Kinar Istri Bayangan

Kinar Istri Bayangan
keputusan Kinar


__ADS_3

Rasya kelimpungan karena tiba-tiba Kinar memutuskan mengambil cuti dan kembali ke negaranya, Kinar juga tak bisa memastikan kapan ia akan kembali.


Biasa sebulan atau bahkan lebih, hal itulah yang membuat Rasya khawatir.


Rasya mengira jika Kinar sudah berbaikan dengan Michael, karena satu Minggu lalu ia mendapati Kinar keluar rumah dan kembali dengan wajah ceria.


Entah mengapa pagi ini Kinar mengutarakan keinginannya untuk pulang ke tanah air pada Irine dan Ridwan.


Ridwan langsung mendukung keputusan Kinar, pasalnya sejak tahu Kinar menangis dan mengurung diri, Ridwan sudah hilang respek pada Michael, ia lebih suka nak keponakanya putus dengan Michael.


"Kak, kau gak bisa meninggalkan negara ini begitu saja" ucap Rasya yang lngsung mendapat pelototan tajam Ridwan.


"Maksudku, kenapa buru-buru" ucap Rasya meralat ucapnya


"Aku tak terburu-buru, aku hanya merindukan keluargaku"


"Bukankah mereka sudah kesini sebulan yang lalu??"


"Rasyaaaa!!!!" Ridwan mulai kesal dengan putranya


"Tapi tak sama rasanya jika aku yang datang.


Aku rindu Aisya dan Reyhan juga si kembar Raffa dan Raffi.


"Kalau begitu pulanglah nak, titip salam buat mama dan papamu ya"


"Iya mama Irine, terima kasih.


Kinar gak lama kok, cuma lagi jenuh aja"


"Tapi sayang, menghindari maslaah tidak akan pernah menyelesaikan masalah.


Jika kau butuh ketenangan tak apa kau pulang, tapi bukan pelarian" ucap irine membuat Kinar tersenyum malu.


"Bukan kok ma, aku hanya kangen orang rumah" ucap Kinar lirih


Setelah sarapan pagi, Rasya mengekor Kinar masuk kamar Kinar


"Kakak tahu apa yang akan kau tanyakan"


"Kak, sebaiknya pikirkan lagi, kakak sudah mendengar penjelasan Kak Michael kan???


apa tak ada jalan keluar???


Setiap orang pernah berbuat kesalahan, tapi terasa tak bijak jika kakak tidka memberinya kesempatan" ucap Rasya membuat Kinar terdiam.


Kinar merasa ucapan Rasya benar.


Ia terlaku marah, sedih dan kecewa pada Michael hingga ia tak tahu apakah ia bisa memberi kesempatan kedua untuk Michael atau tidak.


Sebenarnya Kinar ingin memberi kesempatan itu, tapi rasa trauma membuatnya ragu.


Kinar takut masa lalunya terulang kembali.


orang di masa lalu yang menghancurkan hidupnya.


Kinar takut itu terjadi pada dirinya lagi.


"Michael sampai tidak tinggal satu atap dengan Caroline demi dirimu kak, demi menegaskan bahwa ia dan Caroline tak akan pernah ada hubungan lagi, selain orangtua Freya"


"Aku tahu, hanya saja trauma itu..."


"Kakak harus lepas dari bayang-bayang masa lalu.


Satu hal yang harus kakak tahu, sebenarnya aku tak boleh bilang kak Kinar, tapi aku merasa kakak harus tahu.


Jumat kemarin aku bertemu Michael"


"Lalu?? jangan bilang kau berjumpa dia dengan Caroline dan Freya" ucap Kinar membayangkan keluarga kecil itu, hatinya terasa sakit.


"Ish kakak tuh, pikirannya negatif aja.

__ADS_1


Aku tuh ketemu kak Michael di masjid.


kami sholat Jumat di sana, Dia mualaf"


"Apaaa????" Kinar sangat terkejut, ia tak menduga jika...


Bahagia dah hari menyelimuti hatinya


kini Michael seiman dengannya, haruskan ia memberi Michael kesempatan kedua.


Sejujurnya Kinar juga tak bisa kehilangan pria itu, juga putri kecilnya.


Hidupnya kacau karena memikirkan akan kehilangan mereka


"Dia sungguh-sungguh denganmu, seperti yang ku katakan. Pikirkan dengan bijak, jangan salah ambil keputusan" ucap Rasya menepuk punggung saudarinya lalu melangkah keluar dari kamar Kinar.


Kinar tak mungkin menunda kepergiannya, ia sudah mengabarkan keluarganya dan tiket sudah di pegang.


Seharian Kinar tak tenang memikirkan apa yang harus ia lakukan.


Akhirnya Malam sebelum tidur ia menelpon Freya, Kinar mengabarkan kepergiannya.


Gadis kecil itu menangis histeris mengira Kinar tak akan kembali, namun setelah mendengar bahwa Kinar hanya pergi sebulan, Freya masih tetap menangis dan memaksa ikut Kinar, Kinar bingung harus bagaimana.


Tak mungkin ia membawa Freya, karena Michael pasti tak akan mengizinkan.


Akhirnya Kinar hanya bisa membujuk Freya bahwa ia hanya akan dua Minggu di Indonesia.


Hingga menjelang malam Kinar tak bisa memejamkan mata, ia sangat merindukan Michael.


Jujur perpisahan ini sangat menyakitkan buat Kinar.


Ia merindukan suara, tawa, dan aroma tubuh Michael saat memeluknya.


Kinar memandangi foto profil Michael yang terpampang foto dirinya dan Michael sedang berpelukan, ia tersenyum melihatnya dan tanpa sadar jarinya menekan tombol telepon.


Kinar tak melihatnya karena ia berbaring


"Apa karena ku merindukanmu sampai suaramu pun nyata" ucap Kinar lirih


"Aku juga kangen kamu sayang" balas Michael di ujung telepon.


Kinar langsung bangkit dari tidurnya dan terduduk, matanya membelalak karena ponselnya dalam mode menelpon, panggilan video


"Astaghfirullah" pekiknya kaget


"Sayang, apa kau melihatku sampai segitunya??? Apa wajahku menyeramkan???" tanya Michael dengan mimik wajah sedih


"Maaf, maaf mas, aku...


Aku hanya terkejut.


Kau meneleponku??? aku gak dengar"


"Kau yang menelpon ku, apa kau rindu padaku" goda Michael membuat wajah Kinar merona merah


"Tidak"


"Tapi aku tadi dengar kau mengatakan merindukanku" ucap Michael dengan senyum dikulum


"Kau salah dengar" jawab Kinar cepat


"Baiklah, aku yang sangat merindukanmu.


Kau menyiksaku dengan rasa rindu ini"


"Aku tak dengar"


"Aku rindu kamu Kinar.


Aku gila karena sangat merindukanmu" teriak Michael membuat kinar menutup wajahnya malu

__ADS_1


"Sayang berikan aku kesempatan kedua, aku akan berusaha ayang terbaik dan tidak akan mengulangi kesalahan.


Aku tak sanggup kehilanganmu"


"Jangan berjanji, aku taku tak dapat kau tepati.


Aku hanya butuh tindakan bukan ucapan" ucap Kinar


"Besok aku akan kembali ke Indonesia dan menetap sebulan di sana, setelah aku akan mempertimbangkannya"


"Apa artinya kau memberi kesempatan untukku???"tanya Michael antusias, namun ia terkejut sendiri setelah menelaah ucapan Kinar


"Apa kau pulang ke Indonesia??? untuk apa??"


"Come.on Michael, itu negaraku dan keluargaku disana.


Tidak bisakah aku rindu mereka"ucap Kinar memutar bola matanya malas atas pertanyaan Michael


"Ah iya sih, tapi mengapa lama sekali????"


"Itu urusanku" ucap Kinar kenal


"Tapi juga urusanku, karena aku pasti mati karena rindu"


"Dasar Playboy" cibir Kinar kesal


"Aku tidak pernah mengatakan sesuatu seperti itu selain padamu, dan aku beneran akan sangat merindukanmu.


Biasakan aku melihat wajahmu??? aku bosan melihat langit-langit kamarmu" ucap Michael merajuk.


Kinar baru sadar , ia tertawa terkekeh.


Rupanya sejak tadi ia mengarahkan kameranya ke depannya.


"Maaf, " ucap Kinar langsung merubah kameranya menghadap dirinya


"Sayang, apakah ada yang pernah bilang bahwa kamu semakin hari semakin cantik?" ucap Michael menatap Kinar berbinar penuh cinta


"Gombal"


"Aku serius bidadari surgaku" ucap Michael tersenyum lebar


"Aku mengantuk, besok penerbangan ku pagi"


"Aku akan antar" ucap Michael


"Tidak ada tawar menawar"tambahnya sebelum Kinar menolak


"Terserah, telat sedikit saja aku jalan"


"Tentu, apa perlu aku menginap di depan gerbang rumahmu???"


"Dasar cowok error" gerutu Kinar namun ia tersenyum dalam hati, nyatanya ia benar-benar mencintai pria ini.


Kemarahannya menguap melihat senyum Michael.


"Aku tidur dulu yA?"


"Good nite my sweetheart"


"good nite handsome" ucap Kinar langsung memutuskan panggilan teleponnya dengan wajah memerah.


Sejak kapan ia menggoda kekasihnya???


Apa nanti tanggapan Michael???


ponsel Kinar berbunyi, sebuah pesan singkat dari Michael


Kinar membuatnya dan menutup wajahnya sambil tertawa, Michael mengirimi nya foto dirinya


"Agar tidurmu nyenyak, biarkan foto ku yang tampan menemani tidurmu" Michael

__ADS_1


"Narsis" balas Kinar


__ADS_2