Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
Pelajaran untuk Mikhayla


__ADS_3

Seperti janji Albert, mereka akhirnya liburan ke resort dimana Albert merupakan pemegang sahamnya juga, mereka awalnya mengajak Kinar, namun Kinar tidak bisa meninggalkan bangku kuliahnya, sehingga akhirnya Albert, Bernard dan kedua orangtua mereka yang berlibur di pulau Dewata, Indonesia.


Sementara Mikhayla belum pulang juga sejak dua hari sebelum Amara berulang tahun


Ia memang izin pada Amara, tapi itupun posisi Mikhayla sudah diatas pesawat, sehingga mau tak mau Amara hanya bisa menghela nafas kecewa.


Putri angkat yang di harapkan. bisa jadi tempat nya berkeluh kesah, berbagi bahagia dan menjadi peliput lara nya nyatanya kini berubah.


Mikhayla yang Amara kenal dan yang kini sangat berbeda, apakah karena Mikhayla sudah resmi masuk ke dalam kelurganya???


Amara merasa salahenilai.wanita itu dari awal.


walau lucky tak menyalahkannya, namun ia tahu suaminya itu ikut kecewa atas keputusan Amara yang dinilainya gegabah, kini terbukti ucapan lucky benar. wanita itu tak sebaik yang Amara kira.


"Sayang, apa kau tidak bahagia??? mengapa wajahmu terlihat sedih???"


"Aku memikirkan Miki" ucap Amara lirih


"Mengapa kau harus memikirkan anak itu, belum tentu ia memikirkan mu.


berhentilah merisaukan dia sayang.


jika ia memang tulus menyayangi mu, ia akan perduli padamu" ucap lucky menggerus rambut istrinya tercinta


"Bagaimanapun kita sudah menjadi orangtuanya, kita memikul tanggung jawab masa depannya juga"


"Aku mengerti sayang, namun dari awal dia tak pernah tulus padamu, jika ku tahu ia kaan seperti ini aku akan bersikukuh melarang ku menjadikan ia anak angkat kita" ucap lucky kesal


"Maafkan aku, aku yang salah"


"Sekarang bukan siapa yang benar dan salah, kita doakan saja semoga ia sadar" ucap lucky menenangkan istrinya.


Amara tak bisa berkata apa-apa, ia hanya tertunduk malu pada suaminya.


Setelah menempuh perjalanan panjang, dari jendela pesawat, Amara bisa melihat tanah kelahirannya, Indonesia, senyumnya mengembang.


Sudah lebih dua puluh tahun ia tak menginjakkan kakinya di Indonesia, tepatnya setelah kedua orangtuanya meninggal dunia.


Amara yang anak tunggal dah tak punya keluarga memilih mengikuti suaminya, ayah Albert.


Amara menikah dengan suaminya ketika lucky menjadi duda dengan satu anak kecil yang masih bayi, istrinya meninggal dunia setelah melahirkan.


Tak ada yang tahu siapa orangtua sebenarnya Albert, yang mereka tahu Albert anak Amara, karena saat kembali ke negaranya, lucky dan Amara membawa Albert yang kala itu baru berusia tujuh tahun, dan orang hanya tahu Amara mama kandung Albert.

__ADS_1


"Sayang...."


"Semuanya akan baik saja, aku tahu kekhawatiran mu.


ini sudah dua puluh tujuh tahun lalu."


Amara mengangguk pelan


Setelah menikah ia memang bolak baik Indonesia Canada, karena lucky membuka cabang di sana, setelah orangtua Amara meninggal, mereka memutuskan tinggal di Jerman, negara asal lucky.


Sementara di kediaman lucky, Amara baru saja kembali dari liburannya, ia mendapati rumah kosong dan dari asisten rumah tangga ia dapat info bahwa seluruh keluarga berlibur ke Indonesia, tak terkecuali Bernard, musuh bebuyutannya.


walau mereka sama-sama anak angkat, namun Miki tak pernah menyukai Bernard karena Bernard selalu sinis padanya dan terlihat menyelidik saat melihatnya, itu membuat Miki tak nyaman


Di rumah itu hanya Albert dan Amara yang bersikap baik padanya, sementara lucky dan Bernard sama-sama pria menyebalkan.


"Mereka berlibur tanpa aky????" teriak Mikhayla menghempas travel bag nya


"Nona, anda tidak bisa di hubungi" ucap asisten rumah tangga ketakutan


"Seharusnya mereka menungguku kembali, baru mereka liburan, ini....


mereka menyebalkan, aku benci mereka" Mikhayla aberjakan menuju kamarnya, asisten pembantu hany menggelengkan kepala melihat tingkah Mikhayla, i sudah dewasa tapi kelakuannya seperti anak kecil


"Pssssttt, tetap saja ia nona muda, cepat bawa travel bag nya ke kamarnya sebelum ia marah dan berteriak


"Apa aku harus menyuruhmu membawa barang ku, bodoh" teriak Miki dari atas tangga


"Lihat, tingkahnya sangat menyebalkan, aku doakan semoga ia secepatnya di depak dari rumah ini" ucap asisten rumah tangga berambut ekor kuda, temannya hanya menggeleng dan menyeret barang bawaan Mikhayla, sebelum majikanya itu berteriak.


ia memang tak menyukai anak angkat itu, tapi tetap saja ia anak angkat majikannya, ia harus menekan rasa ketidaksukaannya.


Mikhayla langsung menelpon mama angkatnya dan merajuk, namun ia bisa merasakan nada datar dan dingin Amara saat menerima teleponnya, Amara juga tak menyuruh my menyusul ke Indonesia, walau Miki sangat berharap mama angkatnya itu memintanya menyusul mereka berlibur.


Mikhayla terlalu gengsi juga untuk mengatakan akan menyusul.


setelah panggilan berakhir, Miki langsung menghempas vas bunga di depan sofa kamarnya


"Aaaarrrggghhh, sial, mengapa wanita itu berubah sekarang, ini semua pasti karena hasutan wanita murahan itu" teriak Mikhayla histeris.


Assiten rumah tangga yang membawa koper Miki mengetuk pelan kamar Miki, setelah itu meletakkan kopernya di dalam


"Siapkan aku makan, aku lapar" ucap Mikhayla kesal, ia jadi ingat jika ia belum makan sejak pagi tadi, itu semua karena uangnya sudah habis, jika belum, ia tak akan pulang cepat, sementra credit card nya di blokir oleh Papa angkat nya.

__ADS_1


kini ia tak punya uang sepeserpun, Miki frustasi.


gak mungkin ia menyusul mereka tanpa uang kan???


"Maaf nona, hanya ada mie instan dan telur.


itu karena nyonya mengatakan kami tidak perlu belanja selama seminggu, jadi stok...."


"Masakan mie dengan telor setengah matang" ucpa Miki memotong ucapan asisten rumah tangga


Assiten rumah tangga mengangguk sopan dan keluar dari kamar Miki dan tersenyum lebar


sebenarnya nyonya besar mereka meminta mereka untuk berbelanja sehari sebelum mereka kembali, sementara untuk para pekerja di rumah, stock makanan mereka aman, karena mereka memiliki lemari penyimpanan khusus untuk pekerja di rumah belakang.


"Rasakan dia hanya akan makan mie rebus dan telor selama nyonya dan keluarganya berlibur, dia akan sengsara hahaha" gumam asisten rumah tangga berambut pendek itu


"Kenapa loe senyum-senyum sendiri???"


"Loe gak usah kesal, sepertinya nyonya besar mulai tidak menyukai anak angkatnya ayang menyebalkan itu, ia malah seperti sengaja tidak meminta kita mengisi kulkas, di kulkas hany aada kentang, telor, dan Frozen food."


"Serius?? tanya temannya


"Lihat saja sendiri, aku tahu karena kepala pelayan mengatakan pada ku pagi ini"


"Rasakan Putri manja itu akan kelaparan dan bosan" ucap asisten rumah tangga berambut ekor kuda


Sementara Miki terus merutuki dan memaki, mengapa kondisinya kini mengenaskan.


Sementara di rumah sakit


Kinar kembali santai menikmati kesehariannya, kuliah, bekerja di rumah sakit dan saat waktu senggang ia habiskan membaca buku atau sekedar mencari buku di toko buku samb menikmati makan siang nya


Seperti saat ini, Kinar sedang asik menikmati waffel nya dengan segelas juice jeruk, ia malas makan berat, ia ingin makan manis-manis walau ya kalorinya juga berat.


Saat Kinar sedang asik membaca sambil menikmati waffel nya, tiba-tiba seseorang menarik bangku di depannya dan duduk


"Hai dokter cantik, menikahlah denganku" ucap pria itu tersenyum lebar


"Hah????? kamu???" Kinar kehilangan kata-kata, setelah empat hari tenang tanpa ingat pria ini, tiba-tiba pria itu muncul di depan matanya tiba-tiba


"Apa ku tidak punya kerjaan tuan Michael?? atau kau menguntit ku???"


"Kau yang menguntit hatiku dokter Kinar"ucap pria itu yang tak lain adalah Michael sambil menyangga dagunya di meja dan tersenyum lebar

__ADS_1


__ADS_2