamitan dengan Mariska, mereka lalu menuju kediaman Orangtua Kinar, di tengah jalan Dimas memberhentikan kendaraannya, membeli buah dan beberapa cake untuk buah tangan orangtua Kinar
Dimas merasa deg deg an ini pertama kalinya ia akan bertemu secara resmi sebagai suami Kinar juga, ia Khawatir jika kedua orangtua Kinar tidak menyukainya.
”Mas santai aja, papa dan mamaku orang yang berfikiran terbuka, mereka pasti menyukai mas, mantunya yang tampan" ucap Kinar mencoba mencairkan suasana
Dimas tersenyum tipis, ia ada sedikit keraguan tentang bagaimana pandangan orang tua Kinar padanya, pasalnya sejak menikah baru kali ini i bertandang ke rumah mertuanya dan ketika mama nya Anggi di rawat , Dimas tidak menjenguknya, beruntung Mariska mengirimkan buket bunga dan buah atas nama dirinya, jika tidak, bisa dipastikan ia tak punya muka menemui mertuanya itu
Kinar sengaja tidak mau mengabarkan orangtuanya tentang kedatangannya, ia mau memberi kejutan pada mereka, Kinar menatap senang melihat kantong belanjaan di bangku belakang, ia memandang suaminya dan tersenyum lebar
"Mas, makasih ya" ucap Kinar setengah terisak.
__ADS_1
ia bahagia sekaligus terharu
"Hei kenapa kamu menangis, aku tidak suka melihatmu menangis, sebentar lagi kita sampai. Aku gak mau nanti di kira menyakitimu karena matamu yang bengkak habis menangis"ucap Dimas mengusap puncak kepala Kinar